Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Numan Saat Ini


__ADS_3

Bab 157 Numan Saat Ini


"Kamu sangat galak," Callin menggelengkan kepalanya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Biarkan saja, dia adalah pemuda mesum kamu berhati-hatilah jika tidak kamu celaka." Jawab Grey sambil serius.


"Hmpp aku tahu." Callin mengangguk, kemudian dia mengecek titik energi, yang sudah terkumpul sampai 500, dia ragu-ragu, namun akhirnya dia menyalin bakat tinju Tyranosurus Rex milik Grey.


[Apkah anda ingin menyalin skill Tyranosurus Rex Lv 30?]


[Ya/Tidak]


Dalam benak Callin dia memilih opsi Ya, setelah itu, dia melihat titik energi tinggal berapa.


[Titik Energi: 250]


Begitu dia melihat, dia hampir tersedak, skil ini sangatlah mahal. Namun di bandingkan skill milik Fai setidaknya satu juta titik energi. Walau begitu, ini tidak maslah. Dia berkesimpulan bahwa skill yang di produksi oleh Grey yang pastinya di atas rata-rata.


Setelah menyalin bakat, Callin pergi dan menyerhkan berapa jumplah untuk membayar.


Kemudian dia membuka pintu langsung terbang ke atas.


Selain itu, di sisi Arthur dia juga tidak akan memaksa untuk mencari masalah lagi, toh dia ingin cepat-cepat meningkatkan kekuatan untuk membeli pelajaran bagi Fai.


Namun dia sangat marah terhadap Grey, dia tidak tahu siapa Grey yang memiliki kekutan sebanding dengan Fai.


Bahkan Arthur membuat kesimpulan bahwa, Grey adalah musuh bebuyutan bagi Fai juga. Namun dia hanya menebak-nebak dan tidak pasti akan kebenaranya.


Arthur kemudan terbang menjauh dari tempat ini.


~


"Guru Zesshi sedang apa kamu di sini?" Ucap Elena dia memandang guru Zesshi yang sedang bergandengan tangan sama Fai.


"Dia adalah wanita aku, sepatutnya akan menjenguk dan menemui aku sehingga rasa kerinduan akan terobati." Kata Fai dia berkata kepada Elena, tanpa jejak perasaan sedikit sama sekali.


"Ayo, Zesshi kecil kita pergi ke rumah, mungkin ibu aku sedang menunggu." Fai berkata lagi. Terus dia menarik tangan kecil Zesshi sehingga Zesshi secara belum siap kaget dan berkata. "Uhhgt."


"Sial.. kamu lepaskan bisakah kamu tidak perlu memegang tangan aku..!" Jerit Zesshi sambil malu.


"Ini benar, guru sudah menjalin bersama pemuda bernama Fai." Lirih Elena sambil menggaruk kepala.


Sebenarnya dia ingin mengikuti di mana guru Zesshi akan berada. Namun ini sangat tidak etis sehingga dia tiadak akan memaksa begitu malu-malu untuk mengikuti.

__ADS_1


"Hei Fai, lepaskan ini malu...!" Pekik Zesshi sambil cemberut karena dia merasa di seret-seret.


"Kamu jangan begitu galak, jika kamu galak apakah kamu tidak takut jika aku berpaling?" Ucap Fai dia memandang Zesshi sambil berkerut.


"Heheh kamu jangan menipu, aku tahu kamu datang kesini karena kamu rindu adegan ranjang." Fai menyringai.


"Hahh kamu apakah kamu bodoh..aku..aku datang kesini hanya lewat sebentar, dan kebetulan aku melewati rumah kamu, sehingga aku memutuskan datang berkunjung.. humpp kamu tetrlalu vulgar patut apa aku merindukan kamu." Zesshi membantah sambil memalingkan muka, kebetulan di samping Zesshi ada pohon sedikit besar sehingga Fai mendekati sambil seringai dan menjilat bibir dengan licik.


"Kamu.. apa yang ingin kamu lakukan..!" Seru Zesshi dia tersipu melihat perilaku Fai, dia paham apa yang Fai ingin di lakukan.


"Coba tebak, hehehe!" Fai menyringai kemudian dia mendekati Zesshi dan tangan Fai meraih kedua bahu Zesshi langsung dia dorong sehingga Zesshi menabrak dan menempel di pohon.


"Kamu.. minggir..!" Zesshi malu ketika kedua wajah saling bertatapan dengan jarak 3cm, bahkan wajah Zesshi memalingkan muka.


"Hehehehe!" Namun Fai menghiraukan dan dia mengangkat tangan, langsung meraih dagu Zesshi. Setelah itu tanpa lama-lama Fai langsung mencium


"Cup!"


