Dewa Yang Maha Kuasa

Dewa Yang Maha Kuasa
Gunung Kamu Sunguh Rata


__ADS_3

Fai menutup pintu dengan lumayan keras dia cukup tertekan oleh Elona. Tapi untungnya dia sudah membuat janji bahwa ini adalah permintaan pertama dan terahir bagi dia untuk saling bertatapan entah hal lain.


Setidaknya kedepan hari tidak akan bertemu lagi mungkin akan merasa lega.


Fai berjalan untuk menghampiri kasur dia ingin memejamkan matanya untuk tidur.


Sementara itu, Elona yang ada di luar pintu singuh sangat senang ahirnya dia bisa mengundang orang tampan untuk datang ke acara ulang tahun dirinya.


Dengan itu dia setelah mulut kering karena sering berteriak untuk memohon kepada Fai dia perlahan pergi meningalkan tempat di mana Fai tingali dan dia pergi ke tempat dirinya untuk istirahat.


Ke esokan harinya Elona sudah tiba di depan pintu. Dia memberitahukan bahwa dengan waktu menjelang sore dirinya bahwa akan menemui Fai dan dia juga akan memberikan sebuah sati set perlengkapan yang bagus.


Tapi apa yang di katakan Fai bahwa anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan itu, karena Fai juga sudah memiliki satu set pakaian gaya modern yang bagus.


Awalnya Elona bersikeras akan memberi satu set pakaian. Tapi dia melihat Fai begitu gigih jadi tawaran itu dia urungkan.


Di pelatatan ketika Fai sedang menyapu.


"Hei apakah kamu akan menjadi simpanan terhadap Elona?" Kayden yang di sisinya Fai tiba-tiba berkata dengan sedikit menyringai.


"Kamu tutup mulutmu!" Fai tidak berdaya. Tapi dia juga sudah menceritakan kepada Kayden bahwa jika dia sudah menuruti bahwa Fai hanya menghadiri malam ulang tahun Elona, dia dan Elona tidak ada akan lagi pertemuan yang merepotkan


"Hei apakah kamu begitu hambar?" Kayden cukup terheran dengan apa yang ada isi otaknya. Jika dia, mungkin akan suka rela terlalu dekat dengan Elona. Apa salahnya dia cukup cantik.


Fai mengelengkan kepalanya, padahal dia sudah menjelaskan kepada Kayden betapa rumitnya berurusan dengan wanita. Namun Fai tidak akan mengatakan hal kedua kali tapi dia berkata dengan alasan lain yang seperti ini. "Aku memiliki kriteria wanita yang pesona panas dewasa, maka sebab itu aku mempunyai tiga wanita yang sangat cantik di bandingan dengan Elona tidak bisa di sebutkan."


"Apakah apa yang kamu katakan itu benar?" Awalnya Kayden juga belum sepenuhnya bahwa dia Fai berkata dengan jujur. Tapi Fai tiba-tiba menjelaskan bahwa dia mempunyai 3 wanita dan salah satunya kepala akademi di negara Rossen.


Dan Kayden cukup terkejut bahwa Fai sebenarnya dari kerajaan Rossen. Anda dari negara Rossen hanya untuk menjadi tukang sapu di negara Falas, apakah hidup anda begitu penuh dermawan.


"Sebagai pria yang baik untuk merawat tiga ekor wanita maka kita harus mencari nafkah." Kata Fai dengan tersenyum.


Kayden tidak membalas talpi, dia berbicara topik lain seperti ini. "Ngomong-ngomong kamu sebenarnya menyembunyikan kekuatan? Aku melihat ketika kamu melawan Dimpele sunguh sangat mengagumkan dan kekuatan kamu sunguh kuat."

__ADS_1


Fai hanya mengangkat bahu tidak menjawab tapi Fai juga menjawab dengan topik lain bahwa dia mengatakan dia di takdirkan untuk menguasai dunia.


Ketika mereka berdua sedang menyapu tiba-tiba Callin menghampiri nya dengan tenang dan berjalan ke arah mereka beruda.


Pandangan mata nya masih tertuju kepada Fai. Tapi dia tidak perlu untuk repot-repot menatap balik. Jika dia menatap balik, mungkin anda akan percaya diri dengan kecantikannya.


Tapi Fai tidaka akan tertarik dengan wanita ber gunung rata apa lagi dia mungkin juga protagonis di dunia ini hinga untuk saat ini Fai tidak repot-repot untuk berurusan.


"Kamu bolehkah aku ingin berkata kepada kamu tentang sesuatu?" Kata Callin dia mengatakan secara langsung tanpa basa basi.


