Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Putri Clara


__ADS_3

Setelah Aku berpisah dengan angota Resimen Mawar Putih, Aku terbang kembali kediaman keluraga Tina, tetapi sebelum pergi aku pergi menuju ke toko untuk membeli baju.


Ketika Fai sudah di tempat keramaian, banyak orang yang memandang kearahnya dengan tatatapan aneh.


"Tsk tsk sayang sekali pemuda tampan ini adalah pengemis" Ucap seseorang yang memandang Fai.


"Bahkan kalau pengemis, dengan wajah tampannya tidak berguna di dunia ini."


Aku hanya mengabaikan saja.


Aku terus melangakah maju.


Sampai di ujung jalan, melihat toko penjualan baju, Fai memasukinya. Setelah emasuki toko Fai melihat penjaga wanita dengan seragam gaun hijau dan bergaya profesional menghampirinya.


"Tuan apakah kamu butuh bantuan,"


"Iya Aku butuh perlengkapan untuk di pakai" Fai berbicara ringan terhadap penjaga toko itu.


"Oh silahkan Tuan ikuti Saya, Saya akan memperlihatkan baju yang anda inginkan. Ucapa penjaga dengan senyum prefisonal.


Fai mengikuti penjaga toko itu dengan memandang lekuk tubuh yang indah dengan berjalan prefisional, setelah beberapa waktu penjaga toko itu berbicara.


"Silahkan di pilih!"


Fai hanya memilih pakaian yang sederhana, dan tidak lupa, membeli sepasang 2 set baju untuk pelayannya. Setelah selesai Fai memakai baju di ruangan khusus.


Empat menit sudah berlalu.


Pemuda itu keluar dari ruangan ganti baju dan sepasang penjaga toko itu menatap linglung ke arah pemuda itu.


Pemuda itu memakai baju dan celana hitam panjang dan di tengah tengah baju itu ada ukiran bunga coklat yang indah, dengan rambut hitam perbaduan coklat, di tambah mata hitam agak kecoklatan itu menjadi sosok yang sempurna, seperti Bangsawan yang tampan dan mulia.


Iya sosok Pemuda tampan itu adalah Fai yang menganti baju rusaknya menjadi yang baru.


Beberapa penjaga wanita memandang Fai dengan wajah memerah, dan ada juga yang berpose menawan supaya ingin menarik perhatian Fai.


Tetapi semua itu percuma, Fai hanya mengabaikan, di bandingkan kecantikan yang ada di sini, Anda dengan pelayanku beda jauh.


Fai menghampiri petugas wanita itu yang sedang gugup dan gerogi.


"Berapa semua ini?"


Dengan tergagap malu, penjaga itu membalas kepada Fai dengan terburu buru.


"Tu..tu..Tuan!! Semunya adalah 4000 Ribu PR."


Aku mengambil uang dari cincin penyimpanan bekas punya Yuxi dan memyerahkan uangnya kepada Penjaga itu.


Fai tersenyum ringan dan perlahan keluar dari toko itu.


"Apakah kamu melihat bangsawan itu sunguh tampan!" Ucap salah satu penjaga toko itu.


"Iya memang tampan, tapi aku baru pertama mihat Pemuda itu?" Penjaga toko berbicara ragu.


"Mungkin dia Bangsawan dari kerajaan sebelah."


"Umm bisa jadi?" salah satu penjaga toko bernicara ragu dan bingung.


........


Setelah membeli baju, Fai berjalan perlahan dan menelusuri sekitar keramaian ini. Dan menurut waraga yang Fai temui adalah, Kota ini bernama kota Aksu, kota ini terletak paling utara di kerajaan Rossen.

__ADS_1


Kerajaan Rossen memiliki tiga kota besar, yang paling utara kota Aksu, bagian tengah Kota Surgawi, dan paling selatan adalah kota Oshari.


Ketika Fai sedang berjalan dengan linglung, mendengar sebuah sekelompok kuda yang sedang menarik gerobak.


