
Bab 143 Berikan Ciuman Kamu.
Ketika bola cahaya itu memasuki ke tubuh Zesshi, tanpa sadar Zesshi terlambat untuk bereaksi. Namun selang beberapa detik ketika cahaya hijau itu memasuki ke dalam tubuh sendiri, ahirnya dia memandang ke arah Fai dengan takjub.
Bisakah bakat atau keterampilan di berikan oleh ke orang lain!
Menurut apa yang dia ketahui selama 300 tahun Zesshi hidup, belum pernah mendengar bahwa ada bakat yang bisa di berikan dengan mudah.
Namun sekarang dia menemukan dengan kepala sendiri, apa lagi setelah dia memeriksa bakat yang di berikan oleh Fai adalah sudah Level di atas 10, sehingga ini menjadi penemuan baru.
"Kamu tidak perlu takjub Zesshi ku, apakah kamu tahu, bahwa iblis kecil Alisha, juga pada awalnya manusia biasa, namun dengan dia menjadi wanita aku maka setidaknya harus menjadi keberadaan yang agung dan tidak mudah di tindas, dan itu tidak hanya kamu saja, keluarga aku dan ke tiga wanita aku juga mempunyai kekuatan absolute." Kata Fai dia menjelaskan kepada Zesshi.
Zesshi tambah takjub ketika dia menyebutkan bahwa keluarga Fai juga di berikan kekutan yang hebat, namun kata-kata tiga istri yang di ucapkan oleh Fai, dia ahirnya berkata dengan nada ambigu.
"Tiga istri?" Kata Zesshi dengan aneh.
"Yap, betul kamu adalah wanita aku nomer lima hehehe!" Kata Fai dia dengan seringgai.
"Nomer lima pantatmu..!" Kata Zesshi dia memalingkan muka.
Untuk saat ini, Fai memberikan bakat kekuatan kepada Zesshi yaitu, bakat tumbuhan level 20, dan bakat melahap level 18. Bakat melahap ini, berbeda seperti yang di gunakan oleh Fai. Namun bakat ini hanya bisa menyerap serangan musuh dan di ludahkan kembali dengan kekuatan dua kali lipat, dari serangan musuh.
Di samping Zesshi yang masih dalam tertegun Ava ahirnya berkata. "Guru Zesshi bagai mana ke adaan Arthur yang sekarang apakah dia baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja, dan mungkin kekuatan sudah pulih kembali. Oh ngomong-ngomong apakah kamu juga yang yang membuat keterampilan bakat Arthur menghilang sementara?" Kata Zesshi dia memandang Alisha yang sedang begitu menempel kepada tubuh Fai.
"Ahh.. itu bukan aku, itu yang melakukan adalah anak aku." Setelah itu Alisha berteriak. "Nakk kemarilah.. !" Setelah berteriak, Megan keluar dari dunia bawah dengan membawa dua zombie anjing.
Setelah Megan keluar, dia langsung menyapa Zesshi dengan hormat, terlepas pada sesi pertempuran sekarang dia sudah melupakan. Dengan hormat, Megan berkata seperti ini. "Halo ! Nama aku Megan, Megan telah melihat Ibu ke lima..!"
__ADS_1
"Dafuq..!" Zesshi langsung tersedak, ketika dia mendengarkan kata-kata ibu..
Dengan terbata-bata dia cepat menjelaskan. "Aku.. aku... aku tunggu aku bukan ibu kamu..!" Zesshi ingin marah, tapi melihat bahwa tiba-tiba Megan pura-pura menangis ahirnya dengan gugup dia menghampiri dengan panik. Dengan itu dia mengusap-usap rambut hitam milik Megan. "Ahahah iya nak, kamu boleh memangil aku ibu.. ehehheh!" Zesshi saat ini sangat tertekan.
"Jadi kamu sekarang ibu aku." Kata Megan dengan itu dia melirik Fai dengan sebuah kode mengedipkan matanya.
Tentu saja, Fai mengacungkan jempol dalam hatinya, bahwa Megan sangat bisa di andalkan.
Namun dia melihat ada dua sosok yang sedang menghampirinya, tentu saja Fai melihat Numan yang datang menemuinya sangat senang. Tapi ketika Elona yang menghampirinya ini merasa tidak bisa di andalkan.
