Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Lamaran


__ADS_3

" Astaga William, kau ini lamban sekali. Bagaimana jika aku terlambat dan Dara sudah lebih dulu berada di sana?" Tanya jangan pada asisten pribadinya saat itu mereka baru saja keluar dari ruangan meeting.


Seharusnya dia sudah berada di tempat di mana acara mereka diadakan. Jordan sendiri takut jika Dara sudah lebih dulu sampai di tempat yang dijanjikannya.


" Rapat bisa saja selesai dalam waktu 30 menit jika kau fokus pada meeting tadi. Mereka bapak sudah berulang-ulang menjelaskan padamu namun kau yang tidak mengerti sama sekali apa yang mereka jelaskan. Itu bukan salah ku, tapi itu salahmu sendiri." Jawab William karena dia tidak ingin terus disalahkan oleh Jordan.


Lagi pula apa yang dikatakannya tadi memang benar. Andai saja Jordan fokus pada meeting yang mereka jalani tadi mungkin akan lebih cepat selesai seperti yang biasa mereka lakukan.


" Hais, kau ini." Ucapnya karena merasa kesal.


Siapa kesal dengan keadaan seperti ini. Seharusnya dia libur saja jika tahu akan jadi seperti ini. Tapi William sekarang susah sekali untuk dibujuk. Dia sudah tidak bisa lagi di pojok dan diajak kerjasama hingga menyebabkannya harus tetap pergi bekerja walau keadaannya mendesak seperti ini.


Di saat Jordan dan William masih berada di perjalanan menuju tempat acara, Dara sendiri sudah sampai di tempat tujuan dan dia merasa kaget ketika melihat tempat di mana dia berada saat ini.


" Tempat apa ini? Kenapa dia mengajakku pergi ke pantai? di mana kamu Jordan?" Tanya Dara yang merasa khawatir karena dia berada di tempat ini sendirian.


Dia terus saja menghadap ke sekelilingnya dan saat dia berbalik, Dara mendengarkan ketika melihat Jordan yang sudah berlutut di hadapannya.


" Jordan?" Ucap Dara ketika dia melihat Jordan yang tengah berlutut di hadapannya.


Pria itu terlihat sedang mengatur nafasnya sebelum dia mengatakan apa yang ingin dikatakannya pada Dara.


" Dara Clarita..." Panggil Jordan.

__ADS_1


Dia benar-benar mengatur pernapasan dengan baik agar tidak membuat kesalahan karena hari ini dia akan melamar Dara untuk menjadi istrinya dan juga ibu dari Lucas.


" Saya..." Jawab Dara.


Ser...


Darahnya berdesir hebat saat mendengar jawaban dari Dara yang menjawab panggilan darinya.


Jordan hampir saja kehilangan akal, namun dia harus kembali fokus agar tidak kehilangan akal.


" Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Aku juga tidak tahu harus mengatakan apa saat ini. Tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu Dara. Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Maaf, jika selama ini aku selalu membuatmu kesal dengan segala tingkah lakuku yang menurut mami sangat menyebalkan. Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana saat ini. Yang jelas aku benar-benar mencintai mu Dara." Ucap Jordan.


Dia berpikir bahwa ini sudah lari dari jalur. Tadi saat dalam perjalanan menuju ke pantai bersama William, Jordan sudah memikirkan apa yang akan diucapkannya pada Dara.


" Maksudnya bagaimana?" Tanya Dara dengan suara yang sedikit bergetar.


Dia sudah merasa bahwa Jordan ingin mengatakan sesuatu yang sudah bisa ditebak olehnya. Apalagi tempat di mana mereka-mereka saat ini sudah menunjukkan dengan jelas dan Jordan telah melamarnya.


" Aku mencintai mu Dara Clarita dan aku ingin kau menjadi istri ku. Dara, Will you marry me?" Tanya Jordan dengan sekali tarikan nafas.


Dia mempertanyakan hal itu semua dan mengatakannya dengan suara yang sangat lantang. Bahkan beberapa orang di sana melihat ke arah mereka dan Dara merasa bahwa saat ini keduanya tengah menjadi pusat perhatian banyak orang.


" Dara, maukah kamu menjadi istri ku?" Tanya Jordan dengan suara yang jauh lebih rendah.

__ADS_1


Pikirannya sudah kacau saat ini karena ketakutan tiba-tiba saja menghantuinya dengan penolakan dari Dara.


" Aku--" Dara melihat ke arah Jordan yang masih betah berlutut di depannya dengan sebuah kotak beludru berwarna merah yang di dalamnya terdapat sebuah cincin yang begitu berkilau.


" A-aku menerima kamu Jordan."


Deg!


Jantung Jordan seperti berhenti berdetak saat dia mendengar jawaban dari Dara.


" Say again, please Dara. Will you marry me?" Tanya Jordan lagi untuk memastikannya.


Dan jawaban yang Dara berikan membuat Jordan senang bukan main


" Ya, aku mau." Jawab Dara lagi.


" Yes!" Jordan bersorak saat mendapatkan jawaban dari Dara hingga membuat kembang api langsung menyala hingga membuat Dara semakin kagum dengan semua itu.


Apalagi saat Jordan menyematkan sebuah cincin berlian di jari manisnya lalu mengecupnya dengan begitu lembut.


Sungguh, ini adalah pertama kali dalam hidupnya Dara mendapatkan perhatian lebih dari seorang pria dan itu Jordan.


__ADS_1


Bersambung ❤️


__ADS_2