
Bab 199. Beri Satu Kesempatan Untuk Melawan
kemudian mereka bertiga duduk dan Fai ditemani oleh Yujo yang sedang berdiri di sampingnya.
bahkan Fai sendiri memerintahkan yujo untuk mengeluarkan suguhan untuk dimakan kepada Ramiris dan Anna.
“minumlah, lagi minuman ini masih panas yakinlah akan terasa nikmat.” Fai menatap ke arah Ramiris dia sudah tahu bahwa semua ras yang di kasta teratas pada sejatinya adalah sangat licik dan sangat jahat.
Fai masih berperilaku baik kepada tamu karena dia belum mengeluarkan taringnya. jika anda mengeluarkan taringnya maka dirinya tidak segan-segan untuk meninju muka dia.
“Hmm baiklah..!” Anna dan orang Ramiris langsung meminum minuman yang disiapkan oleh Fai.
“Minuman apa ini sungguh nikmat aku baru pertama kali merasakan minuman rasa yang sangat nikmat.” rame ris berkata ingin tahu kepada Faiz bahkan minuman ini sangat dingin dan sangat luar biasa menyegarkan untuk tubuhnya.
“Yang kamu minum adalah minuman sirup ABC. minuman ini terdapat berbagai jenis rasa seperti buah-buahan pada umumnya Jika kamu menyukai minum lah selagi masih dingin.” kata Faiq dia menjelaskan bahkan dia ketika melihat logo sirup ABC yang dia ciptakan dari bakat pencipta langsung bernostalgia.
Dia ingat di kehidupan di bumi bahwa minuman ini sangat populer ketika memasuki hari puasa.
Kemudian pak'e langsung mengutarakan apa yang dia katakan kepada rame ris tanpa basa-basi. “sembari meminuman yang segar ini Aku ingin mengetahui alasan kamu berkunjung ke tempat aku.”
rameris setelah mendengarkan bahwa Faiz berkata secara terus terang akhirnya dia menghentikan minuman yang dia sedang nikmati. Tentu saja dia merasa sangat kesal berani-beraninya anda sebagai ras peri kasta rendah menginstruksi dari tingkat atas.
Tapi walau begitu dialah adalah pemimpin penyihir Nujum jadi sepatunya dia harus berpura-pura sopan kepada Fai. namun anda tidak tahu bahwa pak'e sudah mengetahui apa yang Anda rencanakan ketika Anda datang ke sini.
__ADS_1
Mungkin saja jika Ramiris mengetahui pikiran Fai uang sedang mencibir ke arah dirinya dia langsung menyemprotkan minuman itu sambil melototinya.
Tapi kenyataan dia tidak mengetahui isi pikiran Fai. Sehingga dia berkata seperti ini. “Aku akan berkata terus terang tanpa bertala-tele, aku berkunjung ke tempat kamu adalah ingin kerjasama.”
“Seperti yang kamu tahu ras gelap sama ras peri putih dari dulu tidak memiliki keakuran bahkan saling serang sama satu lain. karena kamu juga memusuhi kerajaan peri putih aku menawarkan kamu untuk menjadi bawahan aku dan kita bergandengan tangan untuk melawan kerajaan peri putih bagaimana apakah kamu menyetujuinya?”
Melihat kepercayaan diri yang terpancar dari Ramiris, Fai hanya menggelengkan kepalanya dia tidak habis pikir kenapa wanita ini sungguh percaya diri.
Kemudian dirinya langsung berkata kepada Ramiris secara terus terang. “Ras peri gelap dan aku sama-sama memiliki perseteruan kepada ras peri putih. Tapi maaf aku tidak ingin bekerja sama dengan kamu.”
Seketika kata-kata tolakan yang didengar oleh rami ris membuat dia menatap ke arah dengan sangat kejam. bahkan ketika dia sedang memegang gelas perunggu tangan ini bergetar hingga gelas itu penyot.
Ramiris berkata dengan sangat dingin dan ada jejak membunuh. “Oh kenapa kamu menolaknya? Bukankah kita sama-sama satu kelompok yaitu bermusuhan dengan ras peri putih.”
