
Bab 122 Kamu Sekarang Wanita Aku
Di samping Fai, yang sedang dalam gerbong, dia sengaja tidak menghilangkan gerbong itu. Dia sengaja mengarahkan gerbang itu, ke tempat Bar yang kiranya terkenal di sini.
Setelah beberapa menit dia menemukan bar dengan sedikit keramaian. Setelah itu, Fai memingirkan gerobaknya.
Dia memerintahkan Yujo untuk menungu di luar.
Setelah itu, Fai memasuki ke Bar. Dia setelah memasuki ke dalama bar, dia melihat bahwa ada begitu banyak resimen yang sedang duduk.
Dia juga melihat bahwa di bar ini, ada beberapa pelayan yang sangat cantik, untuk merayu para pelangan.
Untuk menarik para pelangan, tentunya dengan mengunakan wanita cantik, akan berguna dan efektif.
Fai duduk di meja. Dia menungu para wanita cantik, untuk mendekatinya.
"Hai, pria tampan..apakah kamu butuh teman untuk mengobrol." Kata wanita itu dia, baru pertama melihat pemuda yang begitu sangat tampan di sini.
"Berikan aku minuman tiga porsi saja." Kata Fai dia berkata melihat wanita itu, tanpa riak wajah yang tergoda. Karena di bandingkan bakat pesona wanita itu dengan dirinya, itu hanyalah kentut belaka.
Wanita itu, juga perlahan bangun dari duduknya, dia merasa bahwa pemuda yang tidak di sebutkan namanya, tidak gampang terkecoh oleh paras indah wajahnya.
Walau begitu wanita yang menjadi pekerja di bar ini, dia tidak cemberut. Dia malahan berkerja dengan profesional.
Wanita itu bernama Alisha.
Dari apa yang di ketahui oleh pikiran Fai adalah setelah membaca mengunakan telepati, Alisha ini sudah mempunyai anak. Dengan anak yang berumur sekitar lima atau tujuh tahun, dia adalah wanita yang pekerja keras.
Dengan alasan suami meningal ketika menjadi resimen tentara, dan meningalkan anak satu.
Dengan wajah yang cantik dan tidak cantik, dia memutuskan bekerja di Bar, hanya menyambung hidup.
Dan ada satu yang menarik bagi Fai, adalah ketika Alisha bekerja di sini sebagai wanita bodir, dia belum pernah dan di lecehkan oleh berbagai para pria hidung belang.
Karena Alisha mempunyai bakat pesona dan ilusi, ketika pelangan memilih dia untuk memuaskan nafsu maka di saat itu, Alsiha mengunakan bakat ilusinya, untuk menjebak perangkat.
__ADS_1
"Ini menarik..!" Fai tersenyum, walau dia memiliki tubuh yang sangat indah, tapi di wajahnya tidak terlalu cantik dan sedikit sedang. Walau begitu, Fai dengan sihirnya, dia bisa memoles wajah menjadi kecantikan atas.
Tentu saja, wanita bodir adalah wanita bodir, anda tidak peduli bahwa anda cantik jelek, maka akan laku di kalangan hidung belang.
Tapi walau begitu Fai tidak akan mempermaslahkan, dia cukup menarik minat bagi dirinya, sehinga dia berkata dalam hati, ini adalah wanita dengan jiwa ibu yang baik, wanita itu patut menjadi koleksi sebagai harem.
Setelah itu, Fai menungu Alisha mengantarkan minumannya kepada dirinya dengan tersenyum.
"Pria tampan, ini aku sudah menghidangkan minuman yang mungkin kamu sukai." Kata Alisha, dia sambil memandang pria tampan itu dengan profesional.
Fai mengagukan kepalanya dan dia berkata menyuruh kepada Alisha seperti ini. :"Duduklah di samping aku."
Alsiha juga menurut, dia duduk di sampingnya Fai, setelah duduk dia merasakan harum yang semerbak dari tubuh Fai.
"Aku menyukai bau badan kamu, ini sangat menyegarkan." Kata Alisha. Dia menghirup bau wangi ini dengan nyaman.
Tapi Fa tidak menangapi, malahan dia berkata. "Apakah kamu ingin minum!"
Alisha juga tidak sopan dia menerima minuman itu dan langsung meminumnya. Setelah meminum dia berkata seperti ini. "Apakah kamu pendatang dari luar? Karena aku baru pertama melihat kamu berkunjung di sini."
"Kamu benar, aku datang ke sini karena mengunjungi ke bangsawan Elona untuk, menghadiri pesta ulang tahun." Kata Fai dia menjelaskan.
"Kamu salah besar aku adalah hanya tukang sapu.." Kata Fai dia mengaruk hidaungnya.
"Sunguh aku tidak percaya, di lihat penampilan tampan kamu, setidaknya kamu adalah bangsawan dari jauh!" Alisha terkekeh, entah kenapa dia ketika berbicara dengan Fai, ada sedikit kegembiraan.
