
Bab 179 Cinta Tidak Bisa Di Paksakan
Zhack menatap Numan sangat serius, dan sambil menyipitkan matanya: "Numan apa yang di katakam murid Elona apakah sebuah kebenaran?"
"Suami kamu harus percaya, aku tidak selingkuh dengan Fai, apa lagi dia masih pemuda, suami kamu juga tahu, kita habis melakukan itu belum lama ini," Numan mengatakan gairah musim semi berpura-pura tersipu di hadapan Zhack.
Zhack bingung, siapa yang akan di percayai. Apa lagi, dia melihat rokok aneh yang telah di perlihatkan oleh Elona.
"Murid Elona, aku tidak tahu siapa yang akan di percayai. Namun aku hanya ingin berkata bahwa kita habis melakukan musim semi bersama istri aku belum lama ini, mungkin saja kamu menghalau." Zhack berkata kepada Elona.
"tidak guru Zhack, aku sungguh yakin seyakinnya, guru Numan berselingkuh dengan Fai...!" Elona bersikeras..
Namun di intruksi Numan: "Cukup Elona, guru tahu kamu menyukai Fai, tapi kamu tidak perlu membawa aku ke dalam lingkaran kamu, Elona aku sungguh tidak seperti apa yang kamu katakan."
Zhack merasa kasihan, dia memeluk Numan yang sedang menangis deras. Lalu dia berkata kepada Elona: "Murid, sebaiknya kamu pergi. Mungkin kamu lelah butuh istirahat."
"Tapi guru...!" Balas Elona.
"Cukup...!" Jawab Zhack dia membisukan kata-kata Elona.
"Hummp baiklah jika guru tidak percaya, maka guru, akan menyesal karena telah memihat jalaang ini." Elona tak tahan akhirnya berkata demikian.
"Kamu..!" Zhack langsung menampar pipi Elona.
"Plak!"
"Guru menampar aku...!" Elona tidak percaya dia menangis sambil menatap ke arah Numan sangat sengit.
"Aku menampar kamu karena lancang sudah menghina istri aku." Kata Zhack.
Kemudian Numan ikut berkata: "Suami lebih baik kita masuk, biarkan dia di luar sendiri."
"Uhh baiklah, ayo kita masuk?" Zhack juga mengangguk. Kebetulan yang memasuki kamar adalah Zhack terlebih dahulu. Dan yang terakhir Numan yang menutup pintu. Ketika dia menutup pintu, sambil menatap ke arah Elona dengan senyum iblis dan kemenangan. Numan menjulurkan lidahnya yang masih ada tindiknya dan berkata: "Ohh Elona, kamu kalah, ehehhe kamu tidak bisa menghasut hewan peliharaan aku Zhack untuk berpihak kepada kamu.. Ahhh kasihan,"
__ADS_1
"Kamu..!" Elona melototi Numan tanpa sadar dia menangis deras. Dia tahu bahwa Numan tidak seperti ini dulu, Numan yang di kenal adalah lemah lembut, menawan anggun dan berbudi luhur.
Dia ingin Numan yang dia kenal seperti dulu, Elona menangis deras dan terisak-isak langsung memeluk Numan.
"Aaa, aaa , aaa, kenapa guru seperti ini!" Isakan Elona memeluk Numan sangat erat. Bahkan Numan hatinya sedikit bergetar. Namun dia hanya membalas ringan. "Murid Elona, aku yang dulu dan sekarang memang berubah, namun aku kepada kamu aku masih seperti dulu. Kenapa aku seperti ini, karena aku yang memilih, cinta tidak bisa di bohongi, sekarang aku sudah tidak suka sama Zhack, bahkan di hati ini hanya ada Fai saja tidak lebih. Dan sekarang setelah bersama Fai aku tahu bahwa dunia lebih menarik yang aku pikirkan. Sekarang aku memikirkan masa lalu, menurut aku itu adalah hal yang paling bodoh yang guru lakukan."
