
Sekarang posisi Fai seluruh tubuhnya di cengkram oleh tangan besar sehinga tubuh Fai tidak telihat hanya kepala saja yang terlihat.
Fai dengan mata telanjang sendiri, melihat wujud bentuk dari raksasa itu.
Dengan penampilan kulit sedikit hitam, dan ada dua tanduk di bagian kepala, bukan hanya itu saja di pungung itu ada sayap hitam.
Mata mahluk itu melotot merah mengarah kepada Fai, jika ini di gantikan kepada orang lain mungkin saja orang itu akan kencing di tempat.
Mata itu menatap Fai dengan menakutkan tapi, Fai bisa menebak bahwa wujud itu sama persis seperti Putra Grey.
Tangan monster itu mencekram Fai dan melempar ke langit sehinga Fai yang di lempar menjadi terbang bebas ke atas.
Ketika Fai terbang bebas ke atas dia menstabilkan dan langsung berhenti di atas udara.
Dengan mata supernya dia melihat bahwa monster Grey terbang dengan sangat cepat untuk menghampiri dirinya.
Fai membuat posisi dengan menghirup udara dengan rakus selama bebrapa menit, setelah menghirup dia memuntahkan kembali, tapi yang dia muntahkan bukan udara tapi, mulut Fai memuntahkan campuran api dan lava panas.
"Gulungan!"
"Gulungan!"
"Gulungan!"
Mulut Fai terus menerus meludahkan lava api untuk menyerang monster Gray.
Dia tidak berhenti dengan menembak kan api dari mulutnya, dia juga membuat tombak yang 5 kali lipat lebih besar dan panjang dari pada milik peserta Zelga.
Tapi tombak itu sedikit beda jika milik Zelga itu warna merah dengan ukiran emas tapi milik Fai warna ungu dan ada ukirah yang memunculkan cahaya biru transparan.
Setelah berhenti meludahkan api dari mulutnya Fai mengayunkan tangan kanannya dan melepaskan tombak yang meluncur sangat cepat.
Tombak itu di selimuti guntur yang gemuruh, dan ada suara mencicit.
"Aduh!"
Grey yang sedang terbang menghindar dengan mudah dari tembakan api, tapi sekali lagi dia ceroboh.
Tepat setelah menghindar dari tembakan api oleh Fai, dia terkena tombak raksasa milik Fai sehinga mebuat jeritan yang melemgking.
Sekali lagi Grey terjatuh dari terbang dengan berputar-putar, dia tidak tingal diam setelah terjatuh kedua tanduk milik Grey memanjang dan saling berhubungan dan bersentuhan antara tanduk kiri dan kanan.
Kedua tanduk itu menyatu, dan tiba-tiba ada percikan cahaya merah.
__ADS_1
Dari bentuk bulat sebesar kelereng, bertambah besar menjadi sebola basket.
"Sikat!"
Tanduk Grey mengeluarkan cahaya merah menyilaukan dan cahaya itu menakutkan.
Para penonton dan wasit yang melihat pemandangan ini sangat takjub dan heboh.
Cahaya merah itu menyerang Fai sangat cepat, tapi Fai menghindari langsung, sehinga temabkan itu melewatinya.
Cahaya itu menembus langit sehinga Fai melihat bahwa cahaya itu mengenai bulan dan bulan itu menjadi berlubang yang sangat besar.
Hanya tidak itu saja.
Setelah serangan itu meleset, dia membuat tembakan lagi tapi, Fai tidak menghindari dengan tangan yang menjulur kedepan, dan mencoba menghalangi cahaya merah itu.
Kemudian ketika cahaya merah yang menakutkan seperti laser tiba-tiba setelah terkena tangan Fai itu tersedot ke dalam.
Merasakan kekuatan yang terkandung dalam tembakan ini, Fai merasakan perasaan yang amat menyegarkan.
Setelah memasuki tubuh Fai cahaya itu di sintestis oleh Kitab kekosongan miliknya dan buku itu bergerak berputar sangat cepat seperti gangsing.
Ahirnya Fai mendapatkan bakat itu dari skill melahapnya.
Menurut yang dia baca di kitab kehampaan bakat ini di namakan Tembakan Ashura Cepat, bakat ini sunguh menakutkan ketika anda menembakan ke arah manapun mesti akan ada kehancuran.
