
Tangan indah Bella mencoba mengelap area lobang itu yang penuh cairan dan kotoran mengunakan CD milik sendiri.
Setelah melewati masa keritisa ahirnya Bella merasakan semua tubuh ada kenyamanan.
Dia memakai pakaian bagian bawah dan memakai CD yang berwarna pink, dan tidak lupa dia meraih dua penjepit untuk menjepit puti"g yang masih mengalir mengeluarkan air susu.
Kemudian dia Bella duduk sambil memandang Elia yang akan di esekusi oleh adik laki-laki Fai.
Di suatu sisi Fai mendekati Elia dia melihat bagian kedua lobang yang rapat akibat ada dha benda viberator yang menancap selamanya si itunya.
Tangan Fai memegang benda yang menancap di bagian dapan dan dia hendak mencopotnya tapi ada suara centil yang sangat pelan tapi masih terdengar oleh pendengaran Fai.
"Kamu tidak di perbolehkan mencopot kedua benda ini, jika kamu ingin memuaskan aku makan kamu hanya perlu mengosok-gosokkan di sela-sela pantat atau di sela-sela bagian alat vital depan." Kata Elia dengan senyum lembut tapi dengan cabul masih mengoyang-goyangkan pingangnya itu hinga alat viberator yang menancap di depan lobang viberator mengeluarkan cairan terus menerus.
"Yah baiklah..!" Fai menuruti dengan itu dia adik-laki lakinya dia tempelkan dia sela-sela pantat milik Elia karena pantat itu begitu gemuk dan kenyal maka maka adik laki-laki merasakan rasa himpitan.
Fai mengosok-gosok kan itunya sehinga alat bagian pantat milik Elia juga merasakan pergerakan sehinga rasa kenikmatan itu sangat intens.
Apa lagi Elia sudah beberapa hari menahan ingin BAB dengan alasan kenikmatan batin sehinga ketika alat itu bergerak-gerak rasa kenikmtan itu begitu menjadi beberapa kali lebih asik.
Di suatu sisi Bella karena melihat adegan itu dia melepaskan bagian bawah lagi dan CD, langsung tangan indan Bella memainkan adik laki-laki palsu nya itu dengan nyaman.
Sekarang Bella di gambarkan seperti Futanari dengan wanita yang mempunyai Pen*s. Walau pen*s itu palsu tapi dengan sihir milik Fai itu seperti nyata.
Terkadang jika tidak ada Fai Bella memanjakan Elia dan Aludra bermain musim semi bersamanya.
Dengan Fai yang mengosok terus menerus, ahirnya Fai memasuki masa kertis sehinga goyangan itu lebih keras dan Elia juga menjadi gila.
Ahirnya Fai melewati masa kertis dan adik laki-laki Fai menembakan cairan ke atas dan terjatuh di pungung Elia.
Setelah beberapa menit lagi-lagi itunya Fai menembakan lagi ke atas dan menghujani pungung Elia.
Fai berajalan ke depan dan menghadap kepala Elia dan berkata. "Mulut kamu juga lubang!" Dengan itu adik laki-laki Fai memasuki ke dalam mulut Elia dengan sepenuhnya samapai ke dasar tengorokan.
__ADS_1
Bahkan kotoran milik Bella yang tersangkut di adik laki-laki ikut masuk di dalam mulut Elia, tentu saja dia Elia tidak meraskan rasa jijik sama sekali bahkan hanya raut cabul.
Fai mengoyangkan dengan keras dengan mulut Elia yang kecil sehinga Fai merasakan rasa sesak yang sangat nikmat apa lagi di lidah Elia ada tindik sehinga gesekan itu mengasikan.
"Tetes!"
"Tetes!"
"Tetes!"
Air liur Elia menetes dengan deras dengan tak terkendali dan mulut Elia juga sepertinya ingin sobek karena adik laki-laki Fai terlalu besar.
"Mmmmmmmmmhh!" Elia mengeluarkan suara indah walau tidak jelas.
