
Ahirnya Fai merasakan musim semi bersama Bella dengan indah.
Setelah beberapa saat Bella kelelahan dia dengan sadar meringkuk di pelukan Fai dengan nyaman.
Fai melihat tubuh halus Bella yang putih seperti batu giok tanpa noda yang menempel di kulit Fai.
Fai menghela nafas dengan emosi, mengingat gairah panas yang Bella tunjukan kepadanya.
Bella sedang meringkuk dengan kepala besandar di bahu Fai, dengan mata terpejam tapi dia tidak tidur.
"Bella kecil ahirnya kamu menjadi wanita aku hehe." Fai menyeringai.
"Brengsek dasar bajengan mesum!" Bella cemberut.
Fai mengabaikan lalu tangannya yang satunya meraih pungung Bella yang hulus dan memeluknya.
Dua orang saling berpelukan tanpa berbicara sepatah kata apa pun.
Walau tidak ada yang bicara Fai selalu menghirup bau wangi yang di keluarkan dari tubuh Bella dengan rakus.
"Fai jika misal kamu menjadi pria kuat di masa depan apakah kamu tidak akan melupakan aku?" Bella berbisik di pelukan Fai tapi suara itu terdengar di telinga sehinga Fai menjadi geli.
"Bahkan jika aku menjadi Raja, atau menjadi dewa sekaligus aku tidak akan pernah meningalkan kamu."
"Kamu adalah wanita aku sekarang tidak ada yang berani menyentuhnya, bahkan Dewa sekali pun."
"Hump apakah ini kata-kata janji manis mu." Bella mendengus tapi ada rasa bahagia di dalam hatinya.
Fai mengakat bahu dan berkata lain tapi sedikit menyringai. "Ngomong-ngomong kamu tadi begitu ganas heheh, sehinga darah aku mendidih."
Bella malu lalu mencobit Fai.
"Aww!" Fai ber pura-pura sakit, setelah itu dia berkata lagi:"Bella sayang, apakah aku begitu tampan sehinga kamu tergila-gila kepada aku."
Melihat bawa Fai begitu narsis dia mengelengkan kepalanya diam-diam lalu berkata:"Apakah kamu juga menyukai aku atau kamu hanya melampiaskan kamu saja?"
"Kamu terlalu banyak berpikir, sekarang kamu adalah wanita aku paham." Fai menyakin kan.
"Yah!" Bella menganguk dan berkata lagi:"Tapi Tina juga menyukai kamu mungkin."
"Jika begitu maka aku akan menikahi kalian berdua." Fai berkata sedikit serius.
"Apakah kamu akah begitu menjadi serakah!" Bella tidak setuju, tapi dia tidak mengelak.
Sampai berlalu nya waktu dia bericara dengan satu sama lain dengan berisik dan ahirnya Fai tahu bahwa sebenarnya Bella munyukai dirinya.
Tapi karena dia tahu anaknya juga menyukai Fai dia hanya bisa mengalah.
Tapi,tanpa di duga dia tergelincir dengan adegan erotis bersama Fai jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tapi Fai sudah menjelaskan bahwa Bella adalah wanita pertama baginya sehinga Bella menjadi bahagia.
Seperti apa yang di katakan bela, berapa jumlah wanita yang dia punya tapi Bella tidak masalah yang terpenting Bella yang menjadi pertama.
__ADS_1
Setelah berbicang satu sama lain Bella mengalihkan topik.
"Apakah kamu akan menonton pertandingan di arena petarungan?"
"Arena petarung?" Fai bertanya-tanya apakah di sini juga ada arena petarung.
Melihat Fai dalam kebingungan ahirnya dia menjelaskan.
"Arena petarung adalah kontes petarung paling faforit di dunia ini, karena di sana juga bisa melihat orang yang berpatisipasi dalam ragam bentuk kekuatan dari ras Manusia,Elf, Orc dan lainnya."
"Apakah aku bisa berpatipasi mendaftar untuk menjuari di arena tersebut?" Fai memotong pembicaraan Bella yang dalam pelukannya.
"Kamu bisa dan aturanya tidak sesulit dan itu sangat sederhana kamu tingal menyerahkan nama kamu, dan umur kamu." Bella berkata dengan lembut.
"Jika seperti itu maka aku akan mengikuti, tapi ngomong-ngomong apakah bisa membuat penyamaran?" Fai tiba-tiba berkata begitu, karena dia tidak ingin di ketahui orang-orang.
Karena jika angota Classrom mengetahui maka itu akan menjadi merepotkan, itu bukan hanya angota persatuan Classrom saja tapi Fai menghindari beberapa wanita yang makan cinta buta.
"Kamu bisa mengunakan rompi, topeng entah yang lain untuk menutupi identitas kamu, karena banyak juga orang yang mendaftar mengunakan nama palsu atau menutupi identitas mengunakan topeng."
"Oh syukurlah." Fai sangat lega kemudian dia mencium Bella dan berkata:"Terimkasih sayang, maka aku akan pergi meningkatkan kekuatan sebelum memasuki arena petarung."
