
Bab 127 Alisha Menyusui
Tentu saja, kedua Bison itu, memiliki grigi di pungungnya dan ekor bison iti seperti kadal nan keras. Jika anda manusia biasa terkena cambuk ekor Bison, mungkin saja anda akan menutup mata seketika.
Tapi sebelum itu, Alisha hendak mencuci tubuh dulu dan dia harus mengantikan baju yang layak.
Bahkan karena bakat dewa Ashura, dia tidak menyadari bahwa bentuk tubuh sedang berubah menjadi kecantikan yang pesona.
Bukan hanya itu saja, bakat ilusi milik dirinya juga meningakat Levelnya menjadi Level tujuh. Alisha sebenarnya masih belum percaya, dengan adegan yang sangat mendadak.
Coba di bayangkan anda dengan awal adalah wanita malam dan miskin, secara ajaib menemukan rejeki lotre bahwa anda di takdirka menjadi peri yang cantik.
Di dalam tempat mandi...
Alsiha dan Megan, sedang mencuci tubuh bersama, Alisha juga diam-diam memandang tubuh dan kulit sendiri merasa bahwa kulit ini menjadi kencang dan putih.
"Ibu kamu semakin cantik...!" Kata Megan dia berkata langsung.
"Nak, ibu juga merasakan seperti ada perubahan dalam tubuh aku, bahwa kulit aku semakin sehat." Kata Alisha dia juga berkata dalam hati, dia merasa bahwa gunung yang tidak terlalu besar kini menjadi besar dan kenyal terisi penuh.
Ketika dia sedang linglung, tiba-tiba tangan kecil Megan meraih kedua gunung miliknya sehinga tanpa sadari mengeluarkan suara menawan.
"Ow..! Nak apa yang sedang kamu lakukan..!" Wajah Alisha tersipu karena dia merasakan sensasi kenikmatan.
"Ibu aku merasa bahwa, kamu itunya menjadi besar, dan sangat kenyal untuk mainan." Kata Megan dengan polos dia sambil memijat ke dua gunung milik Alisha.
"Nak... Ah.. Tidak, ini sunguh nikmat..!" Alisha entah kenapa, menikmati pijatan Megan. Sebenarnya pijatan ini sudah rutinitas, karena Megan sebenarnya masih membutuhkan Asi.
Walau dia masih umur lima, atau tujuh tahun, dia masih menyukai Asi, entah kenapa, Bahkan Alisha sendiri bertanya-tanya bahwa di bandingkan anak lain usia lima tahun, sudah ada yang tidak membutuhkan asi.
Tapi anak sendiri masih menyukuai, bahkan Alisha menegur bahwa anda sudah berumur, tapi dengan polos, Megan berkata bahwa rasa susu ini sangat menyukai dan tidak ingin berhenti.
Setelah itu Alisha tidak bisa berkata-apa, dengan berlalunya waktu, dia tidak protes ketika Megan meminum susu sendiri. Karena itulah, dengan kebiasan minum susu Megan sambil memainkan gunung satunya hinga terlelap tidur.
Dan saat ini, Megan yang melihat bahwa gunung Alisha menjadi besar, dia tidak tahan untuk memainkannya.
Pada saat ini, Alisha melihat bahwa Megan tiba-tiba menyedot pucuk gunung yang merah itu sehinga dia tanpa sadar mengeluarkan suara yang aneh.
"Ahhh...!"
"Nak.. Ahh kamu jangan menydot dan jangan memainkan sangat keras ahh..!" Alisha sunguh menyukai kenikmatan ini, walau dia berkata tidak tapi, dalam hati berkata Iya.
Mulut Megan, melepaskan dari pucuk gunung merah itu milik Alisha, dan dia juga berkata. "Ibu, susu kamu sekarangn menjadi sangat nikmat aku sangat menyukai."
Ketika mulut megan melepaskan dari pucuk gunung merah itu, ada cairan putih yang terjatuh dengan pelan.
Megan meminum susus lagi sambil memainkan gunung sebelah kiri.
"Ahh!"
"Ahh!"
"Nak.. Ah.. Pelan-pelan, wow..!"
Alisha dengan kenikmatan dan wajah tersipu, tangan kirinya mengelus kepala imut Megan, yang sedang meminum susu.
