
Dara langsung meminta pulang pada suaminya karena memang dia yang tidak lagi bersemangat untuk berbelanja.
Dirinya selalu saja di rendahkan oleh orang-orang di sekitarnya dan yang membuatnya penasaran adalah apa yang telah Jordan lakukan pada Antoni hingga pria itu berkata bahwa karena Jordan dia mengalami semua ini.
"Lucas sama Oma dulu oke sayang. Ada hal yang harus mami dan papi bicarakan setelah ini." ucap Dara pada putranya.
Dia harus membicarakan hal ini dengan Jordan karena dia ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Iya Mami " jawab Lucas.
Dara pergi ke kamar mereka karena dia ingin membicarakan hal tersebut dengan suaminya. Saat sudah sampai di dalam kamar, Dara langsung bertanya apa yang terjadi.
"Ada apa sayang? kenapa kamu terlihat sangat marah sekali jika itu berhubungan dengan Antoni?" tanya Jordan yang merasa kecewa dengan sikap Dara.
Dara kaget saat dia mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Jordan. Dia tidak pernah berpikir seperti itu, lalu bagaimana bisa suaminya mengatakan hal begitu padanya.
"Kenapa mengatakan hal seperti itu? demi Tuhan bahwa aku tidak pernah lagi memikirkan dia. Aku menikah dengan mu dan itu artinya aku sudah memutuskan hubungan dengannya. Aku hanya ingin bertanya apa yang dimaksud Antoni?" tanya Dara. Sungguh, dia benar kaget ketika Jordan bertanya hal seperti itu padanya. Itu artinya Jordan meragukan perasaannya.
"Kamu ingin tahu apa yang terjadi? aku yang telah membuat perusahaannya bangkrut. Aku setelah menghancurkan perusahaannya dan aku juga adalah orang yang membuatnya terpuruk seperti ini. Apa kamu puas?" ucap Jordan.
Wajahnya sudah tidak lagi memancarkan perasaan cinta terhadap Dara. Dirinya kecewa dengan apa yang dilakukan Dara. Jordan melakukan semua ini untuk Dara. Dia melakukan hal ini demi memulihkan nama baik istrinya yang telah di rusak oleh pria itu.
"Jordan..." panggil Dara saat melihat bahwa pria itu ingin pergi meninggalkannya.
Jordan sendiri berhenti melangkah karena tangannya yang ditarik oleh Dara.
"Maaf. Aku sangat berterima kasih jika kamu benar-benar mencintaiku dan terima kasih pula atas rasa cinta yang besar ini. Tapi tolong, jangan merusak dirimu dan membuat Citra buruk terhadapmu karena membelaku. Apapun alasan kamu untuk menghancurkan perusahaan Antoni itu salah. Aku tidak ingin suamiku dicap buruk oleh orang banyak. Jika mereka ingin mencap buruk diriku, itu tidak masalah bagiku karena itu terserah mereka. Tapi aku tidak ingin nama baik suamiku dirusak karena diriku sendiri." ucap Dara.
Dia hanya memikirkan nama baik suaminya. Jordan bekerja di dunia bisnis dan nama baik adalah segalanya. Sementara Dara sendiri, lebih baik merasa bahwa dirinya saja yang dicap buruk oleh orang banyak tapi tidak dengan suaminya.
__ADS_1
"Aku hanya mengerjakan apa yang harus aku kerjakan. Tanpa aku menghancurkannya pun perusahaan yang sudah jatuh. Dia terbelit banyak hutang dan dia tidak bisa membayarnya. Aku datang untuk menolong dan membeli sahamnya tapi dia malah bersikap sombong terhadapku dan dia juga yang memukulku. Ingatkah kamu saat kamu bertanya luka di bibirku?" Dara teringat dengan apa yang dikatakan suaminya.
Dia mengingat saat di mana Jordan pulang dengan sudut bibir yang pecah dan luka lebam.
"Itu hasil dari tangan jahanam pria itu. Aku membiarkannya hidup saat ini karena aku kasihan dengannya. Jika aku tidak memikirkan perasaanmu sudah beberapa saat yang lalu aku menghabisinya."