"Katakan.." Fai langsung membalas tanpa memandang ke arah Callin.


"Aku ingin melihat senjata yang kamu gunakan ketika melawan Dimpele.!" Callin juga tidak berbelit-belit langsung kepada intinya.


Fai langsung setuju dengan itu, dia memunculkan dua sekaligus pedang hijau dan pedang yang sama persis yang Callin gunakan.


Begitu Callin melihatnya langsung berseru dia melihat dua buah pedang dengan satu berwarna hijau yang mengkilap dan satunya padang yang sama persis yanhg dia di gunkan untuk sendiri.


Kemudian Callin mengecek atribut pedang yang sama persis miliknya.


《Level Pedang : Level 16.》


"Level 16..!" Callin bereseru di dalam hati, sampai ingin membuang kedua pedang itu karena terkejut. Kemudian dia menatap ke arah Fai dan berkata seperti ini. "Dari mana kamu mendapatkan pedang dan ini sudah mencapai Lv16." Callin menahan keterkejutannya dan dia memcoba berkata dengan tenang.


"Ini aku dapatkan ketika aku datang kesini. Pedang itu kebetulan pemberian dari sebuah kakek di pingir jalan!" Kata Fai membual.


"Ayo.. aku ingin menantang kamu untuk berduel." Tiba-tiba Callin menghalihkan topik dan secara langsung menentang duel.


Pada awalnya Fai cukup terkejut tapi dia menyukai gaya secara langsung yang di katakan oleh Callin. Tapi Fai tidak langsung setuju dia berkata seperti ini. "Lupakan aku tidak ingin bertarung, mending kamu mencari lawan yang lain."


"Lawan semua murid di sini sudah aku kalahkan." Callin menatap Fai dengan lurus.


Kayden yang di sisinya hanya seperti sebuah pohon kayu cukup di abaikan keberadaanya oleh mereka beruda. Tapi dia juga tertarik dengan pertunjukan ini.

__ADS_1


"Jika kamu bisa mengalahkan aku maka pedang ini menjadi milik kamu." Callin berkata lagi.


"Hanya pedang aku juga sudah mempunyai." Kata Fai dia memperlihatkan pedangnya ke pada Callin.


"Jika kamu mengalahkan aku maka aku akan menjadi wanita kamu..!" Callin mengertakan giginya. Begitu suara keluar Kayden yang ada di sisinya menatap tajam ke arah Fai dia melihat apakah dia akan menolak lagi jika tebakan benar, mungkin dia menyukai sesama jenis.


"Kamu menjadi wanita aku? Tapi aku tidak suka dengan gunung yang rata seperti kamu." Fai memegang dagu sambil menatap Callin.


"Kamu..!" Callin sunguh marah dia dikatain bahwa dirinya gunung rata tapi dia masih mengertakan giginya dan berkata lagi.


"Apakah kamu menerima apa tidak..!" Callin melototi Fai dia mengeluarkan sedikit bakat tubuh dewa perangnya.


Begitu bakatnya di keluarkan Fai mendapat bunyi "Bip!" Yang sudah lama sekali tidak terdengar di benaknya.


"Hei!" Terdeteksi ada energi bakat tertentu sistem sedang mensintesis."


"Sintetis berhasil!"


"Hei! Kamu mendapatkan bakat baru, Tubuh Dewa perang..!"


"Kamu mempelajari tubuh dewa perang kemahiran +20."


"Kemahiran +70."


Tiba-tiba tubuh Fai ada perubahan. Tapi dia juga tidak tahu perubahan apa yang di miliki oleh tubuhnya, kemudian dia menatap ke arah Callin dia tidak menolak untuk berduel karena jika Callin tidak membocorkan bakatnya mungkin dia tidak mendapatkan bakat baru.


"Ok aku menerima tantangan kamu." Kata Fai dengan tenang.


"Ok ayo ikuti aku." Callin ahirnya gembira dia mencoba melawan Fai karena dia tidak tahu keuatan yang di miliki Fai.


Mereka pergi menuju ke tempat di mana para murid berlatih dan kebetulan ada Elona yang dari awal dan ahir melihat kebersamaan Fai dan Callin sehinga dia tidak cukup senang. Karena dia sudah mengangap bahwa Fai adalah sudah menjadi miliknya dan tidak ada orang lain yang boleh mendekati.


Callin dan Fai sudah di tempat di mana murid berlatih, tentunya semua murid pada heboh dengan pertunjukan ini.

__ADS_1


"Kamu duluan yang membuat tembakan dan keluarkan lah seluruh kekuatanya." Kata Fai.


__ADS_2