Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Hubungan Baru


__ADS_3

" Selamat calon istri..." Ucapnya dengan penuh kebahagiaan.


Jordan mengatakan hal itu tepat di depan pintu kamar Dara tepat saat pintu tersebut terbuka dan keluarlah sosok wanita yang sejak tadi ditunggunya.


" Jordan..."


" Yes it's me my love..." Jawabnya dengan penuh semangat.


Dara semakin heran dengan tingkah laku pria ini. Tadinya dia memanggil dengan calon istri lalu kini dengan panggilan lain lagi. My love, itu terdengar sangat menggelikan sekali di telinga Dara.


Sungguh, rasanya Dara tidak habis pikir dengan calon suaminya ini. Bisa-bisanya dia memanggil dengan panggilan seperti itu tanpa merasa beban sedikitpun.


" Hello my love, kenapa kamu melamun? apa kamu merasa terpana melihat ketampananku pagi ini?"


Duar...


Meledak isi kepala Dara saat mendengar apa dan katakan. Pria ini sangat percaya diri sekali dengan dirinya. Bahkan dengan begitu mudahnya dia mengatakan bahwa dirinya itu tampan.


Walau pada kenyataannya seperti itu, tapi tetap saja menurut Dara itu terlalu narsis. Dara tidak pernah berhubungan dengan pria sinarsis Jordan. Jadi saat menghadapi pria ini dia merasa bahwa dirinya seperti tengah melakukan terapi shock, karena berkali-kali dia dibuat shock oleh kelakuan pria itu.

__ADS_1


" Ayolah Dara, katakan saja jika aku ini memang tampan. Lagi pula pada kenyataannya memang aku ini tampan jadi kamu tidak perlu sungkan untuk mengakuinya. Coba lihat, aku tampan bukan?" Jordan sengaja mendekatkan wajahnya ke depan wajah Dara hingga membuat wanita itu langsung memundurkan tubuhnya.


" Eits, jangan mundur my love. Aku takut kau terjatuh karena tidak sanggup melihat ketampanan wajahku ini. Ayo, tatap aku dan jangan sungkan. Lagi pulang ketampananku ini hanya milikmu saja. Jadi nikmatilah segala ketampananku ini." Ucapnya lagi dengan penuh rasa percaya diri.


Sungguh, Dara benar-benar tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi. Jordan luar biasa dan Dara tidak sanggup harus mengatakan apa lagi saat ini disaat pria itu terus saja bersikap seperti itu padanya.


" My love, ayo lihat wajah tampan ku ini. Ayo lihat sayang." Jordan kembali mengatakan hal itu sampai biasanya dia merasa kepalanya dipukul dari belakang.


Plak!


" Siapa yang berani memukul ku hah?" Jordan melepaskan tubuh Dara untuk memastikan siapa orang yang berani memukulnya betapa kagetnya dia saat melihat siapa yang telah berani memukulnya saat ini.


" Apa? kamu marah?" Tanya Mami Sofia.


Dia bahkan sudah berkacak pinggang saat ini untuk menantang sang putra. Mami Sofia tidak tahu lagi harus bagaimana menyikapi putranya yang terlalu percaya diri ini.


Bahkan sejak tadi dia berada di belakang punggung putranya itu dan Dara mengetahuinya. Dara mengetahui bahwa sejak tadi maminya Jordan sudah berada di belakang punggung pria itu dan terus saja mendengarkan apa yang putranya katakan hingga dia merasa tidak tahan dan muak mendengar kata-kata yang membuatnya ingin muntah saat itu juga.


" Mami, kenapa mami selalu saja mengganggu kemesraan Jordan dan juga calon istri Jordan. Dara, my love." Mami sofyain kembali memukul putranya namun pria itu langsung saja menginap karena dia tidak ingin kembali mendapatkan pukulan dari wanita berambut putih itu.

__ADS_1


" My love my love my love, rasanya telingaku panas dan kepalaku ingin meledak saat mendengar kau terus saja memanggil Dara dengan sebutan my love. Tidak bisakah kau memanggilnya dengan biasa saja? ayolah Jordan, oh bukan lagi anak SMA yang berusia 17 tahun yang sedang jatuh cinta. Usia mu sudah memasuki 40 tahun dan kau harus sadar itu." Ujar sang Mami.


Sementara Jordan sendiri hanya bisa melengos saja melihat maminya terus saja mengomel sejak tadi. Tidak bisakah maminya ini membiarkannya bahagia?


" Ayo Dara, kita turun untuk sarapan. Mami ketika kamu berlama-lama di sini bersama Jordan kamu akan ketularan. Mami tidak ingin kamu tertular penyakitnya." Mami Sofia mengajak calon menantunya itu untuk turun ke meja makan karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi dan itu artinya mereka harus sarapan.


Melihat calon istri yang dibawa sang mami membuat Jordan langsung memanggil Dara lagi. Dia tidak ingin ditinggalkan oleh wanita itu lagi. Maka dia harus mengikutinya karena dia takut darah akan diracuni pikirannya oleh mami Sofia.


" Dara, my love tunggu aku cinta. Jangan tinggalkan aku Dara." Jordan ikut menyusul Maminya dan juga Dara yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya


" Berhenti mengatakan hal menjijikan seperti itu! kau ingin mami menyimpan mulut ku itu dengan sendal Ando ini iya?" Mami Sofia sudah memegang sendal jepit miliknya dan mengangkatnya di depan wajah Jordan.


Melihat Maminya yang seperti itu membuat Jordan langsung diam dan tidak berani mengatakan hal seperti itu lagi karena dia takut jika mulutnya akan di sumpal dengan sendal jepit.


Bersambung ❤️



Jangan lupa mampir di kisahnya Papa Alex dan Mama Tarisa setelah anak-anak mereka dewasa ya gaes ❤️

__ADS_1


__ADS_2