Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Tumbal


__ADS_3

Hari pernikahan Laura dan juga Jeff semakin dekat. Karena hal itu pula Dahlia dan juga Lucas kembali pindah dan menginap di rumah keluarga besar Brussels karena memang mereka harus berada di sana menjelang hari pernikahan Laura.


Malam harinya, setelah jam makan malam tiba-tiba saja Dahlia kembali ngidam dan itu membuat Lucas sangat bersemangat karena dia kembali merasakan ngidamnya sang istri walau sudah hamil besar, rasanya Lucas sangat senang dan bahagia ketika Dahlia ngidam seperti ini. Lucas sudah sangat antusias sekali mengetahui istrinya yang menginginkan sesuatu.


"Ayo sayang, katakan apa yang kamu inginkan. Aku akan menurutinya dan aku sudah sangat bersemangat sekali untuk itu." ucapnya dengan penuh semangat. Lucas benar-benar terlihat sangat siap sekali untuk menuruti apa yang istrinya inginkan.


"Aku ingin makan nasi goreng mas," ucap Dahlia pada suaminya karena memang dia menginginkan nasi goreng. Lucas yang mendengar itu terlihat sangat bersemangat sekali karena dia pikir mencari nasi goreng itu sangat mudah sekali karena banyak yang menjual nasi goreng dari yang di pinggir jalan, cafe sampai restoran mewah juga ada yang menjualnya. Jadi dia berpikir tidak terlalu sulit hanya untuk mencari nasi goreng saja bukan?


"Baik jika begitu. Aku akan mencarinya dulu. Kamu ingin yang bagaimana? Telur dadar atau telur ceplok?" tanya Lucas yang sudah turun dari atas tempat tidurnya. Dia sudah bersiap untuk mencari basi goreng seperti yang istrinya inginkan.


"Eh, tunggu dulu mas." Dahlia menghentikan Lucas yang ingin pergi begitu saja padahal dia belum mengatakan apa yang diinginkannya. Sedangkan Lucas sendiri merasa aneh dengan apa yang istrinya katakan. Entah mengapa tiba-tiba dia merasa ada yang aneh di sini, apa kali ini ngidamnya Dahlia akan ekstrem seperti apa yang dilihatnya di televisi dan internet itu.


"Ada apa sayang? kenapa menghentikanku?" tanya Lucas pada Dahlia. Sungguh, ada perasaan aneh yang menguasai dirinya saat ini. Tiba-tiba saja Lucas merasa ada hal yang akan terjadi padanya nanti.


"Aku memang menginginkan nasi goreng tapi bukan berarti nasi goreng yang di luar. Aku tidak ingin nasi goreng yang dibeli di luar sana."


"Lalu?" Lucas bertanya dengan perasaan yang mulai was-was. Ada rasa yang tiba-tiba saja membuatnya ketar-ketir.

__ADS_1


"Hem, aku takut jika aku mengatakannya kamu akan marah. Tapi aku benar-benar menginginkannya mas."


"Ya sudah katakan saja apa yang kamu inginkan Dahlia. Jika aku bisa aku akan menuruti apapun keinginanmu jika itu memang masuk akal. Ke mana pun akan kucari jika memang aku harus melakukan hal itu untukmu, jadi ayo katakan saja apa yang kamu inginkan." Dahlia masih menatap ke arah suaminya yang sudah bersiap-siap saat ini. Dia bingung ingin mengatakannya atau tidak, tapi jika dia tidak mengatakannya dia akan terus terbayang-bayang akan nasi goreng itu. Lalu, jika dia mengatakannya pun sama saja belum tentu dia bisa mendapatkan hal itu bukan.


