
Bab 113 Awal Memasuki Perangkap
"Apakah kamu setuju giru." Fai berkata kepada Numan dengan sopan, tapi apa yang di lihat oleh Numan itu bukan kesopanan, melainkan seperti senyum jahat.
"Itu tidak mungkin!" Apakah pemuda yang bernama Fai ini tidak mempunyai otak? Bisa-bisanya dia menawarkan perilaku yang nyeleneh ini, sehinga tanpa berpikir lama Numan menolaknya.
Walau dia mengetahui menurut rumor, bahwa dirinya wanita yang di kagum-kagumkan oleh siswa kususnya kaum pria tapi dia tidak selancang apa yang di tawarkan oleh Fai.
Walau anda tampan, tapi mulut anda sangat nakal Numan tidak menyukai itu.
"Jika seperti ini maka tidak ada hal lain aku pergi." Dengan itu Fai bangun dari duduknya dan pergi meningalkan tanpa menoleh ke belakang.
Tapi ketika Fai sedang berjalan dia mengunakan telepatinya itu untuk berkata lagi. "Guru ini adalah pilihan terahir kamu, jika kamu bersedia maka tentu saja aku bersedia untuk mengikuti kontes."
Ada hal lan rahasia yang di miliki Numan kenapa dia tidak kunjung memiliki buah hati, setelah menikah sudah cukup lama yaitu, suami Numan yang bernama Zack di samping mempunyai adik laki-laki yang tergolong kecil dan tidak tahan lama, dia sebenarnya dari itunya tidak mampu mengeluarkan cairan putih sehinga tanpa cairan putih tidak ada pembuahan.
Fai juga tidak menyangka ketika dirinya tiba di dunia sihir ini ada juga penyakit bahwa pria tidak menghasilkan cairan putih walau adik laki-laki mengeras.
Dengan ini Fai berpikir bahwa ini adalah titik serangan dirinya untuk melecehkan Numan. Fai tidak peduli bahwa dirinya penjahat wanita selama itu adalah Milf dan selama itu di takdirkann dan cukup menarik bagi dirinya dia tidak peduli bahwa anda adalah selir, permasuri atau istri dewa itu sendiri jika anda adalah Milf yang mengoda menurut dirinya, maka dia akan mencoba melecehkan.
Tapi ketia dia melihat Numan Fai heran, dengan lelaki yang tidak tahan lama, dia masih mencintai dengan tulus dan bahkan tidak perotes jika nafkah batin Numan itu singkat.
Tapi Fai senyum licik sambil meningalkan mereka berdua, dia Fai banga bahwa entah wanita baik atau setia itu akan berubah menjadi jala* g ketia di lecehkan oleh dirinya.
Fai yakin akan hal itu, cepat atau lambat dia akan di lecehkan layaknya seperti Sarah.
Sementara itu ketika Numan melihat kepergian Fai dia langsung cemberut sambil memasang wajah yang tidak sedap di pandang.
Zack yang di samping juga bertanya-tanya apa yang terjadi, sehinga dia berkata. "Istri ada apa dengan wajah kamu, kenapa begitu suram?"
"Crack!"
"Dasar mesum sialan..!" Numan mengambil gelas di depannya dengan itu dia mebanting gelas itu ke lantai.
Setelah membanting gelas, dia menjelaskan alasan dirinya marah kepada suam Numan.
Dia menceritakan kata-kata sembrono Fai kepada dirinya dari awal hinga ahir.
"Bajingan bocah!
Tentunya Zack setelah mendengarkan penjelasan istrinya marah besar dia menampar meja itu hing patah.
__ADS_1
"Apakah bocah itu begitu berani dan lancang!" Zack ingin sekali membunuhnya.
Dia sangat marah dan tentu saja semua manusia ketika dalam posisi itu akan marah juga dan sebisa mungkin melindung wanita dan memberi pelajaran sebesar mungkin.
Tapi ketika emosi kedua orang itu sudah mereda dan memikirkan kejadian itu, mereka memilah pro dan kontra dia tidak punya pilihan Zack mengajukan dengan tidak rela kepada Istrinya untuk berkencan.
Tentus saja Numan menolak secara mentah-mentah bahwa pilihan ini adalah bodoh dan konyol.
Tapi Zack berkata ini tidak ada pilihan lain selain itu demi akademi apakah anda tidak ingin mengalahkan akademi kitab bulu peri?
Setelah meyakin kan cukup lama, Zack berkata lagi. "Apakah kamu tau kata-kata apa yang di bicarakan Raja Falas sebelum datang ke sini?"
Awalnya Numan masih bersikeras menolak tapi, tiba-tiba tubuh bergetar ketika suami mengatakan Raja Falas.
Ini benar ketika sebelum acara tanding antara akademi semua kerajaan Falas, Raja itu berkata bahwa dia menyukai Numan. Numan dan Zack juga dengan rendah hati mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dan itu tidak mungkin dia berpaling.
