
Iya memang benar Fai telah melihat ketika dia habis membeli baju sebelum pertemuan nya Fai dan Nori.
Orang yang di lihat Fai yang tak lain adalah, Clara, Ruyin dan Jasmin.
Fai melihat ketiga wanita itu sedang menghadapi sekumpulan monster Orc raksaksa.
Fai mendekati dengan diam-diam tanpa mereka sadari di atas pohon.
"Mengaum!"
Orc itu mengaum gada yang besar itu mencoba menebas Ruyin, tapi dia melompat mundur dengan menghindari tebasan pedang itu.
Baju merah Ruyin berkibar-kibar seperti pahlawan kemudian dia mendarat dengan mulus, lalu Ruyin mengeluarkan pedang yang ada di pungung nya.
Setelah itu, dia membuat kaki kuda-kuda dan sosok Ruyin sudah menghilang dan sudah ada di depan Orc.
Clara juga tidak ambil diam, ketika di melihat bahwa Ruyin sudah di depan Orc yang raksaksa, dia membuat sihir tumbuhan untuk mengikat sebagaian tubuh Orc.
Orc itu terjerat oleh lilitan tumbuhan, tapi karena kekuatan Orc lebih kuat pada ahirnya lilitan itu bisa di patahkan.
"Mengaum!"
Setelah mematahkan lilitan tumbuhan, Orc mengibaskan gada itu dengan mengaum sambil menyerang Ruyin.
Ruyin terkena tebasan itu, langsung terpental dan terguling-guling, situasi ini tidak baik.
Melihat dalam kesusahan Jasmin merapalkan mantra dan seketika, dia menujuk tongkat sihir ke arah Orc itu.
Dari tongkat itu mengeluarkan embusan angin yang dahsyat sehinga Orc terbawa angin.
Mereka tidak membiarkan Orc istirahat Clara mengunakan bakat tumbuhan, dengan sebuah akar tumbuhan runcing, Orc itu di tusuk beberapa kali.
"Menjerit!"
Orc itu menjerit, Ruyin langsung menghampiri Orc langsung menebas leher Orc hinga patah.
"Huff!"
Ruyin mengelurakan nafas keruh yang lega, mencari pengalaman di hutan untuk membunuh monster memang bahaya.
Tapi manfaat yang di berikan juga tidak sedikit. Misalnya bisa mengalami ketegangan, mengeluarkan kekuatan hinga extrime.
Karena darah dari monster Orc yang di keluarkan dari pertempuran mereka, ahirnya ada juga monster yang diam-diam mengamatinya.
Karena bau darah itulah sekawan monster merasa haus akan kelaparan.
Mereka bertiga belum sempat ber istirahat karena terlalu semangat, ahirnya mereka menjadi lengah.
Tiba-tiba..
"Mengaum!"
Di samping kiri Clara tiba-tiba ada se ekor monster kadal dinosaurus tinginya sekitar lima meter.
Kadal itu pungungnya bergerigi, ekornya yang paling ujung membentuk bulatan yang di tumbuhi gerigi, sehinga jika ada orang yang terkena sapuan ekor itu yang pasti terluka.
"Awas bahaya!' Jasmine meneriaki Clara.
Tapi Clara tidak sempat bereaksi sehinga dia terkena sapuan ekor monster kadal.
"Brengsek!" Clara tidak bisa memarahi mulutnya dia terpental dan terguling-guling dan ahirnya berhenti karena menabrak pohon.
"Batuk!"
__ADS_1
Clara terbatuk kemudian dia mencoba berdiri, setelah itu dia memberi perintah Jasmin dan Ruyin untuk menghampiri dengan waspada.
Kedua orang itu menghampiri Clara kemudian dengan panik Ruyin berkata:"Tuan apakah kamu tidak apa.!"
Clara berdiri dan menyeka darahnya langsung membalas. "Luka ini tidak terlalu serius bagi aku, tapi kita harus tetap ber hati-hati, ayo kita berkerja sama."
