Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Melecehkan Zesshi


__ADS_3

Bab 139 Melecehkan Zesshi


Darah mengalir dari sebelah mata Zesshi jatuh ke bawah dengan menetes sangat cepat. Setelah Fai menusuk mata itu, kemudian tangannya melepaskan dari belati langsung mencekik leher Zesshi dan dia lemparkan Zesshi itu di udara dengan sangat keras.


''Sikat!''


''Bom!"


"Bom!"


"Bom!"


Zesshi menukik ke bawah dengan cepat, sambil menabrak bangunan rumah warga selusin kali, bahkan akibat tabrakan itu, rumah warga runtuh seperti sedang ada peperangan.


Di saat itu, para warga menghindari dengan panik, namun para warga tidak melarikan diri malahan dia melihat dari kejauhan untuk melihat pertempuran yang hebat ini.


Setelah membanting Zesshi, Fai yang sedang terbang langsung menggunakan mantara ketrampilan milik Elona.


Seketia di samping Fai muncul bunga teratai dengan lima macam dan lima warna. Setelah itu, dengan pikiran Fai, kelima teratai itu langsung menembakan ke arah Zesshi.


Tembakan itu seperti kamekameha dengan lima warna.


"Wow!"


Zesshi bangun dari tidurnya, dengan tangan satu yang sudah buntung dia tidak berani mengejek lagi dia mulai menghalau serangan Fai dia melafatkan mantra.


"Tanah gajah segitiga!"


Seketika itu, tanah di depan Zesshi langsung naik dengan kecepatan sangat cepat, dengan ketinggian seperti gunung dan dinding tanah itu setebal lusinan meter, setidaknya bisa menghalau serangan Fai.


Tapi dia tidak mengira bahwa tembakan Fai mempunyai daya kuat yang luar biasa, sehingga akibat hantaman serangan Fai dinding tanah raksasa itu hancur.


"Bang!"


"Bang!"


"Bang!"


Zesshi, tertekan sampai mati, dengan baju yang sangat compang-camping, sehingga membuat canggung.


"Ayo seberapa kuat kamu Zesshi ku!" Fai tersenyum menyringai jika cara siksa an ini tidak bisa membuat dia patuh, maka dia melakukan opsi ke tiga yaitu dengan cara pemerkosaan.


Karena Zesshi adalah wanita 300 tahun yang masih perwan, maka ini kesempatan Fai, untuk mencicipi buah persik yang sangat manis dan matang.

__ADS_1


Setelah itu, Fai mendekati Alisha dan memeluk sambil berkata. "Mungkin kamu bosen ayo ikut dengan aku, kita akan melihat pertarungan aku dengan Zesshi." Setelah berkata, Fai membawa Alisha terbang lalu dia memangil mahluk dunia bawah tingkat 20, seketika di panggil dari celah ruang, munculah Naga Zombie.


Naga Zombie itu langsung menghampiri Fai dan mempersilahkan Fai dan Alisha untuk menaiki di punggung Naga Zombie.


Setelah itu, Zombie Naga terbang ke atas dengan ketinggian. Di punggung Naga, Fai dan Alisha berdiri sambil menggandeng tangan, dengan ada angin maka kedua orang itu seperti pasangan yang sangat serasi dan begitu romantis.


"Ow kamu sungguh cantik setelah mempunyai tanduk di kepala kamu." Kata Fai dia sambil tersenyum dan tangan kanan yang awalnya bergandeng langsung melepasakan dan langsung, meraih pinggang Alisha.


"Humpp di posisi sekarang kamu masih beraninya bercanda." Dengan mendengus sambil memiliki wajah merah, kemudian kedua tangan Alisha langsung memeluk pinggan Fai dengan erat.


Fai juga merasa nyaman, dengan itu tangan kiri, mengusap-usap rambut putih milik Alisha, bahkan dia kadang-kadang menyentuh kedua tanduk kecil itu.


Dengan lembut Fai berkata. "Melihat kamu sekarang, apakah kamu manusia?"


Dengan kepala Alisha yang masih terbenam di dada Fai dia berkata dengan wajah mabuk cinta. "Entahlah aku juga bingung, kamu memanggil aku sesuka hati kamu iblis Ashura, entah manusia."


"Hmmm seperti itu, maka aku panggil kamu sekarang istri aku." Kata Fai dengan lembut.


"Hmm kamu masih saja bercanda." Kata Alisha dia sangat merah wajahnya, tapi tiba-tiba tangan Fai memegang dagu Alisha dan dengan wajah saling bertatapan, ahirnya mereka berdua tak tahan langsung berciuman.


Sementara Fai yang sedang berciuaman, tangan kiri Fai mengeluarkan tembakan terus-menerus kepada Zesshi.


"Hmm sangat manis sekali." Kata Fai, setelah melepaskan ciuman dia menjilat bibir diri sendiri yang penuh air liur milik Alisha yang sangat manis.


Fai melepaskan ciuaman itu, namun Alisha kaki itu berjinjit langsung mencium Fai lagi dan mencium Fai dengan ganas.


Dengan berciuaman Fai mencari kesempatan dengan tangan kanan langsung menyambar pantat Alisha dan tangan itu, menggesek sela-sela pantat Alisha.


Alisha marah dan langsung melepaskan ciuaman itu dan berkata. "Kamu cabul humpp!"


Di samping Zesshi melihat perilaku mesra Fai dan Alisha dia cemburu dan marah, di saat dirinya sedang melancarkan serangan, anda dengan senang hati, bermesraan di depan anda ini.