Adegan itu berlangsung tiga puluh menit, kemudian Bella mengahmpiri pantat Elia dia menekan tombol kecilnya itu, walau dengan pikiran Elia lobang viberator itu bisa terbuka otomatis namun tombol ini masih ada.
Begitu di buka bau semerbak yang sangat bau memasuki hidung Bella. Dia melihat bahwa ada kotoran hitam yang lama tidak Elia keluarkan karena di tahan sehinga membusuk.
Bella menjilat lobang itu dengan nikmat, sambil memainkan pen*s palsunya itu.
Ahirnya Fai melewati masa keritisnya itu dan menembakan semua cairan di dalam mulut Elia sangat penuh dan tentunya Elia ******* habis tanpa tersisa.
"Ahhh!"
"Iyah!"
"Ahh aku keluar..!"
Dan pen*s palsu Bella juga menembakan cairan lagi.
Setelah keduanya sudah puas sekarang penampilan mereka berseri-seri dan bercahaya mereka bertiga juga sudah memakai pakaian dengan rapi dan tidak lupa mereka membersihkan cairan itu yang di bagian bawah lantai.
Fai duduk di meja sambil meminum teh yang Elia buat untuk dirinya setelah menyerahkan teh itu Elia duduk di sampingnya dan Bella juga duduk di sampingnya.
__ADS_1
Dengan menungu kedatangan Ibunya Fai dan kedua wanita mengobrol dengan hal penting atau hanya obrolan gombalan saja.
Mereka bertiga sedang tertawa bahagia.
Tiba-tiba..
Pintu terbuka dan memunculkan sosok yang sangat angun tapi jahat dengan rambut putih dan perpaduan hitam dan ada satu lagi wanita di belakang dengan memakai kacamata gunung yang menjulan rambut hitam yang di ikat sangul sehinga penampilan itu sangat dewasa.
Kedua wanita itu adalah Nuwa ibunya Fai dan Aludra.
Mereka melihat Fai, Fai juga melihat mereka.
Fai langsung bangun dari duduknya dan menghampiri ibunya dan berjabat tangan dan berkata. "Ibu aku kembali!" Kata-kata Fai yang sangat lembut.
"Hahaha nak kamu beberapa hari tidak melihat kamu semakin tampan saja!" Balas Nuwa dengan bercanda dia memumul kepala Fai. Fai yang di pukul juga pura-pura kesakitan.
Setelah menyapa Nuwa Fai mengalihkan dan menghampiri Aludra. Begitu Aludra melihat Fai awalnya kaget tapi setelah beberapa saat mata indah Akudra berkaca-kaca sehinga meneteskan air mata.
Tentu saja alasan Aludra sehinga begitu adalah pertemuan singkat hanya beberapa jam mereka bermesraan dan Fai berpamitan pergi untuk berpetualang sehinga rasa kangen karena ingin bertemu Fai begitu hebat.
Sehinga sekarang ketika Fai sudah di depan mata sendiri langsung dirinya berinisiatif langsung memeluk Fai dengan erat.
"Yah aku kembali." Kata Fai dengan lembut sambil memeluk dan tangan kanan Fai menepuk-nepuk bahu milik Aludra.
Tentu saja karena pelukan Aludra begitu erat ginung agungnya itu menempel dan mendesak mengenai Fai sehinga menjadi nyaman.
Setelah melepaskan pelukan Fai membersihkan air mata Aludra dan berkata sambil tangan Fai mengetuk dahi Aludra. "Tsk..tsk! Apakah kamu begitu menjadi cengeng dan seperti anak kecil."
"Diam bodoh aku hanya ingin bertemu dengan kamu!" Kata Aludra dengan itu dia mengatakan rasa rindunya kepada Fai dengan tersenyum lembut.
Sekarang isi otak Aludra adalah Fai, adapun kekasih masa kecilnya yang dia sangat cintai intah kenapa semenjak dia di lecehkan oleh Fai seutuhnya hilang dalam ingatan.
Sekarang Aludra sudah tergila-gila kepada Fai, dia merelakan jika Fai menyuruh sesuatu untuk di lakukan oleh dirinya sehing dia tak segan-segan akan menuruti Fai.
__ADS_1