Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Bertengkar


__ADS_3

"Sayang, ini enak bukan?" tanya Jordan pada istrinya ketika mereka makan bersama Sarah dan juga William.


"Tidak bisakah kalian bersikap biasa saja? aku bosan mendengar apa yang kau katakan sejak tadi Jordan. Kau bersikap seolah-olah kau yang memiliki dunia ini bersama istrinya."


"Memang!" jawab Jordan dengan begitu mudahnya.


Dia tidak peduli dengan apa yang dimaksud William. Terserah dia ingin mengatakan apa, tapi yang pasti Jordan dan Dara benar-benar menikmati makan malam mereka yang luar biasa ini.


"Astaga, tidak ada mereka di sini aku udah benar aku mencekik lehernya sampai dia kehabisan nafas." ucap William yang merasa kesal dengan sepupunya itu.


Sementara Sarah sendiri memang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana bisa kedua pria itu terus saja berbicara sejak tadi sementara mereka masih makan.


"Tidak bisakah kita makan dengan tenang? kenapa sejak tadi kalian terus belajar bertengkar?" tanya Sarah pada mereka yang terus saja berdebat sejak tadi.


"Bukan aku!" ucap William dan Jordan secara bersamaan karena memang mereka akan selalu seperti itu tidak ada yang ingin disalahkan.


Sejak kecil keduanya tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain jika tentang masalah seperti ini.


"Kau yang salah!" ucap William yang menyalahkan Jordan tapi Jordan malah membalasnya dengan hal yang sama.


"Enak saja kau menyalahkan aku! kau yang salah." tunjuk Jordan pada sepupunya itu hingga membuat keduanya terus saja berdebat seperti itu.

__ADS_1


Brak!


Dara menggebrak meja makan mereka saat ini hingga menimbulkan kegaduhan di sekitar mereka. Bahkan meja mereka saat ini menjadi pusat perhatian beberapa orang yang datang kesana.


"Lihat, bahkan saat ini kita sudah menjadi pusat perhatian banyak orang yang itu semua gara-gara kalian berdua." ucap Sarah yang mulai kesal dengan keadaan mereka saat ini.


"Sudah, ayo selesaikan makanan kita segera pulang karena hari sudah semakin malam. Dan William, dan besok pagi kamu harus mengembalikan motor milik Lucas. Ini motor Vario kesayangannya untuk pergi ke sekolah jadi jangan membuatnya lecet dia tidak ingin putraku marah terhadapmu."


"Terserah!" akhirnya mereka semua selesai makan malam bersama dan William yang membawa motor kapten karena sepupunya itu tidak mungkin membiarkan istrinya naik motor malam-malam seperti ini dan dia juga masih memiliki perasaan untuk tidak membiarkan darah menaiki motor.


Setelah Jordan dan istrinya pulang lebih dulu, ini tinggal Sarah dan William saja yang masih berada di sana. Keduanya tengah menikmati kebersamaan mereka ini dan William meminta maaf pada Sarah atas apa yang telah terjadi pada mereka baru-baru ini.


"Maaf, karena Jordan kamu merasa tidak nyaman dengan makan malam kita." ucap William yang merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada mereka tadi.


"Lalu, apa jika aku mengatakan bahwa kau juga salah satu wanita yang pantas untuk dicintai kau percaya?"


Deg!


Jantung Sarah seperti berhenti berdetak ketika dia mendengar apa yang William katakan terhadapnya.


"Sarah, apa kau baik-baik saja?" tanya William pada Sarah karena melihat wanita itu yang tidak merespon apa yang dikatakannya.

__ADS_1


"Sekarang biarkan aku yang bertanya padamu. Jika memang aku pantas untuk dicintai lalu kenapa hingga saat ini aku belum menemukan pasangan untuk hidup bersamaku? kebanyakan dari mereka hanya menceritakan tentang apa yang mereka miliki apa yang telah mereka capai sementara aku tidak mencari pria yang seperti itu. Aku ingin mencari pria yang bisa menikmati hidup bersamaku seperti makan tanpa harus melihat tempat dan waktunya. Memakai apa yang menurut mereka nyaman bukan apa yang dilihat orang. Lebih spesifiknya lagi, aku ingin mencari pria yang bisa berjalan bersamaku tanpa beban. Sama-sama menikmati hidup." jelas Sarah karena dia tidak menyukai pria yang terlalu menceritakan tentang bisnisnya karena menurutnya itu sangat membosankan.


"Aku," ucap William dengan berani.


"Kau bercanda."


"Aku akan melamar kamu di depan kedua orang tuamu dan aku akan memintamu untuk menjadi istriku. Apa kau percaya?" tanya William lagi untuk memastikan pada Sarah bawah dia benar-benar ingin menikahi wanita itu.


"Ayo pulang, semakin malam semakin melantur saja bicaramu." Sarah sudah ndak masuk ke dalam mobil yang meninggalkan William namun dengan cepat pula pria itu menahan lengannya untuk tidak pergi.


"Sarah, aku ingin bicara serius denganmu. Tolong berikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya. Aku ingin menikahimu bukan karena apa yang telah terjadi diantara kita berdua. Aku mulai merasa nyaman saat jalan bersama beberapa hari ini dan aku harap kau mengerti apa yang aku rasakan saat ini."


"Tapi pernikahan itu bukan sebuah permainan yang mudah dimainkan William. Kita baru kena beberapa hari dan aku belum mengerti diriku seutuhnya begitu juga dengan diriku. Pernikahan bukan sebuah permainan, jadi tolong pikirkan lagi dengan baik niatmu untuk menikahiku." jawab Sarah yang membuat William terdiam.


Dia terdiam bukan karena dia tidak bisa menjawab Sarah, tapi William diam karena dia ingin berusaha untuk meyakinkan wanita ini bahwa apa yang dikatakannya itu sungguh-sungguh.


William percaya bahwa pernikahan itu memang bukan sebuah permainan dan dia setuju dengan apa yang Sarah katakan. Tapi menurutnya, jika semua itu hanya karena masalah perkenalan dan waktu saja mereka bisa melakukannya seiring berjalannya waktu.


"Katakan pada beberapa waktu lama waktu yang kau butuhkan untuk bisa yakin terhadap apa yang aku katakan. Apa jika aku menunggumu kau mau menikah denganku?" tanya William lagi untuk memastikan semuanya.


Dia benar-benar sudah memastikan pada dirinya sendiri bahwa dia ingin menikah dengan Sarah karena dia merasa bahwa dirinya dan Sarah memiliki kecocokan. Dia saya ingin mengatakan pada wanita itu bahwa apa yang bisa dilakukannya dan apa yang dimilikinya karena memang bukan dengan Sarah pun dia tidak pernah mengatakan pada orang lain jika dia memiliki setengah dari harta kekayaan Jordan saat ini.

__ADS_1


Bisa dikatakan bahwa dia dan Jordan setara karena perusahaan yang mereka jalani saat ini setengahnya adalah milik William.


"Kita akan membicarakannya lain waktu. Aku memberikan aku waktu beberapa hari untuk memperjelas jawaban atas pernyataan kamu. Sekarang pulanglah, besok kita akan bertemu lagi dan jemput aku sebelum pergi bekerja."


__ADS_2