Sebagai contoh ketika Fai menghindari itu sebelumnya, anda melihat bahwa bulan itu berlubang sangat besar, bukan hanya itu saja setelah bakat ini di sintetis di buku kekosongan maka bakat itu akan di sempurnakan dan lebih sempurna.
Jika Grey dalam wujud perubahan Ashura bentuk ke dua, maka itu hanya bisa meludahkan tembakan itu saja.
Tapi Fai..
Dia tidak hanya bisa meludahkan laser itu dia juga bisa membuat cahaya itu di bentuk menjadi bola-bola kecil sehinga semakin cahaya itu sedikit kecil maka daya penyerang dan penghancur tidak akan menakutkan, dia juga bisa mengunakan bakat ini tanpa berubah menjadi monster seperti Putra Gray.
Jika Grey mengetahui bahwa Fai juga bisa mengunakan bakat itu dan lebih cangih mungkin dia akan menangis dan muntah darah.
Mendapatkan bakat yang menakutkan lagi dia sekali lagai bahagia, dia ingin sekali berpetualang ke sepenjuru dunia dan dia ingin sekali memulung beberapa bakat yang menakutkan ini.
Dia diam-diam memandang Grey dan berpikir sendiri apakah jika dia melahap Putra Grey maka itu akan mendapatkan bakat yang menakutkan.
Kesimpulan ini dia percaya bahwa Grey mempunyai beberapa bakat level tingi, dan jika Fai melahap Grey apakah bakatnya akan di sintetis dan di perkuat lagi?
Sebut saja tinju Grey, tubuh kuat Grey itu sangat kuat karena Fai baru pertama kali memukul Grey dengan setengah dari kekuatan nya, tapi dia tidak terluka ini yang membuat Fai ingin tahu.
__ADS_1
Jika musuh lain dengan kekuatan sangat dikit dia bisa membunuh langsung tapi ini Grey bukanya pingsan tapi masih sadarkan diri.
Ini membuat Fai mengelengkan kepala.
Setelah dalam perenungan Fai mebuat tembakan, dengan pungung Fai tiba-tiba memunculkan tiga ekor kepala ular, tapi kepala ular itu sedikit mirip bentuk naga.
Ketiga mulut ular itu membukan dan menembakan bakat Tembakan Ashura Cepat, tapi cahya itu lebih kecil dan berbentuk bola kasti.
"Sikat!"
"Sikat!"
Tubuh Grey di bombardir terus oleh tembakan api, Grey sangat marah dengan mengeram dia mengaum.
"Mengaum!"
Auman itu mebuat beberapa tembakan Fai terpental dan tembakan itu yang terpental hasilnya meledakan sekitar hutan.
Fai seseolah tidak ingin menghancurkan di hutan sekitarnya, dia mencoba merobek ruang untuk memasuki bola merah itu kedalam kehampaaan sebelum memgenai tanah dan meledak.
Kemudian Fai terbang mendarat untuk menyerang Grey.
Fai terbang dengan cepat kemudian beberapa meter sampai ke Grey, Fai membelahkan diri menjadi lima Fai. Ketika dia sudah menjadi lima, lima Fai berubah bentuk lagi menjadi lima naga.
Kelima Naga Fai adalah kekuatanya mewakili sebagian elmen di dunia ini, yaitu.
Naga Fai Api, Naga Fai Air, Naga Fai Bumi, Naga Fai Angin dan Naga Fai guntur.
Para penonton ketakutan dan lemas sehinga ingin kencing.
Ini orang yang bernama Diablo menurut para penonton apakah monster.
"Ya tuhan! Apakah orang yang melawan putra Grey adalah iblis!"
Para penonton berteriak sambil ketakutan.
"Sunguh tidak menyangka apakah dia adalah penjelmaan dewa lima elmen!"
Penonton lainnya ikut berkata.
Tapi..
Tapi yang lebih terpana adalah Mulan dia curiga apakah hewan itu juga dari penjelmaan Fai.
__ADS_1
Mulan selalu memandang pertarungan, tepatnya dia selalu memandang Fai kerena petarungan ini sedikit bahaya dia ahirnya menonton di tempat jauh, dan karena jauh itu dia tidak bisa melihat wajahnya.