Bahkan di bak mandi yang mereka sedang berendam, kaki Alisha tanpa sadar menjepit pingang Megan yang kecil itu.
__ADS_1
"Ahh tidak ingin keluar..!" Triak Alisha dalam hati.
"Splash!"
Tiba-tiba gunung yang sebelah kiri, menembakan cairan putih ke atas. Tembakan itu sekitar enam kali, dan Megan yang melihatnya sangat kagum seperti mendapatkan mainan baru.
"Hahahh ini keren, ibu! gunung kamu seperti tembakan haha sangat keren..!" Kata Megan dia berteriak. Tapi dia berhenti berkata karena Megan, melihat bahwa wajah Alisha sangat merah dan bernafas cepat.
Megan kaget.
"Ibu kamu kenapa, wajah ibu merah apa sakit?" Megan sangat kawatir, dia meraskan bahwa tubuh Alisha kejang dan bergetar.
"Ahh i..i..ibun, tidak apa-apa, ayo kita bergegas keluar pergi kepasar, ah..tidak enak jika Yujo menungu lama.
Megan bangun dari bak mandi, dengan cepat mencari handuk kecil, setelah itu membalutkan ke tubuhya.
Alisha juga dengan pelan berdiri, dia masih meraskan lemas di bagian kaki setelah melewati masa keritis.
Di dalam kamar...
Di dalam kamar, Alisha yang sudah berpenampilan rapi, dia terkejut setelah melihat wajah sendiri di cermin kuno.
Dia juga tidak percaya, apakah ini adalah dirinya? Kenapa merasa begitu cantik?
Dia memegan wajah sendiri dengan terus menerus karena merasa tidak begitu percaya.
"Ibu kamu sangat cantik, heheh ibu, kamu seperti terlahir kembali." Pada saat itu, Megan sudah mengunakan baju setelan yang bagus, dan dia sedang duduk di kamar, sambil mengoncang kakinya ke depan dan belakang.
"Kamu juga semakin imut.." Kata Alisha dia juga setuju, dan dia melihat anak sendiri seperti batu akik yang sangat berharga.
"Ini... Apakah gunung aku menjadi besar?" Dia ragu, tapi dia tidak tahu bahwa perubahan ini karena ada hubunganya dengan Fai.
Mereka berdua keluar dari pintu.
Setelah itu, mereka menemui Yujo yang sedang menungu. Ketika Yujo melihat, dia berseru dengan banga. Dengan itu, Yujo berkata seperti ini.
"Apa yang di katakan bawahan ini, memang benar, bahwa harem Tuan Fai begitu cantik dam mempesona seperti pahatan karya agung dari dewa, hahahah ketika Tuan Alisha dengan beralalunya waktu kecantikan anda akan begitu mempesona dan menyilaukan. Hahaha sial siapa dewi yang paling cantik di jagat raya hah! Di bandingakan wanita milik Fai hanya lah kentut kecantikan anda hanya seperti keset di mata wanita Fai." Kata Yujo dengan semangat.
"Yujo..!" Alisha menegur karena melihat sifat memalukan Yujo.
Dengan itu, Yujo tersadar. Dia cangung tapi dia tetap berkata. "Ayo Tuan kita berangkat."
Ahirnya mereka melanjutkan ke sebuah keramaian untuk membeli keperluan makan.
Ketika di tempat keramaian, para orang yang melihat gerobak yang begitu bersinar karena kemawahan itu, para warga tidak bisa bertanya-tanya siapa sih, sebenarnya bangsawan yang ada di dalam gerobak itu.
Di dalam gerobak, Alisha berkata kepada Yujo untuk berhentikan gerobak itu tepatnya di penjual sayur dengan pemilik seorang nenek.
Setelah memingirkan gerobak, Alisha dan Megan turun dia mendekati penjual wanita nenek. Begitu para warga melihat sosok Alisha dia gagum.
Para warga, melihat penampilan manusia biasa yang mengeluarkan kebijaksanaan.
Dengan pakaian sederhana tapi mewah dan enak di pandang, alhasil para warga diam-diam mengangukkan kepalanya sambil tersenyum ketika warga berpapasan dengan Alisha.