"Tapi sebelum perpisahan mari kita bertarung lagi, ngomong-ngomong tenaga kita sudah pulih." Fai menyeringai.
"Kamu brengsek..! Hetikan.. Ahhh!" Bella terengah-engah dengan menawan karena gunung yang penuh itu di remas-remas lagi oleh cakar iblis Fai.
"Hei tungu..! Ahh."
"Kamu..kamu.. besar sekali ahgrr!"
Fai mengunakan bolok ruang sehinga ******* dan teriakan menawan Bella tidak terdengar.
Petarungan itu berlanjut sampai terdidur di pelukan yang indah.
Entah perasaan Bella yang sekarang atau suasana Bella menjadi lebih ceria tanpa tekanan dia juga mengalami tidur yang sangat pulas di pelukan Fai.
Sampai pagi datang, dia tertidur dengan nyenyak tanpa dia sadari bahwa Fai sudah pergi meningalkan dirinya mengunakan retakan ruang.
Bella mulai bangun dari tidurnya dengan suasana hati yang baik, tapi mata masih terpejam. Kemudian tangannya coba meraih sesuatu tapi tidak menemukan nya dan ahirnya dia membuka matanya.
Dia melihat bahwa Fai sudah tidak ada, dia menjadi tidak senang dan sedikit cemberut.
Tapi ketika mengingat kejadian itu di malam hari dia tidak bisa tersipu wajahnya memerah dan berguling-guling di kasur tanpa busana seperti gadis kecil.
Kemudian dia mencium bau tubuh yang Fai yang masih tertingal di kasurnya kemudian dia mengendus-endus beberapa menit sambil wajah memerah.
Tapi dia menjadi sadar dan marah:" Brengsek bocah bau!"
Bella masih terlentang masih mengingat adegan erotis tadi malam.
"Uhh sangat besar!"
Bella memerah wajahnya dan pikirannya menjadi kosong karena berfantasi.
__ADS_1
Tanpa di sadari ada Tina yang mendekati tanpa dia tahu.
"Ibu apa yang sedang kamu lakukan ini udah melewati jam tujuh ayo kita sarapan bersama." Bella mengerutkan keningnya dengan berkata.
Bella terkejut dan langsung bangun dari tidurnya kemudian dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Dia masih dalam ke adaan linglung sehinga Bella lupa bahwa dia tidak memakai busana.
Ketika hendak berjalan dia terhuyung-huyung dan merasakan sakit di bagian bawah, dan cairan kental putih masih melumuri pahanya sehinga itu terlihat oleh mata telanjang Tina.
"Ibu..! kamu..kamu.. tidak memakai baju dan telanjang, dan itu apa cairan putih yang menempel di paha Ibu?"
Bella bertanya dengan bodoh karena perilaku aneh Ibunya.
"Ohh hehehe tadi malam aku sedikit kepanasan ketika hendak tidur, untuk cairan putih ini tadi aku hendak meminum susu tapi tumpah ke paha Ibu." Bella sangat malu dan menjelaskan kepada Tina dengan sedikit tergagap.
Kemudian Bella meraih handuk di sebelahnyy, terus memakainya dan berkata lagi dengan terburu-buru.
"Ok kalau begitu Ibu akan ke kamar mandi untuk mencuci muka."
Tina melihat Bella menuju ke kamar mandi dengan sedikit terhuyung-huyung dengan tangan satunya memegang perut nya.
Kemudian Tina berjalan dan duduk di kasur Ibunya dan tiba-tiba dia melihat cairan kental yang amat banyak membasuhi selimut.
Kemudian dia memandang dan memegangnya ketika tangan Tina menyentuh dan menciun cairan itu dia merasakan lengket dan kental ada juga sedikit bau amis.
"Cairan apa ini, ini bukan susu?"
....
Di sisi lain Fai sudah tiba di kamarnya, rutinitas itu seperti biasanya. Dia mencuci muka, sarapan.
Setelah selesai sarapan dia berpamitan untuk pergi ke hutan.
Alasan dia pergi ke hutan adalah dia mau ber experimen, untuk bisa memicu bakat baru.
Seperti mandi di larva, meminum larva panas dan sebagainya.
Dan experimen itu mungkin membutuhkan beberapa hari.
Setelah berpamitan dia berkata kepada Elia.
"Ingat ketika Tuan muda kembali kamu harus berpenamilan cantik dan ayo kita bertarung di kamar." Fai menyringai.
Elia yang mendengarian menuduk malu dan tidak menangapi.
"Ok baiklah aku akan pergi." Tanpa lama Fai meningalkan mereka dan terbang menuju hutan yang paling bahaya.
Ketika Fai terbang dia membuat sebuah jubah hitam seperti drakula dan topeng untuk menutupi wajahnya.
Topeng itu berbentuk setan diablo dan ada dua tanduk di kepalanya.
Kemudian Hewan peliharan juga muncul di bahu Fai, tapi penampilanya berubah, walau entah apa yang berubah dan tidak ada perbedan ketika dia baru pertama melihat nya.
__ADS_1
Tapi penampilannya masih lucu dan imut seperti sebelumnya.