Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Arena Petarung Fai vs Grey Bagian 1


__ADS_3

Mereka berdua saling memandang beberapa menit tanpa berkata. Tapi pada ahirnya mereka tidak berkata.


Wasit itu memecah keheningan.


"Apakah kamu ingin menantang Putra ini?" Kata wasit bertanya dan menatap Fai.


"Yah!" Fai mengaguk kepalanya.


Ratu es itu yang sedang berlari keluar dari arena itu, tiba-tiba terjatuh tersungkur dengan menoleh dia ingin tahu siapa orang yang akan menentang Putra Grey. Tapi, ketika dia melihat siapa yang menentang dia melototkan matanya dan memasang wajah mustahil.


Dalam pikirannya apakah kamu bercanda? Ratu es melihat bahwa Fai itu hanyalah manusia biasa, lihat tangan yang halus itu, seperti wanita dan tidak pernah melakukan hal kasar sama sekali.


Jika dia menantang Putra Grey maka celakalah dia, tapi Ratu es tidak menghentikannya dia tidak peduli diam-diam pergi dan menonton dari kejauhan.


Wasit memcahkan keheningkan dan berkata.


"Apakah kamu akan menantang?"


"Yah!" Kata Fai mengaguk dengan setuju.


"Yah kalau begitu mari lakukan petarungan ini, ingat berhati-hati lah." Wasit itu mengigatkan kepada Fai, karena menurutnya Fai itu hanyalah prajurit yang lemah, dia menilai dari tangan yang kecil itu seperti tidak pernah menyentuh kasar.


Wasit juga memandang Grey, Grey paham sebelum wasit berbicara dia memotong pembicaraaan duluan.


"Jika kamu akan menentang aku, maka ayo kita bermain dan keluarkan lah semua kekuatan yang kamu miliki." Kata Grey menatap Fai dengan tenang.


Fai mengaguk tidak bicara dengan itu, wasit menyamping dari kejauhan.


"Mulai!"


Wasit membunyikan pluit menandakan pertarungan di mulai.


Para penonton yang melihat ini tidak begitu serius, mungkin Putra Grey menghadapi bocah bertopeng tidak mengeluarkan sedikit kekuatan.


''Aku tidak perlu memperkanalkan diri, mungkin kamu sudah tahu siapa aku." Grey berkata kepada Fai.


"Karena aku melihat bahwa kamu masih prajurit tingkat rendah, jika tidak sopan kalau aku yang membuat tembakan dulu, jadi sebagai menghargai kamu duluan yang membuat tembakan, dan perkenalkan diri nama kamu."


"Namaku Diablo. Jika seperti itu, terimakasih maka aku akan membuat tembakan dan mengunakan seluruh kekuatan dulu." Fai berbohong dia mencoba mengunakan kekuatan 40% nya.


Fai membuat langakah kuda dan mengunakan seni langakah bayangan.


"Sikat!"


Fai sudah tiba di depan Grey dan tangannya itu memeras membentuk kepalan dan meninju Grey.

__ADS_1


Grey tidak siap ahirnya terkena pukulan dan terpental seperti meteor menjauh selusin Kilo.


Tiba-tiba tangan Fai meraskan sedikit sakit, dia seperti memukul batu.


"Ini..!"


Para penoton diam, dia tidak menyangka pukulan bocah itu begitu menakutkan. karena penonton melihat bahwa ketika bocah itu memukul ada embusan angin spoi-spoi yang menakutkan yang mengkti kepalan bocah bertopeng.


Wasit juga terpana sehinga rahangnya ingin jatuh, karena tadi dia belas kasihan kepada Fai dia mengira bocah yang mempunyai tangan ramping itu mungkin tidak bisa mengikat seekor ayam. Tapi pemandangan ini di sangkal, siapa tahu bocah itu tangan rampingnya mempunyai kekuatan yang menakutkan.


Di sisi Fai masih berdiri sambil melihat tanganya sendiri dengan linglung, dia berpikir pukulan ini dengan mengunakan 40% dari kekutanya dia bisa menahan tapi yang tidak dia sangka bungkannya dia menahan malahan terbang terpental jauh seperti Komet.


Grey terpental jauh dan menadarat dengan mulus, untung saja dia meliki tubuh Raja Arhat yang dia beli di Mall sistem, jika tidak dia akan hancur seperti semangka.


Tidak berpikir Grey ahirnya mendapatkan musuh yang layak.


Setelah itu dia terbang dan berkedip sangat cepat dengan semangat yang tingi.


Fai melihat langit jauhan dan melihat sosok yang terbang sangat cepat, itu bergegas mengarah kepada dirinya.


Fai tidak tingal diam dia juga melompat dan terbang menghampiri Grey, lompatan itu meningalkan retakan di tanah yang dia injaki.


