Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Malam indah


__ADS_3

Melihat istrinya terlihat kelelahan seperti itu membuat William langsung menghampirinya dan membantu untuk melepaskan heels yang di pakainya saat ini.


Namun, saat William hendak membantu istrinya untuk membuka sepatu Yanga dan di kakinya Sarah, tiba-tiba saja wanita itu bangkit bangun dari tidurnya.


Ya, Sarah kaget ketika melihat suaminya yang berada di bawah untuk membuka sepatunya dan itu membuat Sarah marah.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Sarah dengan ketus karena dia tidak suka atas apa yang William lakukan terhadapnya.


"Maaf, sayang aku hanya ingin membantu kamu melepaskan sepatu itu saja." jawab William karena memang hanya itu keinginannya.


"Tidak perlu. Aku ini istri kamu dan kamu suamiku jadi tidak perlu melakukan hal itu untukku. Tidak ada suami yang melakukan hal seperti itu pada istrinya meninggal. Jika pun ada, maka aku yang akan melakukannya padamu. Kamu tidak diperbolehkan melakukan hal itu padaku karena bisa saja orang melihat bahwa dirimu itu rendahan di mata istrimu." ucap Sarah pada suaminya.


Dia mengatakan hal seperti itu karena memang William tidak pantas melakukannya.


"Tapi aku hanya ingin membantumu saja sayang,"


"Tetap tidak boleh William dan jangan pernah lagi melakukan hal itu. Sekarang ayo bantu aku untuk mengganti pakaianku karena aku sudah benar-benar lelah. Rasanya aku ingin berenang dan segera tidur." ucap Sarah dengan wajah cemberutnya.


Dia benar-benar merasa lelah sekali atas resepsi pernikahan mereka kali ini. Jika karena William yang begitu mencintainya dan mempersiapkan semua ini dengan begitu tulus maka salah tidak akan pernah mau melakukan hal ini.


Setidaknya Sarah mengerti apa yang diinginkan William dan suaminya itu telah memberikan yang terbaik untuknya.


"Tapi-"

__ADS_1


"Tapi apa lagi William? ayolah, kita ini suami istri dan sudah sepantasnya kita melakukan hal itu. Lagipula apa masalahnya jika aku telanjang di depan kamu? tidak ada yang salah bukan?" tanya Sarah lagi karena memang tidak ada yang salah dengan semua ini. Semuanya tidak salah lagi dan Sarah ingin William mulai membiasakan dirinya. Setidaknya sampai pria itu benar-benar bisa menerima semua ini.


"Baiklah, ayo sini aku bantu." Sarah langsung memutar tubuhnya hingga membelakangi William dan membuatkan suaminya itu membuka gaun pengantinnya dan membantunya pula untuk melepaskan segala aksesoris yang berada di tubuhnya.


"Berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk semua ini? maksudku perhiasan yang aku pakai ini bukan palsu bukan? apalagi mahkota ini, apa aku bisa menjualnya?" tanya Sarah pada suaminya. Dia bertanya banyak hal tentang apa yang dipakainya selama pesta pernikahan mereka dan itu tidak sedikit.


Sarah sendiri tahu jika uang yang dikeluarkan suaminya ini tidak sedikit untuk acara pernikahan mereka karena itu semua terlihat dengan jelas.


"Jangan pernah memikirkan berapa banyak uang yang aku keluarkan untuk dirimu Sarah. Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu, jadi jangan berpikir bahwa karenamu aku mengeluarkan begitu banyak uang. Uang bisa dicari tapi kebahagiaan tidak bisa didapatkan dua kali. Jikapun orang yang mendapatkan kebahagiaan di kesempatan keduanya maka dia adalah orang yang paling beruntung. Setidaknya jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan apapun yang ada di depan mata. Seperti saat ini."


Cup...


William mengecup punggung mulus istrinya hingga membuat darah Sarah langsung mengalir dua kali lebih cepat. Jantungnya berdetak cepat dan memompa seluruh aliran darahnya hingga membuat Sarah mulai merasa ada hawa panas yang menjalari tubuhnya saat ini.


