
Bab 189 Grey Vs Fai
Teriakan itu sangat melengking sehingga membangun kan lamunan pada para penonton. Raja Falas langsung menukik menghampiri Fai, langsung menghajar dengan sangat kuat.
Ketika tinju itu hendak mengenai Fai, Tiba-tiba tinju itu, menembus melewati tubuh Fai sehingga meninju ruang kosong.
Ketika tinju mengenai ruang kosong, Fai langsung melangkah ke kanan dan memukulnya di bagian pinggang kiri milik raja Falas.
"Bang!"
Raja Falas terpental meluncur layaknya meteor yang sangat cepat.
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Raja Falas menabrak lusinan rumah. Tanpa berhenti. Sekitar berapa menit akhirnya tubuh Falas bisa menstabilkan dari hempasan itu.
“Anak ini sungguh kuat? Kenapa aku baru menyadari kenapa dia tidak muncul selama ini?”
Kemudian dia melompat dan terbang mencoba duduk di singgasananya lagi. Setelah duduk, dia menatap kearah Fai: “Nak, aku mengakui kamu sangat kuat. Aku meremehkan kemampuan kamu”
Dia belum selesai mengeluarkan kata-katanya. Tapi, sudah di instruksi oleh Fai: “Jadi apakah kamu ingin melawan lagi, aku menghargai kamu sebagai Raja. Aku akan berbelas kasih.”
“Kamu...!” Falas yang sudah duduk, setelah mendengarkan kata-kata Fai, akhirnya bangun dari duduknya.
Dia tidak mengira bahwa Fai memiliki lidah yang sangat berbisa.
Ketika Fai dan Falas sedang berceloteh tiba-tiba, ada sosok pemuda yang sangat tampan dengan rambut putih panjang. Setiap langkah pemuda itu, sangatlah meyakinkan.
“Ini? Siapa dia kenapa turun ke arena permainan? Bukan kah hanya siswa akademi saja yang di ijinkan untuke memasuki arena permainan?”
“Tapi di lihat dari penampilan itu, masih sedikit lebih dewasa dari Fai?”
“Ini betul, pemuda itu juga tampan? Ngomong-ngomong dia pergi ke arena permainan untuk apa?”
“Aku tidak tahu, ayo..! Kita lihat saja.’’
Semua bangsawan dan para penonton saling diskusi satu sama lain.
__ADS_1
Bahkan Anya melihat pemuda itu, sedikit mengerutkan keningnya. Entah kenapa baru-baru ini, semakin banyak pria tampan yang dia temui.
Di sisi Fai, dia menoleh ke arah pemuda tampan itu dan berkata: “Kamu datang kesini apakah untuk melawan aku lagi.”
Kata-kata Fai yang sedang tersenyum membuat Grey ingin sekali memukul Fai ini. Namun, dia mencoba tenang dan berkata sambil menggelengkan kepalanya seraya berkata: “Ini benar. Aku ingin menguji kekuatan tempur aku.”
“Jadi, ayo kita melakukan pertarungan ronde kedua.” Kata Grey sambil tersenyum juga.
“Baiklah, jika kamu kesulitan untuk mengalahkan aku lebih baik kamu menyerang.” Kata Fai.
“Aku mengerti.” Jawab Grey. Kemudian dia berkata lagi kepada Fai: “Berhati-hatilah, aku akan menyerang duluan!”
"Sikat..!"
Sosok Grey sudah tiba di depan Fai dia menggunakan tinju Tyrannosaurus Rex untuk meninju Fai. Di bandingkan tinju Tyrannosaurus Rex milik Callin tinju Grey lebih kuat.
Setiap kepalan itu, di sertai badai yang mengamuk hampir meruntuhkan arena permainan ini.
"Gemuruh!"
"Gemuruh!"
"Gemuruh!"
Semua orang yang berada di area tersebut langsung terpental semuanya. Falas dan Anya matanya takjub.
Bahkan Alisha dan Numan yang sedang berada di kejauhan sangat terkejut melihat pemuda berambut putih panjang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Tentu saja tidak terkecuali Zesshi yang melihatnya dari kejauhan sungguh terpana.
Pada saat itu, Fai yang terkena tinju mendominasi dari Grey langsung membalas Tinju juga.
"Bang!"
Tinju Tyrannosaurus Rex bertemu tinju biasa milik Fai, sehingga mengakibatkan mengeluarkan gelombang kejut. Tentu saja akibat gelombang kejut itu, mengakibatkan bangunan arena petarung dan sebagainya akademi ada yang tidak kuat sehingga roboh.
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Fai dan Grey, terpental sejauh mata memandang kedua orang itu, terlempar ribuan mil. Fai dan Grey menabrak gunung- gunung lusinan kali tidak terhingga.
__ADS_1
“Hahahaha ini sedikit kuat!” Fai tertawa dan dia kembali terbang ke atas langsung mengeluarkan meriam nuklir dari bakat pencipta.
Di sisi Grey juga mengambil meriam nuklir yang telah dia beli di mall sistem. Awalnya, dia tidak tahu jenis senjata apa yang di gunakan Fai untuk menembakan dirinya ketika di arena petarung di kerajaan Rossen. Tapi setelah dia mencari di mall sistem dia akhirnya tahu.
Bahkan Fai yang melihatnya sedikit tersenyum. Dia sudah tahu bahwa sistem Grey sangat lah serba guna di mall sistem namun, untuk mendapatkan barang yang di inginkan anda harus menggunakan poin.
Zesshi, Alisha dan Numan sungguh terpana. Bahkan Aludra juga sedikit terpana. Dia melihat Fai seperti melihat Grey walau dalam hal bakat Grey sangat jauh di bawah Fai.
Namun walau begitu kedua orang itu tidak pernah membuat dirinya tidak terkejut.
Di sisi antara Fai dan Grey dia langsung menembak meriam basokanya..
"Swosh..!"
"Swoshh!"
"Bom!"
"Duar!"
Pemandangan ini seperti perang dunia kedua setiap dari jauh ada cahaya ledakan yang sangat dahsyat. Tentu saja, Fai dan Grey dia bertempur di hutan.
Saat ini, Fai menghindari tembakan Grey. Namun Fai menebak meriam basokanya ke atas, langsung menembus ruang dan waktua langsung sudah tepat di belakang punggung Grey.
"Bang!"
Grey terkena meriam basoka langsung menukik ke bawah sambil berputar-putar layaknya gangsing.
"Bom!"
Grey menghantam tanah, sehingga tanah itu, membentuk kawah raksasa. Namun, tubuh Grey tidak mengalami kerusakan tertentu hanya saja baju itu terbakar. Kemudian Grey menggunakan skill langkah hantu 👻 dan seketika sudah di hadapan Fai.
Saat ini, Fai tidak panik sama sekali. Dia juga menggunakan bakat seribu perubahan monster, seketika Tangan kanan Fai berubah menjadi tangan raksasa seperti telepak tangan Godzilla.
Tangan Fai yang menjadi raksasa langsung mencekram tubuh Grey langsung melempar kan layaknya bola kasti ke depan.
"Bang!"
"Bang!"
"Bang!"
__ADS_1
Gunung-gunung Akhirnya runtuh...