Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Hari Baru Kita


__ADS_3

Setelah selama 1 bulan lamanya di benua Eropa William dan Sarah memulai kehidupan baru mereka. Seperti saat ini, Sarah sudah terbang lebih dulu dan dia membangunkan suaminya setelah dia selesai dengan kegiatan paginya.


"Sayang, ayo bangun dulu sarapannya udah aku siapkan. Kamu mulai bekerja?" tanya Sarah yang membangunkan suaminya karena ini sudah siang dan William belum juga membuka matanya.


"Astaga, aku benar-benar tidak percaya jika membangunkan kamu jauh lebih sulit dari yang aku bayangkan. Ini sudah siang dan kamu harus bangun karena sebentar lagi kamu akan pergi bekerja." Sarah terus berusaha membangunkan suaminya hingga pria itu akhirnya bangun juga.


"Jam berapa ini sayang?" William bertanya pada istrinya jam berapa ini karena dia harus pergi ke kantor.


"Jangan bertanya ini jam berapa karena kamu harus segera bersiap. Aku sudah menyiapkan air mandi kamu dan sarapan di bawah juga sudah siap sekarang kamu hanya perlu mandi dan aku akan membantumu bersiap nanti." melihat istrinya yang sudah berkacak pinggang di depannya membuat William langsung bergegas untuk pergi membersihkan dirinya. Dia sudah ayo mencari gara-gara pada wanita yang bahkan dia bisa berubah lebih mengerikan dari singa betina. Jadi lebih baik William mencari aman saja dan tidak terlalu membuat wanita itu merasa marah jika ingin selamat dan hidup lebih aman lagi.


"Baiklah, aku mencintaimu sayang."


Cup...

__ADS_1


William memberikan kecupan di kening istri yang sebelum dia pergi ke kamar mandi. Hari ini dia benar-benar harus berangkat bekerja karena dia tidak ingin kembali berdebat dengan Jordan. Tadi malam saja pria itu sudah menghubungi sebanyak 24 kali panggilan tak terjawab hanya untuk mengatakan bahwa dia harus datang besok.


Maka hari ini dia akan pergi ke kantor daripada harus mendengarkan ocehan dari Jordan yang tidak akan ada habisnya.


"Halah, laki-laki akan selalu merayu jika dia sudah salah. Jadi cepat bersiap sana." usir Sarah pada suaminya.


Dia benar-benar ingin mengusir suaminya agar segera bersiap karena memang waktu mereka sudah mepet. Sarah sendiri benar-benar sudah tidak sabar untuk pergi menaiki mobilnya. Dia akan berangkat ke rumah sakit karena mulai hari ini juga dia akan kembali melakukan praktek setelah berjalan di libur panjang yang bersama sang suami.


Entah ilmu apa yang digunakan suaminya di dalam kamar mandi tak dihinggapi bisa mandi dan bersiap secepat kilat seperti ini.


"Ini aku lakukan di saat waktunya mepet sayang, jadi aku tidak akan melakukan hal ini lagi jika tidak kepepet." Sarah hanya bisa memutar kedua bola matanya karena malas.


Sedangkan William sendiri hanya tertawa saja, setidaknya dia tau bahwa saat ini istrinya masih merasa heran dengan apa yang dilakukannya saat ini tapi itu tidak berakibat buruk baginya karena dia tahu bahwa Sarah tidak akan melakukan hal buruk padanya.

__ADS_1


Melihat bagaimana cara Sarah yang memperhatikannya dan membantunya berpakaian membuat William benar-benar merasa menjadi pria yang paling beruntung di dunia ini karena dia bisa mendapatkan wanita sehebat Sarah.


"Sayang,"


"Jangan rusak konsentrasiku karena ini adalah pertama kalinya bagiku memakaikan dasi untuk seorang pria. Aku sudah belajar selama 15 menit saat di dapur tadi. Jadi jangan merusak konsentrasi dan kerja kerasku." ucap Sarah yang membuat William langsung terdiam dengan kata-kata yang keluar dari bibir istrinya.


"Astaga, istriku benar-benar wanita hebat. Aku tidak percaya bahwa aku bisa menikahi wanita secantik kamu dan luar biasa kamu. Kamu paket lengkap Sarah dan aku sangat beruntung." jawab William sedangkan istrinya terus saja fokus pada pekerjaannya saat ini karena dia berusaha dengan keras agar bisa mengikat dasi yang baik untuk suaminya.


"Jangan terlalu banyak bicara, jadi diam dan ayo turun." ajak Sarah karena dia merasa sudah selesai dengan pekerjaannya saat ini.


"Berikan aku ciuman selamat pagi karena aku sudah mandi dan tampan." Sarah kembali memutar kedua bola matanya dengan malas mendengar apa yang suaminya katakan. Tapi dia juga tidak bisa menolaknya.


Cup...

__ADS_1


"Sudah?"


"Sudah sayang," jawab William dan akhirnya mereka turun ke bawah untuk sarapan sebelum pergi bekerja.


__ADS_2