Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Melecehkan Aludra


__ADS_3

Tidak terasa semingu sudah berlalu Fai sudah puas memanjakan kedua wanitanya. Dengan Elia setiap malam selalu menggesek adik laki-laki di sela-sela pantat. Sementara itu dengan Bella dia di manjakan pantatnya oleh Fai hinga hampir rusak.


Tapi kedua wanita Fai merasakan kenikmatan surga ke tingkat langit tujuh.


Setelah Bella di ajarkan oleh Elia tata cara merokok dalam satu mingu ini Bella menjadi perokok berat dan dia sangat suka di pangil oleh Fai dengan sebutan "Bajingan Ulung!"


Tidak hanya itu saja Elia juga menambahkan aksesoris tato di pungungya dengan gambar pehonix yang sangat bagus.


Bella, karena sah menjadi wanita Fai dia meminta Izin untuk pindah ke rumah Fai dan Zhenite dengan gembira menyetujui Bella yang berpindah tempat ke rumah Fai. Tina sebagai anaknya tida akan memberatkan hal itu malah dia meminta Fai agar ibunya menjamin hidup bahagia.


Alasan Tina juga ada dasarnya yaitu ketika Ibunya menyukai Fai dia menjadi sosok yang periang dan sering tersenyum. Sehinga dia sekarang tidak akan dan mencoba melupakan perasaan nya kepada Fai.


Fai juga mengetahui itu dia tidak akan memaksa dan mengoda Tina lagi untuk menjadi wanitanya. Bahkan dia mungkin saja menjadi ayah yang baik, Toh Fai adalah pria dengan menyukai wanita yang panas dan terpaut usia jauh seperti nenek, Milf.


Bella yang sekarang tidur di rumah Fai dia merasa bebas untuk menjadi wanita bordir milik Fai.


Bahkan selama beberapa hari terahir setiap malam dia berpesta adegan musim semi bersama Elia untuk melayani Fai dengan cara bersamaan kadang juga adik laki-laki palsu milik Bella, dia mainkan oleh Elia sehinga menembakan beberapa cairan susu dengan sering.


Di kamar Fai Elia sedang tidur pulas tanpa busana dan di benda di depan yang nenancap itu, mengeluarkan cairan terus menerus.


"Ahh Fai apakah kamu.. tidak ingin mengoda guru Aludra? Dia harus di manjakan karena sudah tujuh puluh tahun sudah berkarat!" Bella berkata kepada Fai yang sedang memeluk dirinya sambil bernafas cepat karena adik laki-laki Fai masih menancap dengan nyaman di lobang pantat.


"Apakah kamu begitu menjadi ambisius!" Fai menyringai sambil mengoyangkan pingulnya dan tangan kanan memainkan gunung itu dan tangan kiri mengusap-usap adik laki-laki palsu milik Bella.


"Bukankah kamu menyukai? Ngomong-ngomong dia belum pernah merasakan musim semi! Aku ingin guru aludra menjadi bajingan yang sangat cabul!" Kata Bella dengan raut wajah sangat jelek dan cabul dengan tangan Bella yang ngangur dia sambil menghisap selusin batang rokok dengan yaman.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu. Jika aku menyukai Aludra maka terjadilah." Kata Fai sambil menari-nari pingulnya dengan indah.


"Fai aku keluar..Ah..Iyahh..!" Masa keritis selesai Fai menembakan di pantatnya sangat penuh sehinga perut Bella buncit penuh dengan susu.


Sementara adik laki-laki palsu milik Bella, dia juga menembakan cairan dengan kejang-kejang. Setelah itu Fai mencopot adik laki-lakinya dan seketika cairan yang terbendung di perut Bella keluar dengan deras seperti mata air.


Setelah itu Fia memakai pakaian dan langsung membuka ruang untuk memasuki di mana Aludra sedang berada.


...****************...


Di dalam kamar itu yang sangat indah dan beberapa lukisan jendral perang, dan tidak sedikit juga lukisan penyihir monster-monster yang memenuhi seluruh area kamar ruangan ini.


