Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Heran


__ADS_3

Hari ini, setelah pulang sekolah Laura berkunjung ke rumah kakaknya karena memang pria itu yang memintanya untuk menemani istrinya di rumah. Bahkan dia sudah mendapatkan uang tambahan jajan karena mau menemani kakak iparnya. Awalnya Marcel ingin ikut tapi karena katanya tidak boleh maka dia tidak jadi pergi menemani Laura.


Ketika sampai di rumah kakaknya, Laura terkejut ketika melihat kakak iparnya yang begitu cantik dengan gaun yang di pakainya saat ini.


"Kakak, apa ini benar kak Dahlia?" tanya Laura karena dia tidak percaya dengan wanita yang dilihatnya saat ini adalah kakak iparnya karena dia tidak memakai pakaian panjang seperti biasanya melainkan gaun panjang walau dengan lengan pendek.


"Iya, ini kakak, Laura." jawab Dahlia karena memang inilah dirinya jika di dalam rumah. Laura sendiri merasa tercengang melihat penampilan kakaknya yang sangat luar biasa. Dia benar-benar tidak percaya jika kakak ipar yang bisa secantik ini. Laura merasa jika Lucas sangat beruntung mendapatkan istri secantik dan sehebat kakak iparnya ini.


"Astaga, kakak. Aku tidak percaya jika kakak secantik ini. Aku sudah yakin jika kakak itu cantik tapi tidak percaya saja jika secantik ini. Ya ampun, rasanya aku iri dengan kecantikan itu. Apa kakak salah satu bidadari dari kayangan yang turun ke bumi? seperti cerita legenda Jaka Tarub itu?" Dahlia tertawa mendengar apa yang adik iparnya katakan. Bidadari seperti apa yang dimaksudnya. Dahlia merasa bahwa dirinya itu tidak cantik, karena cantik itu tergantung dari siapa yang melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda.


Laura sendiri setuju dengan apa yang kakak iparnya katakan karena memang itu semua benar. Cantiknya seorang wanita yang tergantung dari mereka yang melihatnya, dan ketika Laura melihat kakak ipar yang dia benar-benar mengagumi kecantikan wanita itu.


"Sudah tahu kenapa kamu disuruh kakak kamu datang ke sini?" tanya Dahlia dan dengan begitu polos salah orang menggelengkan kepalanya karena dia tidak tahu maksud dan tujuan kakaknya menyuruhnya datang ke sini karena yang dia pikir hanya untuk menemaninya saja.

__ADS_1


"Kakak kamu baru mengatakan bahwa kamu mendapatkan nilai yang jelek, malah sebenarnya menurut kakak itu tidak terlalu buruk. 7.5, pas untuk nilai standar rata-rata bukan, tapi kakak kamu tidak menerima itu semua maka Dia menyuruh kakak untuk mengajari kamu." Laura langsung lemah seketika mendengar apa yang Dahlia katakan. Dia pikir dia bisa pergi ke tempat ini untuk menghindari les dan ternyata sama saja. Dia tetap harus belajar dan belajar tapi menurutnya itu tidak buruk karena Dahlia yang mengajarinya bukan guru killer yang dikirimkan kakaknya atau profesor-profesor menyebalkan itu.


"Tidak masalah. Sepertinya belajar bersama kakak jauh lebih menyenangkan daripada para profesor itu. Lagi pula aku heran bagaimana bisa kak Lucas mengenal guru-guru besar itu. Aneh," gerutunya dengan kesal. Melihat kekesalan adik ipar yang membuat Dahlia hanya bisa tersenyum dan tertawa saja. Ternyata seperti ini rasanya memiliki saudari perempuan karena dia hanya memiliki satu orang kakak laki-laki dan itu Farid.


"Sudah, ayo belajar." Dahlia mengajari Laura dengan cara yang begitu mudah untuk dipahaminya sampai saat jam 05.00 sore Laura berpamitan untuk pulang karena memang dia harus pulang sebelum kakaknya datang Karena itulah perjanjian mereka.


Di saat perjalanan pulang, Laura terjebak lampu macet di jalan karena memang bertepatan dengan jam pulang kantor. Di saat dia sedang fokus pada kemacetan tiba-tiba saja seseorang yang menaiki motor di samping mobilnya melihat ke arahnya dan betapa kagetnya Laura ketika mengetahui bahwa pria itu adalah Jeff Smith, anak baru yang baru saja pindah dari London beberapa waktu yang lalu.


"Hay..." ucapnya dengan melambaikan tangannya ke arah Laura hingga membuatnya langsung menutup kaca jendelanya karena tidak ingin melihat Jeff.


Jeff sendiri tidak kehilangan akal untuk mencari perhatian dari Laura hingga membuatnya mengeluarkan sebuah spidol dari dalam tasnya dan menuliskan nomor ponselnya di kaca jendela mobil Laura serta ada emoticon tersenyum di sana.


"Hey!" Laura berteriak ketika melihat pria itu mencoret kaca jendela mobilnya dan berlalu begitu saja setelah melakukannya. Bahkan dia menuliskan love di sana hingga membuat Laura merasa kesal.

__ADS_1


"Dasar berandal!" umpat Laura ketika melihat pria itu sudah pergi dengan motor sport miliknya. Entah mengapa melihat nomor ponsel yang tertulis di kaca jendelanya membuat Laura merasa sangat kesal. Dia tidak percaya jika semua ini bisa terjadi pada terlebih lagi laki-laki itu yang melakukan hal ini padanya. Dia tidak akan tinggal diam karena pasti akan membalasnya besok.


Laura sudah merencanakan sesuatu untuk membalas Jeff atas perbuatannya.


"Lihat saja besok, aku akan membalasnya besok." Laura pun akhirnya sampai di rumahnya setelah melewati kemacetan yang panjang. Dia sampai di rumahnya saat jam 7 malam dan itu membuat kedua orang tuanya sudah menghadangnya di pintu masuk.


"Jika ingin marah, tolong marah pada kakak oke, jangan pada Laura, karena bukan Laura yang bersalah. Tau sendiri bagaimana kemacetan ibu kota bukan? Jadi permisi semuanya." Jordan dan Dara tidak bisa mengatakan apapun lagi jika itu sudah berhubungan dengan anak laki-laki mereka. Mereka yakin jika Laura tidak mungkin berani berbohong menyangkut Lucas. Maka mereka langsung diam seperti itu.


"Sudahlah, yang terpenting Laura baik-baik saja. Lagi pula benar yang Laura katakan sayang," ucap Jordan yang membuat Dara merasa sedikit lebih tenang karena ini pertama kalinya Putri mereka pulang telat dan itu semua karena dari rumah Lucas. Namun, saat mereka hendak kembali ke dalam rumah, tiba-tiba saja mereka melihat ada tulisan di kaca mobil milik Laura.


"Sayang, apa itu?" tanya Dara ketika melihat ada tulisan di kaca mobil putrinya.


"Tidak usah di pikirkan. Itu hanya orang iseng saja, jadi biar supir yang akan membersihkannya nanti." ucap Jordan lagi.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam rumah karena memang sudah malam dan Dara sendiri juga harus menyiapkan makan malam untuk putrinya bukan? Maka mereka harus masuk ke dalam rumah lebih dulu.


__ADS_2