
Bab 138 Paksaan Yang Tidak Mudah
Fai membuka mata, seketika area di sekitar rusak dan hancur. Fai melihat kejauhan bahwa dia melihat Alisha yang saat ini sedang di sandra menggunakan rantai raksasa.
Fai matanya melihat ke atas, dia melihat lusinan malaikat yang sedang bertebrangan di langit.
"Sistem mendeteksi bahwa ada bakat baru, deteksi sistem berhasil..!"
"Kamu memahami bakat cahaya. Kemahiran + 200."
"Hei! Kemahiran kamu meningkat terus menerus, bakat cahaya di tingkatakan Lv5."
"Hei bakat cahaya kamu di tingkatkan lagi menjadi Lv10."
"Hei!...."
Setelah itu, Fai melihat bahwa Alisha hendak di siksa. Terus terang dia tidak tinggal diam, dengan itu sosok Fai menghilang.
Di samping Zesshi dia tertawa bangga, dengan itu, dia berkata seperti ini. "Menyerahlah, jika kamu menyerah maka pertarungan ini berhasil, dan aku akan menjadi kan kamu menjadi saudara, karena kamu sanga kuat."
Nada Zesshi penuh kemenangan, dengan bakat kematian instan, siapa musuh di dunia ini yang akan menjadi lawannya, mungkin saja tidak ada.
Tapi Alisha mengeluarkan dengusan dingin, dan Alisha berkata seperti ini. "Bahkan lebih baik aku memilih mati dari pada aku menganggap kamu sebagai saudara, itu tidak sudi." Walau dalam ke adaan terikat, tapi tatapan pupil merah seperti tanpa rasa takut.
"Humpp sayang sunguh sayang, jika Fai tidak mati, maka aku akan memangil kamu saudara pertama. Tapi Fai sudah mati, maka gagal sudah dia mendapatkan hati aku." Baginya cinta itu tidak penting bagi Zesshi, yang terpenting adalah, dia bisa melawan bakat kematia instan, maka Zesshi akan bersedia menikah, bahkan jika pria itu jelek. Karena dengan dirinya saja dia masih bisa mengalahkan bebrapa musuh yang kuat tertentu.
Sehinga Zesshi sekarang tidak membutuhkan sosok pria, karena semua pria sama saja dan lemah.
"Ok baiklah jika itu ke inginan kamu, maka aku tidak memaksa, tapi aku akan menyiksa kamu menggunakan cahaya dewi suci ini untuk melukai tubuh kamu." Kata Zesshi sambil tertawa licik.
Kemudian, kedua tangan Alisha di tarik ke atas sehingga kedua gunung yang sudah besar akibat teknik Fai, terlihat oleh mata Zesshi.
Zesshi yang melihatnya, tentu saja merasa iri dengan itu, dia berkata dengan sedikit tidak senang. "Humpp apakah kamu memikat Fai karena hanya kamu memiliki gunung yang besar."
"Humpp!" Alisha tidak menanggapi dia memalingkan muka.
"Sialan aku sunguh muak liat wanita bergunung besar!" Kata Zesshi dia memandang gunung sendiri yang seperti kentut. Walau dia memiliki wajah yang cantik, dan tubuh yang ramping, tapi dia ingin mempunyai gunung yang besar.
Gunung yang besar adalah kebanggaan bagi kaum wanita.
"Ok jika kamu tidak menjawab, maka terimalah kekuatan sinar pedang dewi cahaya ini." Dengan cemberut, Zesshi mengarahkan pedang itu ke arah kulit Alisha bagian lengan kiri.
Pedang itu bercahaya seperti neon, bahkan Alisha yang di depanya meraskan rasa tidak nyaman akibat pancaran cahaya ini.
Alisha sudah pasrah, mau bagai mana lagi, itu tidak bisa membuktikan bahwa Fai telah mati. Sehingga sekarang tanpa sadar menetes air mata lagi dan dia pasrah di siksa dan semangat untuk hidup tidak ada.
Dalam hati Alisha tidak menerima, seseolah dewa sedang bercanda. Karena dia dan Fai baru menjalin hubungan belum lama dan hanya sekejap, sekarang hilang seperti uap.
"Fai mingkin juga aku mati, aku akan bisa melihat kamu lagi." Kata Alisha dalam hati.
Namun dia menantikan rasa sakit sekian lama, tapi rasa penyiksaan itu tidak kunjung datang, dengan reaksi, mata Alisha membuka.
Ketika mata itu terbuka, dia tak tahan lagi dan menangis sekencang-kencangnya.
"Iyahhhhh ahhhhhh... Fai kamu bodoh. Aaaa aaa bodoh.. Fai sungguh bodoh aku.. aku sangat kesepian!" Alisha menangis karena dia melihat bahwa di depanya ada sosok Fai yang sedang memegang pedang itu dengan tenang.
