Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Bermain


__ADS_3

Dara baru saja terbangun dari pingsannya dan saat dia sadar, dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Dalam keadaan mata tertutup seperti ini pun dia bisa mendengar dengan jelas dan dia hafal betul suara langkah kaki siapa itu.


"Mas Antoni..." ucapnya dengan penuh keyakinan karena dia tidak mungkin salah dengar. 3 tahun Dara menikah dengan Antoni dan dia tidak mungkin salah mengenal langkah kaki mantan suaminya.


"Waw, kau hebat sekali Dara? makan dalam keadaan mata tertutup seperti ini pun kau sudah mengetahui siapa yang datang. Apa kabar mu Dara?" tanya Antoni yang hendak menyentuh wajah mantan istrinya namun dengan cepat pula wanita itu mengalihkan wajahnya karena dia tidak ingin disentuh oleh pria yang bukan suaminya.


"Oh my God! apa sehebat itu suamimu hingga kau tidak ingin disentuh pria lain selain dirinya?"


"Kamu sendiri tahu aku bagaimana mas. Bahkan sejak dulu pun aku tidak membiarkan pria lain menyentuhku selain kamu, tapi kamu sendiri yang membiarkan dirimu disentuh oleh wanita lain di luar sana tanpa sepengetahuan ku." jawab Dara dengan suara yang berat.


Dia harus mulai diingatkan dengan kenyataan pahit di masa lalunya bersama mantan suaminya ini. Entah apa maksud dari Antoni tapi yang jelas Dara tau, jika mantan suaminya melakukan hal ini karena rasa dendam terhadap Jordan.


Ya, dendam atas kehancuran dirinya yang di sebabkan oleh kesalahannya sendiri.


"Aku tidak sedang membicarakan hal itu saat ini Dara. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sebentar lagi kau tidak akan pernah bertemu dengan suamimu karena aku akan membawamu pergi. Kita akan kembali hidup bersama dan aku berjanji setelah ini tidak akan lagi ada wanita lain di dalam hidupku. Hanya kau saja Dara."


"Tidak!" teriak Dara dengan lantang.

__ADS_1


Dia tidak mungkin pergi meninggalkan Jordan dan kembali pada Antoni. Tidak akan karena sebagai seorang istri dia harus selalu berada di sisi suaminya dan suaminya saat ini adalah Jordan. Masa lalunya bersama Antoni adalah masa lalu yang benar-benar ingin dihapuskan olehnya. Masa lalu yang bahkan tidak ingin lagi diingat oleh Dara.


"Kenapa sayang? kenapa menolaknya?" tanya Antoni yang mulai meraba wajah Dara. Sementara Dara sendiri mulai ketakutan karena dia mengetahui bahwa di mana posisinya saat ini.


Ini adalah tempat tidur dan bisa saja Antoni melakukan hal yang tidak di inginkannya nanti.


"Mas, seharusnya kamu sadar karena apa yang kamu lakukan ini salah. Aku sudah menjadi istri perjalanan aku tidak akan pernah mengkhianati suamiku dan kamu tahu aku mas. Jadi biarkan aku pergi dari sini sebelum suamiku datang mas. Lepaskan aku sebelum dia mengetahui bahwa kamu yang melakukan hal ini. Aku berjanji jika kamu melepaskan aku dan aku tidak akan pernah menceritakan pada siapapun bahwa kamu yang melakukannya. Aku mohon mas." pinta Dara dengan sangat pada mantan suaminya.


Biarkan dia berbohong selama hidupnya pada Jordan tentang perbuatan Antoni terhadapnya. Setidaknya dia tau bahwa pria ini telah mau melepaskannya.


"Kamu semakin terlihat cantik dan seksi Dara. Kau bahkan sudah mewarnai rambut hitam mu itu, dan bahkan kau semakin membuatku merasa ingin kembali memilikimu." ucap Antoni dengan tak tahu dirinya. Dulu ke mana saja dia saat Dara masih berstatus menjadi istrinya?


Di saat Antoni tengah bicara dengan Dara dan berkata untuk membawa wanita itu pergi dari sana, Jordan yang menunggu kabar dari temannya terus saja merasa gelisah karena sudah hampir 1 jam hingga saat ini dia belum juga mendapatkan beritanya.


Tepat saat dia hendak menghubungi temannya itu ponselnya sudah lebih dulu berdering dan itu panggilan masuk dari Elang.


"Halo." ucapnya dengan suara yang terlihat sangat panik karena dia memang benar-benar memikirkan keadaan istrinya saat ini.

__ADS_1


Suami mana yang membiarkan istrinya diculik. Jordan sangat mencintai Dara, dan dia tidak akan membiarkan istrinya terluka di luar sana. Apalagi pikirannya langsung tertuju pada Antoni tapi rasanya tidak mungkin karena Jordan tidak ingin menuduh sembarangan.


"Maaf lama, karena mereka baru saja menghubungiku dan mengatakan bahwa istrimu dibawa ke sebuah rumah kosong tak jauh dari tempat tersebut. Kau harus melewati jalan setapak dan masuk ke dalam perkampungan. Menurutku jangan bawa mobil karena di sana sangat jarang yang memiliki mobil. Bawa motor dan di sana sudah ada anak buah ku yang menunggu mu. Kau bisa pergi kesana sekarang. Orang-orang ku mengatakan bahwa baru saja ada sebuah mobil yang masuk ke dalam perkampungan tersebut dan di dalamnya seorang pria." sebelah tangannya terkepal erat saat mendengar apa yang Elang sampaikan. Pria katanya dan hal ini semakin memperkuat dugaan Jordan bahwa yang menculik istri yang benar-benar Antoni.


Jika sampai benar-benar pria itu yang menculik istrinya maka jangan salahkan Jordan jika dia menghabisi pria itu. Jordan sedang bertekad pada dirinya jika sampai Antoni berani menyakiti istrinya dia akan pastikan bahwa pria itu akan menghirup udara untuk yang terakhir kalinya.


"Baik jika begitu Elang. Terima kasih atas bantuan mu kawan."


"Santai saja dan cepat pergi kesana. Di sana sudah ada mereka yang menunggumu. Katakan saja apa yang kau inginkan maka mereka akan melaksanakannya." jelas Elang pada Jordan.


"Baik. Sekali lagi terima kasih Elang." ucapnya dengan tulus pada temannya.


Jordan langsung mengambil yang ada di kantornya saat ini. Walau itu motor milik perusahaan yang bahkan rasanya dia malu untuk menaikinya. Tapi tidak masalah karena dia melakukan semua ini demi Dara istrinya.


"Tunggu aku Dara. Aku akan datang dan membawa mu pergi dari sana. Tolong bertahanlah untuk ku." ucap Jordan lagi. Pikirannya terus saja tertuju pada sang istri karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Dara.


Perjalanan cukup jauh dari perusahaannya menuju tempat yang Elang jelaskan padanya. Tepat saat dia sampai di sebuah persimpangan pohon karet, Jordan sudah di tunggu oleh 8 orang pria yang menurutnya cukup seram dengan tinggi badan san postur tubuh yang menandakan bahwa mereka itu orang-orang pilihan Elang.

__ADS_1


"Mari Tuan, kami akan membawa anda ke tempat di mana istri anda berada." ucap salah satu dari mereka yang mempersilahkan Jordan untuk di kawal oleh mereka untuk memasuki pemukiman warna tersebut.


"Aku akan datang sayang." ucap Jordan harinya saat dia di bawa masuk ke dalam jalan perkampungan.


__ADS_2