Mereka setelah di berikan perintah menganguk, lalu menatap kadal monster itu.
Kadal monster juga menatap mereka seseolah meremehkan.
"Mengaum!''
Monster kadal mengaum berlari mengarah mereka, mata ketiga orang beraksi dengah Clara mengunakan tumbuhan dan memunculkan duri untuk menembak monster kadal itu, untuk mengecoh.
Setlah itu Ruyin melompat ke atas lalu mengayunkan kan pedang ke pungung dekat leher monster kadal.
"Dentang!"
Tapi karena monster kadal itu mempunyai pertahanan kulit yang keras di lapisi besi itu tidak akan berguna dengan serangan pedang.
Ketika pedang itu terkena leher kadal, tidak menyebab kan luka yang serius dan hanya mengores sedikit.
Kadal itu merasa tidak senang lalu mengoyangkan pungungnya sehinga Ruyin sedikit terguncang dan pada ahirnya terjatuh.
"Tidak baik!" Ruyin berteriak karena merasa bahaya.
Kemudian dia melihat bayangan telepak yang besar menutupi dirinya, dan benar saja bayangan itu adalah telepak monster kadal yang mencoba menginjak-injak Ruyin.
Mata jasmin menyusut melihat Ruyin dalam bahaya, kemudian dia melapal mantra.
"Sikat!"
Ketika telapak raksaksa hendak menyntuh Ruyin, tiba-tiba Ruyin menghilang sejejap mata.
Jasmin lega setelah memindahkan Ruyin dari bahaya, tapi kadal itu menjadi marah kadal itu mendengus sehinga mengeluarkan asap dari kedua lubang hidung.
Kadal itu mengibas-ngibas ekornya ke tanah sehinga tanan yang tercampur batu pada bertebrangan mengarah ke tiga orang itu.
"Tidak baik!"
Mata bertiga menyusut dia merasa dalam bahaya dan pandangan mereka menjadi tergangu.
Tapi mata Clara tidak demikian karena dia bisa menembus pandngan sehinga tidak tergangu sama sekali.
Jasmin dan Ruyin lengah kemudian kadal itu seperti mendapatkan kesempatan berlari menghampirinya.
"Awas hati-hati!"
Clara berteriak tapi terlambat, dia melihat mereka berdua terkena sapuan ekor kadal yang ganas.
Mereka berdua terpental jauh dan berguling-guling dia terluka parah dan terkulai tak berdaya dan tidak bisa mengerakan tubuhnya sedikitpun.
Clara menghampiri mereka berdua.
"Brengsek..! Kadal sialan!" Clara memarahi dia mengunakan selusin tumbuhan untuk menyerbu monster itu, tapi karena ketahanan tubuh kadal yang besar dan kuat itu tidak berguna, apa lagi dia memiliki kulit keras dengan di lapisi besi jadi itu tidak berfungsi.
Kadal itu masih menerobos dan mematah kan selusin pohon-pohon.
Mereka ahirnya putus asa.
"Sial aku tidak ingin mati di sini!" Clara dan lainya tidak mau.
Dia menutup mata menunggu mereka di tampar sampai mati oleh kadal monster, tapi mereka terkejut karena di saat kadal itu mendekatinya tiba-tiba kepala kadal di tembak oleh sebuah batu yang lonjong, tapi ketika batu lonjong itu mengenai kepapanya batu itu meledak.
__ADS_1
"Bom!"
Gelombang ledakan mengenai mereka berdua Calara ber reaksi menangakap Jasmin dan Ruyin dengan melilitkan sihir tumbuhan biar tidak terhempas.
Setelah gelombang kejut menghilang mereka bertiga melihat arah di mana tembakan itu berasal.