Fai yang memegang pedang itu, berkata kepada Alisha seperti ini. "Maaf sudah menunggu."
Kemudian Fai melihat ke wajah Zesshi yang seperti melihat hantu, dan tersenyum tipis lalu berkata. "Apkah kamu sudah puas menjadi badut."
__ADS_1
"Kamu.. Kamu masih hidup baga mana kamu melakukan...!" Zesshi mundur, dan menjatuhkan pedangnya, dia seperti melihat hantu.
Dengan panik Zesshi berteriak memerintahkan selusin malakat yang di langit untuk bombardir Fai.
Tapi ketika pasukan malaikat hendak menyerang Fai, di langit munculah malaikat hitam yang menyerang langsung ke arah sekumpulan malaikat putih.
"Tidak, kamu juga mempunyai kekuatan untuk memangil malakat." Zesahi mundur terus menerus, melihat rasa bangga yang dari dulu dia pamerkan ahirnya di patahkan oleh Fai.
Fai berjalan dengan tenang menghampiri Zesshi dan berkata. "Kamu boleh memandang rendah semua laki-laki tapi kamu, tidak di ijinkan untuk merendahkan aku."
"Sialan kamu Fai.. aku bunuhhh kamuuu!" Dengan itu dia berlari langsung menghampiri Fai dam menebas wajah Fai, karena dia melihat expresi mengejek pada wajah Fai.
Namun pedang yang sangat cepat itu, langsung di tangkap menggunakan tangan kosong dengan mudah oleh Fai, setelah Fai menangkap pedang itu, langsung dia menarik pedang, sehingga Zesshi terbawa ke depan dan langsung jatuh di pelukan Fai.
Setelah itu Fai menggunakan bakat pesona. Setelah itu, Fai membisikan suara ke arah Zesshi. "Kamu jangan keras kepala, kamu sudah kalah, jadilah wanita aku, ayo berkompromi dengan aku."
Entah kenapa, ketika Fai memeluk dirinya dan wajah mereka berdua saling berhadapan begitu dekat, raut wajah Zesshi tersipu dan ketika dia mencium nafas maskulin Fai rasanya lemas dan lutut lemas..
Bahkan jantung itu berdebar sangat kencang, Zesshi saat ini sangat gerogi dan wajah itu sangat merah.
"Apa yang terjadi pada tubuh aku, perasaan aneh macam apa ini." Kata Zesshi dalam hati, bahkan sekarang untuk memandang wajah Fai entah kenapa menjadi tidak berani.
Di samping Fai dia tersenyum, sifat keras kepala ini biar dia patahkan di hadapanya, bahkan Fai menatap Zesshi terus menerus.
Merasa bahwa Fai menatap dirinya dengan lama, ahirnya Zesshi marah dan berkata. :"Sial kamu Fai.. Berhenti untuk menatap wajah aku.!"
"Hahahaha kamu sangat lucu aku sangat menyukainya..!" Kata Fai dia, tahu bahwa sifat Zesshi sebenarnya lemah lembut dan ceroboh. Hanya saja di berpura-pura di paksa.
"Hummp lucu nenek mu...!" Zesshi membuang muka.
"Jadilah wanita aku maka kamu akan mempunyai gunung yang besar seperti Alisha, dan karena akulah satu-satunya yang pantas mendapatkan kamu tidak ada yang lain." Kata Fai dengan bangga.
Lagi pula dia sudah berusia 300 tahun, anda harus berhati-hati.
"Kenapa apakah kamu masih ragu? Aku bisa lolos dari bakat kemtian instan kamu, bukan kah ini menandakan bahwa aku lebih kuat dari kamu? Bukan kah kamu mencari sosok yang kuat, kenapa kamu sekarang berubah pikiran?" Kata Fai dia sudah tahu bahwa Zesshi sangat keras kepala.
Namun Fai tidak panik, karene dia sudah tahu rahasia Zesshi yang satunya.
"Jika kamu kuat, jadi apa? Aku tidak tertarik pria mesum seperti kamu, jangan sombong, di dunia ini mungkin ada sosok yang lebih baik dari kamu hump!" Kata Zesshi dia mengelak.
"Hmm kamu benar, di atas langit, masih ada langit, tapi apa kamu tahu bahwa aku adalah yang tertingi dari langit itu sendiri. Jika kamu menjadi wanita aku, maka yakinlah kamu akan hidup bahagia dan merasakan kasih sayang dan tentu saja kamu akan mempunyai gunung besar. Aku tahu kamu selama 300 tahun tidak tahu apa itu cinta." Kata Fai dia berkata dengan tenang.