"Kamu benar, aku memang tampan!" Setelah itu Fai menjelaskan bahwa, karena wajah tampannya itu, dia ahirnya di sukai dan di kejar-kejar oleh Elona. Dia juga menceritakan kenapa dia menghadiri pesta karena dia di undang.
"Jika seperti apa yang kamu ceritakan kepada aku, jika itu aku, kenapa tida menolak? Lebih bagus menikah dengan bangsawan hidup pasti terjamin."
"Apakah kamu tahu, bangsawan adalah licik, dia hanya ingin ke untungan saja." Kata Fai dia sambil menatap Alsiha dengan serius.
"Puff... Kamu adalah pria yang aneh, orang lain ingin setatus kekuasaan, tapi kamu sebaliknya." Dia tertawa tentang alasan Fai.
"Terserah kamu.. tapi jika di bandingkan wanita bangsawan, aku hanya setidaknya mencari wanita biasa, hidup bahagia mati bersama." Kata Fai dia juga tersenyum.
__ADS_1
"Hmm ini aku sedikit setuju apa yang kamu katakan." Alisha juga diam-diam setuju dia mengakui dalam batin, bahwa semua bangsawan adalah picik.
Dia setuju, karena dia mempunyai alsan. Yaitu, dia sebagai wanita malam sudah melihat para bangswan yang mendekati untuk teman minum. Dan dia juga tahu apa yang di bicarakan para bangswan adalah maslah ke untungan.
Tapi, walau begitu ada sedikit bangsawan yang jujur walau hanya mustahil baginya.
Melihat bahwa Alisha sedang dalam perenungan, Fai tersenyum dan berkata. "Apakah kamu setuju, jika kamu setuju maka ketika kamu di masa depan ingin menikah, apa keriteria kamu."
Begitu kata-kata di lepaskan, Alisha tiba-tiba memandang Fai. Dia merasa bahwa Fai adalah pria dengan tipe baginya. Tapi setelah itu dia mengelengkan kepalanya bahwa dia adalah janda, dan memiliki wajah yang rata-rata, dia menghilangkan gagasan seperti itu dan dia, berkata balik kepada Fai. "Aku belum memikirkan, tapi jika itu kamu apa keriteria kamu."
"Keriteria aku, terlepas dari wajah cantik, itu hanya bonus. Yang terpenting tangung jawab wanita itu sendiri dan memiliki hati yang baik. Itu saja aku sudah cukup." Kata Fai dia sedikit omong kosong.
Fai berkata lagi. "Ngomong-ngomong aku sudah mempunyai istri. Dan dia adalah janda anak satu." Fai berkata lagi dengan taktik karena Alisha juga mempunyai anak.
"Apakah yang di katakan kamu benar?" Alisha berseru, dia diam-diam, mengacungkan jempolnya kepada Fai bahwa dia adalah pria dengan lapang dada tingi.
"Ini benar.. Karena itu aku menjadi tukang sapu untuk menafkahi." Kata Fai dia mengangkat bahu.
"Kamu sunguh seseorang pria..! Jika itu aku mungkin akan bahagia." Dia memuji Fai, dengan penampilan tampan, dan memiliki rasa rendah hati yang cukup bagus di bandingkan dengan bangsawan.
"Apakah kamu jika mendapatkan pria seperti aku, kamu akan bersedia?" Kata Fai dia melancarkan serangan licik.
"Yah... Aku bahagia dan itu adalah sebuah keberuntungan." Kata Alsiha dia serius, sambil menatap Fai.
"Tapi sayang orang yang seperti itu, mungkin hanya aku saja." Kata Fai dia terkekeh.
"kamu benar, hanya sedikit orang yang dermawan dan bahkan sudah tidak ada." Kata Alisha dia dengan wajah polos.
"Kamu tidak perlu kawatir, kamu hanya menikah dengan aku, otomatis kamu menjadi wanita beruntung." Kata Fai dia tersenyum.
"Apakah kamu begitu narsis!" Kata Alsiha dia memandang ke arah Fai dengan bodoh.
"Kamu hanya perlu berkata tidak atau iya." Kata Fai.
Mengelengkan kepalanya Alisha berkata. "Lupakan aku tidak ingin menikah untuk saat ini."
__ADS_1
Alisha menolak karena dia tidak sepenuhnya percaya kepda pria, jika kata-kata Fai adalah bualan, maka dia tertipu. Dan ada satu lagi alsan menolak. Karena dia memiliki wajah yang cukup rata-rata, di bandingkan dengan ketampanan Fai, itu sama sekali tidak sinkorn.
"Aku tidak peduli bahwa kamu berkata Tidak atau Iya, tapi setelah hari ini, kamu adalah wanita aku, tidak ada orang yang berani mengambilnya." Kata Fai.