"Maaf juga jika aku menyakiti hati kamu, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aku mohon kepada kamu, kamu harap mengerti."
Setelah itu, Numan menutup pintu.
Di luar, Elona fruatasi dia secara ajaib menghilang dan sudah tiba di tempat kamar.
"Bajingan hati aku sakit! Hati aku dingin sekali." Elona duduk dengan tatapan kosong. Dia mungkin berkata kepada diri sendiri. Apakah dirinya terlalu berharap lebih.
Elona duduk dan kebetulan dia melihat rokok yang dia curi dari milik Aludra yang masih penuh.
"Apakah merokok enak? Bukankah ini seperti wanita jalaang?" Elona bertanya-tanya. Dia ragu dan akhirnya mencoba.
"Deg!"
Jantung Elona berhenti sedtik dan kembali normal. Namun dia terkejut, setelah merokok, tiba-tiba beban pikiran yang telah dia pikirkan tanpa sadar menghilang.
"Ini sungguh nikmat dan menabjubkan! Aku ingin lagi dan lebih!" Elona berseru dia sangat suka merokok sekarang.
......................
Di malam hari, Numan yang sudah mensugesti agar Zhack tidur sangat pulas, akhirnya dia pergi dari kamar itu dan langsung menemui Fai dengan raut yang sangat bahagia dan cabul.
Bahkan dia berjalan sangat cepat...
"Tok..tok.. tokk..! Suami aku Numan buka pintu..!" Teriak Numan sangat lirin takut ada yang curiga. Namun tiba-tiba di belakang ada suara.
"Huhh guru Numan berselingkuh..!" Zesshi tiba-tiba sudah ada di belakang Numan.
__ADS_1
"Oh sial.. kaget..!" Numan melirik dan akhirnya tersenyum dan berkata: "Guru Zesshi, ayo kita persembahkan paha kita untuk Fai."
Zesshi melihat senyum cabul Numan hanya memerah dan berkata: "Uhh aku hari ini masih bisa menahannya, mungkin besok ketika turnamen sudah selesai aku akan eksekusi Suami."
"Hmmm kamu bisa bertahan, tapi lihat di bawah kamu, cairan sudah menetes heheh!" Numan terkekeh.
"Kamu.. !" Zesshi malu dia akhirnya pergi melesat terbang. Ketika dia terbang, benda itunya yang sengaja dia tancap sendiri bergetar sangat cepat, sehingga setiap dia terbang akan menaburkan cairan suci di akademi Kitab Peri.
Setelah Zesshi pergi, dia mengetuk pintu. Namun tidak ada yang membuka, Numan mencoba membuka dan akhirnya pintu ke buka karena tidak terkunci.
Numan memasuki penginapan Fai, setelah masuk, dia menuju ke kamar dan alhasil dia melihat Fai dan Aludra sedang musim semi.
Namun dia kaget, karena cairan yang di keluarkan Aludra seperti sangat berbahaya dan beracun.
"Ini sungguh mengerikan..!"
"Ah Numan kamu datang ayo bergabung!" Kata Aludra yang bokonnya sedang di belai Fai.
"Baiklah," Numan melepas semua.
Ketika Fai melihat Numan melepas semua bajunya, dia berseru karena di bibir vital banyak tindik yang melingkari. Bahkan bukan itu saja, di gunung juga dia kasih tindik.
"Uhh fai apakah aku sudah menjadi wanita jalaang untuk mu..!" Kata Numan raut wajahnya memerah.
"Kamu sangat hebat, ini baru Numan yang marjinal." Kata Fai tersenyum.
"Numan kecil ayo bergabunglah...!" Pinta Fai.
"Baik suami" Kata Numan dia berjalan cepat, karena dia tanpa busana, maka aksesoris tindik bergemerincing ketika Numan berjaan.
Saat ini, Numan menghampiri Fai dan langsung menciumnya.
"Cup...!"
__ADS_1