
"Kamu harus mengakui kekalah, jika kamu mengakuinya pettarungan ini akan selesaai." Fai berkata kepada Grey dengan lugas.
Fai masih curiga kepada Grey apakan dia jenis putra takdir yang memiliki sistem di tubuhnya?
Jika seperti itu, dia harus cepat dan mengalahkan Putra Grey ini.
"Dalam kamus aku tidak ada kata menyerah!" Mata Grey menatap ke arah Fai dengan menyala-nyala.
Setelah mendengar apa yang di katakan Grey, Fai sudah menebaknya bahwa rata-rata Putra keberuntungan itu naif, apakah anda bercanda apa susahnya mengakui kekalahan, Jika anda mengakui dan berlatih kemudian hari bukan kah sesimpel itu.
"Sunguh naif!" Kata Fai dengan sinis lalu mengelengkan kepalanya dan berbicara lagi.
"Jika kamu bisa mengalahkan aku ayo lakukan."
"Kamu..!"
Sekarang Grey sudah berubah menjadi bentuk manusia dengan rambut berantakan tapi itu masih sedikit tampan, setelah mendengarkan apa yang di katakan Fai dia tidak bisa membalas untuk saat ini.
Dia mengakui bahwa Fai kuat tapi dia tidak mau dalam hatinya.
Dia seharusnya di takdirkan untuk menginjak langit yang tinggi. Tapi ini beraninya anda menghalangi jalan yang mulus.
Ini tidak bisa di terima.
Dia mengorbankan poin di panel sistem untuk membuka mode Rage.
"Sistem habis kan poin pengalaman aku untuk memasuki mode rage!" Grey berteriak dalam hati.
"Hah!"
"Poin pengalaman tuan rumah telah di gunakan untuk membuka mode Rage."
"Tuan rumah saat ini poin pengalamannya kosong dan habis, di harapkan tuan rumah mencari dan mendapatkan poin pengalaman."
"Hah!"
"Selamat kepada tuan rumah memasuki keadaan rage, harap di catat mode rage tidak berlangaung lama."
Setelah memasuki mode marah tiba-tiba di dalam hati Grey ada sedikit rasa kebencian dan amarah yang besar.
Tanpa lama-lama dia bergegas menyerang Fai. Fai yang sedang menatap Grey tiba-tiba tubuhnya menghindar dengan mulus.
"Kamu memaksaku untuk mengunakan mode ini!" Grey membuat geraman rendah kepada Fai.
Grey meninju lagi tapi tinju itu di tahan oleh Fai tapi, dia tidak menyerah dan masih menyerang lagi.
Dia terlempar lagi dan bergegas lagi untuk meninju wajah tampan Fai tapi, Fai begitu mudah menghindari dengan melompat mundur terus menerus.
Fai membuat tembakan dengan memukul pungungnya dia terpental jauh dari Fai.
__ADS_1
"Aku tidak akan kalah!" Dia berlari lagi menghampiri Fai. Dia juga mengambil pedang ashura di sistem penyimpanannya.
Setelah dekat di Fai.
"Mengeram!"
Grey mengayunkan pedang itu ke arah Fai dengan acak, tapi setiap ayunan itu membawa kekuatan yang menakutkan.
Fai terus menghindari dengan mudah dengan memunculkan sayap di pungungnya Fai terbang menjauh dari jangkauan Grey.
Grey saat ini tidak mencoba menyerang monster penjelmaan Fai, tapi dia selalu mengejar-ngejar Fai yang asli.
Grey terbang ke atas Fai juga melihatnya bahwa Grey terus mengejar, tapi situsasi ini adalah yang di harapkan Fai.
Fai mencoba meninju ruang kosong, tapi ruang itu sebelum Fai meninju tiba-tiba membuat retakan ruang dan Fai meninju lubang celah ruang itu.
Grey yang terus bergegas mengarah ke Fai tiba-tiba di depannya itu ada retakan ruang. Ketika retakan ruang itu terbuka tiba-tiba mincul tangan putih yang ramping dan tangan itu meninju dirinya.
"Bang!"
"Mustahil!"
"Bakat merobek ruang!" Grey terbang ke bawah dan sekali lagi terjatuh dan menabrak tanah.
Dia mengecek di mall sistem harga bakat merobek ruang dengan milyaran poin. Jika dia mengumpulkan poin untuk membeli bakat itu, maka mungkin dia akan membutuhkan berapa tahun lagi untuk membeli.
Tapi..
Dia curiga apakah Fai sudah jenius ketika dalam kandungan?
Sekarang posisi Grey sedang tergeletak di tanah tanpa energi dan kemudian Fai mendekatinya.
"Jika kamu kalah, maka kalahlah!" Kata Fai.
