
Tanpa di duga Resimen Serigala Angin bertindak begitu jauh.
Dan dia juga tidak menyangka penyelidikan angota geng pembunuh akan begitu teliti sampai mencari ke akar-akarnya.
Apa lagi menyentuh keluarga yang di sayangi.
Ini tidak bisa di maafkan.
Seperti kata pepatah Darah lebih kental dari pada Air. Entah apa setatus dan kehormatan seseorang jika berani menyentuh orang terdekat itu tidak di maafkan.
Karena di kehidupan di Bumi dia tidak sempat merawat orang tua dengan baik karena kematian akibat terlalu meneguk Alkohol.
Tapi Tuhan memberikan kesempatan lagi dia ahirnya di pindahkah lagi, ke dunia Sihir.
Karena di dunia Sihir ini dia mempunyai keluarga, mungkin ini kesempatan bagi Fai.
Tapi..
Tapi tanpa di duga Tuhan bercanda, ketika dia baru menemukan orang tua di dunia yang baru ini, tiba-tiba hal yang tidak di sukai Fai menghampirinya.
Dari awal di sergap oleh pembunuhan Serigala Angin. Tanpa di sadari bahwa masalah ini sudah selesai. Tapi tanpa di duga ini menjadi rumit.
Dari pertama kelompok semut kecil, lalu yang besar, ketika yang besar tidak sangup, tiba-tiba selusin Semut besar mengroyokinya.
Walaupun Fai mempunyai sebuah sistem di tubuhnya, dia tidak takut.
Tapi apakah ada orang yang suka mencari masalah?
Jawabanya sederhana.
Semua orang kemungkinan ingin berlatih tanpa ada masalah. Walaupun terkadang masalah tak bisa di hindarkan.
Memikirkan hal ini, Fai ingin menangis tapi tidak ada air mata.
Setelah dalam perenungan ahirnya dia memandangi Bella dan lainya.
"Aku pergi menjemput adik, tolong jaga Ibu ku," Fai berbicara dengan nada sedikit memohon.
Mereka berempat mengaguk serius.
Tapi Bella seseolah ragu-ragu ahirnya berbicara.
"Fai, bolehkah aku ikut bersamamu?"
"Itu tidak perlu, saya sendiri cukup." Fai menolaknya.
Ada alasan lain jika Fai mengijinkan dia bergegas mengikutinya, itu akan merepotkan dan jadi beban dalam Fai menembak musuh.
Karena kecantikan membawa bencana.
"Tapi..!" Bella terus membujuk.
"Tidak ada tapi, kamu berdiam saja di sini dan jaga orang tuaku."
Bella kecewa tapi pada ahirnya tidak membujuknya lagi.
"Ok saya tidak berbicara lagi dan berhati-hati lah!" Tanpa berpikir panjang Bella berbicara lagi "Aku harap kamu kembali!"
"Yah!" Fai mengaguk dan berkata lagi dengan serius: "Ketika aku kembali aku harap kita berpelukan menghangatkan tempat tidurku."
"Mengijak!"
Bella mengijak kaki Fai dan memelototi Fai. "Bisakah kamu tidak bisa bercanda!"
Fai mengaruk kepalanya dan sedikit menyringai.
"Ok baiklah cukup sampai di sini," Fai tiba-tiba serius tapi kemudian dia mengaruk hidungnya dengan malu dia berkata. "Um ngomong-ngomong Bascame tentara pembunuhan Serigala Angin di mana itu?"
Kepala Bella penuh garis hitam ingin memarahi Fai, dengan sabar Bella menjelaskan.
"Resimen Serigala Angin itu berdiam di Kota Surgawi, mungkin kamu memulai perjalanan dari Kota Aksu membutuhkan kisar dua hari."
__ADS_1
"Kota Surgawi? Bukankah tempatnya Julia?" Fai berkata kepada diri sendiri.
"Julia?" Mata Bella menyipit.
"Julia adalah orang yang saya temui di hutan!"
Setelah Fai mejelaskan kepada Bella dari awal pertemuan hinga konflik dengan Resimen Serigala Angin dia lega. Tapi diam-diam ada sedikit keringat dingin.
Setelah Fai meminta Bella dan lainnya untuk menjaga orang tuanya dia bergegas pergi meningalkan mereka.
Fai berjalan melangakah menjauh dari Bella dan lainya.
Tiba-tiba tubuh Fai di selimuti fukultasi listrik.
Tiba-tiba..
"Sikat!"
Tiba-tiba Fai terbang dan itu sangat cepat. mengunakan Guntur Melangkah Meteor, kecepatan itu seperti kilat.
Tiba-tiba Tina terpana.
"Itu jurus yang di gunakan oleh Kakeku?" Tina tidak bisa berkata-kata.
Sihir Es miliknya? Langkah bayangan? dan sekarang Tina melihat jurus kakek di gunakan pada Fai, dan Tina melihat bahwa Skill yang di gunakan oleh Fai seperti mencapai Lv5.
Kapan dia mempelajari apakah dia mencuri? Tapi tidak mungkin!
Di sisi lain Bella yang melihatnya juga bodoh. Memikirkan kejutan Fai rasanya sudah mati rasa.
....
Aula Resimen Serigala Angin.
Di Aula Resimen Serigala Angin tepatnya di ruangan penjara.
"Apakah dengan cara ini akan efektif?"
