Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Berkumpul Keluarga


__ADS_3

Bab 210 Berkumpul Keluarga


“Wanita ini sungguh sangat cantik..” Julia hanya bisa mengagumi secara diam-diam. Bahkan dia sedikit tidak percaya diri ketika berhadapan dengan kedua wanita ini.


Sebelum pergi meninggalkan akademik sihir Falas, Fai tidak lupa memperkenalkan Julia dan lainnya kepada wanitanya. “Ohh perkenalkan.. ke empat orang ini adalah teman aku di waktu dulu dia Julia, Carion, Aras dan Adam.


Kemudian Aludra dan Alisha mengangguk setuju. Namu ada perasaan aneh ketika Fai mengatakan kata-kata teman kepada mereka. Kapan Fai mempunyai teman menurut apa yang dia tahu, Fai tidak mempunyai teman namun kebanyakan adalah musuh.


Aludra mengerutkan keningnya terus berkata kepada Fai: “Aku tidak mengira bahwa Fai yang sombong mempunyai teman.”


Fai hanya tersenyum. “Manusia harus bersosialisasi, jika tidak akan merasa kesulitan. Dia adalah temanku yang tersisa, aku bertemu di hutan Orc pada waktu itu. Dan aku juga yang membantu mereka dari kesulitan akibat jebakan Resimen Pembunuhan Serigala Angin pada waktu itu.”


Tatapan Aludra luar biasa setelah mendengarkan Resimen serigala angin. Karena Resimen itu sempat eksis cukup lama dan angitnya sangat banyak dan berpangkat-pangakat semakin banyak bintang maka semakin tinggi juga kekuatan. Namun dia tidak tahu kesialan yang di lakukan oleh Resimen serigala Angin sehingga dalam satu hari semuanya musnah.


Bahkan jika Fai tidak menyebutkan tadi dia akan melupakan siapa Resimen serigala Angin.


Aludra mengangguk: “Aku juga pernah mendengar bahwa resimen itu sungguh kuat pada waktu itu. Sekarang sudah satu bulan lebih resimen itu menghilangkan entah siapa yang membunuhnya, sekarang dia hanya tinggal nama.”


“Resimen itu sudah aku musnahkan karena berani menyandra adiku..” Fai menjawab langsung.


“Apa...!” Aludra sangat tidak percaya. Ternyata oh ternyata sebenarnya dalang di balik musnahnya resimen pembunuh bayaran serigala angin, penyebabnya adalah Fai.


“Kenapa? Apakah kamu terkejut?” Fai berkata sangat meremehkan.


”Hmm!” Aludra mengangguk berat dan tersenyum pahit.


Fai meraih tangan Aludra dan berkata: “Itu musuh pada waktu itu, sekarang sudah tidak ada. Aku juga tahu kamu identitas aslinya di samping menjadi guru.

__ADS_1


“Kamu.. ” Aludra malu, dia di balik identitas sebagai guru, dia juga salah satu atasan dari resimen pembunuh bayaran serigala angin. Dia sebagai guru juga sedang mencari dalang menghilangnya semua anggota karena di bantai oleh orang misterius. Namun dia tidak menyangka orang yang sedang di cari-cari adalah pria yang paling di cintai.


“Kamu adalah anggota yang paling beruntung dan selamat.” Fai masih memegang tangan seputih susu milik Aludra sambil tersenyum.


“Kamu tidak akan membunuh aku..” Aludra tak berdaya.


”Bukan kah aku yang seharusnya berkata seperti itu?” Fai menatap ke arah Aludra.


“Baiklah aku akan menyiksa mu di kamar dan tidak ada orang yang menggangu.” Aludra tersenyum sambil menyubit pinggang Fai.


"Uhuk...!" Alisha memecahkan keheningan dan berkata. “Ayo.. kita kembali pulang, tapi aku tidak mau ke rumah di sini tapi pergi ke rumah mu kita harus berkumpul menjadi satu.”


