
Tinggal beberapa hari lagi mereka menyelesaikan pendidikan mereka di tingkat ini dan mereka akan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, maka dari itu Jeff memilih mengajak Laura untuk pergi ke suatu tempat dan membicarakan bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Apakah Laura menerima perjodohan ini atau tidak sama sekali. Jika Laura menerim semua perjodohan ini maka dengan senang hati Jeff menerimanya. Namun, jika Laura menolak maka dia juga tidak bisa mengatakan apa pun lagi dan hanya bisa pasrah saja.
Kini mereka sedang berada di pinggir pantai dan sedang menikmati kelapa muda. Jeff sengaja mengajak Laura pergi ke tempat ini karena memang ada hal yang ingin di bicarakan olehnya. Bukan hanya tentang mereka saja, tapi tentang kedepannya lagi. Banyak yang akan mereka capai nantinya dan salah satunya cita-cita mereka berdua.
"La," panggil Jeff dengan lembut. Dia ingin sekali menghabiskan waktu lebih lama dengan Laura, tapi mengingat perjanjiannya dengan sang Daddy membuatnya harus menepati janji itu dan membuktikan pada kedua orang tuanya jika dia bisa melakukan semua itu.
"Apa?" jawab Laura karena kini jantungnya merasa berdebar ketika Jeff memanggilnya seperti itu. Entah mengapa setiap kali laki-laki itu memanggilnya dengan kata La jantungnya langsung berdebar kencang. Bukan dia tidak menyukai panggilan itu hanya saja memang dia merasakan sesuatu yang beda ketika mendengar dua huruf itu menjadi satu. Rasanya seperti ada sesuatu yang merasukinya dan membuatnya merasa berdebar.
"Cih, aku ingin bicara serius padamu tapi kau malah seperti ini. Kapak kita bisa bicara serius?" tanya Jeff yang mulai kesal dengan Laura. Setiap kali mereka ingin bicara serius selalu seperti ini. Rasanya sulit sekali bicara pada Laura dan mengatakan bahwa dia itu mencintainya. Jeff sudah pernah mengatakan hal itu tapi Laura tidak percaya dan malah menganggapnya sebagai lelucon. Sialan sekali bukan?
"Serius apa? jangan membicarakan hal-hal serius karena saat ini ada yang lebih serius lagi. Ujian kita lebih serius."
__ADS_1
"I know. but can't understand my feelings? I've already said that I love you, but what was your answer?" tanya Jeff yang semakin kesal. Laura mengerti jika laki-laki ini sedang berbicara dengan bahasa Inggris itu artinya Dia sedang kesal. Setidaknya dia mulai mengerti sedikit demi sedikit akan sikap Jeff.
"Sudahlah, jangan membicarakan hal-hal serius seperti ini. Aku tidak siap untuk membicarakannya," jawab Laura karena memang dia tidak siap mendengar apa yang akan dia katakan. Dia takut jika Jeff akan mengadakan perpisahan untuk mereka berdua karena Laura juga sudah mendengar dari mom Veni jika Jeff sudah memutuskan bahwa dia akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya. Awalnya ketika pertama kali mendengar berita kepergian Jeff ke Amerika dia biasa saja. Namun, semakin ke sini dia semakin merasa ketakutan karena Laura sudah terbiasa dengan kehadiran laki-laki itu bersamanya. Banyak hal yang sudah mereka lewati bersama. Seperti bercerita dan bermain bersama. Laura takut jika laki-laki ini pergi dia tidak bisa lagi merasakan hal-hal seperti itu dan lebih baik Laura tidak mendengar secara langsung dari bibirnya.
"Tapi kita harus membicarakannya Laura. Aku sudah berjanji pada kedua orang tuaku bahwa aku akan melanjutkan pendidikan ke Amerika. Mereka memberiku waktu selama 4 tahun untuk menyelesaikan semuanya sebelum aku kembali ke sini. Tolong, berikan aku jawaban yang pasti atas perasaanmu karena aku membutuhkan itu semua!"