Dan di saat itulah mereka melihat sosok dengan jubah hitam menutupi semua tubuhnya sosok itu memakai topeng dan ada dua tanduk di kepalanya, di samping itu dia juga melihat bahwa di sebelah pungung ada se ekor kucing hitam yang lucu.
Dia melihat bahwa sosok itu juga memandang ke arahnya, dia juga menilai dari penampilan nya masih seumuran dengannya hanya saja dia memakai topeng dan jubah sehiga dia tidak bisa melihat wajahnya.
....
Di sisi Fai yang melihat nya tidak bisa bertepuk tangan dengan diaam-diam, adegan ini luar biasa jika di tonton.
Perkelahian yang heroik mata Fai segar, tapi dia tidak ber lama-lama dia mendekat kadal monster sekitar jarak seratus meter.
Setelah mendekat dia membuat meriam basoka dengan bakat penciptanya lalu tidak menungu lama dia menembak kepala kadal itu.
Setelah mengenai kepala kadal peluru itu meledak sangat mengagum kan, Fai yang melihat adegan itu juga linglung dia tidak bisa menampar mulutnya, bahwa adegan ini luar biasa.
Tapi mata Fai mengerut karena dia melihat kadal itu hanya terjatuh kerna pusing kehilangan keseimbangan tubuh dan tidak melukai.
Fai sedang berpikir.
Kemudian beberapa saat matanya cerah karena dia melihat bahwa tubuh kadal itu keras dan di lapisi besi yang mengkilap.
Jadi apakah jika mengunakan bakat guntur akan melumpuhkan?
Diam-diam berpikir tapi Fai melihat kadal itu berdiri dengan marah menatap ganas kepada dirinya.
Kemudian kadal itu mengabaikan mereka ber tiga lalu kadal itu menghampiri Fai dengan marah dan beringas.
Fai tidak takut.
Dia menatap kadal itu yang bergegas mengarah kepada dirinya dengan tenang.
Setelah jarak kadal dan Fai begitu dekat, tangan Fai mengangkat ke depan, seketika gemuruh guntur keluar dari tangan kecil Fai.
"Gemuruh!"
Suara guntur begitu mengelegar sehinga mata kadal itu panik, dia buru-buru menghindar. Tapi kecepatan guntur itu berkedip seperti cahaya.
"Aduh!"
Kadal itu menjerit terkena guntur dan kadal merasakan sakit yang amat luar biasa sehinga kejang-kejang dan mati.
Setelah membunuh kadal itu dia mendekati ke tiga orang itu, Fai melihat bahwa ketiga orang itu masih terpana dengan adegan itu.
Tanpa ber lama-lama Fai menghampiri mereka bertiga kemudian tangan Fai melambai ke atas tiba-tiba ada cahaya hijau di tangannya dan ketiga orang itu.
Ketiga orang itu di selimuti cahaya yang mengasikan sehinga mengerang bahagia dan melupakan rasa sakit yang tadi di rasakan.
Clara hendak bicara tapi Fai meningalkan dirinya, dia melihat Fai menghampiri monster Kadal.
Tangan Fai menyentuh kadal itu dan mengaktifkan bakat melahap. Ketika bakat itu di aktifkan tiba-tiba ada bunyi "Bip" di benaknya.
"Hei! Bakat besi dan logam kamu di tingkatkan Lv6."
"Hei Bakat besi dan logam kamu di tingkat kan Lv9."
Bunyi "Bip" berhenti tiba-tiba, ahirnya bakatnya di tingkatkan menjadi Lv9, di samping itu kitab penyimpanaan juga otomatis men sintetis dan menyimpan bakat di buku itu.
Setelah melahap Fai memandang mereka dan mengangukan kepalanya.
__ADS_1
Clara bereaksi lagi, dia mau berbicara tapi, tiba-tiba di depan pemuda misterius itu ada retakan ruang terbuka dan pemuda itu memasuki ke dalam sehinga dia hendak berbicara, suaranya tersangkut di tengorokan.