
Bab 189 Arthur Mati Dan Sistem Di Tingkakan
Fai mengeluarkan belati dari udara tipis langsung menghalau serangan Arthur. Namun Arthur tidak cukup sampai disini, dia mencoba menyerang lagi dengan menggunakan tangan kiri.
Tapi, serangan itu, tidak berhasil karena Fai tiba-tiba seperti Obito Uchiha. Serangan Arthur menembus tubuh Fai.
“Kamu tidak bisa menyentuh aku,’’ Fai tersenyum manis kepada Arthur.
Melihat senyuman Fai sepertinya sedang mengejek kepada dirinya, dia menatap kearah Fai dengan amarah yang begitu membara. “Apakah kamu hanya bisa menghindari serangan aku! Aku tahu pada waktu itu, aku kalah terhadap kamu tapi, sekarang aku tidak akan kalah lagi dengan kamu!”
Fai tidak bertele-tele dia langsung menyerang dengan menggunakan kekuatan sedikit kecil. Dia meninju perut Arthur.
"Bang!"
"Engah..!"
Arthur seketika mengeluarkan darah dari mulutnya dan dia terbang terpental sangat jauh, Dan berputar-putar hingga akhirnya dia melewati garis pembatas antara petarung dan penonton. Bahkan Arthur masih berputar-putar dan menabrak dinding dan sampai jebol.
Fai melompat dan terbang langsung untuk menuju kearah Arthur.
Sementara itu, Arthur masih berguling-guling..
"Bom!"
"Bug!"
"Bug!’’
“Ahhh siall kamu Fai aku bunuh kamu...!” Kemudian Arthur bangun dari tidurnya dan melihat Fai sedang terbang kearah dirinya.
Cara terbang Fai sungguh sangat cepat. Dengan marah, Arthur menunjuk jarinya ke arah Fai seketika ada sinar putih yang sangat menyilaukan dan melesat sangat cepat kearah Fai.
"Bang!'
Tubuh Fai terkena tembakan cahaya itu, sehingga terjatuh ke bawah.
"Bom!"
jatuhnya Fai seperti ledakan bom sehingga mengagetkan penduduk yang ada di sekitarnya.
“Apa yang terjadi? Apakah ada pertarungan di sekitar sini?” Ada orang yang sedang menyeruput teh, tiba-tiba dia kaget karena ada suara ‘Bom’ sehingga dia berhenti meminum.
“Suami lihat ada pertarungan ayo kita menghindar! Jika tidak akan bahaya!” Ada wanita tua yang menarik lengan pria dengan paksa.
“Uhh baiklah!’’ Pria paruh baya juga terburu-buru dan langsung pergi meninggalkan rumahnya.
Bahkan bukan dia saja, tapi penduduk di sekitarnya juga menyingkir namun dia hanya menghindari dan selebihnya semua penduduk pada saling heboh sambil menonton pertarungan ini.
Di arena permainan tepatnya di akademi buku peri, semua orang takjub dan akhirnya, semua pada terbang untuk melihat pertarungan antara Arthur dan Fai.
“Brengsek.. aku tidak mengira bahwa Fai juga sangat kuat!” Penonton itu, tidak bisa memarahi mulutnya.
“Ini benar aku juga tidak mengira bahwa Fai adalah kartu As untuk akademi sihir Falas.’’
__ADS_1
Di samping Anya, dia juga menatap kearah Fai penuh kekaguman. Namun ketika mengingat cara Fai memandang ke arah dirinya ini, membuat marah dan tidak nyaman.
“Fai kenapa kamu memandang aku seperti itu..” Teriak Anya dalam batin sambil mengepalkan tangannya secara erat-erat. Dia tidak habis pikir kenapa Fai memandang kepada dirinya seperti sangat menjauh ribuan mil.
“Fai sangat kuat tampan aku sangat ingin tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sedang berjalan duduk dengan Fai” Anya masih bergumam terus menerus.
Di sisi pertempuran Fai yang sudah jatuh akhirnya dia memutuskan untuk melihat keadaan di sekitarnya. Setelah itu, sudah memastikan tidak ada penduduk yang terluka, dia kembali memandang ke arah Arthur.
“Aku menyerang lagi menggunakan bakat kamu.’’ Kata Fai sambil tersenyum lembut.
Tangan Fai, menunjuk kepada Arthur yang sedang terbang di kejauhan.
Seketika dari jari telunjuk mengeluarkan sinar yang amat menyilaukan sehingga penduduk yang ada di sekitarnya dan para penonton yang melihatnya juga menutup mata.
“Tidak mungkin... !” Arthur sangat terpana dia mencoba untuk menghindari serangan yang amat luar biasa dan dahsyat.
Arthur terjatuh dari langit. Dan cahaya itu, melesat dan menembus ke langit tujuh.
