
Merka terus mengikuti hewan unik itu, karena dia berfikir mungkin bakat yang di tunjukan hewan lucu itu belum semuanya.
Setelah beberapa waktu ahirnya mereka menenumkan bahwa hewan lucu itu menukik ke bawah, mungkin dia menukik karena alsan lain misalnya, apakah tempat itu sarang hewan yang lucu itu?
Tapi menghentikan lajunya karena mereka melihat bahwa ketika hewan lucu itu menukik kebawah dan mendarat di bahu seseorang pemuda.
Pemuda itu di selimuti jubah hitam dan kepalanya di tutupi sebuah topeng yang bertanduk.
"Apakah hewan itu juga sudah meliki tuan?" Alsis Mulan berkerut.
Fai yang sedang duduk di tanah, sebenarnya sudah mengetahui tapi dia membiarkan toh, mereka juga tidak melecehkan dirinya.
Ketiga Pusy setelah menyelesaikan tugasnya kemudian menjadi satu dan terbang menuju ke pungung bahu kiri Fai.
Pusy sudah meludahkan ranting-ranting yang kering ke tanah, kemudian Fai memberi syarat untuk menyalakan ranting itu dengah api.
Ekor Pusy memanjang dan mengelurakan api untuk membakar ranting kering.
Setelah api cukup besar Fai mengelurakan beberpa daging Babi hasil berburu ketika dia mengumpulkan ketarampilan baru.
Bongkahan daging itu di potong-potobg beberpa inci. Setelah itu Fai menciptakan teplon untuk mengoreng dan tidak lupa dia membuat bumbu rasa Bbq dan Balado.
Setelah bebrap menit dia memasak ahirnya bau yang menyegarkan itu menyebar dan sampai ke hidung Mulan dan lainnya.
"Berkicau!"
Perut mereka ber tiga tiba-tiba berkicau karena mencium aroma yang menyegarkan sehinga membangkitkan rasa lapar.
"Ini..!" Julis tidak bisa berkata apa-apa bau ini sunguh harum.
Lisa juga mengangukan kepalnya, dia baru pertama kalinya mencium bau yang aneh tapi begitu semerbak sehinga rasa lapar ini sunguh mengoda.
Lisa pada sejatinya adalah pecinta kuliner dia tidak tahan untuk melangkah maju untuk meraih daging yang di pangang oleh pemuda itu.
Kemudian Lisa memandang Mulan, Mulan juga memahami dia pada ahirnya Mulan membuat keputusan untuk bergegas dan menghampiri pemuda itu karena bau semerbak yang tidak tahan.
Fai melihat mereka bertiga berkonfilk batin tidak bisa ketawa di hatinya tapi Fai juga tidak menghentikannya.
Setelah beberapa daging sudah matang dan minyak-minyak bumbu yang lezat menetes di garpu jatuh ke teplon.
__ADS_1
Kemudina Fai mencicipi mengunakan garpu lalu memasukan ke mulutnya.
Walau kepala Fai di tutupi sebuah topeng itu tidak masalah, ketika daging itu di arahkan ke topeng bagian mulut, tiba-tiba daging itu menembus dan ahirnya masuk ke mulut tampan Fai.
Fai melemparkan daging rasa balado ke Pusy, kemudia Pusy memakan dengan semangat.
Fai sedang makan diam-diam memperhatikan mereka bertiga menuju ke arah dirinya.
Membiarkan saja Fai tidak menghalangi dan tidak begitu pelit.
Ketika jarak sudah begitu dekat Fai ahirnya melihat dengan jelas penampilan itu.
Ketiga orang itu sama-sama kecantikan yang teratas dan mengagumkan tapi, di bandingakn kedua orang itu ada satu yang lebih mengagumkan tepatnya kelompok yang berada di tengah-tengah dia memiliki tempramen tingi dan dingin itu cocok dengan gaya rambut yang putih.
Walau cantik, tapi itu saja, karena menurut Fai memikirkan wanita itu tidak akan ada habisnya, jadi ketika dia melihat kelompok mereka mendekati Fai tetap tenang dengan memakan daging dengan nyaman.
Fai dan Pusy terus melahap tanpa memandang dia.
"Ini..!"
Julis mengerutkan keningnya dia melihat bahwa pemuda itu tidak memandangnya sehinga dia sedikit kesal, kemudian berfikir apakah penampilanya dirintmya tidak menarik di pemuda itu?
Mulan juga memahami pikiran Julis, tapi dia cerdas kemudian dia melangkah maju dan berkata.