Walau banyak sekali gambar hiasan yang menuhi seluruh dinding tapi, itu sangat rapi seperti maha karya yang sengaja di pajang dan koleksi.


kasur itu juga sangat indah dengan warna putih seperti susu, dan selimut yang terlipat rapi dengan ada ukiran sedikit bunga ini memberikan gambar kesederhanaan yang mengagumkan


Di samping kamar ada kursi dan meja dan banyak buku cetak tebal yang saling menumpuk hinga sangat rapi.


Tapi di meja itu duduklah seseorang yang sangat angun, dia memakai kacamata. orang itu memandang cermin kuno di depanya. Dia menilai bahwa wajah ini sangat cantik dan angun jika di sandingkan dengan wajah Bella dan Elia, mungkin masih sejajar dalam hal kecantikan.


Tapi ketika dia melihat cermin itu dia seperti ada sedikit rasa kesal. Dia adalah wanita tua yang angun. Dia juga tidak menempatkan para lelaki di matanya tapi ketika dia mengingat orang yang bernama Fai itu seperti menelan ludah sendiri.


Tapi dia juga heran dari pandangnnya Fai itu hanya sengaja mengoda dirinya atau entah hal lain.


Aludra sunguh pusing, saat ini dia entah kenapa menjadi tergila-gila kepada Fai tapi hanya berpikir rumit karena masalahnya Fai adalah sudah berpasangan dengan muridnya yaitu Bella.


Dan dia juga akan memendam rasa ini toh dia mempunyai bakat racun sehinga jika dia ingin bercinta takut mencelakai pasangan.


Aludra sedikit menghela nafas, persetan dengan racun ini hinga dia melajang tua sampai berkarat.


Tapi, pada saat itu...


"Apakah kamu mau minum teh?" Tiba-tiba ada suara di samping Aludra. Suara itu menawar minuman teh kepadanya. Aludra juga tanpa sadar mengambil teh dan meminumnya.


Ketika dia meminum teh, dia baru sadar bahwa di ruangan ini hanyalah sendiri tidak ada orang lain yang ada di situ bahkan pelayan yang bernama Emma sudah tidur di kamar masing-masing.

__ADS_1


Dia terkejut sampai menyemprotkan tehnya ke cermin kuno dan dia menoleh ke arah suara tersebut.


Ketika dia menoleh, dia melihat bahwa ada Fai di sampingnya dia bingung kapan Fai mengetahui dimana dia tingal?


"Apakah kamu bertanya-tanya bagai mana aku mengetahui lokasi kamu." Fai tersenyum menjelaskan kepada Aludra.


"Bagai mana kamu tahu bahwa aku disini?" Aludra menganguk dan menjawab.


"Itu telepati." Fai mengerucutkan mulutnya kepada Aludra.


"Telepati! Kamu juga mempunyai telepati!" Aludra sangat terkejut.


"Yah memang benar, aku mempunyai bakat telepati dan kenpa pada saat itulah ketika kamu ingin membaca pikiran aku tidak bisa." Fai berbicara tanpa lama-lama.


Setelah itu Fai memegang tangan Aludra dan menarik dalam pelukanya setelah itu Fai membisikan suara yang kecil. "Aludra jadi lah wanita aku."


Aludra tidak bereaksi ketika dia di tarik dalam pelukan dan anehnya dia tidak mengunakan sedikit kekuatan untuk mengelak. Tapi ketika dia mendengar bahwa Fai berkata bahwa dia mencintainya lutut Aludra lemas dan jantungnya berdetak kencang terlalu gugup.


Dia juga gembira bahwa Fai menyukai dirinya tapi dia tetap bersikeras dan menjawab. "Fai lepaskan aku tidak menyukai kamu, lepaskan jika tidak aku akan mengatakan ini kepada Bella!"


Saat ini Aludra berkata dengan terbata-bata.


"Kamu tidak perlu berpikir keras dan jangan selalu menyalahkan diri karena bakat racun kamu itu!" Aku juga mempunyai bakat racun." Setelah itu Fai menunjukan bakatnya dan tangan Fai berubah menjadi hitam penuh racun.


