
Bella melihat Norman seperti dia melihat hantu, dia juga tidak mempercayai apa yang dia lihat di depannya. Bahkan dia Bella mencoba mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan bahwa dia bukan Norman.
Tapi setelah mengusap beberapa lama dia percaya bahwa orang yang di depanya adalah tidak palsu tapi, orang di depanya sunguh benar-benar tanpa kepalsuan.
"Ini benar kamu adalah Norman..!" Bella ahirnya percaya, seperti yang dia ketahui adalah Norman itu sendiri adalah guru dari mantan suami yang sudah meningal.
Dia ingat ketika dia menyelamatkan dirinya ketika hendak terjatuh ke jurang hinga dia Bella terhindar dari kematian.
Tapi sebelum dia terjatuh bahwa dia pernah mengatakan bahwa dia mengungkapkan cintanya kepada dirinya.
Norman melihat perubahan Bella yang begitu panas dan mempesona langsung rasa keserakahan pada tubuhnya langsung berapi-api.
Tapi dia melihat si berengsek Fai yang ada di sampinya dengan memegang tangan halus Bella. Kemudian Norman berkata seperti Ini. "Ini gara-gara kamu brengsek..!" Norman menunjuk tangan ke arah Fai dan berkata lagi. "Kamu adalah hama bagi aku untuk mendapatkan Bella, jika tidak ada kamu dalam selangkah lagi aku akan mendapatkan seutuhnya."
Dengan telepati yang Fai miliki dia mengetahui isi pikiran Norman dan isi pikran Bella. Dengan itu Fai membalas perkataan Norman dengan sihir hipnotis. "Kamu sunguh sangat berisik seperti hewan yang mengongong!"
Kata-kata keluar seketika mulut Norman tidak bisa berkata hanya suara gagap.
Dia tidak repot-repot memperpanjang omong kosong. Dengan itu, tangan Fai tiba-tiba berubah menjadi kepala ular yang sangat besar. Kepala ular itu langsung mengigit Norman secara utuh dan **********.
Setelah ******* dia Fai mendapatkan bakat baru yaitu Perubahan Asap Kegelapan.
Bukan hanya itu saja, bakat baru ini dia bisa memberikan bakat orang lain sehinga berubah manuisa seperti monster dan intinya orang yang telah terkena bakat ini dia akan penuh kebencian.
Norman juga memiliki bakat mayat hidup tapi de ngan bakat milik Fai itu masih tertingal jauh. Setelah ******* Norman tangan Fai berubah semula menjadi normal.
Dia mencoba mengunakan bakat asapnya, kemudian Fai melambaikan tangannya tiba-tiba asap hitam keluar dan berubah menjadi singa yang ganas dengan mata merah.
Nuwa yang di sisinya berseru dan berkata seperti ini. "Nak apakah kamu juga bisa mencuri bakat orang lain!"
"Iya Ibu aku bisa mencuri bakat orang lain dan di gunakan oleh dirinya, bukan hanya itu saja ketika bakat itu di lahap oleh aku maka kekuatan akan di tingkatkan."
"Seperti bakat yang ibu punya bukan kah itu bakat yang sangat menakutkan?"
"Ohh jadi seperti itu..!" Mulut Nuwa berseru dan kagum.
__ADS_1
Dan Bella yang mendengarkan ahirnya tahu jawaban dari mana kekuatan Fai yang di miliki, dia tidak percaya ada manusia yang serba guna dalam bakat di dunia ini. Tapi, ketika dia mendengarkan penjelasan Fai itu menjadi masuk akal.
"Berati kamu bisa mengambil dan memberikan sesuka hati bakat dan ketrampilan sesuka kamu?" Bella ahirnya berkata.
"Tepat!" Kata Fai dia menjelaskan dengan sepuluh kebenaran tapi ada sedikit di campur kebohongan. Misalnya dia tidak akan memberitahu sistem dan artefak buku yang ada di dalam tubuhnya.
"Apakah kamu jika ingin mengambil bakat, kamu harus melahap dulu?" Bella berkata kembali.
Mengelengkan kepalanya Fai berkata. :"Orang lain mengunakan kekuatan otomatis aku juga mendapatkan bakat baru, jadi tidak hanya berpatok dengan melahap saja."
Ahirnya Bella terjawab sudah dia bisa mempunyai ketarmpilan ayah nya dan bakat milik sendiri. Jadi ini masalahnya, memandang Fai Bella seperti melihat manusia ajaib, tidak hanya ajaib mungkin ini adalah renkarnasi dari dewa.
