
Bab 134 Zesshi Bertindak
Tombak dengan kecepatan yang sangat mencengangkan, apa lagi di selimuti guntur warna merah seperti darah, itu sedang terbang bebas mengarah di mana Zesshi berada.
Suara guntur merah itu, seperti raungan monster kuno yang keluar dari sarangnya. Suara itu sangat mengelegar, bahkan para warga yang melihatnya ini, langsung lemas lutunya. Bahkan ada juga hinga kencing di celana.
Ketika Fai sudah melemparkan tombak itu, dia menatap dengan pandangan jauh, bibir itu tersenyum tipis, dia menatikan apakah orang yang menyerang tadi bisa bertahan apa tidak, bahkan Fai tidak perlu bertanya kepada Renner, bahwa siapa yang menyerang dirinya, dia tahu dengan bakat telepati sudah membaca pikran kedua wanita, yang tidak lain adalah Renner dan Ava.
Tapi, Fai tidak akan berkata nomer satu, dia hanya berpura-pura tidak tahu. Dengan itu, Fai melihat sekeliling bahwa Rumah ini hancur separo akibat gelombang kejut.
Dengan mengangkat tangan, Fai mengunakan bakat kembali seperti semula dengan jangakauan kecil.
Ketika Fai mengaktifkan bakat itu, para wanita melihat bahwa pohon yang tumbang, rumah sendiri yang hancur separuh, tiba-tiba secara ajaib bergerak mundur..
"Ini..!" Renner dan Ava sangat terkejut, tak pernah dia duga bahwa Fai juga bisa mengunakan bakat yang sama persis di gunakan oleh Arthur.
Namun yang sangat terkejut adalah Alisha, dia bertanya kepada diri sendiri seberapa kekuatan yang di miliki suaminya.
Bahkan dia menduga bahwa Fai hanya mengeluarkan kekuatan sebagai saja di depan dirinya.
Fai berjalan mendekati Alisha dan memeluknya setelah itu Fai berkata seperti ini. "Heheh apakah kamu takut, sekarang setelah aku memeluk kamu apa sudah mendingan."
"Aku hanya cemas, dan terlalu banyak berpikir." Kata Alisha dia takut terjadi sesuatu terhadap Fai.
"Apakah serangan tadi ada hubunganya dengan teman kamu Arthur." Kata Alisha dia berkata sambil memandang mereka berdua.
"Bukan tombak itu kalau tidak salah, milik Guru Zesshi."
"Guru Zesshi..?" Kata Fai, dia menemukan penemuan baru setelah membaca pokiran Renner, Zesshi adalah manusia setengah Elf, dan umur Zesshi sudah 300 tahun.
Tanpa sadar Fai menjilat bibirnya, ahirnya dia menemukan Wlf pertama walau campuran.
"Apakah guru Zesshi memiliki kekutan yang menakutkan?" Kata Fai dia berkata walau menurut orang kuat, tapi di mata Fai hanyalah domba yang gemuk.
"Dia adalah guru terkuat dan guru ras Elf pertama di dunia manusia, tentu saja karena akibat itulah, banyak pengagum dan pelamar datang, walau begitu guru Zesshi menolak, dia pernah berkata bahwa manusa hanyalah lemah." Kata Ava dia menjelaskan kepada Fai.
"Heheh dapat koleksi harem!" Fai menyringai.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan hah..!" Alisha tidak senang, dia takut bahwa dengan kecantikan dirinya di bandingkan ras Elf maka, Fai akan meningalkan dirinya.
"Hheheh sayang kamu jangan kawatir, aku tidak akan meningalkan kamu, jika kamu merasa tidak percaya diri dengan penampilan kamu, ayo kita manjakan kamu malam ini, aku berjani begitu kamu membuka kamu akan layaknya peri." Kata Fai dengan tersenyum.
"Hummp, semua pria hanya mengeluarkan mulut manis." Kata Alisha dengan rona merah.
"Ibu kamu sudah cantik, aku yakin ibu.." Megan berkata sambil memandang ke atas.
"Nak apakah kamu membela ayah!" Dengan bercanda Alisha mencubit pipi Megan.
"Aw, ibu, sakit!" Megan berpura-pura sakit.
"Apakah kamu tahu kekutan yang paling kuat di miliki guru Zesshi?" Kemudian Fai berkata kepada Ava dan Renner.