"Tidak aku tidak akan kalah! Aku pasti akan menang!" Grey mengertakan giginya menatap Fai dengan galak.
Fai mengelengkan kepalanya dan sudah bisa menebak jawaban dari Grey.
Kemudian dia melihat Grey masih tergeletak, lalu Fai di bagian pergelangan atas mengeluarkan bilah taji yang runcing.
Lalu..
"Menjerit!"
Grey menjerit karena setiap sendi tulang di tusuk oleh bilah lancip yang tajam.
Posisi Fai sedang menusuk bilah yang keluar dari kedua tangannya dengan bagian tangan Grey yang di tusuk-tusuk lalu merambat bagian bawah.
Adegan ini juga sunguh sadis jika di lihat.
__ADS_1
Melihat dari kejauhan bahwa Grey sedang di siksa Sarah ahirnya tidak tega dia menangis bergegas ke arah petarungan ini.
Karena baginya Grey adalah cinta pertamanya dan sekaligus dia adalah kekasih masa kecil, jika dia kehilangan orang yang dia sayangi mungkin dunia akan hancur, dia juga tidak ada semangat untuk hidup.
Sarah berlari menghampiri dan menghraukan apakah itu berbahaya, yang terpenting dia harus menemukan ke adaan Grey.
..
Di sisi lai Fai mencoba menusuk-nusuk lagi dengan alasan apakah dia akan menyerah, mengatakan apakah Fai menyiksa dia dengan sadis dia tidak kawatir sekali, Grey adalah putra takdir, dengan halo keberuntungan putra takdir maka dia tidak akan mati begitu mudah.
"Hei tungu kamu berhenti!"
Tepat ketika Fai hendak menusuk-nusuk lagi tiba-tiba ada teriakan yang memangilnya. Kemudian Fai menolehnya.
Dia melihat ada wanita yang tiba-tiba memeluk Grey dengan khawatir dia juga memandang Fai dengan sujud memohon dia berkata lagi.
"Tuan tolong berhenti lah petarungan ini, dan jangan melanjutkan lagi." Kata Sarah dengan memohon.
"Mungkin aku juga awalnya seperti itu lebih cepat lebih bagus tapi, dia keras kepala terhadap aku seseolah dia yakin akan memenangkan ini." Kata Fai dengan mengelengkan kepalanya bahwa adegan ini sunguh lucu.
Setelah berkata Fai memandang gadis itu, gadis itu meiliki tampilan menyenangkan dan cantik ada sedikit aura polos dan pemalu dengan sedikit gunung yang berkembang ini membuat mata Fai segar.
Gadis ini hanya cocok untuk menjadi ibu yang baik untuk merawat anak-anaknya dan gadis ini hanyalah gadis rumahan.
Entah kenapa Fai menjadi sedikit tertarik kepada gadis ini, jika itu kemarin Fai tidak repot-repot untuk mengurusi wanita. Tapi sekarang Fai sedikit tertarik, alasanya adalah wanita ini heroine pertama dari putra kebetungan Grey.
Jika andai saja Fai merebut dan memperkosa mengambil kesucianya gadis itu, apa expersi wajah Grey ketika dia mengetahui.
Fai tiba-tiba tersenyum licik.
"Grey sudahi aku mohon." Mata indah Sarah menangis.
Grey melihat bahwa Sarah menangis untuk dirinya sendiri, seketika itu ada rasa bersalah di dalam hatinya kemudian dia menatap Fai lagi dengan kebencian. Dia menyalahkan Fai jika tidak ada dia mungkin pekerjan ini mulus tanpa ada halangan untuk terbang bebas.
Tapi ketika melihat pemuda itu, seperti duri di hatinya jika di biarkan mungkin akan menjadi iblis batin.
Dia sangat marah kepadanya hinga ingin mencabik-cabik.
Fai melihat tatapan ganas Grey seseolah mengetahui pikiranya Fai berkata. "Oh apakah setelah ini kamu akan berkata bahawa rasa malu dan kebencian mu ini akan di kembalikan seratus kali lipat kepada aku? Tapi yakin lah seberapa besar kamu mengembalikan kebencian itu kepada aku, maka itu tidak perlu di sebutkan pada ahirnya kamu juga tidak bisa."
"Kamu..!" Grey tidak menyangka bahwa Fai akan mengetahui pikiranya.
"Grey ayo sudahi lihat kondisi kamu aku tidak tahan!" Sarah masih menangis.
"Tidak aku pasti bisa mengalahkannya." dia mencoba mengerakan tangan yang tertancab di tanah.
Mulut Fai berkedut Putra takdir ini sunguh naif tidak bisa melihat kondisi, setalah itu Fai mengayunkan tangannya untuk menampar Grey dengan kemuatan 70% .
"Tampar!"
__ADS_1
Fai menampar Grey sampai tak sadarkan diri.