Fai hanya mengangkat bahu dan berkata: “Aku menolak karena aku tidak tertarik kerjasama dengan kamu mohon maaf dan mohon pengertiannya.” Awalnya ketika Fai belum pergi ke dunia ras peri Dia sangat mendambakan wanita cantik dari itu sendiri. tapi dia ketika sudah datang ke sini harapan tidak sesuai yang apa dia inginkan rata-rata Peri itu sungguh menindas.
Namun Ramiris meningkatkan jejak membunuh kepada Fai langsung. Dia berkata seperti ini: “Tapi tawaran aku tidak ada yang bisa menolaknya tanpa kecuali Kamu.”
“Oh kenapa? Ini adalah tubuh aku, dan kata-kata aku adalah hukum bagi aku. Tidak sepatutnya aku menuruti apa yang kamu mau, apakah kamu tidak masuk akal?” Fai menatap ke arah Ramiris sambil mengangkat kaki erlangnya dia bahkan tidak terpengaruh oleh jejak membunuh yang dikeluarkan oleh Ramiris.
Melihat ketenangan yang dilakukan oleh dia sangat tidak nyaman dia merasa curiga kenapa orang ini tidak terpengaruh oleh Aura pembunuh yang dikeluarkan dari tubuh dirinya.
Saat ini dia mengeluarkan aura pembunuh ke tingkat yang lebih tinggi lagi untuk menindas Fai sambil berkata: “Kamu berkata kepada aku kenapa tidak masuk akal? Ini benar lihatlah kamu dan aku statusnya beda jauh kamu adalah kasta rendah. Aku adalah kasta tinggi jadi terimalah dan ikutilah aku menjadi bawahan aku.”
__ADS_1
“Aku tidak tertarik lagi dengan debatan kamu.. lebih baik kamu keluar jika tidak maka aku tidak sopan terhadap kamu.” kata Fai sambil meminum teh tanpa melihat kedua orang itu.
Melihat Fai yang begitu cuek dan mengabaikan dirinya,dengan meremehkan, akhirnya Ramiris tidak tahan. Dia menyerang dengan kekuatan yang sangat dahsyat.
Dari tangan kanannya Ramiris, mengeluarkan Guntur yang sangat menyilaukan yang begitu dahsyat mencoba menyambar Fai. tapi Fai dia masih tenang bahkan dia masih duduk sambil mengangkat kaki Erlangnya, kemudian tangan kanan langsung menangkap tangan ramiris yang diselimuti Guntur.
“kamu sangat lemah...!” seketika setelah mengeluarkan kata-kata menghina kepada orang miris dia mendorong sedikit tangannya. tapi apa yang tidak disangka hanya dorongan ringan rame ris terpental 30 meter.
"Sikat..!"
Sosok Fai langsung menghilang sudah tiba di sisi Anna.
“Sekarang kamu..!” Fai langsung menampar pipi Anna sangat keras.
"Pakk!"
Akibat tamparan itu dia tidak bereaksi dan terpental hingga giginya copot tulang rahang patah dia berguling-guling mendekati Ramiris.
kemudian sosok Fai sudah berpindah tempat di depan wanita itu yang sedang tergeletak di tanah Dia berkata kepada dua wanita itu tanpa ada jejak kepedulian.
“Apakah kamu pikir kamu sudah tidak terkalahkan? Kamu sangat percaya diri, kamu hanyalah patut di jadikan kacung oleh aku hahah!” Fai tertawa keras, kemudian dia mengeluarkan monster seperti kuda warna coklat kemerahan dan kepala itu seperti kepala burung dengan paruh yang sangat tajam di atas kepala monster kuda yang berkepala burung memiliki gerigi merah yang sangat tajam.
“Lebih baik, kamu pergi dari sini, jika tidak maka kamu akan menjadi santapan hewan ini.” Kata Fai dia mengeluarkan nada-nada ancaman yang sangat nyata. Namun Fai melihat kedua wanita itu masih menatap ke arah dirinya sangat sengit, akhirnya dia melanjutkan kata-kata lagi: “Baiklah mungkin kamu tidak menerimanya. Jika seperti itu, ayo aku berikan satu kesempatan lagi untuk melawan aku.”
__ADS_1
gambar ini adalah ilustrasi gambar monster kuda yang di jelaskan kepada Fai.