Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Penguntit


__ADS_3

"Sayang, ayo kita pergi sekarang." ajak Jordan pada istrinya karena dia masih sangat penasaran dengan William karena seharian ini pria itu tidak keluar dari ruangan kerjanya dan bahkan makan pun ada seseorang yang mengantarnya.


"Kemana?" tanya Dara pada suaminya yang mengajaknya untuk pergi malam ini.


"Kita akan menjadi pengungkit malam ini karena aku masih penasaran dengan William. Dia terlihat sangat aneh seharian ini jadi aku ini memastikan bahwa dugaanku benar." ucap Jordan lagi yang membuat Dara menatap aneh pada suaminya saat ini.


"Sayang, ayo bersiap. Pakai jaket kamu dan kita akan mencari makanan di luar seperti pecel lele mungkin." mendengar pecel lele yang diucapkan suaminya membuat Dara langsung bersemangat dan dia pun pergi ke ruangan ganti untuk mengambil jaketnya.


Tak lama dia sudah keluar dengan baju panjangnya dan juga jaket yang membalut tubuhnya.


"Masker sayang, jangan lupa masker." ucap Jordan lagi sebelum mereka pergi.


Dara kembali mengambil maskernya sesuai dengan apa yang suaminya katakan baru mereka pergi untuk mencari makanan. Entah mengapa tiba-tiba saya di kepala Dara terus terpikir bagaimana pedasnya sambal terasi dicampur dengan pecel lele. Itu pasti akan terasa sangat luar biasa sensasinya.


Jordan membawa motor baru miliknya yang tidak pernah di ketahui oleh William karena memang niat mereka malam ini adalah menjadi penguntit.


"Tidak jika kita menaiki sepeda motor?" tanya jawab dan saat mereka menaiki motor Vario milik Lucas.


"Tidak masalah, jika kita menaiki motor seperti ini. Pasti aku lebih terasa menyenangkan sekali jalan-jalan menggunakan motor di malam hari seperti ini. Sekarang ayo, aku sudah lapar." ucap Dara dan Jordan langsung menancapkan gas motor Vario milik Lucas ke arah tujuan mereka.


Tepat saat mereka hendak masuk ke area apartemen milik William, Jordan melihat bahwa mobil milik sepupunya itu melewati mereka.


"Sayang, itu mobil William. Kita harus menyusulnya dan kamu pegangan yang erat." Dara menganggukkan kepalanya dan dia memeluk pinggang suaminya dengan erat.


Sungguh, Jordan merasakan kebahagiaan yang tidak pernah di rasakan olehnya selama ini. Bersama Dara dia begitu banyak mengalami perasaan dan kebahagiaan.


Seperti saat ini, kecintaannya terhadap motor tidak pernah dilakukannya bersama Anisa dulu dan kini Jordan melakukannya dengan Dara.


"Astaga, ini terasa sangat menyenangkan sekali sayang. Aku benar-benar bahagia berkeliling kota menggunakan motor di malam hari seperti ini dan itu dengan kamu."

__ADS_1


"Aku juga." jawab Dara dengan suara manjanya karena dulu pun dia tidak pernah merasakan hal seperti ini saat bersama Antoni karena pria itu bilang tidak menyukai motor padahal Dara sangat menyukainya.


"Waw, William pergi ke tempat makan di pinggir jalan seperti ini? wah, aku semakin curiga dengan dirinya." ucap Jordan dengan rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap William.


Dia benar-benar penasaran apa yang membuat pria itu terlihat berbeda hari ini dan lagi pula tidak biasanya dia makan di luar seperti ini karena William lebih menyukai makanan yang dibuat olehnya sendiri. Makanan sehat dan tidak berminyak itu adalah makanan yang selama ini. Lalu apa yang Jordan lihat saat ini? kenapa William terlihat semakin aneh ya.


"Sayang, William sudah berhenti di depan sana. Apa kita juga akan makan disini atau mencari tempat makan yang lain saja?" tanya Jordan pada istrinya dan Dara langsung mengatakan ingin makan di tempat ini.