Renner menjawab seperti ini. "Menurut yang aku tahu, guru Zesshi mempunyai bakat kematian secara instan terhadap target musuh, bahkan level sihir yang di miliki guru Zesshi rata-rata di atas dua puluh."
"Cukup lumayan kuat, itu setara dengan ke empat istri aku?" Kata Fai sambil memegang dagu.
"Apa... Empat istri..!" Kedua wanita itu berteriak secara bersama, dia kaget dengan umur tergolong muda tapi sudah mengikat empat ekor wanita.
"Uhuk, betul dan di samping aku, Alisha adalah adalah wanita ke empat." Dengan cangung Fai berkata sambil mengaruk hidung.
Di samping Zesshi, setelah meluncurkan tombak dia memandang ke atas dengan kejauhan, dia harus memberi pelajaran terhadap Alisha.
Ketika dia sedang berada di luar, Arthur yang sudah pulih kekutanya, tiba-tiba menghampiri Zesshi.
"Apa yang kamu telah lakukan?" Kata Arthur dia ingin tahu.
"Aku hanya memberi pelajaran karena telah melukai murid aku." Kata Zesshi dengan serius.
"Apakah kamu serius, jika tombak kamu mengenai orang itu bahaya bagi penduduk." Kata Arthur dia marah, alasan inilah ketika Arthur sedang bertarung dia menghentikan waktu, jika opsi itu masih gagal menimbulkan korban, dia mengunakan pembalikan waktu.
Tapi ketika dia ingin memarahi lagi, tiba-tiba ada suara yang mengelegar di langit, dia melihat bahwa ada cahaya merah yang berkedip sedang mengarah kepada dirinya.
"Sial tidak baik...!" Zesshi berteriak, dia melihat tombak sendiri sedang mengarah kepada dirinya, dan tombak itu di selimuti guntur merah.
"Arthur gunakan kekuatan bakat baja kamu sebaik mungkin!" Kata Zesshi dia berteriak bahkan dirinya juga mengaktifkan bakat tanah, untuk menutupi seluruh area akademi.
__ADS_1
Arthur saat ini, dia mengunakan baja dengan berlapis-lapis untuk menahan tombak itu.
Pada saat itu, tombak dengan di selimuti guntur merah sudah mendekati mereka berdua.
"Swosh!"
Pada saat ini.
"Bom!"
"Dentang!"
Berapa lusin baja tebal raksasa hancur, tapi untungnya tombak itu tidak mengenai akademi jika tidak banyak siswa terluka parah.
Namun dia masih lengah, walau tombak itu tidak mengenai bangunan akademi, tapi tombak itu jatuh dengan cepat di tanah dengan masih ada fakultasi guntur.
Pada saat itu...
"Banga!"
"Tidak baik...!"
Arthur dan Zesshi tersambar petir merah, dan sambaran petir itu merambat luas hingga masuk menyerang sebagaian akademi.
"Ahhgr!"
"Puf!"
Ada siswa yang terkena sambaran itu hinga pingsan, bahkan ada juga yang terbakar.
Di sisi Arthur, sebenarnya dia ingin membalikan waktu, tapi dengan terkjut, tanpa alasan waktu tidak bisa di gunakan lagi, seseolah di kunci.
Arthur melihat bahwa kulit indah Zesshi terbakar, dengan marah, dia berteriak. :"Bajingan, siapa yang berani melukai Zesshi ku akan aku bunuh.!" Dengan panik dia mengunakan bakat penyembuh kepada Zesshi.
"Guru kamu tidak apa-apa..!" Kata Arthur dia panik.
"Aku tidak apa-apa cepat kamu beri pertolongan kepada siswa yang terkena." Kata Zesshi dengan memerintahkan kepada Arthur.
__ADS_1
"Baiklah..!" Kemudian sosok Arthur menghilang.
Setelah mengonfirmasi bahwa Arthur menghilang, dia tersenyum dan berkata. "Menarik, ini sangat menarik ada orang yang bisa membuat aku terluka, karena Alisha adalah wanita maka aku jadikan dia saudara. Tapi jika saja pria maka aku jadikan pasangan. Tapi sebelum itu aku harus melihat jelas dengan mata aku." Dengan itu, Zesshi terbang dengan sangat cepat seperti kilat, dia ingin bertarung dengan Alisha.