Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Restu


__ADS_3

Setalah pulang dari rumah Dahlia, Lucas langsung menuju kemar maminya karena dia ingin membicarakan hal penting ini dengan wanita yang telah merawat dan membesarkannya selama ini.


"Mami," panggil Lucas ketika dia masuk ke dalam kamar wanita itu. Dia ingin membicarakan hal ini pada Dara bahwa dia akan menikahi Dahlia dan perpindahan keyakinan mengikuti Dahlia.


"Mami sudah tau." jawab Dara karena memang dia sudah mengetahui semuanya karena suaminya lah yang memberikannya pesan.


Terlihat dicas menarik nafasnya dalam dalam sebelum kembali menghembuskannya secara perlahan. Dia melakukan hal itu sebelum bicara dengan maminya.


"Syukurlah jika mami sudah tahu jadi Lucas tidak harus bingung lagi mengatakannya apa yang terjadi sebenarnya. Lucas hanya ingin meminta Restu pada mami untuk memulai kehidupan yang baru bersama Dahlia. Besok, jika mami tidak sibuk maka Lucas akan membawa Dahlia untuk datang ke rumah berkenalan secara langsung pada mami dan juga tante Sarah. Lucas benar-benar berharap jika mami bisa merestui Lucas dengan Dahlia," ujarnya dengan lembut. Dia ingin meminta Restu pada kedua orang tuanya bahwa dia akan menikahi Dahlia dan berharap bahwa mereka benar-benar bisa melepasnya untuk hidup bersama wanita pujaan hatinya.


"Mami tidak sibuk, jadi kamu bisa membawa gadis itu pada mami dsn juga Tante kamu." Lucas menatap maminya dengan tatapan tersentuh.

__ADS_1


Dia tidak percaya jika semudah ini mendapatkan restu dari maminya. Bahkan wanita yang telah membesarkannya selama ini menerima Dahlia dengan begitu hangat.


"Tapi ingat satu hal sayang, jangan pernah berpikir bahwa kamu berpindah keyakinan karena akan menikahi Dahlia. Ingatlah, kamu melakukan semuanya karena memang tulus dari hatimu dan tidak merasa terpaksa sama sekali. Percayalah sayang, jika segala sesuatu yang dipaksakan itu tidak akan berakhir dengan kebaikan. Kamu harus benar-benar melakukannya tulus dari hati kamu bukan hanya karena ingin menikahi Dahlia saja. Berpikirlah bahwa kamu melakukan semua ini karena kesungguhan hati kamu dan keyakinan kamu sendiri. Itu baru benar sayang." ujar Dara pada putranya. Dia ingin mengatakan pada Lucas bahwa semua itu tidak perlu dipaksakan jika memang dia tidak merasa nyaman dengan senang. Tapi semua itu harus dengan keyakinan diri sendiri.


"Baik mi, semoga saja keputusan Lucas ini benar-benar tepat. Doakan Lucas ya mi, semoga Lucas bisa menjalani semua ini dengan baik." Data memeluk putranya dengan penuh kasih sayang. Dia benar-benar tidak menyangka jika putra yang di besarkan dia selama ini sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi bahkan sudah akan menikah. Secepat itukah putranya dewasa hingga sebentar lagi mereka juga akan berpisah karena Lucas akan memulai kehidupannya yang baru bersama dengan Dahlia.


"Sayang, mami hanya bisa mendoakan segala yang terbaik untuk kamu. Semoga apa yang kamu pilih menjadi yang terbaik." Dara melepaskan pelukannya pada Lucas hingga membuat, Lucas langsung berpamitan pada maminya.


Setelah kepergian Lucas, Jordan masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat bahwa istrinya yang sudah berlinang air mata ketika melihatnya datang.


Jordan datang memeluk istri yang sedang menangis seperti itu. "Aku memikirkan bagaimana putraku yang akan pergi meninggalkan rumah ini. Sebentar lagi dia akan menikah dan berpisah dengan kita. Aku aku telah berhasil yang tidak lahir dari rahimku dengan begitu baik. Aku Lucas adalah anak yang luar biasa. Putraku memang anak yang hebat." ucap Dara pada suaminya karena memang itu yang di pikirannya selama ini. Lucas sudah dibesarkannya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang luar biasa darinya. Bahkan dia tidak mengingat bahwa Lucas bukan putra yang dilahirkan dari rahimnya tapi tidak membuat Dara menganggap bahwa Lucas bukan putranya.

__ADS_1


"Kita harus ikut merasakan kebahagiaan yang putra kita rasakan. Biarkan dia memilih jalan hidup yang terbaik untuknya. Berharap apa yang di pilihnya saat ini menjadi pilihan terbaik. Semoga saja keputusan yang di ambilnya ini adalah keputusan yang terbaik. Soal keyakinan yang akan di ambilnya nanti, kita juga hanya perlu mendoakan agar dia bisa bahagia hidup bersama keluarganya yang baru nantinya."


"Lalu Laura, aku juga belum siap jika suatu saat aku harus ditinggalkan putriku saat dia mendapatkan pasangan hidupnya. Jika anak-anak kita pergi bersama keluarga mereka yang baru lalu bagaimana dengan kita berdua?" jantung Jordan seperti dihantam batu besar ketika mendengar apa yang istrinya katakan.


Dia benar-benar tidak mempercayai semua ini. Bagaimana bisa istri yang sudah memikirkan semua ini sampai jauh, di saat Laura masih sekolah.


Tapi jika dipikir-pikir lagi apa yang Dara katakan itu memang benar. Bagaimana jikalau orang juga sudah dewasa dan dia akan menikah nantinya. Lalu bagaimana dengan mereka berdua apakah mereka hanya akan hidup berdua saja di rumah ini?


"Jika anak-anak sudah menikah, apa kamu ingin ikut aku kembali ke Madrid? kita akan hidup bersama di sana menikmati hari tua kita. Tapi jika kamu memang tidak menginginkannya tidak masalah sama sekali karena aku tidak ingin memaksakan apapun terhadapmu. Sejak dulu hingga sekarang aku tidak akan pernah memberatkan kamu dengan segala permasalahan yang membuat kamu tertekan. Jika memang kamu tidak ingin tinggal di mana bersamaku maka itu tidak masalah sama sekali di manapun aku tinggal asal denganmu itu sudah menjadi kebahagiaan yang luar biasa untukku." Dara sedikit memikirkan dan mempertimbangkan apa yang dikatakan suaminya. Karena keinginan suaminya itu sangat sederhana dan selama ini suaminya tidak pernah meminta apapun padanya dan selalu saja mengalah dengan segala sesuatu untuknya.


"Aku akan ikut kamu tinggal di Madrid jika anak-anak sudah menikah nanti. Semoga kita memiliki umur panjang untuk bisa hidup bersama selamanya." jawab Dara yang membuat Jordan langsung memeluk istrinya.

__ADS_1


"Terima kasih atas segalanya. Kamu benar-benar istri yang sangat luar biasa. Kamu adalah wanita yang paling hebat Dara. Jamu benar-benar istri terhebat." ucap Jordan hingga dia ingin mengecup bibir Dara. Namun, ketika dia hendak mencium bibir Dara, tiba-tiba saja putrinya datang untuk merusak suasana yang sudah sangat pas sekali untuk mereka saat ini.


"Tidak bisakah untuk tidak berciuman di tempat sembarangan? bahkan tidak lagi memikirkan perasaan putrinya." sindir Laura hingga membuat kedua orang tuanya merasa canggung dan kikuk dengan semua ini.


__ADS_2