
Bab 111 Niat Jahat Fai
Ke esok paginya.
Semua wanita milik Fai ketika bangun tidur memiliki aura yang berseri-seri dan sedikit berbeda.
Nuwa yang melihatnya di dalam hati tentu saja tidak bisa ber tanya-tanya terhadap mereka.
"Dari kemarin hari sekarang aku melihat wajah kalian sedikit berbeda dari pada hari sebelumnya?" Kata Nuwa dia bertanya dengan ingin tahu, walau dia mempunyai bakat telepati tapi dia tidak bisa membaca pikran mereka bertiga.
"Ini adalah kebahagian yang kami alami Ibu mertua ketika sebuah suami datang untuk waktu lama tidak bertemu." Aludra yang ada di sampingnya berkata dengan lembut.
Elia dan Bella hanya menganguk karena apa yang di pikirkan sudah terwakil kan oleh Aludra.
"Selamat, semoga kalian bersenang-senang." Nuwa memganguk dan tidak bertanya lagi.
Kebetulan dia mengecek titik energi di panel atributnya.
[ Titik Energi : 100 ]
Nuwa sudah mempunyai titik energi mencapai 100 dan tentunya ketika di sintetis jari emas ini oleh buku ke kosongan maka pengaturan jari emas ini sudah beda.
Jika jari emas milik Callin setidaknya kurang lebih dalam satu hari memunculkan 1 atau 2 titik energi.
Jika Callin mengetahui hal ini mungkin dia akan pingsan dan memarahi Fai.
Nuwa mencoba menyalin salah satu bakat yang di miliki wanita Fai.
Dia mengecek Aludra dulu.
[Nama : Aludra Belanca ]
[Umur : 70 tahun ]
[Ras : Manusia ]
[Bakat : Tubuh Racun Lv 20.] >salin bakat<
[Telepati Lv 6 ]
[ Dia adalah wanita yang cukup kuat, anda akan membutuhkan sedikit usaha untuk membunuhnya]
Dia berpikir dalam hati tubuh racun Lv20 cukup menarik dan dia masih ragu-ragu untuk menyalin.
Selain itu dia melihat Level bakat telepati yang di miliki oleh Aludra membuat dirinya aneh, karena bakat telepati milik dirinya lebih tingi Level nya tapi dia tidak bisa membaca pikiran Aludra.
Hanya satu tebakan yaitu Fai yang membuat pengaturan itu.
Nuwa mempercayai karena anak sendiri yang mampu melakuakan orang yang tidak bisa di lakukan.
Setelah itu dia mengecek atribut Bella.
[ Nama : Bella Mere ]
__ADS_1
[Umur : 40 Tahun ]
[ Ras : Manusia ]
[Bakat : Penguatan Tubuh Lv12 ] > salin Bakat <
[Tumbuhan Lv11 ] > salin Bakat <
[Dia adalah wanita tanguh ketika anda membunuh berilah sedikit penghargaan]
Nuwa memegang dagunya bakat cukup menarik tapi dia masih bingung untuk menyalin, kemudian dia melihat informasi Elia, dia ingin tahu apakah dia mempunyai bakat yang menarik.
[ Nama : Elia Olav ]
[ Umur : 16 Tahun ]
[Ras : Manusia ]
[ Bakat : Mata Tembus pandang Lv3 ] > Salin bakat <
[ Tangan Lidah Sapi Lv6 ] > Salain bakat <
[ Tubuh Titanium Lv14 ] >Salin bakat<
[ Bakat Api Lv 15 ] > Salin bakat <
Ketika dia melihat atribut Elia dia cukup kagum karena dia memiliki bakat lebih banyak dari wanita Fai lainnya.
Tentunya dia kagum lagi dengan lekuk tubuh Elia yang begitu panas dan berisi penuh walau dia mempunyai umur enam belas kurang lebih.
Fai sebenarnya dari awal hinga ahir sudah mengetahui sehingia dia berkata seperti ini lewat telepati. :"Ibu aku adalah ahlinya merawat dan mengemukan wanuta."
Tanpa bertele-tele ahirnya Nuwa menyalin bakat racun milik Aludra.
[ Apakah anda akan menyalin bakat tubuh racun? ]
[Ya/Tidak ]
Dalam hati Nuwa memilih Iya dengan itu seketika ada informasi dan perubahan tubuh dalam miliknya.
Dia mengecek satatus bakat barunya.
[ Tubuh Racun Lv1 ] > Dapat di tingkatkan <
"Selamat ibu kamu mendapatkan bakat baru." Kata Fai dia berkata lewat telepati.
Di samping Fai dia sudah lama tidak melihat sederek tulisan sistem di pengelihatanya, dia bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah dirinya sudah memiliki semua bakat yang ada di dunia ini dan anda hanya perlu untuk meningkatkan saja.