"Swosh!"
"Swosh!"
Kedua wanita itu, mendarat dan tepat di hadapan Fai.
Apalagi dia tahu bahwa di kedua sisi Fai, ada wanita yang sangat cantik, dan kekuatanya begitu menakutkan.
Setelah berbicara kepada Fai, dia memandang Zesshi. :"Guru Zesshi kita bertemu lagi."
"Yah kita bertemu lagi guru Numan, apakah Fai adalah murid kamu?" Kata Zesshi dia curiga.
"Ini benar bahwa Fai adalah murid aku, apakah ada sesuatu..!" Numan ingin melanjutkan kata-kata lagi, tapi di potong oleh Fai.
"Guru Numan dia adalah istri aku bernama Zesshi dan Alisha." Kata Fai tanpa malu-malu.
"Istri pantatmu!" Kata Zesshi namun setelah itu, Zesshi melihat Numan dengan sedikit curiga. Dengan serius, Zesshi berkata seperti ini. :"Jika Fai adalah murid kamu, aku cuirga bahwa Fai sudah melakukan hal senonoh terhadap kamu."
Numan paham akan hal itu, dengan raut memerah, dia terbatuk dan berkata. "Uhuk.. kamu terlalu berpikir jauh, kami hanya sebatas murid dan guru, bahkan setatus ini hanya sebentar, setelah pertandingan antar akademi berahir maka Fai dengan setatus murid berahir juga. Tentu saja, apa yang di katakan kamu itu tidak mungkin, karena aku sudah bersuami."
__ADS_1
Setelah itu, Alisha juga membuat salam dengan sopan. "Halo aku Alisha, salah satu wanita Fai."
Dalam pikiran dia sudah tahu siapa itu Elona tapi, wanita ini yang sungguh cantik mustahil bagi Fai untuk terkecoh, mesti di antara Fai dan Numan ada sebuah tipu muslihat. Dengan itu, dia menatap ke arah Fai dengan tajam.
Tentu saja Fai yang memahami, hanya mengaruk hidung dengan canggung, Setelah itu Fai menatal Elona dengan aneh. "Ada perlu apa kamu kesini?"
"Kamu.. Elona megertakan giginya, dengan marah dia berkata. "Kamu apakah kamu begitu hambar terhadap aku."
Hati Elona marah, dia ingin menginjak-injak wajah Fai.
Fai mengangkat bahu dan berkata. "Kamu sebaiknya menjauhlah terhadap Teya, jika kamu ingin aman."
Peringatan ini sudah jelas bahwa Teya yang sekarang bukan yang dulu, karena Teya yang sekarang adalah monster. Namun Fai tidak membertahukan sekarang tapi lain waktu.
"Aku tahu Teya dari masih kecil, mana mungkin aku meninggalkan dia yang sudah berteman dari masa kecil, jika ingin tahu, kenapa kamu memperingatkan hal itu kepada aku." Kata Elona dia juga bingung akan siapa yang dia percayai.
"Pokoknya kamu harus menjauh darinya, jika kamu ingin selamat, karena apa yang di pikiran Teya yang dulu dan sekarang sudah beda."
"Tapi itu terserah kamu, jika kamu ingin selamat."
"Teya bukankah murid itu sekaligus teman kamu? Dia selepas pergi dari hutan untuk pengalaman, entah kenapa level perajurit, meningkat derastis." Kata Numan dia juga mengenali siapa itu Teya.
Namun dia mendengar bahwa Fai memperingatkan Elona untuk menjauhi Teya, agar dia selamat. Dia ahirnya berpikir bahwa apakah Fai, sudah mengetahui kejahatan yang di lakukan Teya.
Tapi walau begitu, kata-kata Fai, entah kenapa bagi dirinya, adalah sebuah kebenaran. Sehingga karena ingin tahu dia berkata. "Fai memangnya ada apa dengan Teya? Bukan kah dia murid yang sangat berbakat?"
Namun Fai tidak menjawab secara lisan dengan tersenyum iblis, Fai berkata lewat telepati kepada Numan.
"Jika guru, ingin mengetahui, maka berikanlah aku ciuaman mesra kamu..!"
__ADS_1