“Itu ide yang sangat bagus.” Fai tersenyum namun, dia melirik ke arah Numan yang sepertinya melihat ke arah dirinya penuh kesedihan karena tidak bisa mengikuti Fai akibat suami Zhack bodoh ini.


Aludra juga paham langsung berkata: “Guru Numan, apakah kamu mau ikut denganku, aku sungguh tertarik dengan mu karena menjadi kepala sekolah yang sangat terpandang. Ketika kamu bermain ke tempatku aku akan menawarkan apa yang aku punya.”


Numan ragu-ragu. “Ini... tapi aku tidak di ijinkan oleh suami..”


“Baiklah.. tidak apa-apa, jika di massa depan semoga kita bisa saling bertemu.” Balas Aludra sambil tersenyum.


“Baik aku harap. seperti itu..” Numan mengangguk.


Setelah itu Aludra dan lainnya langsung pergi menggunakan retakan ruang untuk menuju Kerajaan Rossen.Seketika mereka semuanya sudah tiba di halaman depan rumah Fai yang begitu bagus dan sangat kokoh.


“Nak.. apakah kamu masih bersembunyi terus menerus..” Fai berkata kepada Megan yang masih bersembunyi di dunia Abys.


Seketika di bawah muncul asap hitam yang mengepul langsung memunculkan sosok Megan yang sangat imut. Dia langsung menangkap Fai kepelukannya.

__ADS_1


“Ayah... heheheh!” Megan sebenarnya sudah tahu bahwa Raja Falas sudah mati, tapi dia masih bersembunyi untuk bermain-main.


“Baiklah.. ayah sudah mengetahui kamu hanya berpura-pura.” Fai tersenyum dan meraih pergelangan tangan Megan langsung memasuki ke dalam.


Seketika Fai melihat Ibunya dan lainya yang sedang duduk saambil berbincang-bincang.


“Ibu...aku kembali...” Fai berteriak lirih, sehingga Nuwa dan lainya langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


“Suami...” Bella dan Elia berdiri langsung menghampiri Fai. Bahkan Fai yang melihat Bella sepertinya Gunung kembarnya bertambah besar seperti semangka jumbo.


“Yahh aku kembali karena tugas aku sudah selesai..” Fai tersenyum lembut.


“Baiklah selamat kamu mendapatkan pohon dunia.” Elia tersenyum, tapi Bella juga berkata: “Ohh di mana wanitamu yang berasal dari ras Peri? Kenapa dia tidak ada di sini.”


“Ohh mungkin Zesshi akan kesini dalam waktu cepat.” Fai memberitahukan.


“Ohh jadi seperti itu...” Kemudian Bella melihat Alisha yang sedang di samping Fai, dia melihat di kepala Alisha keluar dua tanduk hitam kecil yang sangat indah.


“Hallo apakah kamu Alisha..” Bella mengangguk ke arah Alisha.


“Hmm aku Alisha salam kenal...” Alisha maju ke depan sambil bersalaman. Dia melihat sosok Bella yang begitu cantik dan rupawan bahkan dia melihat gunung itu sungguh sangat besar di dengan kepala sendiri masih kalah.


“Baik aku adalah Bella, dan di sebelahnya Elia.” Bella memperkenalkan bahkan dia merasa Alisha sangat lucu ketika di kepalanya memiliki tanduk..


“Ohh iya kamu mempunyai tanduk sangat bagus, apakah kamu juga memiliki ekor?” Elia berkata.


Alisha menggaruk rambutnya dan berkata: “Sepertinya di masa mendatang, ku akan memiliki ekor.” Alisha mengangguk dia sebenarnya sudah menumbuhkan ekor di pantatnya, namun belum cukup panjang.

__ADS_1


Setelah itu, Nuwa juga mempersilahkan semua teman Fai untuk memasuki rumah dengan sangat hormat dan menghidangkan makanan yang sekiranya layak.


Di samping Fai dia akhirnya duduk sambil memandang semua wanitanya yang sangat cantik dengan perasaan segar. Dia tahu bahwa malam ini dia akan menggilir semua wanitanya agar mempunyai anak.


__ADS_2