Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Berlanjut


__ADS_3

"Janji jangan kabur-kaburan dari rumah lagi. Ingat, kamu harus melindungi tante Veni. Bukankah kamu bilang jika dia malaikat?" tanya Laura dan Jeff menganggukkan kepalanya karena dia menganggap mom Veni seperti itu. Mungkin 1 dari 100 wanita yang ada di dunia ini hanya satu yang seperti mom Veni. Jangankan mengurus anak dari wanita yang berhubungan dengan suaminya, bahkan ketika mengetahui suaminya bermain dengan wanita lain di luar sana pasti mereka sudah hancur. Tapi tidak dengan mom Veni yang bisa begitu tegar menghadapi semua yang terjadi dalam hidupnya.


"Jika begitu pertahanan di rumah dan dilindungi tanpa Veni. Jangan pedulikan apa yang mereka katakan. Intinya kamu harus jadi pelindung bagi mom Veni dan jangan pula bersikap kasar pada ibu kan kamu sendiri walau dia ya, seperti itulah. Aku tidak ingin mengatakan padamu bahwa dia wanita malam seperti apa yang kamu katakan setidaknya jangan membencinya itu sudah lebih dari cukup. Jika kamu membencinya jangan pernah menyakitinya dan melukaimu dengan kata-katamu Karena bagaimanapun Restu bumi ini ada bersamanya. Jadi ayo semangat ..." Laura sengaja memberikan semangat pada Jeff seperti itu. Bahkan dia terlihat mengepalkan kedua tangannya seperti sedang menyemangati anak kecil yang sedang bersedih. Melihat bagaimana Laura yang berusaha untuk menghiburnya membuat Jeff benar-benar merasa. Dia tahu bahwa pilihannya tidak salah. Dia tidak pernah salah memilih Laura untuk dirinya dan dia benar-benar akan terus memperjuangkan gadis ini untuknya.


"Dasar cerewet! Sudahlah, masuk sana. Aku akan pulang. Tapi aku tidak berjanji akan sabar menghadapi mereka. Jika sampai mereka masih di rumah, maka aku akan mengusir mereka dari sana!"


Jeff menghidupkan motornya dan pergi dari rumahnya Laura. Dia akan kembali ke rumah tepat di mana dia harus kembali walau dia tidak ingin kembali ke sana. Saat Jeff sampai di rumahnya, dia melihat mom Veni yang berada di depan pintu utama dan melihat para pelayan rumah mereka memasukkan beberapa koper ke dalam mobil dan itu membuat Jeff langsung turun dari motornya.


"Mom, what are you doing?" tanya Jeff ketika melihat ibu peri yang memasukkan semua barang-barang yang ke dalam mobil.


"Sayang, masuk dulu sana. Mandi dan makan, mok sudah siapkan makan malam kesukaan kamu."


"Tidak sekarang! Jeff ingin tahu ke mana mom akan pergi. Apa ini semua mom?" tanya Jeff lagi dan mom Veni hanya tersenyum saja. Dia tidak ingin membuat putra kesayangannya ini semakin tersulit emosi ketika mengetahui bahwa dia akan pergi meninggalkan rumah ini.


"Mom baik-baik saja sayang. Mom akan kembali ke Singapura saja. Mon lebih-" mom Veni kaget ketika melihat Jeff langsung masuk ke dalam rumah mereka dengan raut wajah yang menahan emosinya.


"Jeff ... Kamu mau apa sayang?" tanya mon Veni ketika melihat anaknya emosi seperti itu.

__ADS_1


Prang...


Jeff melemparkan helm yang ada di tangannya ke sebuah guci besar yang ada di ruangan tamu dan semua orang langsung berkumpul ketika mendengar suara kegaduhan itu. Bahkan Johny yang berada di kamarnya pun langsung keluar bersama ibunya. Bukan hanya Johny saja, para pelayan juga ikut keluar mendengar keributan itu.