Deg!
"Kau harus mengetahuinya bahwa aku tidak akan kembali sekalipun sebelum aku menyelesaikan semua itu. Jika kamu menerima perjodohan ini dan kita akan melanjutkan hubungan maka aku berjanji kurang dari 4 tahun aku sudah menyelesaikannya. Tapi, jika kamu menolakku dan tidak menginginkan perjodohan ini maka aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini."
Laura semakin dirundung ketakutan ketika mendengar apa yang Jeff katakan. Mendengar bahwa laki-laki itu tidak pulang selama 4 tahun saja sudah membuatnya ketakutan, lalu bagaimana jika nantinya dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan laki-laki itu. Jeff sudah mengatakan bahwa dia tidak akan pernah kembali lagi ke tempat ini jika Laura menolak perjodohan mereka. Lalu apa yang harus dilakukan Laura saat ini. Sungguh, dia benar-benar merasa bingung dengan perasaannya sendiri.
__ADS_1
"Aku tidak tahu dan tidak mengerti perasaan apa yang kumiliki terhadapmu. Hanya saja aku merasa bahwa aku nyaman bersamamu dan aku selalu ingin bersamamu. Cinta, aku rasa terlalu dini untuk kita mengatakan tentang cinta. Jadi bisakah kita berteman saja untuk saat?"
"Tidak!" tolak Jeff. Dia tidak membutuhkan hubungan pertemanan dengan Laura karena yang diinginkannya hubungan yang jelas. Teman, untuk apa hubungan pertemanan. Dia tidak membutuhkan itu sama sekali.
"Jeff, mengertilah. Usia kita terlalu sangat mudah untuk mengatakan perasaan cinta seperti ini. Bahkan apa itu cinta sendiri pun aku tidak tahu karena yang kurasakan aku hanya merasa nyaman ketika bersamamu. Aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus merubahnya seperti yang sering kulakukan ketika bersama papi dan mamiku di luar sana. Aku tidak harus takut akan penilaian orang lain ketika aku bersamamu. Aku merasa bahwa diriku ketika bersamamu adalah jati diriku yang terbaik. Kamu adalah alasan kenapa aku tidak lagi merasakan ketakutan ketika hidup di luar seperti ini dan karena kamu juga aku berani untuk melangkah lebih maju lagi demi sebuah cita-citaku. Aku ingin menjadi seorang dokter dan aku ingin memiliki klinik sendiri untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Aku ingin menjadi dokter tidak untuk mendapatkan gaji atau pendapatan. Aku ingin mengabdikan diriku demi kesembuhan dan kesehatan orang-orang di sekitarku. Aku tidak ingin melihat ada orang yang kesakitan dan tidak mampu berobat karena keterbatasan mereka. Aku ingin menjadi penolong bagi banyak orang dan aku ingin mengabdikan hidupku untuk mereka. Aku berani melakukan semua itu karena semangat yang kamu berikan. Jadi tolong mengerti perasaanku dan tetaplah berada di sisiku sampai kita sama-sama menyelesaikan pendidikan kita dan kembali bertemu di sini. Nanti, kapanpun kamu pulang kabari aku karena aku akan menunggumu. Aku akan menunggu sampai kau menyematkan sebuah cincin di jari manis ku," ucapnya dengan penuh senyuman dan menunjukkan jarinya di depan wajah Jeff. Laura masih saja tersenyum sampai Jeff menarik tangannya dan membuka sebuah kotak berwarna abu-abu dan memperlihatkan isinya.
"Hey, apa ini?" tanya Laura yang merasa kaget dengan perbuatan Jeff padanya.
"Aku menghabiskan uang tabunganku untuk membeli barang ini. Kau meminta sebuah cincin padaku bukan maka aku sudah memberikannya padamu. Jangan pernah berani-berani melepasnya! Awas saja jika kau berani melepaskannya!"
__ADS_1