Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Gejolak Hati Numan


__ADS_3

Bab 145 Gejolak Hati Numan


"Kamu, sebaiknya buanglah bicara tak tahu malu, ingat aku adalah guru kamu, apakah kamu, begitu berani untuk menjadi lancang!" Numan memarahi Fai, dia tidak habis pikir akan begitu lancang secara langsung, untuk meminta anda ciuman.


"Dafuq!" Numan ingin mimisan, walau dia juga sebenarnya ingin selingkuh, tapi apakah harus secepat ini.


"Guru benar, aku adalah murid dan kamu adalah atasan aku yaitu guru. Tapi jadi apa? Bukankah mencintai tidak memandang usia? Aku hanya berkata sebenarnya dari lubuk hatiku yang dalam. Bahwa aku ingin berciuman dengan guru, walau menurut kamu, bahkan menurut aku sendiri, tindakan ini salah, Tapi... Ini adalah kesempatan hanya kesempatan aku mengatakan sebenarnya kepada kamu." Kata Fai dia berbicara terus terang. Menurut dirinya, memendam perasaan akan membuat hati tertekan.


Walau begitu, Fai tahu bahwa dalam hati yang terdalam perasaan Numan, kepada dirinya ada semacam perasaan aneh.


"Kamu sungguh lancang..!" Numan marah dan ada sedikit rona merah di wajahnya.


Tapi Fai tidak peduli, dia sambil meminum teh, dengan ringan berkata seperti ini. "Numan kamu sangat cantik."


"Deg!"


Begitu kata-kata di ucapkan oleh Fai, Numan yang mendengarkan, seketika jantung ini berdetak kencang.


"Tidak mungkin.. tidak mungkin aku bahagia dengan kata-kata bocah itu... benar aku adalah wanita yang sudah memiliki pria yang di hatiku walau bocah itu tampan tapi selingkuh adalah kesalahan, aku harus mengusir bocau bau ini...!" Kata Numan dalam hati, walau dia ada semacam perasaan aneh terhadap Fai namun dia masih rasional dan pikiran tentang perselingkuhan dia membuang pikiran dengan jauh-jauh.


Tapi walau dia bersikeras, dalam hati kecil Numan ada rasa kasih sayang terhadap Fai.


Numan berkata lagi. :"Fai kamu sebaiknya pergi dari sini jika tidak aku, akan usir kamu dengan tidak sopan!"


"Kamu sangat galak, biarkan saja aku memandang wajah kamu yang menawan hanya kali ini saja." Kata Fai dia meminum teh dan sambil mengangkat kaki erlangnya.


"Kamu... apakah kamu tidak mematuhi..!" Numan melototi ke arah Fai dengan tsunandre.


Tapi, reaksi Fai hanyalah tenang dan mengangkat bahu saja tanpa berniat meninggalkan keluar dari ruangan Numan ini.


Melihat perilaku Fai, ahirnya Numan tak tahan. Dia langsung bangun dari duduknya menghampiri Fai dan menarik Fai untuk keluar.


"Keluar kamu Fai.. !"


Tapi, ketika dia menarik tangan Fai, dia merasakan kesusahan. Kesusahan itu, seperti dia menarik pohon yang menancap di tanah.


Karena tarikan itu tidak berhasil, kemudian tangan kiri membuat sihir, dan setelah membuat sihir, seketika di tangan itu ada rune yang berwarna hijau dengan berputar sangat cepa, hendak menyerang Fai dengan siap.


Namun, entah kenapa tiba-tiba sihir itu, menghilang dan Numan merasa bahwa kekuatan dan bakat miliknya hilang, sehingga dirinya menatap ke arah Fai dengan kaget.


Setelah Fai menghilangkan sementara bakat milik Numan, dia menarik tangan yang indah itu, sehingga Numan, terseret kedepan dan terjatuh di pelukan Fai.


Setelah terjatuh dalam pelukan, mereka berdua menatap dengan sangat dekat.


Fai tersenyum. Tapi, Numan jantungnya berdetak sangat cepat dan ada rona merah di wajahnya.