Hari itu ketiga wanita Fai dan keluarganya sedang berkumpul untuk sarapan hanya saja tidak ada Nori.
Tapi meski begitu suasana hidup dan meriah.
Setelah beberapa menit.
__ADS_1
Fai bangun dari duduknya dan dia membuat pamit kepada wanitanya dan ibunya.
Tentu saja ketiga wanita itu saling berpeluk hanya saja Aludra yang meneteskan air mata karena pertemuan ini hanya singkat dan tidak terasa dia juga berkata kepada Fai bahwa di lain waktu mungkin dirinya akan berkunjung.
Fai gembira dan menantikan itu dia ingin pamer kepada Elona yang tidak punya otak bahwa dirinya sudah mempunyai wanita.
"Baikalah ibu aku akan berpamit." Kata Fai dia juga menyarankan lagi kepada Aludra untuk memasukan Melty ke akadami miliknya sehinga ketiga anak kecil ini bisa bermain bersama.
Tentunya Aludra menjawab bahwa itu sadah ada dalam pengaturan dan anda tidak perlu kawatir.
Setelah itu Fai sudah memasuki celah ruang dan sudah tiba di dalam kamar asrama kebetulan Kayden tidak melihatnya.
"Ayo kita menyapu." Fai berkata sambil memegang bahu Kayden, tentunya dia yang tidak mengetahui bahwa Fai sudah tiba di sisinya terkejut.
"Oh sial.. kamu bikin kaget!" Kayden cemberut tapi keterkejutan itu dia langsung menghilang dan berakata lagi. :"Sial aku tadi malam tidak bisa tidur..! Itu Elona dengan sering datang kesini untuk menanyakan apakah kamu sudah pulang." Kayden menjelaskan dengan marah.
Dia tidak bisa tidur karena Elona sehinga mata ada sedikit merah.
"Kamu tidak perlu memikirkan wanita gila itu ayo kita menjalan kan tugas." Kata Fai dengan tenang di juga merasa aneh terhadap Elona bastard ini.
Mereka bedrua keluar tapi tiba-tiba ada suara di sampingnya yang meneriaki sehinga Kayden terkejut seperti kucing marah-marah.
"Hei kamu Fai berhenti...!" Tiba-tiba ada Elona dia berteriak kepada Fai sambil berlari.
Mulut Fai berkedut dia sangat tidak nyaman. Setelah Elona berlari dan dia sudah tiba Fai, Elona kemudian berkata. "Fai dari mana kah kamu kenapa setiap aku datang ke asrama kamu dengan sering tidak ada?"
"Oh aku pulang untuk melihat ketiga istrinya dan ibu aku, oh ada apa kamu bertanya-tanya?" Fai menjelaskan semuanya kepada Elona.
Tapi kata-kata tiga wanita yang terdengar oleh Elona dia tidak mempercayai, malahan dia dengan semangat berkata seperti ini. "Wah apakah di kemudian hari aku bisa melihat ibu kamu."
Fai ingin menangis tanpa air mata setelah mendengarkan apa yang di bicara kan oleh Elona dia ingin sekali memukul wanita bastard ini.
"Pahami kata-kata kamu, kita sudah sepakat bahwa setelah acara kamu berahir itu sudah tidak ada hubungan lagi." Kata Fai dengan wajah penuh garis hitam.
"Kamu..!" Elona cemberut dia tidak akan menyerah dan tentu saja dia akan melewati prraturan ini.
Fai mengetahui nya dia secepatnya menghindar dari wanita bastard ini.
"Apakah ada perlu lain aku akan pergi?" Fai ingin secepatnya pergi dari sisi Elona ini.
Tapi ketika dalam percakapan tiba-tiba guru Jack menghampiri nya dan dan berkata seperti ini.
"Fai ada yang aku tanyakan kepada kamu..!"
"Oh guru ada perlu apa datang ke sini untuk menghampiri aku?" Sebenarnya dia tahu apa tujuan Jack ini tapi dia berpura-pura.
"Kepala sekolah Nuwan ingin berbicara kepada kamu." Kata Jack.
"Kepala Nuwan?" Menurut apa yang di baca dari pikiran Jack setelah mengunakan telepati.
Numan adalah sosok wanita tua yang sangat angun dan banyak pengagum kususnya para murid pria dia sangat mengangumo sosok indah ini.
Tapi apa yang informasi dia dapat dari pikiran Jack bahwa Numan itu sudah bersuami tapi selama bertahun-tahun dia belum memiliki keturunan.
__ADS_1
Tiba-tiba pikiran Fai jahat dan tanpa sadar tersenyum iblis dia ingin melihat sosok indah Numan ini dan dia ingin tahu sebab dia belum mempunyai anak.
Fai membuat rencana untuk melecehkan kepala sekolah ini.