Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Sekolah Baru


__ADS_3

"Mami, apa di sekolah yang tidak ada lagi mempermasalah tentang tato papi?" tanya Lucas pada maminya saat dia diantarkan masuk ke sekolah baru.


Sekolah ini adalah sekolah negeri biasa dan bukan sekolah internasional seperti tempat dia bersekolah sebelumnya.


"Semoga saja tidak. Mami dan Papi tidak akan pernah mengantar kamu ke sekolah karena menghindari terjadinya hal seperti kemarin. Setidaknya, biarkan kamu diantar supir agar semuanya aman." Lucas menurut saya dengan apa yang maminya katakan karena itu semua demi kebaikan mereka.


Dara berharap bahwa setelah ini tidak ada lagi pembullyan pada putranya. Entah itu soal ayahnya yang bertato atau apapun itu. Dara benar-benar berusaha untuk menghindari hal seperti ini maka dia dan Jordan sudah sepakat untuk tidak pernah mengantarkan putranya sekolah.


"Sekarang pergilah sayang, bawa bekalnya oke." Lucas menganggukkan kepalanya dan turun dari mobilnya.


Dia berpamitan dan mencium pipi maminya sebelum masuk ke sekolah. Setidaknya di sini Dara berharap jika Lucas tidak akan terlibat kegaduhan lagi dengan teman-temannya karena sekolah biasa cenderung lebih aman menurutnya.


"Lucas pergi sekolah Mi. Love you." Lucas melambaikan tangannya setelah keluar dari mobil untuk berpamitan pada maminya.


Dara sendiri langsung pergi bersama supirnya setelah mengantarkan Lucas ke sekolahnya. Saat dia menuju ke rumah, tiba-tiba saja mobil mereka di hadang oleh sebuah mobil yang membuat Dara mulai ketakutan.


Apalagi saat dia melihat ada beberapa orang yang datang ke arah mobil mereka.


"Hubungi pak Jordan, buk. Beliau harus tau bahwa kita sedang dihadang saat ini " Dara pun melakukan apa yang supirnya katakan untuk menghubungi Jordan.


Entah mengapa di saat seperti ini ponsel pria itu tidak bisa dihubungi. Dara mulai merasa frustasi karena biasanya Jordan tidak pernah meninggalkan ponselnya seperti ini.


"Ayo angkat Jordan, aku mohon angkat." ucap Data diantar saja berusaha untuk menghubungi suaminya namun saat panggilan ketiga pun suaminya itu tidak mengangkatnya.


"Aahhhkk..." Dara berteriak histeris saat kaca jendela mobilnya dipecahkan.


Ada seseorang yang langsung membuka pintu mobilnya dan menarik dirinya keluar dari mobil.


"Ayo ikut..."


"Gak, aku gak mau." teriak Dara yang berusaha untuk memberontak apalagi saat dia melihat supirnya yang di hajar habis-habisan seperti itu.

__ADS_1


"Pak Rahmat..." teriak Dara ketika melihat supirnya Jordan terkapar tidak berdaya setelah mendapatkan banyak pukulan.


"Lepaskan aku, tolong lepaskan aku." pinta Dara dengan sangat pada mereka yang terus saja menariknya hingga membuat Dara di pukul bagian belakangnya dan pingsan.


"Menyusahkan!" ucap mereka yang langsung target mereka.


Entah karena mereka membawa Dara, tapi yang pasti mereka sudah berhasil mendapatkan target dari bos mereka.


Jordan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung melihat ponsel yang baru saja mati.


Saat melihat ponselnya, Jordan cukup kaget ketika melihat 5 panggilan yang tak terjawab dari istrinya.


Dara menghubungi sebanyak 5 kali dan dia tidak mengangkatnya.


"Sial! kenapa aku meninggalkan ponselku di sini. Seharusnya aku membawanya ke kamar mandi." ucap Jordan. Entah mengapa dia merasa khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.


Pikiran buruk mulai menghantuinya takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Apalagi Dara bilang tadi ingin pergi ke makam ibunya.


Jika Dara marah rasanya itu tidak mungkin. Akhirnya Jordan memilih untuk menghubungi pak Rahmat supirnya dan ternyata sama juga. Ponsel supirnya juga tidak bisa di hubungi hingga membuat Jordan semakin panik dan takut terjadi sesuatu pada istrinya.