"Jangan. Aku mohon jangan lakukan hal itu. Jangan kotori tangan kamu dengan darah manusia Jordan. Aku mohon..." pinta Dara dengan sangat.
Matanya menatap penuh harap pada Jordan berharap bahwa suaminya itu bisa mengerti apa yang diinginkannya saat ini.
"Tidak! aku tidak akan terpengaruh oleh matamu Dara. Tidak akan." ucap Jordan.
Dia berusaha untuk membuat pria ini luluh dengannya karena dulu Antoni juga luluh dengannya jika dia bersikap seperti ini.
Dara bahkan sudah memeluk pria ini dan membuatnya tidak bisa bergerak dari tempatnya.
"Aahhhkkk...Jordan apa yang kamu lakukan?" tanya Dara ketika dia di bawa ke dalam kamar mandi.
"Aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan. Aku sudah mengatakan padamu aku sudah terbiasa melakukan sesuatu yang memang harus aku lakukan dan saat ini aku akan melakukannya padamu. Lihat, kau tidak akan bisa keluar dari dalam kamar mandi sebelum aku selesai dengan mu." Dara semakin ketakutan ketika mendapatkan tatapan datar dari suaminya.
Jordan membawa Dara ke dalam bathtub dan meletakkannya di sana. Tidak hanya itu saja, bahkan Jordan juga menghidupkan shower yang berada dia atas bathub.
"Aahhkkk...Jordan..." Dara berteriak ketika dia di siram air oleh Jordan.
"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Dara ketika dia melihat Jordan yang membuka pakaiannya.
Melihat Jordan yang membuka pakaian di depannya seperti itu membuat Dara merasa malu. Tiba-tiba saja wajahnya terasa panas ketika melihat pemandangan panas didepannya.
Pemandangan saat Jordan memakai dalaman saja.
__ADS_1
"Jordan...Hemph..." Bibir Dara langsung di bungkam oleh Jordan saat wanita itu kembali ingin bicara.
Tangannya begitu ahli hingga membuat Gaun yang di pakai Dara langsung terbuka dan melayang begitu saja.
Setelah gaunnya, kini penutup dadanya juga di lepaskan oleh Jordan.
Ciuman panas itu terus saja terjadi karena Jordan yang membukanya.
"Hemph..." desah Dara dalam ciuman panas suaminya.
Tangan Jordan mulai beraksi dengan meremas kedua benda kenyal milik Dara hingga membuatnya semakin mendesah dan merasa ingin di puaskan.
Jordana sangat ahli dalam hal seperti ini dan rasanya sangat luar biasa. Apalagi ketika Dara merasakan bahwa tangan suaminya mulai merambat ke daerah rawan bencana miliknya.
" Jordan....Aahhh..." Desah Dara saat bibir Jordan mulai menguasai batang lehernya.
"Aku akan membuatmu menjerit sampai serak Dara. Kamu membuat ku kesal, jadi bersiaplah menerima hukumannya." Ucap Jordan. Dia terus melakukan hal itu hingga membuat Dara semakin merasakan panas dingin di buatnya.
"Aahh... Jordan..." Desah Dara lagi saat ciuman suaminya sudah sampai di bagian dadanya dan pria itu terus melakukannya.
"Aahhkkk..." Dara kaget saat segitiga miliknya kembali di tarik suaminya hingga robek.
Kini Dara susah full naked dan itu ulah dari suaminya dan tanpa menunggu waktu lama lagi, Jordan langsung memangku tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya.
"Aaahhhkk...Jordan, ini penuh." Desah Dara yang merasa sesak ketika Jordan memasukan batangan besar miliknya tanpa permisi.
"Eegghhh...." Jordan menggeram tertahan saat merasa bahwa miliknya sudah masuk sepenuhnya ke dalam milik istrinya hingga menusuk sampai di ujung sana.
"Spot sayang..." geram Jordan ketika dia merasakan bahwa miliknya di jepit dengan dinding sempit milik Dara dan berdenyut nikmat.
__ADS_1