"Efektif atau tidaknya tapi ini adalah pilihan terahir untuk menarik orang yang bernama Fai itu bergegas kepadanya."
Kelompok itu tidak bisa mengelengkan kepalanya. Jika operasi ini akan sukses apa artinya ini?
Di Resimen Serigala Angin, semua angota akan di berikan tugas. Semakin besar pencapaian tugas yang di selesaikan oleh angotanya, maka semakin besar akan hadiahnya.
Entah senjata yang cangih, obat peningkat Level entah hal yang lain selama tugas yang di berikan oleh atasan Resimen Serigala Angin dapat di selesaikan, maka senjata atau Pil itu akan di gengam oleh tanganya.
Jadi setelah menangkap Fai dan menyerahkan kepada atasan Resimen nya, item apa yang akan di di berikan?
Memikirkan hal itu, kedua pereman tidak bisa menahan senyum lebar.
Kedua orang itu adalah Diaz dan Luis.
Ketika ke dua orang itu akan melaporkan lagi asal usul Fai kepada ketua geng kedua orang itu kaget melihat banyak rekan-rekannya terbunuh. Dan ketika dia melihat bahwa ketua geng di pengal dengan cara yang sadis, dia tahu bahwa oprasi ini gagal.
Dengan tidak kegabah, Diaz dan Luis memutuskan menculik dan menyandera adik dari bocah itu.
Setelah menculik, kedua orang itu pergi ke markas Resimen Serigala Angin dan menyandra adik kecil itu.
Mereka memandang bocah kecil itu dan berkata tapi sedikit menyringai.
"Adik kecil, bertahanlah sedikit waktu jangan mati lebih cepat."
"Mmm...mmmmmm...mmm!"
Nori memandang ke dua orang itu dengan binir di bungkam meronta-ronta dan ingin menyakar.
Tapi karena dia di ikat, dan di gantung harapan nya menjadi sia-sia.
Dengan tubuh di gantung, dan ada bekas luka di sekujur tubuhnya tapi dia tidak merasakan sakit masih berjuang dengan tatapan ganas.
Mata Nori menangis hampir kering.
__ADS_1
Dan di sisi aula tempat para pemimpin, ruangan itu sedikit sepi karena para angota sedang menyelesaikan tugas-tugasnya.
Hanya ada berapa kelompok dan salah satunya adalah Pria paruh baya dengan tampilan baik hinga orang yang melihatnya menjadi nyaman.
Tapi ada bekas goresan di matanya itu, membuktikan bahwa pernah mengalami hujan badai dalam hidupnya.
Orang itu yang tak lain adalah pemimpin dari Resimen Pembunuh Bayaran Serigala Angin.
Pemimpin itu bernama Galio Biden.
"Aneh? Kenapa aku merasakan tidak nyaman hari ini?" Galio berkata pada diri sendiri merasa aneh.
Dia mencoba berjalan-jalan dan melakukan sesuatu untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman ini.
Beperapa lusin waktu tapi itu tidak berguna.
Dia merasa bahwa akan ada bahaya, tapi entah kenapa dia masih bingung dan mengelengkan kepalanya lagi.
Tiba-tiba teringat dia telah menyandra adik dari bocah bernama Fai.
Apakah bocah itu menjadi ancaman?
Tentu saja tidak.
Galio diam-diam sudah memasuki Perajurit Lv12.
Selain Raja sendiri yang sebanding siapa lagi?
Dan karena itulah Risimen Serigala Angin di takuti. Jika ada kelompok yang berani menantang geng Serigala Angin, apakah Anda bercanda?
Tapi sayangnya Fai tidak takut memprovokasi nya.
.....
Di depan gerbang Aula Resimen Serigala Angin.
"Brengsek! Apakah kamu tahu kemaren baru saja menikmati Selakan*an pengantin muda!" Salah satu angota Resimen Serigala Angin berbicara dengan mesum.
"Terus ada yang lebih menarik lagi!" Dia berhenti dan menyeruput Teh lalu berkata lagi. :"Aku menelanjangi dan memakainya di depan Suaminya!"
Para sekelompok itu semuanya tertawa mesum dan wajah itu merah.
Tiba-tiba...
"Bang!"
Sekelompok Geng itu tertawa mesum dan salah satu kelompok itu hendak meminum Tehnya.
Tapi sebelem menenguk teh tiba-tiba ada ledakan di depan Gerbang Aula Geng nya, ada sebuah ledakan.
Dan dinding gerbang itu terhempas dan menyebar.
"Brengsek siapa yang begitu berani membuat masalah Geng Serigala Angin!" Angota itu memarahi karena tidak jadi meminun tehnya.
"Gulungan!"
Tiba-tiba ada bilah cahaya menembaknya, orang itu yang memarahi belum sempat beraksi tetapi kepalanya terjatuh.
Ketika mati orang itu masih terpana dia tidak menerima kematian ini.
Dia berusaha agar tidak menutup mata. Tetapi pada ahirnya dia menutup mata dengan engan.
Para sekawan kelompok itu, juga masih linglung dengan adegan apa yang terjadi.
Dan tiba-tiba di bawah samping kelompok itu muncul sebuah duri akar.
"Sikat!"
Kecepatan serangan akar itu sangat cepat sehinga kelompok itu menutup mata dengan di tusuk-tusuk sehinga darah pada ter ciptrat dan ber terbangan.
"Siapa yang berani menyentuh Keluarga ku mati..!"
__ADS_1