"Kamu, apa yang ingin kamu kakukan." Kata Numan, dia merasa gerogi dan malu. Apa lagi dia di peluk dan wajah itu saling berhadapan sehingga nafas maskulin Fai mengenai wajah dirnya sehingga dia tidak tahan.


"Bibir kamu, yang sangat merah, nafas kamu yang harum seperti anggrek, gigi kamu yang seputih susu aku semuanya sangat menyukainya. Ayo guru, sekali ini saja kita berciuman, ini kesempatan bahwa suami kamu, guru Zack pergi keluar."


"Ini tidak mungkin, selingkuh adalah bukan cara aku..!" Numan mengelengkan kepalanya.


Fai ahirnya, meraih punggung Numan dan memeluk sangat erat, dan memaksa lagi. "Ayo ini pertama dan terahir."


"Kamu.. ini tidak mungkin jangan memaksa..!" Numan berteriak, dia sangat malu dan memerah.


"Lihat wajah kamu yang memerah sangat lucu dan menawan." Kata Fai dia menatap terus-menerus di sekitar bibir.


"Kamu.. aku peringgatkan kepada kamu, lepaskan! Jika tidak kaa...! Mmm... mmmmm!"


Numan belum selesai bicara bibir yang indah itu, langsung di cium oleh Fai dengan ganas.


"Mmmm...mmmmm!" Mata Numan melotot, dan tangan itu mencoba memumul-mukul Fai, namun usaha itu sangat sia-sia.


"Cup!"


"Cup!"


"Cup!"

__ADS_1


Numan di cium oleh Fai dengan sangat gairah, walau begitu, Fai merasa bahwa teknik ciuman Numan agak cangung dan masih amartiran.


Dengan ini, Fai tahu bahwa Numan jika bermesraan dengan Zhack hanya kecupan ciuman biasa dan tanpa teknik.


Apakah guru Numan ini sangat hambar!


Dalam sesi perciuman, Fai mulai mengajari cara-cara teknik ciuaman kepada Numan dengan pelan, sehingga ahirnya ketika Fai dan Numan sudah melewati tiga menit perciuman, ahirnya Nuaman entah kenapa menjadi terbiasa dengan teknik tarian lidah yang di gunakan Fai.


Bahakan Numan sendiri merasa bahwa ciuaman ini sungguh nikmat. Dan tanpa sadar mata Numan terpejam sambil menikmati lidah Fai memanjakan lidah sendiri dengan saling melilit.


Fai melepaskan ciuman itu, dan berkata. "Ini sudah selesai ayo kita berhenti." Setelah berkata, Fai menjilat bibir sendiri dan menghisap air liur milik Numan dengan nikmat.


"Apa.. berhenti?" Numan menjawab dengan keceplosan, setelah mengingat bahwa kata-kata itu memalukan dia memalingkan wajah kepada Fai.


"Ahahahah Numan kecil, ternyata kamu menikmatinya!" Kata Fai, dia tersenyum lebar.


"Kamu diam..!" Numan malu dan sangat malu.


"Ayo sudahi ciuaman ini, aku takut jika suami kamu, menemukan kita sedang bermesraan aku takut jika di tampar sampai mati." Kata Fai dia melepaskan pelukan Numan.


Numan juga langsung berdiri lagi, dengan menatap Fai sambil menggertakan gigi lalu, berkata. "Kamu.. apakah kamu puas...!"


"Tidak aku tidak puas karena ini sebentar, maka dari itu, guru di masa depan apakah kita bisa berciuman lagi." Kata Fai dia sambil menjilat bibir.


"Kamu..!"


"Plak!"


Numan tak tahan dengan wajah memerah, ahirnya menampar Fai, namun setelah dia menampar, dia merasa menyesal sehingga berkata. "Kamu.. Fai apakah tidak apa-apa?"


"Guru, kamu sangat galak sekali, ini sangat sakit!" Dengan tangan Fai memegang pipi sebelah kiri, dia berpura-pura sakit.


