
Setelah memeluk sedikit lama mereka melepasakan dengan engan, setelah itu mereka pergi ke kamar mandi untuk membersihkan cairan itu dari tubuhnya.
Mereke sudah membersihkan tubuhnya dan sekarang penampilan mereka enak di pandang.
Bella sedang merapikan rambutnya yang panjang itu, Fai memandang Bella yang sekarang seperti memiliki aura kehidupan.
Di bandingan Bella yang dulu itu seperti redup tanpa sedikit cahaya apa pun, tapi setelah dia bertemu Fai sekarang menjadi lebih hidup dan ceria sehinga enak di pandang.
Diam-diam Fai bahagia.
Mereka berdua keluar dari kamar, tapi tepat keluar dari kamar itu ada Jen yang sudah menungu dengan mengarah kepadanya.
"Apakah musim semi kamu menyenangkan?" Jen menyeringai kepada Fai dengan memeluk kedua tangannya.
Fai memandang Bella yang sedikit tersipu dan dia menyringai dan berkata. "Yah musim semi ini sunguh berat dan melelahkan lihat lah di kasur itu terdapat keringat-keringat yang membasahi."
"Dasar tak tahu malu..! Bella mencubit sedikit badan Fai.
Fai di cubit hanya berpura-pura kesakitan.
Setelah itu Fai mengalihkan topik dengan berkata.
"Ayo sebelum pergi, kita harus mengisi perut terdahulu, maka dari itu kita harus mencari tempat makan yang layak."
Bella dan Jen setuju dan bergegas keluar dari penginapan dan mencari tempat makan.
Fai tidak dan lainya tidak tahu bahwa di penginapan itu, Ratu es juga bermalaman di tempat yang sama.
Dan saat itu juga ketika dia hendak keluar dia menemukan Fai dan dua orang lainnya yang satu laki-laki dan satunya wanita cukup umur.
Ratu es mengerutkan kening dan tiba-tiba dia mempunyai ide untuk mengikuti.
Setelah melihat kekuatan Fai ahirny dia memutuskan bagai mana supaya bisa mendekati Fai dan berteman.
Karena jika dia berteman dengan yang kuat hidup ini tanpa bahaya.
__ADS_1
Karena dia melihat sekarang ahirnya dia memutuskan untuk mendekati Fai.
Mata dia meliahat dari kejauhan bahwa Fai dan lainya akan pergi ketempat makan itu, tanpa berlama-lama dia juga menuju ke tempat makan itu.
Fai telah dan lainya sudah sampai di tempat makan itu, dia melihat bahwa tempat ini bersih dan ada bau harum yang menyegarkan, sehinga orang yang berdatangan di sini akan rilek sambil menikmati makanan.
Fai dan lainya dan duduk di korsi yang di sediakan tempat makan ini. Dengan itu, Fai berteriak untuk memesan makanan.
"Boss..! Siapkan makanan yang terbaik di sini."
Pelayan itu mendekati dan mengaguk lalu dia berlari untuk melapor juru masak.
Fai menungu hidangan ini, dengan menciptakan sebuah alat smartphone lalu memngambil gambar Bella.
"Kamu..apa yang sedang kamu lakukan.." Kata Bella karena dia tidak tahu benda apa yang di pegang oleh Fai sehinga tidak bisa bertanya.
"Lihatlah ini sangat cantik bukan..!" Setelah mengambil gambar Bella, Fai menyerahkan foto itu kepadanya dengan senyum.
Bella melihat gambar yang ada di benda aneh ini lalu dia terpana karena di dalam benda itu, terdapat potret wajah miliknya dan itu sangat nyata.
Di bandingkan lukisan terbaik di dunian ini, maka tidak boleh di sebutkan di hadapan Fai karena, perbadingan ini sangat kontras seperti babi dan harimau.
"Yah! Aku menyukai gambar yang ada di dalam benda aneh itu, tapi aku juga sedikit penasaran apa nama benda yang di gengam kamu?" Kata Bella dengan ingin tahu.