"Sial!" umpatnya yang merasa kesal dengan keadaan ini. Merasa tidak tenang, akhirnya Jordan memilih untuk pulang dan mencari Dara di makam ibunya.


Namun saat Jordan melewati sebuah jalan yang cukup sepi menuju makam ibu mertuanya, Jordan di kagetkan dengan sebuah mobil hitam yang sangat di kenalnya. Apalagi mobil itu baru di belinya untuk Dara. Bahkan plat nomornya pun Jordan sangat mengenalnya.


"D 4 RA, ku mohon jangan." ucap Jordan yang berusaha untuk meyakinkan dirinya jika itu memang bukan mobil istrinya. Tapi saat dia semakin dekat, cantiknya seperti dihantam batu besar ketika melihat kaca mobilnya pecah dan pak Rahmat yang terkapar di jalan dengan luka lebam yang wajahnya.


"Dara!" teriak Jordan ketika pikiran buruk mulai menghantuinya.


Jordan langsung keluar dari mobilnya dan melihat keadaan pak Rahmat.


"Pak, tolong buka mata bapak. Di mana Dara pak? di mana Dara?" tanya Jordan dengan wajah yang begitu panik.

__ADS_1


Dia takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Wajah paniknya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi dan itu membuat Jordan merasa sangat ketakutan jika terjadi sesuatu pada istrinya nanti.


"Pak, bangun pak. Pak Rahmat." ucap Jordan lagi yang berusaha untuk membangunkan supirnya.


Jordan bisa bernafas lega ketika melihat supirnya yang baru sadar dari pingsannya.


"Pak, Dara di mana pak? istri saya di mana?" tanya Jordan lagi. Dia harus mendapatkan kabar di mana keberadaan istrinya saat ini karena pasti ini korban penculikan.


"Buk Dara pak, buk Dara di bawa 4 orang pakai mobil Van warna putih pak. Buk Dara si bawa mereka." ucap Pak Rahmat dengan suara yang terbata.


Mendengar apa yang supirnya jelaskan membuat Jordan mengepalkan kedua tangannya karena mendengar bahwa istrinya benar-benar di culik.


Jordan langsung menghubungi Willian untuk membantunya mencari di mana keberadaan Dara.


"Datang ke jalan Meranti menuju makam ibunya Dara. Bawa orang untuk membawa pak Rahmat ke rumah sakit."


"Apa? Dara di culik?" tanya William yang cukup kaget dengan berita yang Jordan sampaikan.


"Lekas datang William. Bantu aku untuk mencari Dara, a-aku takut jika-"


"Tidak akan terjadi apa-apa dengan Dara. Ingat Jordan, kau pernah berteman dengan Kelompok gelap Jordan. Minta bantuan mereka untuk mencari keberadaan Dara. ini sudah termasuk penculikan, jadi cepat hubungi mereka." ucap William. Dia tidak ingin jika di saat genting seperti ini Jordan malah lemah karena rasa takutnya akan kehilangan lagi.


"A-aku akan mencobanya. Tolong jemput Lucas di sekolah barunya dan sembunyikan ini semua dari keluarga ku. Aku tidak ingin membuat Mami khawatir." William mengerti dengan apa yang Jordan maksud.


Akhirnya dia langsung melakukan tugasnya sementara Jordan sendiri berusaha untuk menghubungi temannya untuk meminta bantuan mencari istrinya.


"Ha-halo Gemilang, apa aku bisa minta tolong?" Pria yang di hubungi Jordan cukup kaget saat teman kuliahnya dulu menghubunginya seperti ini.


"Ada apa Jordan? apa yang bisa ku bantu?" tanya Elang ketika mendapatkan telpon dari teman lamanya.


"Istri ku di culik di jalan Meranti menuju pemakaman umum. Supir ku bilang, ada 4 orang yang datang menculiknya dan menaiki Van berwarna putih." jelas Jordan pada teman kuliahnya.

__ADS_1


"Berikan aku waktu setengah jam dan aku akan menghubungi mu lagi. Anak buah ku akan mencarinya."


__ADS_2