"Erlando Smith!!" teriak Jeff menggelegar memanggil nama daddy-nya. Dia bahkan sudah tidak lagi memanggil pris itu dengan sebutan daddy karena saat ini dia mendengar sangat emosi.


"Daddy!!" teriak Jeff lagi hingga membuat Johny marah.


"Apa yang kau lakukan hah?" tanya Johny yang ingin sekali menghadapi Jeff saat ini.


"Aku tidak memiliki urusan apapun terhadapmu karena saat ini aku hanya ingin bertemu Daddy! katakan di mana Daddy!"


Jeff tidak peduli lagi hingga membuatnya ingin menemui pria itu di dalam kamarnya. Namun, ketika dia hendak naik ke lantai dua, tiba-tiba saja dia melihat wanita yang telah membuat keributan di sini. Lucy, wanita yang telah menghancurkan hati mom Veni.


"Kau!" tunjuk Jeff dengan begitu kasar pada wanita itu.


"Kau adalah wanita yang paling aku benci di dunia ini. Kau tau, tidak pernah berharap jika aku akan dilahirkan oleh wanita sepertimu. Jika aku bisa meminta pada Tuhan untuk menukar ku dan tidak membiarkan aku lahir dari rahim wanita sepertimu. Wanita seperti apa kau ya? wanita seperti apa kau ini?" teriak Jeff tepat di depan wajah Lucy, ibunya.

__ADS_1


"Jeff! Apa yang kau lakukan?" suara dad Erlan menggelegar membuat Jeff langsung tersenyum licik untuk mereka berdua.


"Jeff, sudah sayang. Ayo kita makan, kamu belum makan sayang."


"Berhenti bersikap seolah-olah kau ibunya!"


Deg!


Jantung mom Veni seperti di hantam bayi besar mendengar apa yang Lucy katakan tentang dirinya. Dia menghampiri wanita itu dan menghadapinya.


"Ya aku ibunya walau aku tidak memberikannya ASI! Aku ibunya karena aku yang membesarkannya! sedangkan kau, apa yang kau lakukan untuk putraku hah? Kau bahkan tidak ingin melihatnya saat lahir. Tidak hanya itu saja, juga juga tidak membiarkan dia merasakan ASI dari ibunya saat lahir dan kau juga tidak memeluknya. Lalu kenapa sekarang kau bersikap seolah kau adalah ibunya? katakan padaku berapa aku harus membayarnya karena telah melahirkan putraku." mom Veni sudah terlihat tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Veni, jaga bicaramu!" ucap dad Erlan ketika mendengar apa yang istrinya katakan.


"Tidak untuk kali ini Erlan! Tidak. Aku tidak akan lagi mendengar apa pun yang kau katakan. Biarkan aku bicara sekarang. Aku Tidak akan mendengarkan siapa pun lagi sekarang dan kalian semua yang harus mendengarkan apa yang aku katakan. Aku akan pergi dari rumah ini dan aku tidak akan pernah lagi kembali ke sini. Kau, sudah cukup selama ini aku menahan diriku dengan janjiku terhadap ibu dan ayahmu. Aku akan mengingkari janjiku karena ku pun sudah mengingkari janjimu pada mereka. Aku akan memberikan saham milikku pada Jeff. Aku juga akan mengurus surat perceraian kita secepatnya dan kau bisa hidup bahagia bersama para wanita di luar sana dengan bebas. Tapi ingat, ini rumah milikku dan aku tidak akan membiarkan mereka tinggal di rumah ini. Ini milikku dan aku akan memberikan semua yang aku miliki pada Jeff. Kalian tidak memiliki hak apa pun di rumah ini!" jelas mom Veni yang membuat Jeff langsung pergi mengambil beberapa barang di dalam kamarnya meninggalkan mereka semua.


"Jeff, kamu mu ke mana sayang?" tanya mom Veni ketika melihat Jeff membawa ransel miliknya.

__ADS_1


"Jeff akan ikut kemana pun mom pergi dan kita tinggalkan saja neraka dunia ini!"


__ADS_2