Dalam pandangan Fai kelompok orang dan kuda itu sedang membawa bangsawan.


Di dalam Gerobak Bangsawan.


"Tuanl!! Apakah sihir tumbuhan kamu sudah memasuki LV4?" Salah satu pengawal berbicara dengan rasa ingin tahu.


"Memang benar sihir tumbuhanku sudah memasuki Lv4,"


"Wah hebat! Tuan apakah di bandingkan dengan Putri Tina apakah sebanding?" Salah satu pengawal berbaju merah berbicara dengan ingin tahu.


Ketika Dia mendengarkan apa yang dikatakan ke dua penjaga raut wajahnya menjadi dingin lalu berkata serius.


"Mungkin aku lebih kuat dari pada dia! Tetapi kita harus berhati hati, walaupun saya lebih kuat tapi jangan meremehkan musuh."


Mereka berdua mengangukan kepalanya.


Kedua pengawal itu bernama Ruyin dan Jasmine, mereka adalah pengawal setia Tuan Putri yaitu bernama Clara Clarck.


Dan kenapa kedua wanita ini setia kepadanya adalah, bahwa dulu di waktu kecil, kedua orang itu hampir mati terbunuh oleh sekelompok monster dan datanglah Putri Clara untuk membantu.


Ketika kedua wanita itu memiliki bakat yang tingi, dengan sumber daya yang di berikan oleh Putri Clara, kekuatanya menjadi sangat cepat meningkat hinga sampai sekarang dia telah meningkat dan menjadi pengawal Putri Clara, karena setatusnya tingi, kedua orang itu menjadi sombong dan sombong.


Apa hubungannya dengan Fai?


Memang Fai tidak ada hubunganya dengan dia, jadi Fai hanya mengabaikan.


Warga sekitar penuh dengan hormat, Fai hanya mengabaikan dan terus berjalan kedepan dengan tenang.


Tetapi ketika Fai berjalan dengan tenang kedepan dia mendengarkan suara.


Suara tabrakan kuda dan manusia.


Aku melihat bocah kecil yang tertabrak kuda itu langsung mendekatinya dan menghampiri.


"Hei apakah kamu tidak apa apa? Ada kuda bangsawan sedang lewat hati hati kenapa kamu berlarian?"


Bocah kecil yang masih linglung karena tertabrak belum bereaksi, tetapi ketika melihat pemuda tampan itu langsung terkejut sampai mati.


"Kakak Fai!!"


Fai linglung dan berbicara lagi.


"Apakah kamu mengenal aku?"


"Kakak Fai ini aku Nori adik kamu!" Sambil berlari dan memeluk.


"Apakah kamu adikku?"


Fai melihat Nori dengan wajah imut, rambut kucir kuda dengan kulit putih seperti susu, hanya saja permukaaan berdebu dan kotor.


Kuda berhenti!


Orang yang mengendalikan Kuda berhenti turun dari grobak tungangannya dan menghampiri Nori.


Orang Itu bernama Adison.


"Hei nak, apakah kamu tidak apa apa?" Ucap Adison dengan gugup.

__ADS_1


Nori yang sedang dalam suasana gembira karena telah menemukan Kakaknya, tersadar kembali kepada tuhan, ketika mendengar Adison berbicara, Nori menoleh dan berbicara hormat sambil mengepal Tinjun sopan.


"Maaf Tuan saya tadi sedang terburu buru, hinga tidak melihat ada kuda sedang berjalan, dan aku tertabrak."


"Oh , hehehe tidak apa apa, itu tidak maslah, yang lebih utama adalah kamu tidak terluka," Adison berbicara dengan lega sambil mengaruk kepalanya.


Adison berbicara lagi. "Kalau begitu dengan ini masalah terpecahkan, Adik kecil berhati hatilah lain kali "


Adison pergi dan berlari meningalkan mereka berdua.


Fai dan Nori tersenyum sopan kepada Adson, dan bertanya kepada Nori.