Zesshi juga ahirnya menerima ciuman itu dengan beringas dan nikmat.


Di sesi perciuman, tangan Fai tidak ngangur. Namun dia memeinkan dan membelai-belai pantat Zesshi dengan nyaman.


Bahkan Zesshi tidak perotes hanya bergetar sebentar.


"Cup!" Zesshi dan Fai sedang memainkan lidah degan penuh nikmat, bahkan Zesshi sendiri lebih ganas.


Tiba-tiba Fai licik, dia meraih tangan Zesshi lalu tangan Zesshi dia suruh untuk memainkan adik laki-lakinya.


Awalnya menolak namun lama kelamaan dia ahirnya menuruti permintaan Fai. Bahkan dia merasakan luar biasa ketika dia sedang melakukan hal vukgar di kebun, ini penuh tantangan!


Kemudian Fai melepaskan ciuaman, dia berkata seperti ini kepada Zesshi. "Ayo, kita mulai di sini."


"Tapi, Fai.. Ini tempat umum akan begitu vulgar jika ada orang yang melihat." Zesshi tersipu, dia sangat malu.


"Ayo kali ini saja aku tak tahan!" Bisik Fai di telingga Zesshi.


Seseolah ragu, Zesshi menoleh kiri dan kanan setelah itu dia juga menganggukan kepalanya dan berkata pelan. "Baiklah kali ini saja tapi jangan lama-lama."


"Hmmmmp baiklah..!" Diam-diam Fai tertawa jahat dalam batin.


Setelah itu, dia melihat Zesshi sedang melepaskan pakaian bagian bawah, ketika dia bagian bawah terbuka, mata Fai melihat bahwa di alat vital Zesshi sudah basah penuh dengan cairan putih yang suci dan membasahi kedua paha. Bahkan ada yang menetes!


Tentu saja Fai yang melihatnya bahagia, setelah itu Fai juga melepaskan celana dan ahirnya benda yang sangat perkasa terlihat oleh mata telanjang.

__ADS_1


Tapi sekarang Fai bingung, dia mau menikmati lobang yang mana, setelah tersesat sebentar akhirnya memikih lobang buaya milik Zesshi.


Fai dengan pelan memasukan adik laki-laki ke terowongan kenikmatan, bahkan Zesshi tanpa sadar mengerang bahagia.


Setelah seutuhnya masuk Fai langsung menari-nari dengan semangat.


"Mmmph!"


"Shhhh!"


"Ahhh!"


"Sial kamu pelan-pelan Fai....!" Walau dia memarahi Fai namun dia ingin agar Fai lebih kencang.


"Sial pelan-pelan.. Ahh!" Teriak Zesshi.


"Perasaan ini, benar perasaan ini yang aku ingin kan oh tidak aku sangat menyukai Fai yang manja, ini sungguh nikmat aku rasa tidak ingin berhenti." Triak Zesshi dalam batin.


Dan pada akhirnya, mereka berdua bercinta di dalam semak-semak...


~


Di ruangan kantor akademi sihir Falas...


"Kamu kenapa? Satu hari ini kamu, merasa kurang fokus, bahkan pandangan kamu kabur bahkan kamu sering melamun." Ucap Zhack yang ada di samping Numan yang sedang duduk dalam ke adaan linglung.


"Uuhhh ini suami, aku aku tidak apa-apa, aku hanya merasa ingin ketenangan." Balas Numan kepada Zhack.


Setiap dia memikirkan pelecehan yang di lakukan Fai dia marah, bahkan dia merasa bersalah ketika dia melihat wajah suami sendiri.


Untuk menggambarkan suasana hati Numan adalah dia sungguh rumit karena dia sangat marah telah di lecehkan oleh Fai, tapi di samping itu dia menikmati adegan pelecehan Fai kepadanya bahkan dia ingin meminta lebih.


Membayangkan itu, wajah Numan memerah, namun dia merasa bersalah kepada Zhack karena dia baru tahu bahwa Fai yang telah mendapatkan kesucian ini.


"Suami.. aku pergi beristirhat, bisakah kamu yang menggantikan tugas kepala sekolah." Ucap Numan sambil memandang Zhack.


"Itu tidak masalah, itu juga lebih baik mungkin kamu ingin istirahat dan ketenangan." Jawab Zhack dengan lembut.


"Baiklah suami, aku beristirahat sebentar." Setelah itu, dia meninggalkan Zhack dan bergegas pergi ke kamar.


Setelah di dalam kamar, Numan membenamkan kepalanya ke tempat yang lembut, setelah itu dia teringat kembali ketika dia sedang di lecehkan.


"Uhhh Fai.. !" Sambil memerah, alat vitalnya basah..

__ADS_1


__ADS_2