
Sarah yang tepat sebelah samping Grey terpana, pergerakan tangan itu sunguh cepat.
Dia melihat bahwa orang yang bernama Diablo hanya melambaikan tangannya secara lemah, tapi tanpa dia sadari ada suara tamparan.
Ketika dia menoleh suara tamparan itu berasal Diablo terkejut sampai lupa menangis.
Sarah melihat ketika mendengar tamparan Grey sudah tak sadarkan diri.
"Kamu..kamu apa yang kamu lakukan!" Sarah melototi Fai dengan kebencian yang mendalam.
Dia ingin menyakar Fai tapi tidak bisa.
"Dia terlalu naif apakah dengan kenaifan itu akan membuat situasi terbalik? Aku menampar dia juga untuk menyelesaikan akun ini. Dengan begitu ketika dia sudah tak sadarkan diri maka pertandingan akan selesai dan jika seperti itu, maka wasitlah yang memutuskan." Kata Fai dengan tenang.
Kemudian Fai berteriak dengan keras.
"Wasit orang yang bernama Grey sudah tak sadar kan diri inilah waktunya kamu memutuskan kemenangannya!"
Suara itu begitu mengema.
"Kamu berteriak dengan sangat keras. Memicu bakat baru, Suara Ultarsonic, kemahiran saat ini adalah +8."
Fai tertegun dengan berteriak akan memunculakan bakat lagi, itu bagus dari pada tidak.
Fai tidak sabar lalu dengan mencekram Grey yang tak sadarkan diri, lalu Fai membawa Grey dengan satu tangan.
Pemandangan ini seperti Fai membawa karung sampah sunguh sepele.
"Hey apa yang sedang kamu lakukan! Kenapa kamu membawa Grey!" Kata Sarah dengan berteriak kepada Fai.
"Aku akan membawakan Putra Grey ke wasit untuk bukti bahwa aku memenangkan ini."
Dia melangkah maju kedepan tapi sebelum itu di berhenti lagi dengan itu, Fai berbicara kepada Sarah.
"Oh iya ngomong-ngomong kamu gadis, sungun cantik bolehkah aku melamarmu untuk menjadi istri kedua aku." Fai berkata lembut kepada Sarah.
"Kamu.. jangan berbicara omong kosong!" Wajah Sarah sangat jelek seperti memakan lalat.
Dalam benak Sarah, berani nya anda berkata kepada nya dan itu sebuah perkataan tak tahu malu.
Dia sebenarnya ingin sekali menyakar dan mencabik-cabik Fai tapi di situsasi ini tidak di perbolehkan.
Sehinga secara tidak sadar dia membocorkan aura pembunuhan.
"Hei!" Terdeteksi bahwa ada bakat kegelapan, sistem mencoba untuk mensintetis."
"Hei! Selamat bakat kegelapan berhasil di sintetetis."
"Kamu memahami bakat kegelapan, kemahiran bakat kegelapan +30."
__ADS_1
Bunyi "Bip" Berdering terus di benaknya sehinga Fai mengerutkan kening dan memandang ke arah Sarah, Fai juga berkata di dalam hatinya apakah dia mempunyai bakat yang menakutkan, dan bakat itu di sembunyikan?
Fai mengelengkan kepalanya seperti apa yang di pikrkan oleh dirinya bahwa pahlawan wanita atau heroine Protagonis mesti mempunyai bakat yang di atas rata-rata karena seperti yang Fai baca novel di kehidupan dulu itu mengatakan, bahwa orang baik maka berpasangan dengan baik juga, dan itu begitu sebaliknya jika jahat maka jahat pasangannya.
Ketika Fai melihat Grey yang memikiki kekuatan di atas rata-rata apa lagi dia adalah putra takdir, maka wanita yang di milikinya akan menjadi Ratu atau permasuri yang mendominasi di masanya.
Tapi, apakah Fai takut akan hal itu?
Tentu saja tidak, karena Fai juga salah satu Putra takdir dengan jenis Isekai dan di tambah sistem yang kuat Fai percaya bahwa keadaan ini dia bisa mengatasi.
Setelah itu Fai memandang ke arah timur dengan mata superya dia melihat bahwa ada begitu banyak orang yang sedang berkerumun. Dengan mata super, dia melihat bahwa orang yang berkerumun itu adalah para penonton dan wasit, setelah dia melangkah dan menghampiri wasit dengan merobek ruang, dia measuki nya.
Di kerumunan para penonton.
"Apakah pertempuran nya sudah selesai?
"Tapi di mana Putra Grey dan Diablo kennapa tidak ada pergerakan sama sekali?"
Ketika dia sedang mencari-cari, tiba-tiba di depanya retakan ruang muncul sehinga dia terkejut ingin jatuh.
Wasit itu melihat bahwa retakan ruang itu memunculkan sosok dengan baju compang-camping dan di tangan kanannya dia membawa seseorang.
Wasit itu tidak mengenal siapa pemuda itu, kemudian dia melihat terus siapa orang yang sedang di cengkram.
Ketika dia sedang mengamati dia terkejut sehinga jantungnya ingin melompat kekuar, karena dia melihat bahawa orang yang sedang di cengkram oleh pemuda itu adalah Putra Grey.