Grey melihat bahwa Fai mengarah kepadanya, dia sedikit terkejut dan dia menjadi serius.


Dari awal mendapatkan sistem, Grey tidak pernah serius terhadap lawanya, tapi ini dia melihat bocah aneh dan kekutannya juga menakutkan sehinga dia tidak berani menjadi gegabah.


"Tinju Tynasaurus Rex!" Grey berteriak.


Di sisi Fai dia tidak berbicara hanya mengunakan kepalan tinju biasa.


"Dentang!"


Tinju Fai dan Grey saling beradu, dan bertabrakan sehinga mereka berdua terpental jauh seperti meteor.


Dan ketika kedua tinju itu saling berciuman di area itu membentuk gelombang angin sepoi-sepoi yang menakutkan.


Para penonton dan wasit terpana di tampat dia mencoba mengunakan kekuatan itu untuk menahan gelombang angin yang berderu-deru mengenai dirinya, mungkin penonton dan wasit jika tidak mengunakan kekuatan untuk menahan angin, bisa jadi wasit dan penonton akan terbawa terbang seperti layang-layang.


Fai terpental dengan berputar-putar sambil meluncur ke bawah, dia menabrak rumah-rumah sehinga hancur.


Situsasi Grey juga tidak menguntungkan dia terpental lebih jauh dari Fai walau dia mengunakan tinju Tynasaurus Rex tapi masih merasakan sakit di kepalannya.


Grey melihat bahwa Fai terbang ke atas dan dari kejauhan dia melihat tangan Fai menujuk ka arahnya.


Tangan Fai meludahkan Es seukuran buah apel dan itu runcing dan amat banyak mencoba menembak dirinya.

__ADS_1


"Sikat!"


"Sikat!"


"Sikat!"


Grey dengan serius menghindari dan dia mengunakan langkah hantu, tiba-tiba secara instan Grey sudah di samping kanan Fai.


Dia meninju Fai.


Fai sekali lagi terjatuh dan menghantam tanah, sehinga tanah itu mebuat cekungan kawah besar.


Fai berdiri tapi Grey sudah di depanya, tapi Fai dengan mengunakan mata super dia melihat bahwa Grey membawa pedang hitam campur merah, sehinga membuat merasakan sesak nafas.


Pedang yang di tangan Grey mencoba menebas Fai. Tapi, tepat pedang itu hendak menebas, bukanya mengenai tubuhnya tapi pedang itu melewati dam menembus tubuh Fai, Grey cukup terkejut diam-diam ketrampilan apa yang di gunakan Fai.


Dia cemburu dia merasa bahwa dirinya adalah protagonis di dunia ini, dia juga mempunyai sistem.


Tapi untuk menghadapi Fai dia kehilangan cara untuk menyerang.


Dan di sisi lain ketika pedang itu sudah menembus tubuh Fai dan tidak melukai sehelai apa pun, tangan kanan Fai memegang pergelangan tangan Grey, dan seketika itu Fai mengunakan bakat Seribu Wujud Monster, tangan Fai berubah menjadi tangan monster raksasa hijau yang penuh bulu.


Fai mencekram Grey dan melemparkan ke atas, Adegan ini seperti bermain bola kasti ketika anda melemparkan bola itu.


Para penonton melihat pertarungan ini dari kejauhhan. Penonton itu tidak menyangka yang bernama Diablo meiliki cara yang menakutkan.


Bella yang melihanya ini sunguh kawatir sehinga tangan itu berkeringat.


Mulan yang menonton dari kejauhan sunguh terpana, ternyata dia juga mempunyai kekuatan penghancur yang sangat menakutkan.


Ratu es juga melihat pertempuran ini dengan serius dia tidak menyangka bocah sentimental ini ternyata menakutkan.


Setelah melempar Grey tangan Fai berubah bentuk menjadi semula lagi.


Dia menujuk dan menembakan pembunuh satu jari ke arah Grey yang sedang terbang ke arahnya.


Fai tidak panik dia mungkin bisa menebak bahwa Grey akan mengunakan pedang itu untuk menebasnya lagi.


Diam-diam dia mengunakan sihir pencipta dan membuat Pedang Tujuh Elmen.


Pedang Tujuh Elmen muncul di udara tipis dan Fai meraihnya.


Ketika wanita yang bertopeng melihat bahwa Fai meraih ruang kosong tiba-tiba dia terpana, karena dia melihat Fai tiba-tiba memegang Pedang yang sama persis miliknya.


"Tungu..!"

__ADS_1


Setelah mengamati pedang yang di pegang Fai dia terkejut karena pedang itu lebih lengkap dalam hal kekutan Elmen nya.


__ADS_2