"Aku. aku..ak. tidak bermagsud menampar kamu, tapi ini juga hukuman kamu karena begitu sembrono kepada aku." Kata Numan dia bingung mau berkata apa.


Tapi, Fai tiba-tiba tersenyum dan berkata. "Guru, kamu sangat cantik jika tidak galak heheh!"


"Apa boleh buat aku akan keluar, oh iya mungkin aku akan cuti beberapa hari untuk merawat anak aku Megan." Kata Fai dia menjadi serius.


"Itu bukan urusan aku, lebih lama kamu tidak muncul di sini lebih baik hump!" Kata Numan, tapi apa yang di katakan oleh dirinya, justru kebalikannya.


Setelah itu, Fai pergi keluar dan terbang.


...~...


Berapa menit kemudian akhirnya, Zhack memasuki ruang dan memegang perut lalu berkata. "Ini aneh, kenapa akhir-akhir ini, aku merasakan perut mulas yang amat luar biasa?"


"Suami? Apakah kamu memakan suatu, hingga menimbulkan perut sakit?" Numan juga berkata, setelah itu dia memandang wajah suami sendiri, dan dia merasa bahwa wajah suami sendiri sangat jelek dan tidak pantas.


Tapi diam-diam dia terkejut dan mengelengkan kepalanya.


Tentu saja, perilaku Numan di ketahui Zhack sehingga dengan ingin tahu, Zhack berkata. "Kamu kenapa apakah sedang merasakan sakit?"


Numan, tersadar kembali dengan itu, dia menatap Zhack dengan pura-pura senyum lembut, dan berkata. "Tidak apa-apa suami aku hanya merasa pusing sebentar, mungkin karena pekerjaan sebagai kepala sekolah."


"Oh kamu jangan memaksa, sebaiknya kamu tidurlah dan beristirahat." Kata Zhack dia mendekati Numan dan tangan itu menyentuh kulit halus milik Numan di bahu.


Namun ketika tangan Zhack menyentuh kulit Numan tiba-tiba dia meraskan getaran dan dia melihat suami yang keriput dan wajah penuh bulu menjadi merasa tidak menyenangkan. Dengan itu dia berdiri berkata kepada Zhack. "Mungkin aku pusing, suami aku istirahat dulu di kamar."


"Baiklah sebaiknya kamu beristirahatlah." Kata Zhack dia melihat istri sendiri merasa aneh.


Ketika Numan memasuki kamar, dia langsung membenamkan tubuhnya ke dalam kasur dan dia linglung.


"Tidak.. ini, tidak akan terjadi, aku tidak mungkin meninggalkan suami aku yang sudah menjalin sekitar 80 tahun."


"Aku harus setia dia adalah suami aku, tidak mungkin aku berpaling." Kata Numan dia menatap ke atas langit-langit rumah dengan linglung.


Namun tiba-tiba dia teringat adegan ciuman yang sangat mesra dan penuh kenikmatan antara dirinya dan Fai, sehingga tanpa sadar bibir yang manis itu tersenyum.


Ketika dia memandang adegan itu, dia langsung mengelengkan kepalanya, bahwa ini tidak mungkin, dia harus membuang pikiran itu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, Numan terlelap tidur. Namu Zhack juga menghampiri Numan yang sedang tidur, dengan senyum lembut, tangan Zhack menyentuh gunung yang besar itu milik Numan.


"Hmmmm." Numam yang lagi tidur tidak bisa mengeluarkan suara manisnya.


Setelah itu, dia membuka matanya. Dan dia melihat bahwa suaminya sedang memainkan gunung milik sendiri dengan gairah.


"Hmmmmm suami..!" Numan berkata dengan menawan dan memrah.


Dengan gejolak tinggi ahirnya sepasang kekasih melakukan adegan musim semi bersama dengan sangat gairah.


Di kehampaan Fai melihat itu, dan dia cukup terkejut. Bahwa adik laki-laki milik guru Zhack sangat kecil dan entah kenapa Numan masih merasakan kenikmatan itu, sehingga lobang buaya milik Numan begitu deras.


"Ini aneh? Apakah puas hanya dengan barang yang kecil?"