Aludra yang melihatnya juga sangat terkejut dia merasa jejak racun Fai sangat ganas dari pada miliknya. Tapi dia bersikeras untuk menolak bahwa dia tidak menyukai Fai sedikit pun.


"Baiklah kalo itu apa yang kamu katakan tapi ini adalah pertemuan terahir karena aku akan pergi ke kerajaan lainya untuk pengalaman. Aku sudah tahu alasan konflik batin kamu kenapa kamu menolak aku, tapi yakinlah bahwa Bella yang meminta. Jadi, tidak perlu lama lagi.!" Setelah itu Fai menjelasakan tanpa berlama-lama langsung mencium Aludra dengan rakus.


Fai mencium Aludra merasakan ada racun yang menjalar ke dalam tubuh Fai tapi ketika racun memasuki ke tubuhnya level bakat racun menjadi di tingkatkan.


"Mmmmm!" Mata Aludra melebar dia merasakan bahwa racun dirinya tidak mempan terhadap Fai. Setelah beberapa menit dia awalnya setelah berciuman masih cangung. Tapi entah kenapa seseolah Fai menuntun jalan yang benar, dia sedikit demi sedikit mengikuti ritme ciuman Fai.


Sampai pada ahirnya dia baru pertama kalinya menikmati apa yang di sebut ciuman.


Mata Aludra terpejam sambil mengikuti ritme ciuman ganas Fai, tapi tiba-tiba Fai melepaskan ciuman itu sehinga dia masih terpejam tanpa bereaksi dengan mulut masih rakus untuk berciuman.


"Ara..! Kenapa kamu melepaskan?" Aludra berkata tanpa sadar. Tapi tiba-tiba wajah memerah karena malu bahwa dirinya berkata secara tak wajar.


"Lihat lah dirimu sunguh menikmati ciuman ini..!" Fai tersenyum licik.


"Kamu..!" Aludra tidak bisa berkata apa-apa dia berpikir bahwa mulut itu keceplosan.


Dia dan Fai berpelukan dengan berhadapan muka. Sehinga nafas yang maskulin memasuki mulut Aludra menjadi mabuk kepayang.


"Apakah kamu ingin berciuman?" Kata Fai dengan nada bercanda.


"Kamu hentikan omong kosong kamu..!" Aludra malu mencoba mengelak kesamping untuk membuang muka. Tapi Fai yang mempunyai bakat telepati mengetahu bahwa dia berbohong dan ingin sekali berciuman.


Fai tidak berlama-lama langsung memegang dagu Aludra dan mencoba menarik untuk mencium lagi. Dan benar saja ketika Fai mencium Aludra, dia menjadi bergairah.


Sudah sepuluh menit dia berciuman, setelah itu cakar iblis Fai mencoba menyusup ke sela-sela baju Aludra. Tapi ketika Aludra sedang menikmati ciuman ini dia merasa bahwa tangan Fai, begitu nakal dan sedang menjelajahi tubuhnya untuk menjangkau gunung yang agung itu.


Awalnya dia mencoba menghalau tapi tangan Fai begitu bandel sehinga perlawanan dia kalah. Setelah tangan Fai menang dia langsung memainkan gunung itu.


"Emmmm!" Aludra tanpa sadar mengeluarkan suara yang ambigu dan itu sedikit ada rasa kenikmatan.


"Ini perasaan apa lagi ini..! Kenikmatan ini lebih intens dari pada ciuman." Aludra diam-diam berkata di dalam hati dia merasakan kesemutan yang menjalar ke bawah yang sangat nikmat.


Dia juga ketika gunung itu di belai di alat vitalnya seperti ada sensasi nikmat dan merasa ada cairan lengket yang menetes di alat vital aludra.


Setelah itu Fai membawa Aludra ke kamar dan menidurkan dia ke kasur. Setelah itu Fai berkata dengan serius kepada Aludra. "Apakah kamu siap?"

