
Setelah melewati begitu banyak persiapan, akhirnya kini waktunya untuk William dan Sarah untuk mencoba gaun pengantin mereka.
Saat di mereka berada di sebuah butik yang memang sudah merancang gaun pengantin Sarah, William dan Sarah kembali berdebat karena gaun yang Sarah pesan ternyata memiliki belahan yang sangat rendah hingga membuat William mencak-mencak.
"Gaun apa ini? kenapa belahannya rendah sekali? kamu tidak mengatakan padaku bahwa gaun yang kamu pilih seperti ini." marah William karena dia benar-benar tidak mengerti jika gaun pernikahan yang akan Sarah pakai nanti saat acara resepsi mereka.
"Lalu kamu ingin aku memakai gaun yang seperti apa?" tanya Sarah pada calon suaminya itu.
William langsung berjalan menuju deretan gaun pengantin itu dan mencari mana yang cocok untuk Sarah pakai di acara resepsi mereka untuk acara malam nanti.
William terus mencari gaun yang akan di pakai Sarah nanti tanpa mempedulikan lagi apa yang sedang di lakukan wanita itu karena dia sedang mencari sebuah gaun yang menurutnya pas dan cocok untuk di pakai Sarah sampai akhirnya dia menemukan sebuah gaun yang menurutnya sangat cocok untuk di pakai calon istrinya.
"Nah, coba yang ini saja aku yakin ini jauh lebih bagus dari apa yang kamu pilih itu." tanpa menjawab apapun dengan william, Sarah langsung mengambil gaun pengantin yang telah William pilihkan dengan raut wajah cemberutnya.
__ADS_1
Sarah pergi ke ruangan ganti untuk mencoba gaun pengantinnya sampai saat dia keluar dari ruangan ganti dia masih menunjukan raut wajah kecewanya sambil mengenakan gaun pengantinnya.
Melihat Sarah yang sudah keluar dari ruangan ganti membuat William langsung menghampirinya.
"Maaf telah memaksa kamu, aku hanya tidak ingin apa yang tidak harus di lihat banyak orang di lihat mereka semua. Tapi, jika kamu lebih menyukai yang tadi ya tidak masalah, ganti saja." ucap William yang melepaskan pelukannya di pinggang Sarah.
Apa yang mereka lakukan saat ini menjadi bahan tontonan banyak orang. Apalagi bagaimana cara William yang mengalah pada sara itu benar-benar sangat luar biasa menurut mereka.
Dengan berat hati William menuruti apa yang Sarah inginkan. Dia menganggukkan kepalanya semu Sarah.
"Ya sudah kamu boleh memilih yang tadi."
" Baik jika begitu aku tidak jadi memilih yang tadi. Aku memilih gaun yang ini saja." ucap Sarah yang membuat William langsung kaget.
__ADS_1
"Sarah," panggil William yang merasa kaget dengan apa yang dilakukan Sarah.
"Ya, jadi memilih gaun pilihan bila karena aku tidak ingin menjadi calon istri kembangkan pada calon suami. Lagi pula daun yang kupakai saat itu tidak terlalu buruk dan aku." ucap Sarah yang membuat William kembali memeluk tubuh wanita itu.
Entah mengapa hanya karena hal kecil seperti ini saja yang Sarah lakukan sudah membuat William terlihat begitu bahagia. Dia tidak mengangkat jika kebahagiaan William sesederhana itu.
"Jika begitu, bisa lepaskan pelukannya sekarang? aku ingin mengganti gaun pengantinnya karena aku sudah selesai mencobanya." William langsung melepaskan pelukannya dan memberikan senyuman terbaiknya untuk Sarah.
Setidaknya dia tau, bahwa sarah juga memikirkan perasaannya dan dia lebih memilih menurunkan egonya. Sarah memilih gaun pengantin hasil pilihan William daripada gaun pilihannya sendiri.
Hal seperti ini saja sudah benar-benar membuat William bahagia.
Melihat pria itu begitu bahagia dengan calon istrinya membuat para pegawai butik tersebut ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena setiap pasangan yang datang dengan perasaan bahagia, mereka juga juga ikut merasakannya karena kebahagiaan yang dirasakan calon pengantin itu berarti keberhasilan bagi mereka karena telah membantu mewujudkan pernikahan impian calon pengantin.
"Sudah selesai, sekarang ayo pergi makan karena aku sudah lapar." ajak Sarah langsung menarik dengan calon suaminya untuk pergi meninggalkan bukit tersebut. Mereka pergi ke sebuah restoran untuk mencari makan siang mereka sebelum William kembali ke kantornya.
__ADS_1