
Bab 120 Milf Yang Terdepan
Teya yang melihatnya juga diam-diam tersenyum penuh kemenangan. Dia berpikir, jika anda mengaku tentang kebusukan anda maka, akan mau di pasang wajah anda ini, ketika orang lain menyebut sebagai jala*g.
Untung saja dia memenangkan permainan ini, dia juga tidak peduli sama sekali untuk menjadikan Dimpele sebagai tameng, dan mengorbankan pertemanan dirinya dengan Elona selama dia tidak terungkap itu dia tidak akan repot-repot.
Dia yang sedang di belakang Elona juga melihat bahwa Elona menatap kepergian Fai dengan serius.
Dia juga mendengar bahwa ada salah satu bawahan memangil Fai itu sebuatan Tuan.
"Ini menarik...!" Teya tersenyum jahat seperti iblis, dia mungkin sudah tahu bahwa Fai tidak sederhana, dan tentunya Fai juga mempunyai kekuatan yang kuat.
Dengan bukti, dia bisa mematahkan tangan Dimpele, menatap Leon hinga pingsan.
Teya sudah yakin bahwa Fai sangat lah kuat.
Lalu, apakah Teya menyerah? Teya makain ambisi dan ingin mencicipi seluruh tubuh Fai hinga kering.
Setelah itu, dia mendekat ke arah Elona memasang wajah sedih, Teya berkata seperti ini. "Elona, ayo kita masuk dia adalah pria kejam sebaiknya ka...!"
"Kamu tingalkan aku sendiri," Elona langsung memotong kata-kata Teya, dia merasa bersalah juga karena telah mengusir Fai dari pestanya.
Dia mengira pesta akan begitu meriah, tapi dia menelan kentut yang pahait sehinga hati sedih karena kata-kata dirinya kepada Fai.
"Nak.. Ayo masuk banyak teman yang menungu kamu, akan tidak sopan jika kamu tidak menghargai." Tiba-tiba Violante menepuk bahu Elona.
"Ibu apakah aku begitu kasar karena telah mengusir Fai." Elona berkata kepada Violante dengan pahit.
"Kamu sepenuhnya tidak salah, kamu itu wajar karena Teya adalah teman semasa kecil kamu. Tapi aku ingin tahu apakah Fai itu orang baik?" Kata Violante dengan ingin tahu. Dia juga entah mengapa ketika melihat Fai ada getaran seperti cinta pada pandangan pertama walau dia sudah berkeluarga, dan ini menurut diri sendiri aneh.
"Aku tidak tahu hal tentang dia, aku hanya tahu dia dari kerajaan Rossen dan sudah mempunyai tiga istri, satu lagi dia sangat misterius dan menarik." Kata Elona dia menjelaskan apa yang dia ketahui. Dia juga tidak lupa bahwa Fai yang tukang sapu bisa mengalahkan jenius nomer satu yaitu Callin dengan telak menceritakan kepada Violante.
Setelah mendengar penjelasan anaknya, dia berguman bahwa orang yang bernama Fai itu sangat misterius, anaknya dan dirinya juga tidak tahu jenis hewan yang di gunakan Fai, dan ada satulagi bahwa bawahan yang mendorong anaknya seperti mayat hidup yang sudah di tingkat jendral.
__ADS_1
Memikirkan itu Violante sangat mengerikan baginya.
Ada pun di lain sisi, kebetulan Numan dan Zack juga di undang dia melihat pertarungan Fai dari awal dan ahir. Dia juga melihat penampilan Fai yang sunguh tampan sehinga tanpa sempengetahu, Zack dia memiliki rona merah di wajahnya. Tapi raut tersipu itu sunguh sangat cepat hilang, dan di tambah lagi, dia melihat bahwa Fai bukan anak miskin melainkan dia adalah bangsawan dari kerajaan Rossen.
Dia harus menemui Raja itu dan menanyakan ke aslian ini bahwa Fai adalah bangsawan.
Dia juga mengingat kesepakatan antara dirinya dan Fai sunguh malu, tapi dalam hati kecil Numan, dia ingin sekali merasakan kencan bersama pria tampan.