Fai menoleh dan memandang Mulan dan sedikit terpanan dengan penampilan nya, kemudian setelah tersadar kembali Fai menganguk.
"Kamu boleh memakkannya dan itu masih banyak, cepat makan selagi panas." Fai berkata kepda Mulan
"Kalau begitu terimakasih karena berbaik hati." Mulan lega lalu memandang Julis dan Lisa untuk duduk di tanah.
Tangan halus lisa begitu gesit untuk mengambil makanan dia mengabaikan citra wanitanya.
"Waow sunguh enak! Makanan ini sunguh enak!" Lisa berkata dengan cerah.
"Rasa ini sunguh aneh tapi apa ini." Julis melahap daging babi dengan lahap, tapi dia selalu ada yang aneh dengan rasa ini, karena baru pertama makan yang mempunyai rasa aneh tapi itu sunguh lezat, ini juga masuk akal karena bumbu yang di taburi di daging Babi adalah bumbu balado yang berasal dari Bumi moderen.
Mulan juga mengigit daging, tapi dia makan dengan sedikit-sedikit, dan tanpa sadar mata Mulan selalu memandang Fai, tapi karena Fai memakai topeng jadinya dia tidak tahu dengan jelas penampilannya.
Hati Fai sebenarnya berdarah dia memakan belum cukup banyak tapi kedua wanita ini sedikit rakus, Fai melihatnya juga ingin menangis tapi tidak ada air mata.
__ADS_1
Kemudian dia melihat wanita yang angun yang memiliki rambut putih dan berkata. "Makan yang banyak selagi panas, jika dingin itu tidak enak."
"Tidak apa-apa makan demi sedikit juga menghindari tersedak." Mulan hanya menjawab begitu, dia sebenarnya ingin makan dengan cepat tapi dia malu.
Setelah beberapa saat, untuk menghindari rasa malu, Mulan mengalihkan topik.
"Apakah kucing itu hewan peliharaan kamu?"
Fai menangapi dengan menganguk kepalanya, tapi tidak berbicara.
Lisa yang sedang makan juga berkata: " Hewan peliharan apa yang kamu miliki, itu sunguh aneh?"
"Hewan ini adalah kucing, tapi juga bukan kucing." Fai mengelengkan tak berdaya.
Lisa bertanya kepada Fai, Fai juga tidak mengetahui hewan jenis apa itu. Tapi singkatnya hewan itu adalah harta tertingi dan tak ternilai.
"Ngomong-ngomong nama saya Mulan salah satu siswi di akademi Dupa Merah." Kemudian Mulan menujuk kedua orang lainya dan berkata:"Ini ngomong-ngomong teman saya di akademi Dupa Merah juga."
"Kita bertiga sedang mencari pengalaman di hutan ini, adapun kita tiba-tiba bertemu hewan lucu dan aneh, ahirnya kita meningkuti dan pada ahirnya saya bertemu dengan kamu."
"Kamu di sini apakah untuk mencari pengalaman juga?"
Fai tidak menangapi karena dia marah, dia marah karena hidangan ini hanya makan sedikit tapi, kedua orang itu makan dengan cepat.
Tapi kata-kata terahir Fai mendengarkan lalu berkata. "Tidak aku kesini dalam istirahat, kemudian sudah cukup tenaga maka aku pergi ke tempat arena petarungan untuk mendaftar karena aku ingin berpatisipasi.
"Arena petarung!" Mata bertiga cerah ini kebetulan dia juga setelah mencari pengalaman di hutan dia mau ke arena petarung untuk menonton.
Tapi dia mendengarkan bahwa pemuda itu berkata dia mau mendaftar untuk berpatisipasi. menurutnya ini sangat bahaya karena Mulan melihat dia mengunakan rompi dan topeng, tapi penampilannya masih muda dan itu mungkin masih seumuran.
Walau Mulan sudah memasuki perajurit Lv6, dia cukup kuat tapi dia tidak akan bodoh berpatisipasi di Classromm, karena tempat itu hanyalah sarang yang ganas.
Mulan tidak menghentikannya tapi dia juga berkata.
"Kebetulan saya juga akan pergi ke Classrom untuk menonton, bisakah kita pergi bersama-sama.
"Kalau begitu ayao." Kata Fai.
"Pusy ayo kita berangkat."
__ADS_1
Pusy melompat dari pungungnya kemudian berubah menjadi Naga hitam raksaksa.
Mereka bertiga tercengang karena perubahan hewan itu.