Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Grey Vs Fai Final


__ADS_3

Bab 191 Grey Vs Fai Final


Sosok Grey sudah berubah layaknya raksasa dan setinggi Ultraman Gaia. Dia berpenampilan hitam berserta kulitnya mata merah setiap tatapan itu membuat orang akan kencing di tempat.


Dari penduduk yang melihatnya, tentu saja dia akan melihat ada sebuah tanduk dua di antara sisi kepala.


"Roar..!"


Azhure Grey mengaum lagi. Dan tiba-tiba matanya yang merah bercahaya langsung mengeluarkan sinar laser yang begitu mencilaukan.


"Buuuuuhhh!"


Laser itu, menembakan ke arah Fai sangat cepat. Ketika Fai mengetahui dia juga menembakan sinar laser yang sama persis.


Tangan Fai menunjuk dimana laser ingin mendekati ke arah dirinya. Ketika tangan Fai di angkat dan jari telunjuk di tujukan, seketika mengeluarkan sinar laser yang amat dahsyat.


Grey dalam wujud perubahan dewa Azhure dia menghindari langsung dan dia mengayang tubuhnya. Setelah itu, dia mencoba menendang udara. Seketika tendangan udara itu, mengakibatkan badai angin yang sangat berderu-deru.


Akibat badai udara yang dilakukan oleh Grey, lusinan hutan pohonnya pada tercabut dan terbang layaknya bulu yang sangat ringan.


"Woshh!"


"Woshh!"


"Woshh!"


Fai saat ini terbawa angin dan akhirnya dia melayang Bebas ke udara. Grey Azhure langsung menampar Fai layaknya pemain badminton yang handal.


"Plakkk!"


"Sikat!"


Fai di tampar oleh raksasa Grey Azhure langsung terpental terbang tidak terkendali menjauh ribuan mil. Bukan hanya itu saja, tamparan yang di lakukan oleh Grey dalam mode iblis Azhure mengakibatkan Fai terpental mengitari planet bintang biru ini satu kali.


Saat ini Fai yang di tampar oleh Grey bahkan tidak merasakan rasa sakit sama sekali, hanya seperti di gigit semut merah 🐜.


“Ya ampun... apakah dua orang itu monster? Sangat menakutkan sekali...!”


“Pemuda Fai bahkan yang di tampar seperti sudah hilang dan keluar dari planet ini...!”


“Iyah betul sungguh kasian orang yang bernama Fai itu...!”


Semua penonton sedang berdiskusi tiap semenit kemudian ada yang berteriak lagi.


“Brengsek.. lihat dari selatan ada Fai yang terbang mendekati Raksasa itu....!”

__ADS_1


“Ini bagaimana mungkin..!’’


“Ini benar... sialan apakah Fai terbang mengitari planet ini..!”


Kedatangan Fai akhirnya membuat heboh lagi bahkan tidak sedikit orang yang membelakan matanya karena tidak percaya.


Sangat luar biasa hanya tamparan mengakibatkan Fai terpental dan terbang mengitari planet bintang biru.


Fai yang sedang terhempas bebas, setelah mengitari planet ini, dan ketika sudah berada di depan Grey, dia juga berubah menjadi monster seperti Godzilla dengan ekor ada kepala ular 🐍 raksasa.


"Bang!"


Monster Fai langsung menyeleding Grey hingga mengakibatkan monster Grey terjatuh.


"Bom!"


“Ahhh tidak....! Ini sungguh keren..!’’


“Hanya satu kata pertempuran ini adalah pertempuran yang sangat mengagumkan untuk di lihat..!”


“Hahah benar apakah pertarungan ini akan di catat oleh buku sejarah hahah!”


Ada dua orang saling berdiskusi dengan sangat semangat, tanpa memperdulikan bahwa ada badai debu yang sangat menakutkan.


Monster Fai berlari langsung menghampiri Grey yang sedang tergeletak ditanah, langsung menggigit bagian tangan Grey yang warna hitam pekat..