Lalu ketrampilan apa yang Fai di gunakan, ketika dia bisa memunculkan makanan senjata dan lainya?
Fai mengtahui pikiran langsung tersenyum dan berkata. "Itu adalah bakat pencipta."
Setelah berkata dia memunculkan buah apel dan memakanya. Lalu dia membuat lagi langsung menyerahkan kepada Bella dan berkata seperti ini. "Makan lah ini adalah buah apel yang aku buat dari bakat pencipta."
Bella memakan tanpa berpikir panjang ketika dia sedang mengunyah, dia berseru.
"Ini memang buah asli!" Mulut Bella sangat imut ketika sedang berseru di tambah sambil sedang menguyah makanan. Fai yang melihatnya ingin mencium lagi.
"Ini adalah bakat Telepati yang aku curi dari guru kamu Aludra." Kata Fai sambil makan apel.
"Itu sebabnya ketika kamu masih di akademi seseolah pergerakan kamu di ketahui oleh guru Aludra sehinga kamu tidak bebas. Tapi yakin lah sekarang jangan kawatir dia tidak bisa membaca pikiran kamu karena ada aku di sini."
Nuwa di samping ahirnya tahu alasanya kenapa dia juga tidak bisa membaca pikiran Fai dan wanita milik Fai.
"Nak kamu sunguh picik!" Nuwa bercanda dia juga ingin seperti Fai, yang menjadi orang yang serba guna.
Fai langsung mengetahui pikran ibunya dan berkata sambil tanpa daya. "Ibu kamu sudah kuat dah gemuk jika kamu memiliki bakat pencipta maka ibu menjadi malas."
Nuwa dia dan tak menjawa baginya alasan Fai juga masuk akal.
Fai juga menoleh ke arah adik, dia melihat Nori seperti pengemis dengan baju penuh sobek dan di lumuri warna merah karena darah.
__ADS_1
"Kamu seperti pengemis adik!" Kata Fai dengan bercanda.
"Hump!" Nori hanya membuat Hump yang dingin sambil menoleh ke samping. Setelah itu Fai merasa lucu dengan tangan melambai tiba-tiba baju Nori berubah dengan kecepatan mata telanjang.
Baju itu sangat bagus, dengan gaya moderen sangat cocok intuk di kenakan oleh Nori.
"Ayo kita pulang!" Nuwa memecah suasana.
Mereka semua ahirnya memasuki celah ruang dan sudah ada di tempat di rumah Fai.
Setelah di rumah, Fai melihat Luwi dan yang lain. Tapi, dia melihat Rigrit kususnya.
Setelah itu dia mengetuk dahi Rigrit dia memberikan bakat seperti yang di gunakan Norman. Hanya saja lebih rendah pada miliknya.
Walau rendah tapi itu di bandingkan orang lain setidak nya sudah cukup untuk mengalahkan mereka.
Fai memandang Luwi dia ingat bahwa Luwi belum mempunyai bakat tambahan. Dia mendekati Luwi dan mengetuk dahinya seketika itu dia kaget dan sangat bersukur dan semangat.
Fai memberikan bakat meniru, kepada Luwi. Bakat ini adalah bakat cabang dari seribu perubahan monster.
Tapi bakat meniru ini hanya bisa di gunakan bentuk kurang lebih yaitu ras, manusia, Elf, Iblis, Orc, Krucaci dan Druid.
Ras monster seperti legenda atau Dewa itu tidak bisa. Dan ketika Luwi meniru ras yang di sebutkan, maka bakat ketrampilan akan dia bisa di gunakan. Tapi, bakat itu hanya mempunyai delapan puluh persen dari aslinya.
Itu tidak apa-apa dari pada tidak ada.
Fai memandang Luwi dan berkata. "Bagaimana apakah kamu puas!"
"Ini lebih dari puas Tuan, ini adalah bakat yang paling hebat!" Luwi memandang Fai dengan mata terbakar.
"Coba kamu tunjukan bakat baru!" Fai memerintah untuk mengunakan bakat barunya.
Luwi menuruti, dia ingin berubah menjadi Fai yang dia kagumkan. Tapi dia tidak bisa dan dia sekali lagi berubah menjadi Bella.
Ketika berubah menjadi Bella, semua orang terpana mereka semua berteriak dalam hati bahwa ini sangat luar biasa.
__ADS_1
"Uhhh sangat besar!" Luwi yang berubah menjadi Bella memerah wajahnya.
Bahkan dia yang lebib terpana adalah bahwa bakat ini lebih ajab. Anda bisa berubah sesuka hati yang anda mau.