"Sayang, ayo katakan padaku apa yang kamu inginkan. Jika aku bisa aku akan melakukannya. Aku berjanji bahwa aku akan menurutinya. Kamu sudah mengetahuinya bukan bagaimana aku?" Dahlia menganggukkan kepalanya karena dia tahu bagaimana suaminya itu. Lucas tidak pernah mengecewakannya selama ini bahkan ketika dia menginginkan sate, Lucas rela keluar dari rumah mereka jam 10.00 malam dalam keadaan hujan deras hanya untuk mencari sate padang kesukaannya. Walau menggunakan mobil yang tidak terkena hujan tapi tetap saja perjuangan suaminya itu sangat luar biasa.


"Yakin tidak masalah jika aku mengatakannya?" tanya Dahlia yang berusaha memastikan bahwa suaminya itu tidak akan marah dan keinginannya ini bisa terwujud.


"Yakin! Sudah, ayo katakan saja apa yang kamu inginkan sayang," ucap Lucas pada istrinya yang terlihat merasa tidak nyaman saat ini. Bagaimana pun dia harus bisa membuat istrinya itu tidak tertekan dengan keadaan mereka saat ini walau berada di rumah kedua orang tuanya Lucas. Dia tahu jika Dahlia merasa tidak nyaman tinggal bersama keluarga besarnya. Bukan karena perbedaan diantara mereka, tapi dia tidak bisa bergerak dengan bebas seperti saat di rumah mereka sendiri.


Deg!


Jantung Lucas seperti berhenti berita ketika mendengar apa ya istrinya katakan. Bukan dia tidak bisa mewujudkan keinginan istrinya tapi dia tahu bagaimana papinya. Jika itu om William dia masih bisa mempercayainya, tapi jika itu papinya, Lucas merasa itu akan menjadi ancaman besar untuk Dahlia dan calon anak mereka nantinya.


Dahlia terlihat sedih ketika melihat reaksi suaminya. Dia tahu bahwa keinginannya saat ini sangat sulit untuk diwujudkan, maka dari itu dia tidak ingin mengatakannya. Dahlia berusaha untuk menahan keinginannya sendiri, tapi tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca dan itu membuat Lucas langsung memeluknya.


"Hey, kenapa harus menangis. Aku bukan tidak ingin mewujudkan keinginan kamu, tapi aku masih berusaha bagaimana caranya mengatakan pada papi dan juga Paman William. Jika itu paman yang memasaknya aku masih bisa bersikap tenang, tapi jika itu papi rasanya aku merasa khawatir dengan makanan yang akan kamu makan nantinya. Jadi, apa bisa kita menggantinya?" tanya Lucas yang masih berusaha menegosiasi dengan istrinya tapi Dahlia langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin nasi goreng yang ada di luar sana karena dia hanya menginginkan nasi goreng yang dimasak oleh ayah mertuanya sendiri bersama paman William.

__ADS_1


Lucas merasa tidak tega untuk itu maka dia langsung membawa istrinya keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar mami dan. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 09.30 malam, dan itu artinya mereka semua sudah berada di dalam kamar dan mungkin saja sudah tidur.


"Kita berusaha lebih dulu dan semoga saja mereka belum tidur." Dahlia kembali menganggukkan kepalanya karena dia percaya bahwa Lucas akan selalu menuruti keinginannya.


Lucas berusaha untuk mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya, hingga beberapa saat kemudian maminya keluar dari dalam kamarnya dan menatap heran pada mereka berdua.


"Ada apa sayang? Apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Dara yang terlihat panik ketika melihat anak dan menantunya berada di depan pintu kamar mereka saat ini.


Dahlia sendiri sudah mulai ketakutan, dia takut jika keinginannya ini membuat papi Jordan terganggu.


"Apa papi belum tidur mi? Ada yang ingin Lucas bicarakan!" Dara semakin menatap heran pada anak dan menantunya hingga terdengar suara Jordan yang berjalan ke arah mereka saat ini dengan bertanya ada apa di depan pintu kamarnya.


"Ada apa sayang?" tanya Jordan ketika melihat anak dan menantunya di depan pintu kamarnya saat ini.


...****************...


Kalian jangan lupa follow Ig aku ya @amelia_falisha1511

__ADS_1


__ADS_2