"Ahhhhhh!"


Monster Grey juga mengaum kesakitan langsung bagian tangan yang tidak di gigit memukul kepala monster Fai yang sangat ganas.


'Bang!"


"Ssssss!" Ekor monster Godzilla Fai yang memiliki kepala ular raksasa, mendesis dan mematuk kepala Grey.


Grey yang kepalanya di patuk, seketika menembakan energi dari mulutnya sehingga kepala ular itu hancur meledak.


"Bom!”


Setelah menyemburkan energi dari mulutnya, Azhure Grey langsung mencoba berdiri dan memegang tubuh Godzilla Fai dan mengangkat ke arah atas langsung mensmack down.


"Bomm!"


"Roarr!"


Godzilla Fai meraung-raung dan di ekornya yang hancur langsung menimbulkan ekor yang runcing seperti kalajengking.

__ADS_1


"Sikat!"


Ekor Godzilla yang menyerupai kalajengking langsung mencoba menyengat Grey namun Grey, sigap dan menembakan energi merah dari mulutnya langsung mengenai ekor Godzilla yang berbentuk kalajengking.


“Hahaha kekuatan kamu sudah meningkat Grey!” Suaranya Fai sangat agung dan berat ketika dalam mode monster.


“Di bandingkan dengan kamu aku masih kalah!” Jawab Grey dengan suara berat juga. Bahkan di kedua lubang hidung mendenguskan asap seperti kereta api.


“Jika kamu di masa depan mungkin akan menjadi dewa sesungguhnya.” Fai membalas.


“Aku tidak menahu soal itu, aku hanya ingin tak terkalahkan.” Jawaban Grey sangat singkat.


“Kamu bagi orang lain mungkin sudah tak terkalahkan. Tapi jika kamu bertemu dengan aku, kamu harus memanggil aku senior.” Kemudian setelah itu, Godzilla Fai menyusut menjadi manusia lagi tanpa busana.


“Hmm mungkin saja, tapi ketika ada kesempatan aku tidak akan menyerah, aku ingin mengalahkan kamu walau satu kali saja..!” Grey berteriak agung dan langsung meninju Fai yang sudah menjadi manusia.


Tapi ketika pukulan itu sedang di lancarkan, tiba-tiba Fai menatap ke arah dirinya seketika tanpa sebab di ketahui kekuatan hilang semua dan langsung menyusut menjadi manusia.


“Apa yang terjadi!” Grey bingung.


Namun seketika dia terkena tinju oleh Fai di bagian kepala sehingga mengalami patah rahang.


"Crack!"


"Ahhhh!"


"Engah!"


Sekali lagi Fai meninju perut Grey seketika meludahkan darah sangat deras.


Pada saat ini, akhirnya Grey tidak sadarkan diri. Otomatis dua kalah untuk menghadapi Fai.


”Kamu adalah putra takdir yang menurut aku tidak menyebalkan seperti Arthur. Jika kamu seperti putra takdir lainya kamu sudah mati dari tadi.“ Setelah berkata, dia menepuk-nepuk tangannya.


Karena dia sekarang dalam keadaan telanjang, kemudian Fai menggunakan bakat pencipta langsung di gunakan untuk membuat baju.


Pada saat in, Sarah menghampiri Grey dan mengecek bahwa Grey tidak apa-apa. “Terimakasih karen meluangkan hidupnya.”


“Tidak apa-apa dia bukan orang sembrono, aku tidak akan membunuhnya.” Fai tersenyum dan berkata lagi jaga dia karena dia masih dalam lemah layaknya manusia biasa. Kamu tunggu sekitar dua jam mungkin dia akan bangun.”


”Oh iya aku juga berkata lagi kepada kamu. s


Sembari menunggu Grey bangun, aku ingin mencicipi lubang pantat kamu.“ Fai menyeringai.


Sarah tersipu, dan mengangguk kecil sambil berkata seperti ini: ”Baik.. mohon bantuannya..“

__ADS_1


__ADS_2