Walau pria tampan banyak tapi, Fai sedikit menarik.
...****************...
"Hahahahahah!" Fai di dalam gerbong tertawa puas, dia ahirnya lepas dari ikatan Elona walau dia tahu bahwa Elona tidak akan menyerah.
Tapi ada sedikit yang menarik ketika dia mengunakan bakat pesonanya, dia bisa meluluhkan hati Violante ibu dari Elona, sehinga apakah anda begitu murahan?
Bukan hanya itu saja ketika dia membaca pikiran Numan dia mengetahui bahwa dalam hati kecil Numan dia ingin berselingkuh denganya.
Tapi sebelum itu dia menyelesaikan masalah dulu karena dia tahu bahwa Teya sedang mengikuti diam-diam.
"Apakah bajingan itu, masih tidak menyerah?" Kata Fai dengan niat membunuh.
Fai berkata kepada Yujo dan Pusy untuk berehenti sebentar.
Gerobak itu berhenti, Fai duduk dengan tenang kemudian di depan gerobak itu munculah asap berwarna pink. Asap itu mengumpul berubah menjadi sosok wanita, wanita itu namun bukan Teya.
"Oh jadi ini kaki anjing dia?" Kata Fai dalam hati.
"Sunguh menarik bahwa ketika ajal ingin dekat, tapi kamu masih tenang dengan nyaman." wanita dengan setelan Pink dan dan memakai celana putih yang ketat sehinga lekuk tubuh yang panas, menjadi begitu mengoda memandang Fai dengan menghina.
"Hintakan omong kosong kamu, apakah tuan kamu begitu pengecut sehinga tidak memunculan hidung sedikit sama sekali?" Fai masih tenang.
"Kata kata kamu sunguh pedas, tapi untuk mencelakai kamu cukup dengan aku saja." Kata wanita itu dia melihat bahwa Fai orang yang lemah, sehinga untuk menyerang Fai hanya sedikit kekuatan untuk di gunakan.
__ADS_1
Setelah berkata, dari tubuh wanita itu mengeluarkan asap yang berwarna pink transparan. Asap itu, adalah racun yang mematikan, bahkan dengan orang Level 10 ke atas, nyawa mungkin dalam bahaya.
"Hei! Bakat tubuh racun kamu ditingkatkan!"
"Hei bakat tubuh racun kamu di tingkatkan!"
Tiba-tiba ada bunyi "Bip" Sitem yang sudah lama sekali tidak terdengar di benaknya. Dan sistem itu sendiri tidak menyebutkan level berapa sekarang.
"Apakah sistem aku rusak?"
Setelah di tingkatkan, Fai dari awal bahkan tidak keracunan walau sebelum bakat racun di tingkatkan. Bahkan sekarang dia menghirup asap itu dengan rakus.
Wanita itu melihat bahwa Fai sedang terpejam sambil duduk, dia tahu bahwa operasi ini berhasil.
Dengan itu, dia memunculkan belati langsung menusuk leher Fai dengan sangat kencang.
Juyo dan Pusy sudah mengetahui, tapi dia di perintahkan untuk mengikuti pengaturan Fai.
Ketika hendak menyentuh leher Fai, tiba-tiba belati dan tangan wanita sendiri itu, langsung hancur seperti bubuk.
"Aduh!"
"Tidak!"
Tangan wanita itu hancur seketika dia merasakan kesakitan sangat hebat, tanpa pikir panjang dia ingin melarikan diri mengunakan bakat yang berubah menjadi asap.
Tepat ketika dia ingin melarikan diri, tiba-tiba, entah kenapa bakat yang dia miliki tidak bisa di gunakan.
"Tidak.. ini tidak mungkin!" Wanita itu ngeri, sampai keringat deras.
"Heheheh!" Tiba-tiba Fai mengelurakan suara jahat dan tangan kanan langsung memcekik leher wanita itu dengan kejam.
Setelah mencekik dia mencoba mengunakan bakat yang dia curi dari Teya.
__ADS_1