__ADS_1


Aludra yang tertidur terlentang membuang muka tapi ketika dia mendengarkan apa yang di katakan Fai, dia menganguk dengan tidak melihat Fai.


Setelah persetujuan Aludra Fai mencopot pakaian yang di pake Aludra dengan satu persatu. Gunung yang besar itu melebar dengan angun ketika pakaian di lepas. Fai juga melihat di tonjolan pink itu ada susu yang menetes.


Kemudian yang paling terahir adalah Fai membuka yang paling di bawah ketika hanya CD yang tersisa, dia melihat bahwa CD itu sudah basah seperti ompol.


Fai melepaskan CD itu dan dia melihat cairan itu yang keluar sangat banyak dan lengket.


"Lihat kamu sunguh panas sekali guru Aludra!" Fai bercanda sambil memegang CD milik Aludra yang sudah basah karena cairan kental milik sendiri.


Fai melepaskan semua bajunya dan adik laki-laki terlihat oleh Aludra sehinga dia berseru bahwa benda itu sangat besar.


Setelah itu Adik laki-laki Fai mengosok-gosok alat vital dia di luar sehinga Aludra merasakan rasa nikmat yang lebih itens lagi. Dia mencoba menahan raut cabulnya sedemikian rupa dengan mengigit bibir sendiri.


"Emmh!"


"Emmh!"


"Emmh!"


Walau dia sebisa mungkin menahannya tapi suara kenikmatan itu tidak terkendali.


Sementara itu Fai yang sedang mengosok adik laki-lakinya dia melihat bahwa lobang depan itu seperti mata air yang sangat deras..


"Pelumas ini sudah cukup." Fai tersenyum kemudian tangan Fai mengoleskan cairan milik Aludra ke adik laki-laki milik Fai.


Setelah di lumasi adik laki-laki itu tiba-tiba mendesak mencoba memasuki lobang bagian belakang sehinga Aludra kaget.


"Kamu apa yang kamu lakukan!" Aludra kaget karena dia merasakan bahwa adik laki-laki ingin mendesak bagian belakang.


"Kamu jangan lakukan lewat itu..! Dia pernah membaca di buku bahwa adegan lewat belakang adalah bukan adegan tidak normal. Namun demikian banyak orang yang melakukan.


Ketika Aludra melihat Fai mungkin dia memiliki kebiasaan tidak normal sehinga dia berteriak kecil untuk menghentikan perilaku itu. Tapi ketika benda itu mencoba mengebor lobang belakang dia merasakan sensasi aneh dan penuh nikmat, sehinga walau Aludra menolaknya tapi tubuhnya menantikan.


Fai merasa terlalu lama dia ahirnya menusuk itu dengan keras.


"Uhhh!" Mata Aludra melotot dan mulut terbuka lebar ketika adik laki-laki sepenuhnya sudah masuk di dalam dia merasakan kenikmatan yang lebih dahsyat sehinga otak kosong.


Setelah itu Fai mengoyangkan pingung dengan semangat.


"Tidak ini sakit.. Ahh!"


"Iyah!"


"Ahh!"


"Tidak.. iyah.. ahh!"


Karena kenikmatan yang menguncang ini dia ahirnya tida bisa menahan raut cabulnya


"Iyah.. ahh!"


"Luar biasa!"


"Hebat ahh.. pantat aku hampir sobek .. iyah..!" Aludra menikmti surga ini sehinga dia menjadi gila.


Masa kertis sudah di lewati sehinga Fai menembakan ke dalam pantat Aludra.


Sudah berapa jam ahirnya Aludra tertidur dengan kegembiraan yang sangat luar biasa.


Tapi yang tidak tahu Aludra adalah, Fai diam-diam di setiap sudut kamar ini dia memasang kamera dengan mengunakan bakat pencipta, sehinga Bella dan Elia yang sedang di dalam kamar melihat video itu di komputer sambil menghisap rokok.

__ADS_1


Fai juga membawa Aludra yang sedang tertidur membawa dia kecelah ruang dan dia menempatkan di kamar Fai.


__ADS_2