Jika dia Putra Grey, maka orang yang membawanya?
"Apakah kamu Diablo?"
"Yah!" Fai mengangukan kepalanya.
"Apa..!"
Para penonton juga gempar.
"Ternyata orang ini adalah Diablo!"
"Bukan itu saja, dia juga mengalahkan Putra Grey!"
Para penonton juga sedang berdiskusi.
"Ngomong-ngomong dia juga tampan, tidak kalah dengan Putra Grey dalam bakat ketampanan nya.
Para penonton pria sedikit iri bahwa kenapa dirinya tidak tampan seperti Diablo. Tapi rasa iri itu, masih kalah dengan tatapan menyanjung.
Para penonton wanita juga sedikit tersipu, jika tadi sebelum pertandingan dia memuji Putra Grey, tapi sekarang dia bingung dan malu karena dia ingin menjilat Fai, tapi kelakuan sebelum pertempuran para penonton wanita begitu sembrono.
Di sisi lain Ratu es selalu memandang Fai, dia berpikir bahwa pemuda itu sedikit menarik.
__ADS_1
Kemudian dia teringat apa yang pemuda itu katakan bahwa kecantikan dirinya masih kalah dengan wanitanya.
Lalu wanita apa yang dia miliki oleh Fai?
Di hati Ratu es sedikit rasa tidak bahagia, jika itu ketika dia tidak membuat gegabah ketika menabrak Fai mungkin sekarang atau di masa depan mungkin dia bisa berkenalan dengannya.
Mulan dan kedua orang lainya juga ahirnya melihat rupa Fai yang sebenarnya. Dia juga diam-diam mengakui bahwa itu tampan, untungnya dia berteman dengan sebentar dan tidak menjadi musuhnya.
''Wasit sekarang umumkan siapa pemenangnya." Fai berkata kepada wasit.
Wasit tersadar kembali dengan itu dia meniup pluit dan mengumumkan bahwa yang memenangkan adalah Fai.
Setelah meniup pluit Fai di bawa dan di arahkan ke sebuah ruangan untuk menerima hadiah.
Kemudian Fai berjalan dengan memblakangi Wasit, setelah sudah tiba di dalam ruangan Fai melihat ada beberapa angota staf yang sedang duduk di area ruangan itu.
Fai juga melihat salah satu wanita yang bertugas menerima pendaftaran itu, dia juga melihat bahwa wanita itu menatap Fai dengan rumit dia ingin berbicara tapi tidak bisa berbicara.
Fai menyadari itu tapi Fai menghiraukan dan tetap tenang, walau wanita itu memiliki gunung yang lebih besar dari pada Bella tapi, Fai tidak akan jatuh cinta dengan mudah.
Fai sedang menungu dengan sedikit lama tiba-tiba dia memandan satu lorong, dia menemukan sosok yang berjalan dengan pelan dan tidak pelan, dia berjalan mengarah ke Fai.
Sosok itu melihat Fai, Fai juga melihat sosok itu, dengan memakai seragam yang rapih dan pantas dia juga melihat sosok itu tersenyum ramah kepadanya ketika dia sudah dekat dengan Fai.
Sosok itu tersenyum kepada Fai, Fai juga tidak sopan di mengangukan kepalanya.
"Tuan Diablo, perkenalkan nama saya, Wiliam. Saya adalah ketua dari arena petarungan ini, dan saya kesini membawa kamu, untuk menyerahkan hadiah karena telah memenangkan juara pertama.
"Yah aku tahu!" Fai menjawab dengan sopan.
"Ok tungu apa lagi jadi, ayo bergegas dan ikutlah dengan ku." Wiliam berbicara kepada Fai.
Fai mengangukan kepalanya dan mengikuti Wiliam untuk menerima hadiah.
Dia bwrpikir mungkin hadiah ini akan dia berikan kepada Nori sebagai pelengkap dan pendukung dengan sedikit di modifikasi di buku kekosongan mungkin kekuatannya jadi bertambah beberapa kali lipat.
Fai ahirnya tiba di ruangan kusus untuk menerima hadiah dia melihat wanita angun dengan profesional berjalanya dan itu membawa beberapa barang dan wanita angun itu mendekati Fai.
"Tuan Diablo ini cincin penyimpanan dan berisi uang dan beberapa obat tingkat lima dan tujuh, dan di cincin ini ada satu obat tingkat tingi dan pihak kami tidak mengetahui level berapa. Obat ini adalah obat air kehidupan berasal dari kerajaan Elf." Wanita itu berkata kepada Fai dengan menawan.
Tapi Fai tidak rakus terhadap kecantikan yang dia hadapi di depanya, dia sebenarnya lebih tertarik dengan obat ini.
Obat kehidupan?
Seperti namanya obat kehidupan adalah kehidupan dan bisa memperpanjang umur hinga ratusan dan ribuan mungkin.
Obat ini adalah sangat berharga walau hanya satu tapi ini lebih baik dari pada tidak.
Dia setelah menyelesaikan akun ini, dia mencoba ber experimen mengunakan bakat melahapnya apakah obat kehidupan bisa memunculkan bakat baru.
__ADS_1
Jika memang benar bisa memunculkan bakat baru, maka dia akan mengunakan bakat ini untuk memperpanjang umur keluarganya.