
Dia terus berpikir cepat, dan sambil memandang Fai terus menerus, seseolah dia mengambil keputusan untuk dirinya, dia dengan keputusan untuk mengluarkan kartu trufnya yaitu perubahnan kedua dari dewa ashura.
Tapi perubahan itu hanya berlangsung selama kurang lebih satu jam. Maka dari itu dia harus cepat untuk menyelesaikan petarungan ini dan memenangkan nya.
Dia memandang Fai dengan penuh kebencian dengan itu tiba-tiba warna mata seketika menjadi merah seperti iblis karena dia dengan diam-diam mengaktifkan perubahan dewa Ashura.
Fai yang sedang mendekati dengan berjalan juga mengerutkan keningnya suasana ini menjadi aneh tapi dia juga tidak mengetahui hal itu.
Fai mencoba melangkah maju dan berjalan lagi.
Di sekeliling langit dan bumi, tiba-tiba pemandangan itu berubah menjadi suram sehinga membuat penonton dan hewan monster itu menjadi sedikit ada rasa gelisah.
"Perasaan apa ini, kenapa aku merasakan tidak nayaman di hati ini?"
Semua penonton dan wasit juga berkata demikian. Lalu semua orang secara tidak sadar memandang ke atas.
Dan baru saat itulah dia menyadari bahwa antara langit dan bumi memunculkan werna yang bahaya dan itu sangat mengerikan.
Dengan langit tiba-tiba menjadi redup dan ada sedikit cahaya merah membuat semua orang sedikit ketakutan dan tidak bisa menahan gemetar lutut lemas sehinga ingin kencing.
Fai berhenti lagi dan memandang ke atas seseoalah dia baru pertama kalinya melihat fenomena yang aneh ini, jika fenomena ini terjadi di bumi, mungkin akan heboh di dunia online khususnya Tiktok dan Youtube.
Fai masih tidak menyadari bahwa alasan fenomena ini dilakukan oleh putra Grey.
Tepat karena tidak keingin tahuan Fai, ahirnya Grey menembak Fai di saat lengah.
"Sikat!"
"Bang!"
Fai terkena tinju di perut dan terpental sejauh mata menadang, dia berguling menabrak benda seperti tembok pohon. Tapi ketika Fai menabrak pohon, pohon itu seseolah tidak bisa menahan Fai ahirnya pohon dan dinding itu hancur karena tidak bisa menahannya.
Fai berguling-guling terus.
"Tubuh kamu di perkuat. Tubuh titanium +100."
"Kamu mencoba mengunakan kekuatan untuk berhenti dari hempasan musuh. Kekuatan +70."
"Di perkuat +60."
"Di perkuat + 39."
"Di perkuat...!"
Walau Fai mencoba berhenti dari hempasan serangan Grey, tapi dia tidak bisa untuk berhenti sehinga dia masih terguling-guling jatuh di tanah.
Setelah berhenti Fai mengelus-elus perutnya yang sedikit mati rasa. Dia curiga dengan penampilan aneh putra Grey, karena dia mersakan aura Grey menjadi semakin jahat.
Kemudian Fai menyimpulkan bahwa perubah Grey dan fenomena aneh langit dan bumi mungkin itu, di sebab kan oleh dia.
__ADS_1
Fai mencoba meningkatkan lagi sedikit kekutannya sekitar menjadi 60% kemudia dia meloncat dan terbang jauh untuk menjangkau Grey.
"Ulalala!"
"Ulalala!"
"Ulalala!"
"Ulalala!"
Fai melompat dengan ketinggian yang mencengangkan, dia melompat dan di kombinasikan terbangnya itu seperti cahaya sangat cepat.
Fai sudah tiba di samping Grey.
"Tampar!"
Fai mencoba menampar Grey tapi, dia melihat tangan Grey menangkap nya.
Situasi ini menjadi terbalik yaitu, Fai ahirnya terkena tamparan kiri dan kanan selusin kali.
Setelah Grey menampar Fai dia memukulnya dengan sikill Tynasurus Rex sehinga Fai terlempar menjauh lagi dan lemparan itu mendekati para penonton.
Sekarang penampilan Fai seperti pengemis tapi di matanya itu sangat tenang.
Baju sudah pecah lagi dan Fai mengabaikan nya.
Fai membuat basoka nuklir raksasa.
"Bom!"