"Benda ini di sebut Smartphone android." Kata Fai karena bakat penciptanya dia bisa membuat sebuah smartphone dengan sedikit modifiksai yaitu smartphone ini hanya bisa pangilan video, mengambil gambar dan mengirim pesan tanpa internet dan kuota.
Setelah itu dia menyerahkan Android ini kepada Bella untuk mengasih keba, Fai yang sedang hidangan menungu datang, dia mencoba mengajarai pengoprasian android ini kepada Bella.
Tapi Fai setelah mengajari Bella sedikit terkejut karena butuh beberapa waktu dia melihat Bella sudah memahami apa yang di ajarkan Fai.
Setelah itu Fai membuat lagi dan menyerahkan ini kepada Jen.
Fai baru memikirkan bahwa dia bisa membuat android dengan bakat pencipta, sehinga dia merasa bersalah kenapa dia tidak memberikan benda ini pada waktu itu sehinga dia bisa menerima kabar.
Fai mencoba menenagkan dan tersenyum kepada Bella dan berkata. "Ayo kita mengambil gambar bersama."
__ADS_1
Setelah itu Fai mendekatkan tubuhnya untuk menepel dengan Bella dan mengambil gambar.
Gambar itu di jadikan wallpaper oleh Bella dan Fai.
Dalam hati Bella dia sangat senang jika ada hal ini bukan kah ini ajaib, dia bisa mengirim kabar tanpa batas waktu sehinga Bella juga tidak khawatir jika ada sesuatu.
Setelah itu mereka bertiga melihat bahwa hidangan itu sudah akan sampai, setelah itu mereka memasukan androidnya ke penyimpanan masing-masing.
Pelayan itu menaruh hidangan di meja sehinga sangat penuh dan sesak.
"Ini.. hidangan apa ini kenapa begitu banyak." Bella sedikit terpana apakah mereka berperut hitam?
"Ayo makan sebelum dingin." Kata Fai.
Fai dan Jen memakan dengan lahap. Tapi sebelum itu Jen melihat bahwa ada wanita yang angun yang menghampirinya sehinga dia berkerut dahinya tanpa sadar berbisik kepda Fai. "Lihat bukan kah dia Ratu es kenapa dia ada di sini?"
"Aku tidak tahu, hiraukan saja dia." Kata Fai dengan tenang sambil memakan dengan lezat.
Sebenarnya Fai sudah mengetahui bahwa Ratu es itu akan memasuki tempat makanan Ini, tapi dia cemberut karena Fai melihat bahwa wanita basta*d ini menghampirinya.
"Oi kenapa dia mendekati meja kita?" Jen juka berbisik pelan.
Bella melihat wanita yang akan menghampiri Fai, sehinga dia curiga apakah dia juga wanita Fai?
Dia waspada dan cemburu lalu tubuh Bella yang harum mencoba mendekati Fai dan menempel, dia membuktikan ini bahwa dia adalah wanitanya.
Wajah Fai penuh dengan garis hitam dia mengihakan pandangan seseolah berpura-pura tidak melihatnya.
Wanita ini menghampiri mereka bertiga dan berkata. "Saya melihat bahwa kamu memesan hidangan sangat banyak, jika seperti ini apakah boleh berbagi kursi dan makan bersama?"
"Kamu bisa bergabung dan memakan hidangan ini, selagi masih panas, hidangan ini enak."
Fai tidak berkata dan tetap diam.
Tapi di sisi Jen dia sangat bahagia, karena ada wanita yang cantik di sisinya.
__ADS_1
Tanpa malu-malu Ratu es maraih hidangan itu dan memakan dengan lezat. Dia juga matanya terkadang tidak sengaja memandang Fai, tapi dia melihat bahwa Fai memalingkan wajahnya ke arah tertentu seseolah dia tidak ingin berbicara kepadanya.
Tangan Ratu es mengepalkan dengan erat tapi dia harus berpura-pura tenang dan harus bersabar.