Sangat tidak terima.


Sebenarnya Zesshi ada rasa suka kepada Fai setelah dia mematahkan bakat kematian instan. Tapi, karena sifat sombong dan keras kepala dia gengsi.


Bahkan karena selama 300 tahun dia belum meraskan rasanya berciuaman, sehinga ketika dia melihat Fai dan Alisha berciuman ada rasa ingin tahu dan jijik.


"Kamu pergi dulu, aku akan membereskan Zesshi ini." Setelah itu Fai berkata kepada Alisha untuk pergi karena Fai akan bertarung lagi.


Setelah Alisha pergi, Fai memandang ke arah Zesshi dan berkata dengan licik. "Apkah kamu juga ingin di cium?"


"Cihh menjijikan!" Kata Zesshi dengan kasar walau begitu ada rona merah yang samar.

__ADS_1


"Kenapa, jika kamu mau ayo kita berciuman!" Kata Fai tersenyum lebar.


"Bajingan sialan hentikan omong kosong kamu, mana mungkin aku tertarik kepada pria mesum seperti kamu..!" Dengan itu, Zesshi terbang lagi dan bergegas kepada Fai.


Dengan satu tangan dia membawa pedang yang sangat bagus, langsung bergegas menebas Fai.


Hanya menjetikan jari, dan kombinasi bakat telekenesis, Zesshi terbang menjauh, lusinan mil dan menukik ke hutan, hutan itu ada yang roboh terus menerus akibat di hantam Zesshi.


Karena akibat tembakan Fai kedua paha Zesshi yang indah mengalami patah tulang, bahkan karena cedera yang sangat parah, tulang paha sampai keluar dari dalam.


Fai dengan tenang mendekati, ketika sekiranya sudah dekat, dia melihat bahwa Zesshi terkapar dengan cedera yang sangat parah, dan kedua paha itu mengeluarkan tulang sampai menembus kulit.


Fai sudah dekat di depan Zesshi.


"Apakah kamu belum menyerah?" Kata Faia.


"Dari peda aku menjadi wanita kamu, mending aku mati." Zesshi terkapar tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya.


"Kamu masih keras kepala, tapi dengan sifat keras kepala kamu aku sangat menyukainya." Dia tahu bahwa opsi ke dua tidak berhasil maka dia menggunakan opsi ke tiga.


"Pamanmu.. Aku tidak akan jatuh di perangkap kamu..!" Kata Zesshi dengan terlentang tak berdaya dengan tangan satu buntung, kedua kaki patah tulang, dan mata sebelah hancur rusak.


"Bukan kah kamu berjanji jika ada orang yang lolos dari bakat kematian instan kamu, maka dia akan jadi kekasih, kenapa kamu dusta?" Kata Fai.


"Apa kamu bilang, setelah kamu merusak mata aku, mencoret-coret wajah aku sehingga rusak, bahkan kamu sudah membuat kaki dan tangan aku patah, apakah aku begitu bodoh rela menjadi wanita mu yang telah membuat tubuh ini cacat hah!" Kata Zesshi dia melotot dengan tidur di tanah.


Begitu Fai mendengarkan, dia berkedut mulutnya dan meraskan sakit di pantatnya ketika kata-kata yang tidak ada logika keluar dari Zesshi.


"Kamu apa yang kamu inginkan hah, jika ketika kesepakatan awal, bahwa jika ada orang yang tidak mempan terhadap bakat kamu, maka anda berani menjadi kekasih, dan ketika aku bisa melewati apa yang kamu tantang, kamu berhianat dan paksaan halus kamu tidak tertarik maka dengan paksaan kekerasan kamu menyalahkan aku!" Kata Fai dia ingin menangis namun tidak ada air mata.


"Hump apa boleh buat, kamu sangat mesum!" Kata Zesshi.


"Kamu..!" Fai inggin pingsan, dengan tenang dia menggunakan sihir penyembuh, dengan sekejap mata tangan mata dan seluruh tubuh Zesshi kembali seperti semula.


"Ini kenapa kamu menyembuhkan aku? Apakah kamu tidak membunuh aku?" Kata Zesshi dia kagum.


"Karena kamu wanita aku!" Kata Fai dengan tenang.


"Hahaha wanitamu wanita mu lagi aku sungguh muak dengan kata-kata kamu." Kata Zesshi dengan mencibir.


"Hmm baiklah karena dengan kekerasan tidak membuat mu patuh maka aku akan mencoba opsi ke tiga." Dengan itu, seketika di samping Zesshi ada tumbuhan yang merambat melilit dirinya, namun ketika dia hendak melarikan diri, tiba-tiba kekutan yang di miliki hilang.


Dengan kedua tangan dan kedua kaki di gantung, Zesshi membaut postur cangung, bahkan kedua paha, ingin menutupi di area vital namun karena lilitan itu, menjadi sangat menyusahkan.

__ADS_1


Dengan panik, Zesshi berkata. "Apa.. Apa yang kamu ingin lakukan!"


Dengan senyum iblis, tangan kanan Fai langung memegang dan memainkan alat vital milik Zesshi, dengan mengeluarkan nafas yang sangat cepat, dari mulut Zesshi dan wajah yang merah, lalu Fai berkata seperti ini. "Aku tidak sabar untuk memperkosa kamu, sehingga walau kamu menolak kedepannya, setidaknya aku sudah menghilangkan keperawanan kamu dan menikmati buah persik matang kamu, hehehe."


__ADS_2