
Setelah memastikan bahwa istrinya baik-baik saja, William baru berbicara dengan wanita itu tentang siapa nama anak laki-laki mereka.
"Sa-sayang, apa kamu sudah baik-baik saja?" tanya William pada istrinya ketika dia melihat bahwa wanita itu sudah duduk di atas tempat tidurnya sambil menyusui sang putra.
Sarah menatap ke suaminya dengan tatapan tajam hingga membuat William merasa salah tingkah dengan semua ini.
"Ma-maksudku tidak seperti itu sayang, aku hanya-"
"Tidak ada wanita yang baik-baik saja setelah dia melahirkan anaknya. Lihat, apa kamu tahu berapa berat badan anak yang sudah ku lahirkan? aku sudah melahirkan seorang putra yang berat badannya mencapai 3,8 kg, apa kamu tau bagaimana rasanya? rasanya sangat luar biasa. Bahkan jika itu ada kamu tadi, aku bisa saja merobek kulitmu karena merasakan sakitnya. Betapa beruntungnya dirimu yang tidak berada di dekatku tadi, jika kamu ada, maka habislah kamu."
__ADS_1
glug...
William menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar apa yang istrinya katakan, dia merasa seperti orang yang salah dalam melangkah saat ini karena salah bertanya pada istrinya.
"Maaf sayang, aku hanya bertanya seperti itu karena aku ingin memberitahukan padamu bahwa aku akan memberikan nama putra kita Marcel Antonio Deoroba, apa kamu suka?" terlihat Sarah sedang memikirkan apa yang suaminya katakan tentang nama putra mereka.
"Marcel, aku rasa itu tidak buruk. Aku menyukainya." jawab Sarah yang membuat William merasa senang karena istrinya juga menyukai nama yang telah diberikannya.
Sarah melepaskan putranya yang baru saja menyusu padanya hingga membuat put*Ng itu terlihat sangat seksi di matanya. Bagaimana bulatan kecil berwarna pink kecoklatan itu membuatnya merasa bergairah. Namun dia tidak bisa melakukannya karena William tau bahwa istrinya sedang dalam masa pemulihan, maka dia harus bisa menahan hasratnya saat ini.
__ADS_1
"Biar aku bantu," William membantu istrinya untuk beristirahat setelah menyusui putra mereka.
Melihat Marcel yang begitu tampan dan tenang setelah di susui oleh istrinya. William sendiri menghampiri istrinya yang terlihat kurang tidur karena baru pertama kali mengalami hal seperti ini. Tapi hebatnya Sarah, dia tidak mengeluh sedikitpun.
"Sayang,"
"Saya?" jawab Sarah ketika suaminya yang memanggil.
"Terima kasih karena telah memberikan begitu banyak kebahagiaan bagiku. Hadirmu telah begitu banyak membawa kebahagian untukku. Bersamamu aku merasakan begitu banyak kebahagiaan Sarah. Kehidupanku benar-benar indah karena kehadiran kalian bersamaku." ucap William yang merasakan hidupnya terlalu bahagia bersama Sarah dsn juga putra mereka yang baru hadir bersamanya.
__ADS_1
"Jika ingin mengatakan terima kasih padaku, maka kamu harus bertanggungjawab dengan kami berdua. Kamu harus bertanggung jawab seumur hidup kami. Jika kamu tidak ingin bertanggung jawab tidak masalah, aku akan tetap membesarkan putraku, lalu jika dia sudah dewasa nanti aku akan menyuruhnya untuk membalaskan dendam ku terhadapmu. Bagaimana? kamu tinggal memilih mana yang kamu inginkan saja." dengan begitu mudahnya Sarah mengatakan hal seperti hingga membuat William tidak bisa berkutik lagi. Entah wanita seperti apa Sarah ini, tapi yang pasti William sangat beruntung bisa mendapatkan istri hebat seperti Sarah ini
Istri yang sangat luar biasa.