"Umm Nori, ceritakan masa lalu dan kebiasaan aku dulu, hanya saja aku sekarang tidak mengingat ingatan dulu," Fai berpura pura sakit sambil memegang kepalanya.


"Baiklah tapi, kita pulang dulu Ibu sedang tidak baik baik saja, semenjak, kamu menghilang ibu menjadi tertekan dan menangis."


Aku mengagukan kepala dan pergi dari jalan ini, setelah aku mendengarkan Nori yang di bicarakan tentang Ibunya ,sekali lagi Fai mersa bersalah dan terkadang mengingat orang tuaku yang ada di bumi.


"Bu, adik, semoga kamu di bumi tidak berlarut larut dalam kesedihan, aku di sini selalu merindukan kamu,"


Suasana hati Fai sedang tertekan, kadang dengan wajah cerah kadang memasang wajah sedih, suasana hati Fai sekarang tidak karuan, sekali lagi Fai hanya mengelengkan kepala.


Dalam benak Fai sedang berfantasi, apakah kalau kekuatanku sudah cukup bisa kembali ke bumi lagi? Tapi itu hanya angan angan saja, tapi sebenarnya Fai berharap bisa.


Ketika Fai dalam lamunan tiba tiba ada rasa ilhai yang sedang mengawasi dari kejauhan.


Dan benar saja apa yang di rasakan Fai adalah, ada seseorang yang mengawasinya, yaitu orang yang mengawasinya di dalam grobak yang Adison kendarai.


Orang yang mengawasi adalah Putri Clara dengan mengunakan bakat kekuatan matanya,


Putri Clara selain mempunyai Sihir tumbuhan Lv4 dia juga mempunyai kekuatan bawaan dari lahir yaitu tepat di matanya.


Kekuatan matanya bisa menembus tembok dan menembus benda dengan jarak 1km. Tetapi yang tidak terduga bagi Putri Clara adalah tepat dia mengawasi bocah itu, tiba tiba Bocah itu menoleh dengan mata tajam sambil tersenyum lalu dia melambaikan tanganya dan langsung itu kekuatan mata dari Putri Clara langsung hilang kembali seperti semula lagi.


Putri Clara sedang kesurupan, berkeringat dingn, wajah pucat seperti orang sakit.


"Tuan kamu kenapa!!" Ucap Jasmine sambil panik dan gugup.


Ruyin hanya melihatnya, tetapi tidak bisa menyembunyikan tatapan panik dari wajah cantik itu.


Clara mendengar dari Adison bahwa dia menabrak seseorang bocah dan Adison menghampiri bocah tersebut, tetapi Clara hanya berdiam saja bersama kedua pengawal, walaupun tubuhnya berdiam diri di dalam gerobak, tapi apa yang tidak tahu kedue pengawal itu, mata Clara menoleh dan mengaktifkan Skillnya, tapi apa yang tidak terduga adalah pemuda itu mengetahuinya dan menoleh menantap dengan senyuman seperti iblis, dan apa yang lebih tak terduga baginya adalah dengan lambaian tangan saja, skill aku langsung kembali semula terputus tidak bisa mengintip lagi.


"Aku..aku baik baik saja!" Clara menjawab sambil menenangkan pikiran tadi.


Clara berbicara lagi.


"Pemuda di samping bocah kecil itu, tidak mudah anda harus berhati hati."


"Apa!!" kedua pengawal menjawab kaget.


"Tetapi yang saya lihat, pemuda itu tidak memiliki aura sihir apa pun! seperti orang biasa saja?" Ruyin berbicara serius.


Clara menghirup udara yang segar dan berbicara serius kepada kedua pengawal.


"Di dunia ini luas, banyak praktisi aneh, entah praktisi Iblis, entah yang lain, tetapi yang pasti pemudah bocah itu salah satunya."


Kedua pengawal menganguk dengan serius.


Clara memandang kedua pengawal dan berbicara memerintah.


"Kita harus menyelidiki asal mula pemuda itu, segera mungkin"

__ADS_1


"Siap!! Tuan!" Kedua pengawal menjawab bersama.


__ADS_2