"Sarah," panggil William dengan suara seksi dan beratnya di telinga Sarah.


"Ya," jawab Sarah dengan kedua mata yang terpejam ketika merasa bahwa tangan suaminya sudah menjalar merasa ke bagian depan tubuhnya hingga membuat Sarah mulai gila.


"Bisa kita melakukannya sekarang?" bisik William di telinga istrinya.


Suara berat bercampur ******* William membuat Sarah seolah lupa diri saat ini. William benar-benar mulai nakal dan bahkan saat ini Sarah merasa bahwa bibir William semakin nakal menjamah bagian punggungnya.


"Sayang," panggilnya lagi dan Sarah hanya bisa menganggukkan kepalanya saja karena dia benar-benar sedang menikmati apa yang William lakukan padanya saat ini.

__ADS_1


"Ehm...William..." Sarah mulai mendesah kala William meremas bagian dadanya dan bibir nakalnya itu mengecup setiap inci punggung mulusnya.


William membalikan tubuh sang istri hingga membuat tubuh keduanya saling berhadapan dan dari tatapan keduanya mereka sama-sama merasakan keinginan yang luar biasa untuk melakukan hal ini bersama.


Entah siapa yang memulainya lebih dulu, tapi yang jelas kini bibir keduanya sudah menyatu dan saling **********. Lidah keduanya berperang di dalam sana dan William mulai menjalankan aksinya untuk semua ini.


Dia menyerap dan mengurangi dengan jelas setiap penjelasan singkat yang Jordan katakan padanya tadi.


William mengingat jelas jelas apa yang Jordan katakan bahwa dia harus bisa memulainya dengan baik.


"Beri pujian pada istrimu setiap kali kau menyentuh tubuhnya. Berikan juga sentuhan hangat agar istrimu merasa di cintai dan di perlakukan dengan lembut. Wanita paling suka saat kita menyentuh titik sensitifnya dan itu berada di bagian balik telinganya dan juga bagian dadanya. Jika semua sudah kau lakukan, mainkan tanganmu di titik sensitif miliknya. Kau tau bukan daerah yang ku maksud?" William hanya diam saja mendengar apa yang Jordan katakan karena dia sedang menyaring informasi penting dari pria itu.


"Ah, sudahlah, kau harus bisa melakukannya dengan baik. Lepas kesucianmu sebagai seorang pria bersama istrimu dan nikmati malam kalian dengan d*sahan panjang." Jordan menepuk bahu sepupunya sebelum pergi meninggalkan pria itu.


Sekarang, William berpikir bahwa ini adalah saatnya dia melakukan apa yang Jordan katakan padanya tadi.


"Ah...sayang..." rengek Sarah ketika merasa tangan suaminya mulai bermain di inti tubuhnya dan membelai martabak Bangka miliknya yang tebal dan nikmat untuk di nikmati.


"William...ahhh..." Sarah kembali mendesah saat dia merasakan ada sesuatu yang mendorong masuk ke dalam inti tubuhnya dan mulai bermain di sana dengan gerakan yang membuat nafas Sarah mulai tersengal karenanya.


Perlahan tapi pasti, William melakukannya dan dia merebahkan tubuh telan*ang istrinya di atas ranjang lalu naik merangkak di atas tubuh Sarah dan kembali melakukan ciuman panas mereka.


Tangan arah juga tak tinggal diam karena dia membantu William untuk membuka pakaiannya saat ini dan Sarah langsung meraba bagian otot perut suaminya yang terpahat dengan sempurna di depan matanya saat ini.

__ADS_1


Ciuman mereka semakin panas kata Sarah merasakan gesekan di bagian inti tubuhnya dan itu di lakukan William yang masih memakai segitiga besar miliknya.


Walau masih berlapis kain tapi Sarah tetap bisa merasakan kenikmatannya.


__ADS_2