Setelah membuat basoka raksasa dia menembakan ke arah Grey.
Grey melihat bahwa Fai bisa memunculkan senjata sihir aneh dan dia tidak mengetahuinya. Dia sangat cemburu kepada Fai entah kekuatan, ketampanan dia selalu merasa kalah jika dia di sandingkan dengan Fai.
Jika Grey ketampanannya seperti bulan maka ketampaman Fai itu seperti gemerlap cahaya bintang di luar angkasa.
Peluru itu mengarah Grey tapi dia mencoba tetap tenang dia terbang untuk menghancurkan peluru yang mengarah kepada dirinya.
Dia meninju peluru itu tapi, kemudian raut wajahnya berubah drastis.
"Brengsek!" Grey marah.
"Bom!"
Karena pluru itu terkena pukulan tinju Grey di udara, ahirnya meldeak seperti kembang api yang menakutkan.
Ledkan itu membuat Grey terpental jauh, bukan hanya dia saja bahkan para penonton juga ada yang tak selamat dari angin sepoi-spoi itu.
"Ini apakah orang yang bernama Diablo monster?"
__ADS_1
Para penonoton dari kejauhan mengamati bakat kekutan Fai.
Sebut saja kekuatan dia, selusin senjata aneh dan itu mungkin harta level tingkat tingi. Di bandingkan dengan bakat putra Grey itu hanya kentut belaka dan tidak perlu di ucapkan.
Di sisi lain Fai melihat pemandangan ini sunguh sangat terpana, tapi matanya memunculkan cahaya cerah seseolah Fai menikmati pemandangan ini.
Dia menungu apakah Grey akan menembak lagi dengan tenang, tiba-tiba Pusy yang sudah lama tidak keluar ahirnya muncul di atas bahu kanan Fai.
"Pusy kecil apakah kamu sangat jenuh di dalam?"
"Mengomel!"
Pusy hanya menujukan cakarnya dengan terus mengomel.
"Mengomel!"
Pusy mengeleng kepalanya dengan imut kemudian dia memunculkan sayap seperti kelelawar di pungungnya kemudian dia melompat ke retakan kosong, dan menghilang.
Bella yang sedang melihat pertempuran ini, tiba-tiba waspada karena di depan nya ada retakan ruang kecil, tapi ketika dia meliahat hewan yang muncul dari retakan itu, dia tidak tahu harus berkata apa.
Hewan ini lucu dan imut tapi, di sisi lain apakah hewan ini berbahaya?
Bella belum sempat berreaksi sehinga dia melihat tangan monster yang imut itu menyentuh tangan dirinya, tapi ketika tangan hewan itu bersentuhan dengan tangan nya tiba-tiba ada informasi.
Informasi itu adalah hewan ini yang di depanya adala bernama Pusy, dari informasi yang dia dapat dari hewan lucu itu, Pusy adalah hewan peliharaan Fai dia juga mengetahui kapan dan di mana dia mendapatkan hewan lucu ini.
Sehinga Bella sekali lagi menjadi lega, kemudian dia meraih hewan yang imut itu dan dia peluk di pangkuannya. Tapi kepala Pusy itu mengendus di sela-sela gunung yang penuh milik Bella, sehinga gunung itu bergetar dengan indah.
Jika Fai melihat adegan ini mungkin akan muntah darah dan sekali lagi ingin menyebelih Pusy untuk di makan sehinga pelampiasan marah akan mereda.
Bella dengan gunung yang bergetar-getar karena kepala Pusy yang mengendus-endus tidak menyalahkan, tapi mata di tertuju kepada petarungan itu.
Tapi dia sedikit sulit karen udara pemandangan itu sedikit tercampur debu.
Di pertempuran Fai masih berdiri seperti pohon pinus, tetap tenang dan matanya selalu berputar mengamati sekitarnya.
Dia yakin bahwa Grey belum menyerah tapi masih bersembunyi.
Fai waspada sekarang.
Tiba-tiba...
"Sikat!"
Ada tangan raksasa mencekram Fai, hinga Fai tidak berkutik penampilan tangan itu seperti monster dan memiliki kuku yang panjang.
Karena banyak debu, mungkin jika orang lain sulit mengedintifikasi.
Tapi bagi Fai itu tidak sulit untuk melihat siapa sosok besar yang mencekramnya, karena dia memilki mata super.
__ADS_1