Di saat mereka tengah berbicara, tiba-tiba saja ada mobil lagi yang datang melewati mereka dan William langsung keluar dari mobilnya saat melihat wanita yang keluar dari mobil tadi.


"Sayang, itu terlihat seperti dokter teman kamu itu." tunjuk Dara pada suaminya hingga membuat Jordan membuka kaca helm miliknya dan melihat apakah yang dikatakan istrinya itu benar atau tidak.


Dan saat dia melihatnya, tiba-tiba saja Jordan langsung mengumpat.


"What the fvcking man?" tempatnya ketika mengetahui yang keluar dari mobil tersebut benar-benar Sarah.


Plak!


"Maaf, sayang. Aku kelepasan. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini." ucap Jordan yang masih kaget dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Tidak ingin membuang waktu lagi, akhirnya Jordan langsung mengajak istrinya untuk masuk ke tempat makan tersebut karena memang Dara yang sudah lapar dan dia yang semakin di penuhi dengan rasa penasaran akan keduanya.


"Kita harus berpura-pura tidak mengetahui mereka sampai tiba-tiba kamu yang melihatnya lebih dulu oke." Dara pun kembali menganggukkan kepalanya dan setuju dengan ide suaminya.


Mereka sudah masuk ke warung kaki lima tersebut dan saat mereka masuk, Data memulai aktingnya yang tiba-tiba saja kaget kerena melihat William dan juga dokter Sarah di sana.


Plak,


Sarah menepuk bahu suaminya dan memulai aktingnya.

__ADS_1


"Sayang, itu dokter Sarah dan William, mereka juga ada di sini." ucap Dara yang membuat kedua orang yang sudah duduk lebih dulu di meja yang ada di sana pun langsung melihat ke arah sepasang suami istri yang ternyata juga ada di sini.


"Hah, mana?" tanya Jordan yang ikut andil dalam akting istrinya dan saat Jordan melihat ke arah William dan juga Sarah, sepupunya itu langsung menggaruk keningnya yang tidak gatal sama sekali.


Di saat begitu banyaknya tempat makan di pinggir jalan, kenapa harus di sini mereka makan?


Kenapa Dara dan Jordan jiga berada di sini. Kekesalannya semakin memuncak ketika dengan begitu mudahnya Sarah meminta sepasang suami istri itu untuk bergabung bersama mereka.


"Astaga, aku benar-benar tidak habis pikir untuk ini semua." gumam William karena tiba-tiba saja nafsu makannya hilang.


Apalagi ketika dia melihat bahwa Jordan tengah menatap culas padanya saat ini. William mengerti dengan maksud dari senyuman sepupunya itu.


Ting,


Suara ponsel William dan itu menandakan pesan masuk ke ponselnya. Dia sudah bisa menebak siapa yang mengirimkan pesan tersebut.


Jordan


" Kena kau, aku menemukanmu di sini."


Isi pesan dari Jordan semakin menghilangkan nafsu makannya. Apalagi ketika dengan mudahnya pria itu menyebutkan semua menu makanan yang di pesannya.


William benar-benar semakin frustasi malam ini akibat ulah sepupunya.


"Kau yang membayar semua ini." tunjuk Jordan tanpa beban sama sekali. Sementara William sendiri, dia hanya bisa mendesah pasrah atas apa yang terjadi malam ini dan semua itu akibat ulah Jordan. Sepupunya.


"Terserah!" jawabnya dengan ketua karena dia tidak tau harus bersikap bagaimana lagi. Entahlah, lagi pula kenapa bisa dia dan Dara berada di sini?


"Sayang, William tidak ingin membayarnya."

__ADS_1


"Tenang sayang, jika dia tidak ingin membayarnya, biarkan Sarah yang akan membayarnya."


"Tidak, biar aku yang akan membayar semuanya." Jordan tersenyum puas karena pancingannya berhasil juga 😁


__ADS_2