Namun Raja Falas itu berkata dengan enteng bahwa itu tidak peduli apa setatus anda, jika raja itu menyukai maka itu harus menurut.
Tentunya mereka berdua terus menolak dan mereka rela mati bersama demi kesetiaan.
Namun Raja itu berkata lagi jika anda tidak ingin menjadi selir maka anda harus memenangkan turnamen juara satu antar akademi kerajaan Falas.
Tapi dia tidak bodoh walau akademi ini cukup populer tapi, kepupoleran itu masih kalah dengan akademi Kitab Bulu Peri.
Untuk mengalahkan akademi itu cukup sulut dan mustahil. Tapi ketika dia melihat penjelasan Zack tentang Fai, ini masuk akal. Dan pilihan ini mungkin yang paling tepat toh dia kencan hanya kurang lebih tiga atau tujuh hari dan selebihnya itu dia tidak ada hubungannya dengan bocah yang bernama Fai.
"Ok aku setuju suami, ini adalah pilihan yang tepat mungkin." Kata Numan dengan berat. Demi hubungan yang sudah menjalin bertahun-tahun dia tidak akan kandas karena raja Falas.
Di dalam ke hampaan Fai yang melihat itu, tersenyum licik dan ini adalah awal-awal mula pelecehan terhadap Numan.
Kenapa Fai bisa membuat persyaratan itu, karena dia tahu bahwa hubungan mereka berdua sedang di ancam oleh raja Falas.
Tentunya Fai memanfatkan ini dengan penawaran dia kepada Numan mungkin bisa jadi ini adalah pilihan tepat.
Walau ini hanyalah kencan semata, tapi Fai akan memaksimalkan mungkin untuk menjadikan Numan sebagai pengila selakang*n milik dirinya.
Dalam kehampaan Fai membuat sugesti kepada Zack mengunakan hipnotis.
Sugesti itu adalah Zack akan mengalami rasa BAB berlangsung dua jam tanpa henti.
Pada saat itu...
__ADS_1
"Awww!" Zack yang telah di berikan sugesti tiba-tiba dia mencekram perutnya. Dia merasa aneh karena sudah berapa tahun tidak meraskan BAB tiba-tiba dia sekarang meraskan BAB.
"Suami apa yang terjadi?" Numan berkata tidak tahu, karena dia melihat perilaku aneh suami itu.
"Aku merasakan BAB yang sangat hebat..! Tungu sebentar aku akan pergi ke tempat BAB!" Dengan itu dia berjalan dengan cepat seseolah dia tidak tahan.
Di luar pintu Elona yang sedang menguping tiba-tiba kepalanya terebntur karena pintu itu di buka secara tiba-tiba oleh Zack.
"Aduh!"
Elona terjatuh dan dia mengelus kepalanya di bagian yang terbentur. Dia melihat kepala Zack berjalan terbirit-birit tidak bisa bertanya.
"Hei guru kepala, di manakah Fai?" Kata Elona.
"Dia sudah pergi dari tadi!" Zack tidak menjelaskan secara detail karena meraskan rasa BAB yang tidak tahan.
"Kapan Fai keluar? Kenapa aku tidak melihatnya?" Dengan tidak percaya Elona melihat ke ruangan guru dan benar saja di ruang itu tidak ada keberadaan Fai.
Setelah menanyakan ke guru Numan juga sama bahwa Fai sudah pergi dan tidak ada di sini.
Dengan bingun Elona pergi dari ruangan ini.
Di ruangan guru hanya ada Numan saja dia duduk dengan tidak enak di pandang.
"Masalah ini sunguh rumit." Kata Numan dengan nada pahit.
Tapi setelah itu dia terkejut karena pada saat itu, dia mendengar suara bergema di benaknya.
"Apakah ahirnya kamu menyetujui apa persyaratan yang aku inginkan?" Setelah kata-kata itu selesai bergema di benaknya kemudian Fai muncul di udara tipis tepat di hadapan Numan.
Dia mengunakan bakat pesona untuk mengoyahkan suasana hati.
"Ayo kita sepakat dan bersalaman untuk menuetujui apa yang guru minta dan apa yang aku minta." Dia Fai langsung menyerahkan tangannya untuk berjabat tangan.
Di samping itu, Numan yang melihat Fai entah kenapa menjadi gerogi dan gugup. Bukan hanya itu saja, dia juga tidak berani menatap lama ke arah wajah Fai.
Dia akan merasa malu ketika menatap wajah Fai.
"Ini apa yang terjadi kenapa aku menjadi seperti ini..!" Diam-diam Numan panik dalam hatinya.
"Iyah dengan ini kita sepakat." Numan dengan gerogi bersalaman dan malu untuk melihat wajah Fai dan dia cepat-cepat melepaskan tangan Fai, walau dia merasakan bahwa tangan pemuda itu sangat lembut dan nyaman.
__ADS_1