“Apakah aku terlalu berlebihan?” Fai berkata sambil melihat ke arah atas. Dia tidak mengira akan begitu menakutkan.
Setelah itu, Fai melangkah kaki dengan ringan, seketika retakan ruangan muncul di depannya. Fai setelah itu, memasuki retakan ruang itu dan seketika dia sudah tiba di depan Arthur.
Setelah sudah di depan Arthur, lalu Fai berkata: ‘‘Aku bilang hari ini, adalah hari kematian kamu. Maka dari itu, sebaiknya kamu keluarkan semua kekuatan yang kamu miliki.’’
“Fai... bajingan jika tidak ada kamu, aku akan berjalan mulus di dunia ini tanpa ada halangan. Tapi kamu.. yang selalu membuat aku jadi seperti ini..! Fai aku ingin kamu mati ahhhh!”
Arthur saat ini, melolong layaknya serigala yang sedang kelaparan. Fai yang mendengarkan juga merasakan rasa cemberut.
"Bom!"
Jentikan itu, mengakibatkan Arthur terpental lusinan mil.
"Engah!"
Terpentalnya Arthur itu, ke arah di mana arena pertandingan..
"Ahh lihat.. ada sosok manusia yang dari langit!”
“Ini benar ada sosok yang jatuh dari langit!”
"Bom!”
“Uhuk... uhuk!’’
“Ahh ya ampun, bukankah dia adalah Arthur? Apakah Arthur akan kalah?”
Semua penonton yang melihat dan para bangsawan juga saling berdiskusi.
Ketika diskusi sedang dilakukan, tiba-tiba ada retakan ruang di samping Arthur. Fai, muncul di sebelahnya Arthur dan menatap ke arah Raja Falas dan berkata: “Wahai raja Falas, aku akan membunuh orang yang bernama Arthur. Jika aku membunuh orang ini, bukan kah aku akan memenangkan pertandingan ini.’’
“Jika kamu membunuh Arthur, maka bergantian kamu yang aku bunuh kemudian.” Raja Falas menatap kearah Fai.
“Ini sangat lucu, jika aku yang kalah apakah kamu akan berkata demikian? Tapi, karena sudah sepakat aku dan Arthur maka, tidak ada seseorang yang akan membantu. Jika dia mati maka matilah.’’
__ADS_1
Kemudian, Fai menggunakan bakat telekenesis lagi untuk meledakan kepalanya Arthur.
"Bom!"
Sedetik sebelum kepala Arthur meledak, Arthur berkata dalam hati. “Kenapa protagonis aku sangat menyedihkan, sial kamu... ketika aku kembali, aku akan membalas dendam ini.’’
Arthur tidak bisa menggunakan bakat mengundurkan waktu sehingga dia tidak selamat dan kepalanya langsung meledak seperti semangka.
Darah itu, menciprat ke tubuh Fai. Namun dia tidak ada raut wajah yang jijik Fai masih tenang.
Ketika membunuh Arthur, tiba-tiba Fai mendengarkan bunyi 'Bip' Sistem.
“Terdeteksi ada bakat kelahiran kembali. Sistem sedang mensintesis. Harap tunggu!’’
“Sinstesis berhasil...!”
“Kamu mempelajari bakat samsara! Pemahaman +30”
“Pemahaman + 50”
“Pemahaman + 100”
“Pemahaman....”
“Hei! Bakat samsara kamu di tingkatan Lv 1”
“Di tingkatan...Lv 10”
“Lv 20”
Fai akhirnya bahagia sudah lama dia tidak memanen bakat. Saat ini, Fai yang sudah menguasai bakat samsara, dia bisa mengetahui bahwa jiwa Arthur sedang melesat ke ruang waktu yang tidak diketahui.
Tapi dengan bakat samsara, Fai hanya melambaikan tangannya, jiwa Arthur yang sedang melesat langsung hangus terpecah menjadi serpihan cahaya.
Kemudian sistem membunyikan lagi.
“Hei! Aku menemukan energi murni yang keluar dari tubuh seseorang dan energi itu berguna bagi sistem. Dan sistem ini sedang menyerap!”
“Hei! Energi sudah di serap dan sistem sudah mengidentifikasi bahwa energi murni itu, adalah energi sistem bajingan tingkat dewa!”
“Sitem sedang menyerap energi sistem lain....!”
“10%..... 20%......30%....40%....50%....60%...70%....80%....90%....100%....”
“Penyerapan energi berhasil....!”
“Hei! Selamat sitem sudah di tingkatan ke Lv3!”
“Hei! Karena sistem sudah menyerap energi yang cukup murni, maka semua bakat dan skill kamu di tingkatan menjadi Lv40!”
Ketika Fai sedang mendengarkan dering sistem di benaknya tiba-tiba ada orang yang memarahi.
“Bajingan kamu berani membunuh Arthur....!’’
__ADS_1