Fai masih menonton di ke hampaan.


Ketika Numan sedang bergairah, tiba-tiba dia melihat bahwa Zhack hendak mencium. Namun entah kenapa Numan teringat kata-kata Fai.


'Kamu mempunyai bibir yang bagus, lidah yang manis, nafas yang harum layaknya anggrek dan gigi kamu yang putih seperti susu, sangat tidak kontras jika kamu di sandingkankan dengan suami kamu yang memiliki gigi kuning dan bau, apakah kamu tidak jijik?'


Kata-kata itu terngiang di benaknya sehingga dia melihat bahwa Zhack hendak mencium langsung memalingkan muka.


"Oh ada apa kenapa kamu menolak ciuman aku?" Kata Zhack dia juga bingung dan ahirnya gairah itu hilang.


"Suami maafkan aku, aku hanya sedang tidak enak." Kata Numan dia memalingkan wajah dengan rasa bersalah.


"Tidak apa-apa, jika seperti itu, bisa di lanjutkan di masa depan." Kata Zhack dia juga tidak memaksa.


"Umm!" Numam mengangguk, dan berdiri lalu meraih handuk yang sangat putih, dia berniat pergi ke tempat mandi untuk membersihkan cairan yang menempel di paha.


Di kehampaan Fai menyringgai apakah pencucian otak ini berhasil, dan dia juga melihat bahwa Numan pergi ke tempat mandi. Dengan itu, dia merencanakan niat jahat.


Tapi sebelum itu, dia menggunakan sugesti supaya, guru Zhack tertidur sangat pulas.


Di tempat mandi Numan yang sedang telanjang, dia bingung, dan bimbang. Bahkan dia menangis bahwa dia takut akan rasa cinta yang sudah menjalin selama 80 tahun akan hilang karena suatu hal yaitu orang baru.


Dia menmbasuh tubuhnya, Namun tanpa sadar ada tangan yang memeluk dari belakang langsung memainkan gunung agung itu.


"iyah!" Numan berteriak dengan centil, lalu dia menatap ke arah siapa yang melakukan, setelah melihat siapa sebenarnya, dia terkejut bahwa orang yang memeluk dirinya adalah Fai.


"Fai...kamu apa yang kamu lakukan..ahh...ahh !" Numan panik, dan sambil terengah-engah dengan nikmat.


"Stttt jangan berisik jika suami kamu tahu akan bahaya." Kata Fai dengan bisik.


"Fai apakah kamu gila.. Ahhh...ahhh." Kata Numan dia merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika gunung sendiri di belai dengan kasih sayang oleh Fai.


Setelah itu, Fai melepaskan gunung milik Numan dan dia menghadap Numan dan langsung mencium.


"Mmmmm!" Numan kaget, ketika dia langsung di cium, namun entah kenapa dia tidak menolak, bahakan dia memainkan lidah itu untuk berdansa dengan lidah Fai.


Cakar iblis Fai, langsung meraih ke bawah dan memainkan lobang buaya Numan, sehingga Numan merasakan kesemutan yang amat luar biasa.


"Tidak.. Kenapa aku menikmati...!" Teriak Numan dalam batin, bahkan itunya mengeluarkan cairan yang lebih deras.


Setelah berapa menit pemanasan, Fai menatap Numan dengan serius dan berkata. "Apakah kamu siap."


Numan tidak menjawab malu dan kedua tangan menitupi itunya. Namun Fai mengelengkan kepalanya, langsung melepaskan semua baju.


Begitu Numan melihat dia berseru. "Ini sungguh besar..!"


Numan sedang tidak siap, tapi tiba-tiba dia di angkat dan di gendong oleh Fai dengan tubuh saling menghadap.


"Fai lepaskan apa yang kamu inginkan jangan.. Tidak...!"


Tapi Fai mengabaikan dengan itu, adik laki-laki Fai langsung menusuk lobang buaya Numan.


"Ini sakit ... tidak sungguh besar...!"


"Kyaaaaaa!"

__ADS_1


__ADS_2