
"Minta nomor handphone sini," pinta Jeff pada Laura yang baru saja keluar dari kelasnya karena mereka akan pergi ke ruang latihan musik nantinya.
"Buat apa?" tanya Laura yang merasa heran dengan Jeff yang tiba-tiba saja meminta nomor ponselnya seperti itu.
"Buat apa? kamu yang mengajakku untuk bermain musik dan menjadi salah satu pengisi acara untuk pentas seni nanti lalu bagaimana kita berhubungan jika aku tidak memiliki nomor ponselmu? jika tidak ingin memberikannya tidak masalah. Jangan aku nanti aja ke aku tidak tahu jadwal latihan." kilahnya dengan sangat mulus hingga membuat Laura menarik ponselnya dan menuliskan nomor ponselnya di sana. Namun Jeff tidak sebodoh itu karena sebelum Laura pergi dia menghubunginya apakah itu benar-benar nomornya atau bukan dan ternyata Laura tidak berbohong.
"Kamu pikir aku bohong?" tanya Laura dengan raut wajah kesalnya. Entah mengapa setiap kali bersama Jeff Laura merasa kesal, karena sudah pasti ada saja yang dibuat pria itu anaknya.
"Sedia payung sebelum hujan itu lebih baik dari pada kena hujan karena tidak membawa payung!" Laura yang sudah terlanjur kesal dengan Jeff langsung pergi meninggalkannya begitu saja. Jeff sendiri juga ikut menyusul lah orang karena mereka akan latihan hari ini. Saat dia sampai di ruang latihan, Laura sudah siap dengan dan Leo juga langsung membuka jaketnya dan dia hanya memakai kaos hitam saja.
Di ruangan ini, Laura melihat lebih dulu penampilan Jeff apakah ada yang kurang atau tidak. Dia terus saja menatap ke arah Jeff tanpa di sadarinya jika Stevan memukul drum tidak sesuai dengan alur musik mereka.
"Kenapa lari?" tanya Jeff yang merasa bahwa pukulan dari Stevan tidak sinkron dengan musik mereka.
Ya, semua melihat ke arahnya hingga membuat Stevan langsung mengundurkan diri begitu saja karena dia tidak bisa menahan perasaan marahnya setiap kali melihat interaksi antara Jeff dan juga Laura.
"Ya, baper tuh anak. Lagian bocah banget gak bisa kontrol esmosi kek kang angkot!" gerutu teman-teman mereka yang lainnya.
__ADS_1
"Lah, terus kalau kayak gini nggak ada yang main drum gimana? waktunya udah mepet banget terus kita udah mencari tahu lagi siapa yang bisa main drum selain itu anak." Laura tiba-tiba dilanda kebingungan karena dia tidak tahu harus mencari kemana lagi pemain drum yang akan menggantikan Stevan. Waktunya tinggal 5 hari lagi, dan itu sangat mepet sekali.
"Aku ingat, Marcel dia bisa main drum." Laura kembali mengambil ponsel untuk menghubungi saudara sepupunya itu karena dia yakin jika Marcel bisa menjadi drummer untuk grup musik mereka.
"Bisa main drum itu bukan berarti dia bisa bermain musik dengan benar. Jika hanya bisa main saja Daddy ku juga bisa main, bahkan papi mu pun juga mungkin bisa. Jadi jika pada akhirnya akan berantakan juga. Lebih baik kita mudahkan seleksi audisi lagi untuk mencari drummer pengganti anak baperan itu," Saran Jeff pada Laura tapi seperti biasa, bukan Laura namanya jika dia tidak melawan ucapannya.
"Bisanya Marcel bukan hanya sekedar bisa saja, tapi dia memang pemain drum yang baik. Bahkan saat usianya 6 tahun saja dia sudah mendapatkan hadiah ulang tahun satu set drum dari Papanya, lalu apa masalahmu?" tanya Laura, sedangkan Jeff hanya bisa mengangkat kedua bahunya saja mendengar semua penjelasan dari Laura. Setidaknya dia tau jika Marcel bisa bermain drum dan benar-benar bisa bermain. Bukan hanya sekedar bisa saja, karena jika hanya sekedar bisa saja maka dengan mudah mereka bisa melakukannya.
Nah, tak lama setelah itu Marcel datang dengan raut wajah masam miliknya karena dia harus kembali terlibat dengan teman-teman musiknya Laura itu.
"Kau harus membayar mahal untuk ini!" gerutunya yang langsung duduk di posisinya.
"Mainkan saja musiknya sesuai dengan arahannya. Jika ada yang harus di rubah, pastikan semuanya bisa masuk dan sinkron hingga menyajikan harmonisasi yang indah saat di sampaikan." Marcel memukul telak pada mereka-mereka yang membuatnya kesal itu. Dia hanya di beri waktu beberapa menit untuk memahami sebuah lagi yang akan mereka mainkan nantinya.
"Aku siap! Ayo mainkan musiknya!"
"Kau yakin?" tanya Jeff yang berusaha untuk memastikan pada sepupunya Laura ini apakah dia benar-benar siap atau belum. Apalagi hanya dengan waktu yang sangat singkat dia sudah bersiap untuk memainkan musiknya bersama mereka.
"Sudah aku katakan, kalian harus membayar mahal untuk ini. Jadi, mainkan saja!" karena tidak ingin membuat Marcel kesal akhirnya mereka memainkan musiknya sesuai dengan arahan lagunya dan saat mereka selesai, semua bertepuk tangan karena Marcel benar-benar bisa bermain dengan begitu baik.
__ADS_1
"Waw, amazing bro..."
"Minggir," usir Jeff ketika salah satu gitaris memukul pundaknya untuk memberikan selamat atas keberhasilannya dalam bermain musik dengan mereka.
"Tengkiu my Hero," peluk Laura pada Marcel karena dia perasaan bahwa Marcel selalu bisa menjadi malaikat penyelamatnya. Marcel sendiri juga membalas pelukan Laura karena memang dia dan Laura sudah hidup bersama sejak kecil jadi jika hanya karena masalah-masalah seperti ini saja mereka bisa melewatinya dengan begitu mudah.
"Kau harus membayar makan siangku dengan mahal hari ini karena aku sudah mengeluarkan banyak tenagaku untuk bermain drum. Jadi, ayo pergi." ajak Marcel karena dia merasa bahwa kegiatan mereka saat ini sudah selesai. Di saat Laura dan Marcel ingin pergi tiba-tiba saja Jeff menghentikannya.
"Aku yang akan membayar makan siang untuk hari ini. Kita akan pergi ke cafe atau restoran dan kalian bebas memilih makan di mana."
"Aku tidak membutuhkan uangmu!"
"Tapi aku mau, bagaimana?" karena tidak ingin adanya perdebatan lagi di antara mereka akhirnya Laura memilih untuk berdamai saja. Dia berbisik pada Marcel dan mengatakan bahwa mereka bisa makan sesuka hati mereka sampai puas sama seperti saat mereka sering melakukan hal itu pada kakak mereka Lucas.
"Jadi, ayo kita kuas uangnya sampai habis." bisik Laura lagi, hingga akhirnya mereka semua berangkat ke cafe setelah selesai latihan.
Di sini, mereka memesan begitu banyak makanan karena mereka akan melihat sekaya apa Jeff untuk membayar makanan mereka siang ini.
"Pilih saja seperti yang sering kamu lakukan, ayo cepat." suruh Laura pada Marcel untuk memilih makanannya.
__ADS_1
Akhirnya Marcel mau memesan makan siang mereka dan dia akan membuat Jeff membayar semua itu dengan uangnya.