"Hahahah apakah kamu merasa bahwa semua yang ada di dunia ini kamu bisa melakukan hah, apakah kamu dewa? Jadi kamu tidak perlu bangga, kamu sangat percaya diri sekali!" Kata Zesshi dengan menyipit, dia tidak suka dengan sarkasme Fai. Walau dia kuat dan tampan, tapi sifat arogan dia Zesshi sunguh membuat muak.
Fai mengangkat bahu dan berkata lagi. "Kata-kata aku penuh keyakinan, dan kesunguhan dan kemantapan, aku berkata bangga dengan kamu adalah karena aku hanya satu-satunya yang kamu bisa andalkan, aku meyakinkan kamu, jika kamu bersedia menjadi wanita aku, maka aku, akan membantu kamu.."
Zesshi mengerutkan kening dan berkata ingin tahu. "Apa yang kamu bantu? kamu ingin membantu membuat gunung besar di dada aku cihh sunguh tak tahu malu.!"
"Mungkin itu salah satunya heheh, tapi ada satu lagi." Kata Fai dengan itu, dia menatap Zesshi dengan serius.
"Katakan, jangan menunda-nunda!" Kata Zesshi dia ingin tahu magsud tujuan Fai, apakah hanyalah bualan saja.
Fai ahirnya terkekeh, dia melihat bahwa Zesshi terkena jebakan, dengan itu dia berkata.
"Dengan kamu menjadi wanita aku, maka aku bisa membantu kamu, alsan kamu di usir dari kerajaan Elf akibat kamu mempunyai aib!"
"Mustahil.. Bagai mana dia tahu, ini sudah 300 tahun beralu, bagai mana dia tahu!" Zesshi ahirnya waspada kepada Fai.
"Bagai mana apakah kamu mau berkompromi?" Kata Fai dengan senyuman kemenangan. Tapi sebenarnya dalam hati Fai berdarah, dia sudah tahu bahwa tidak mempan.
__ADS_1
"Apakah dengan acaman kamu tadi aku takut dan hatiku tergerak, buang-buanglah sifat paksaan kamu aku, sama sekali tidak tertarik!" Malahan Zesshi menghina.
"Ok jika cara halus menurut kamu itu susah maka aku akan memakai opsi ke dua.." Dengan itu, Fai langsung menendang kepala Zesshi sehinga kepala Zesshi hampir hancur, karena tendangan Fai kekuatanya di tingkatakan beberapa persen.
Zesshi terpental sangat jauh, dia berguling-guling seperti roda di tanah, bahkan terpentalan Zessahi begitu sangat jauh.
"Puf!"
"Guahgrt!"
"Hahahaha bajingan Fai, apakah kamu marah!" Dia tertawa dengan ganas, baginya untuk menuruti menjadi kekasih Fai itu adalah kemustahilan.
Ketika dia tertawa, tiba-tiba langungsung tersangkut, karena dia melihat di langit banyak pedang ribuan yang sedang menghujani dirinya.
"Sikat!"
"Sikat!"
"Sikat!"
Zesshi menghindar dengan panik, bahkan sekarang tubuh yang indah penuh dengan luka darah.
Kemudian dari jauh, Fai mengunakan jurus pembunuhan satu jari, seketika telunjuk tangan meludahkan cahaya laser yang sangat menyilaukan.
"Wow!"
Suara gemuruh akibat tembakan Fai sampai ke radius di mana akademi Falas berada.
"Apa yang terjadi?"
"Oh lihat ada pertarungan!"
"Sial siapa yang sedang bertarung, ini sungguh mengerikan!"
Semua siswa Alademi falas heboh, bahkan guru Numan melihat dan mendekat bahwa yang sedang pertempuran adalah Fai dan Zesshi.
"Bukankah dia Zesshi Zetsumei? Apakah Fai ada perseteruan dengan Zesshi?" Diam-diam entah kenapa dia kawatir terhadap Fai.
Seperti yang anda tahu bahwa bakat Zesshi sangat licin dan susah mati, bukan hanya itu saja, dia takut ketika Fai mati dan dirinya tidak akan berkencan lagi.
Ini tidak bisa di biarkan.
Di samping Fai dia langsung bergegas dengan cepat membawa pedang dan berniat menusuk perut Zesshi.
Zesshi menghindar dari bilah cahaya dahsyat, namun di samping sudah ada Fai, pada saat itu...
"Sring!"
"Ahhgr!"
Fai memotong tangan Zesshi dan menusuk pungung Zesshi hingga dia memuntahkan darah.
"Menyerahlah dan patuh!" Fai menusuk lebih dalam, bahkan Zesshi menjerit..
Fai bertanya lagi. "Ini jika kamu tidak menyerah, maka aku akan mengukir kamu sebuah rune.!"
Tapi sebelum itu, dia tangan Fai yang kiri memunculkan pisau kecil dan langsung mencokel mata kiri Zesshi.
"Ahhhgrt!"
__ADS_1
Zesshi menjerit dan darah jatuh ke bawah dengan deras.