"Nenek, sudah lama tidak bertemu." Kata Alisha dia memandang nenek itu dengan sangat sopan.
"Kamu siapa nak?" Nenek penjual itu, berkata balik.
__ADS_1
"Aku Alisha," Jawab Alisha.
"Apa, kamu Alisha!" Nenek penjual sayur itu, kaget.
Alisha tersenyum kecil, dia berkata lagi. "Betul aku Alisha."
"Wah.. Nak kamu sudah berubah dan tambah cantik, apakah ngomong-ngomong dengan penampilan kamu, sudah mendapatkan bangsawan kaya? Atau pria tua generasi kaya?" Nenek penjual itu, mungkin mengira karena perubahan Alisha tambah cantik, itu di sebabkan mendapatkan pria kaya raya, karena yang dia tahu adalah Alisha sebagai wanita malam.
"Aku juga tidak tahu, tapi aku mendapatkan pria lebih muda dari aku." Mengelengkan kepalanya, Alisha menjelaskan.
"Kamu, menikahi pemuda yang masih remaja?" Nenek itu kawatir, karena pria remaja cenderung tidak serus walau itu tidak semuanya.
"Nek, aku sudah memutuskan bahwa dia adalah pria yang bisa di andalkan."
Setelah berbincang sedikit lama, ahirnya Alisha membeli semua yang dia butuhkan. Seperti sayur dan buah.
Dia juga mengajak Megan untuk mencari kesenangan dengan membeli makanan dan cemilan yang mungkin Megan sukai.
Dalam beberapa tahun terahir Alisha sekarang baru merasakan hidup tidak tertekan, dan begitu periang.
Sekarang Alisha memlihat bahwa anaknya sangat bahagia diam-diam meneteskan air mata. Jika dia tidak di tadirkan bertemu Fai, apakah sekarang dia bisa seperti ini?
Tentu saja tidak?
Mereka ahirnya pulang karena sudah ingin sore. Dia berjalan di tempat sedikit rame. Alisha, tangan kanannya, memegang tangan kiri Megan dengan bahagia.
Pada saat itu, ketika hendak ingin mendekati gerobak, dia berpapasan dengan satu pria dan ada dua wanita. Ketiga orang itu mengunakan seragam yang sangat bagus.
Dia tahu bahwa orang itu bukan salah satu akademi Falas.
Alisha juga melihat bahwa pemuda itu masih seumuran dengan Fai sekitar enam belas atau delapan belas.
Pemuda itu juga melihat Alisha, dia terkejut bahwa dia menemukan wanita yang angun dengan penampilan ibu yang baik.
Pemuda itu sudah menebak bahwa, anak kecil itu adalah anaknya. Dalam hati, pemuda itu berkata bahwa walau anda manusia biasa tapi kecantikannya angun seperti selir.
Tapi pemuda itu hanya menatap kagum tidak merayu. Dengan itu, pemuda berkata kepada wanita di sebelahnya. "Sayang apakah kamu akan menonton pertandingan antar akademi untuk melihat kekasih kamu tampil heroik."
"Sayang nenek mu.. Jangan pangil aku sayang!" Wanita itu tersipu malu, dia ingin menampar temannya karena berkulit tebal.
Pemuda itu meringis, dia hendak berkata. Tapi tiba-tiba ada tugas.
[Misi Baru]
[Tugas - Nyatakan cinta kepada Alisha janda anak satu]
[Keterangan - Alisha adalah janda umur tiga puluh tahun, dia bekerja sebagai wanita malam. Tapi karena tiba-tiba secara mendadak, Alisha di lamar pemuda generasi kaya]
[Tugas - Rebut wanita itu dari pemuda generasi kaya untuk harem tuan rumah. Sebagi bajingan terhormat, yang telah melecehkan istri orang lain, maka bagi tuan rumah tugas itu tidaklah sulit.]
[Batas misi - Dua mingu ]
[Hadiah misi - Bakat petir Level 15 ]
[Hukuman jika misi ini gagal, adik laki-laki tuan rumah menyusut menjdi tujuh senti meter]
"Sial bajingan! Sistem janda nenekmu!" Pemuda itu ingin menangis tapi tidak ada air mata.
__ADS_1