
"Sebenarnya ke mana kamu akan membawaku pergi? sudah sejak tadi kita berkeliling keliling kota tapi belum juga sampai di tempat tujuan!" gerutu Laura karena merasa kesal. Mereka sudah berada di jalanan selama hampir 1 jam tapi mereka belum juga sampai ke tempat tujuan. Entah ke mana laki-laki ini akan membawanya pergi.
"Tidak bisakah duduk diam di tempatmu saja? aku tidak akan membawamu kemana-mana dan aku tidak akan membuang-mu di lautan sana atau membuangmu di hutan hingga keluargamu mencarimu nantinya, jadi diam saja di tempatmu." ucap Jeff dengan kesal.
Mendengar apa yang Jeff katakan Laura hanya bisa diam saja sampai mereka sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di pusat kota. Pusat perbelanjaan orang-orang kaya dengan luxury brand ternama.
"Waw, apa kamu ingin menunjukkan seberapa kayanya dirimu maka mengajakku datang ke tempat ini?" tanya Laura ketika mereka sampai di pusat perbelanjaan tersebut. Sedangkan Jeff sendiri tidak memperdulikan apa yang Laura katakan karena dia tidak pernah bermaksud seperti. Dia mengajak Laura ke tempat ini kata-katanya di sini bioskopnya itu sangat nyaman maka dari itu dia ingin mengajak gadis menyebalkan itu untuk menonton film terbaru.
"Terserahmu, sekarang ayo turun!" Jeff mengajak Laura untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut. Di dalam mall tersebut, Jeff tidak membiarkan Laura berjalan jauh darinya. Dia berjalan tepat berada di sisi Laura untuk menjaganya.
"Kenapa? Kau ingin belanja?" tanya Jeff pada Laura dan gadis itu langsung menolaknya begitu saja karena dia bisa membeli apapun yang diinginkannya dengan uangnya sendiri. Bukan dengan uang siapa pun.
__ADS_1
"Lalu? Apa yang kau inginkan? Kita akan pergi menonton jadi mau nonton atau makan lebih dulu itu terserahmu! Aku membebaskan apa pun pilihanmu."
"Sudah jelas makan! Kau mengajakku pergi di saat jam makan malam, jadi kau harus bertanggung jawab atas perutku. Jika tidak maka aku akan mengadukanmu pada papiku." Jeff hanya mengangkat kedua bahunya untuk menanggapi apa yang Laura katakan. Dia tidak memperdulikan apa yang Laura katakan karena fokus mereka hanya untuk makan saat ini. Di saat mereka sedang berada di restoran, tiba-tiba saja Mom Veni datang menghampiri mereka bersama kakaknya.
"Jeff, Laura," panggil mom Veni ketika melihat anaknya bersama seorang gadis dan itu Laura.
"Tante?" Laura di peluk oleh mom Veni dan membuat Jeff hanya bisa mendesah pasrah untuk itu. Dia tau seperti apa mom Veni dan juga kakaknya yang pendiam itu.
"Mom, ayolah jangan seperti ini," ujar Jeff yang tidak ingin kencannya bersama Laura berantakan karena ulah mom Veni.
Di saat Jeff sedang kesal, tiba-tiba saja Laura menjawabnya dengan begitu mudah hingga membuat Jeff semakin kesal.
__ADS_1
"Tidak masalah Tante, ayo duduk sini." Jeff hanya bisa menghela nafasnya dengan kesal karena Laura itu sangat menyebalkan sekali menurutnya. Mom Veni dan kakaknya Jeff langsung duduk di posisi mereka sedangkan Jeff hanya bisa pasrah saja jika sudah seperti ini.
Tak lama dad Smith datang bergabung dengan mereka dan betapa terkejutnya dia ketika melihat gadis yang pernah bermasalah dengan putranya hingga membuat dia datang ke sekolah saat itu.
"Jeff? Daddy tidak salah lihat bukan?"
"Come on dad, jangan membahasnya lagi. Kami sudah lapar, jadi jangan membuang waktu lagi dengan percakapan tidak penting ini. Lagi pula calon istri kakak juga sudah datang dan wajahnya terlihat kesal saat ini, jadi sebelum dia kesal, lebih baik kita mulai saja makan malam ini," ucap Jeff yang sengaja menyindir calon istri kakaknya karena dia tau seperti apa wanita yang akan menjadi iparnya itu.
Laura juga melihatnya, dia tau jika Jeff tidak menyukai calon kakak iparnya itu maka dia bersikap demikian.
"Wajahnya terlihat menyeramkan sekali jika seperti itu," bisik Laura di dekat Jeff hingga membuat keduanya menjadi pusat perhatian seluruh keluarga saat ini.
__ADS_1
"Memang!" jawab Jeff dengan ketus karena dia setuju dengan ucapan Laura tentang calon kakak iparnya.